TEMAN TAPI MENCINTA

TEMAN TAPI MENCINTA
Moment Cemburu


__ADS_3

Aku yang friendly membuat pasanganku terkadang tak nyaman, apalagi sedari kecil aku lebih akrab dengan teman laki-laki dibanding perempuan.


Bahkan kontak di ponselku pun 80% isinya laki-laki.


Theo pacarku memang sosok penyabar namun ia juga sangat cemburuan, setiap bertemu ia akan selalu melihat ponselku, dan membaca isi pesan dari teman-temanku.


"Kenapa sih semua kontak di ponselmu cowok semua?" ucapnya dengan wajah cemburu


"Ya kenapa? apa harus kontak diponselku cewek semua?" balasku dengan melontarkan pertanyaan bukan malah menjawab pertanyaannya


"Ya kan gak harus sebanyak ini ra" timpalnya


"Jadi maunya apasih? kan kamu tau aku dari dulu lebih banyak temen cowok daripada cewek" balasku santai


"Yauda iya, maaf aku salah" ucap theo dengan nada malas ribut


Harus kuakui theo ini memang jago dalam memendam kekesalannya, berbeda denganku yang ketika kesal akan kulampiaskan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*kluk*


notifikasi ponselku berbunyi.


"Lagi dimana ra?" tanya seseorang dalam pesan

__ADS_1


Aku tidak mengetahui hal tersebut dikarenakan ponselku sedang berada ditangan theo


"Nih pacarmu ngirim pesan" katanya ketus


"maksudmu?" balasku bingung


"ini" katanya sambil menyodorkan ponselku


aku yang menerima ponselku sambil kebingungan pun segera melihat pesan masuk yang ternyata itu dari candra.


Theo memang sangat cemburu dengan Candra, beberapa kali ia memprotes aku untuk merubah kebiasaanku dalam memanggil candra.


Aku memang sering memanggil teman-temanku dengan panggilan "say" namun itu berlaku untuk semuanya bukan hanya candra, tapi theo yang sedang dirasuki setan cemburu tidak akan perduli dengan hal tersebut.


Aku yang selalu dicemburi theo selalu berdalih "Kami cuma temenan sayang" yang akan dibalas dengan senyuman masam olehnya.


Mungkin benar sesama lelaki akan memiliki firasat dan penilaian tersendiri, diantara banyak teman laki-lakiku theo sangat cemburu dengan candra, entah kenapa dan apa alasannya hanya theo lah yang tau.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku dan theo memang sering bertengkar, namun tidak pernah sampai separah ini hanya karena hal sepele.


bermula dari pesan singkat yang dikirim candra, aku dan theo bertengkar sejadi-jadinya.


"Kan uda kubilang, jangan dekat sama dia" bentak theo.

__ADS_1


"Apasih, gak pake bentak bisa kan?" balasku penuh dengan penekanan


"Makanya jangan buat marah kalau gak mau dibentak" jawab theo dengan nada marah


"Siapa yang buat marah? aku gak ada buat marah!" balasku tak kalah marahnya dari theo


"Uda kubilang blokir nomornya, jangan berteman sama dia lagi!" ketusnya


"Memangnya kenapa? salah rupanya kami berteman? harus rupanya ku blokir nomornya? kau suamiku rupanya? seenaknya ngelarang aku" bentak ku tanpa henti dan jeda


"Susah memang ngasih tau orang yang keras kepala" balasnya malas


"Gak perlu dikasih tau, aku tau batasanku!" balasku marah


"Terserah" ucapnya melemah


Theo memang cukup handal mengatur perasaanya, meskipun ia sangat marah dalam hitungan detik saja itu bisa berubah.


tak jarang ia yang mengalah ketika kami sedang bertengkar.


Salah ataupun benar theo lah yang akan meminta maaf padaku.


Theo memang sosok lelaki baik, meskipun ada bebarapa sifat yang kurang dalam dirinya namun itu tertutupi dengan sifat penyabar dan suka mengalahnya.


Maka banyak dari temanku yang selalu berkata "kau dapat dia itu alhamdulillah" meskipun mereka tidak mengerti ada banyak kekurangan dari theo yang hanya aku yang tau.

__ADS_1


__ADS_2