TEMAN TAPI MENCINTA

TEMAN TAPI MENCINTA
Harga diriku dipertaruhkan


__ADS_3

Semenjak kejadian aku dilabrak oleh Aleta aku sangat canggung dengan candra, ada perasaan bersalah dibenak ku.


Sudah 2 minggu berselang dari hari itu, dan akupun sedang melaksanakan kegiatanku.


Aku tidak lagi berkirim pesan dengannya, bahkan bertegur sapa saja pun enggan kulakukan, tak jarang aku menghindar agar tidak bertemu dan berpapasan dengannya.


Malu, kesal, marah, cemburu, semua bercampur dan membuatku semakin enggan untuk bertemu dengannya.


Apalagi kulihat Aleta selalu berada disamping candra


Bahkan disaat Kegiatan pelepasan mahasiswa dilakukan aku lebih memilih berjauhan dan menghilangkan jejak darinya, aku yang lebih memilih menyendiri dibandingkan harus berkumpul dengan teman sekelasku.


Disosial medianya candra memposting fotonya dengan Aleta, dengan caption romantis yang menambah indah foto tersebut.


Tanpa sadar akupun semakin sakit, dengan siap kublokir nomornya dari ponselku, sengaja kulakukan untuk melupakannya dari pikiranku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku yang sudah sangat jauh dengan pacarku pun memberanikan diri untuk mengakhiri hubungan kami, meskipun ia berat dan enggan namun aku tetap menyudahi hubungan kami.


Bukan karena aku menyukai orang baru, pada dasarnya hubungan kami memang telah lama usai.


Hampa kurasa hidupku beberapa saat, dimana aku kehilangan dua sosok penting dalam hidupku, namun aku sadar hidup akan terus berjalan dan berputar.

__ADS_1


Disela-sela kegiatan aku dan teman lainnya sering video-call grup, namun candra tidak pernah hadir didalamnya, aku sangat mensyukuri hal itu jujur saja harga diriku masih sangat jatuh dihadapannya.


Kala itu aku dan teman lainnya sedang berbincang dan menceritakan berbagai kegiatan kami, bercanda dan saling melemparkan ejekan, dengan sengaja vira meng-invite candra kedalam grup tersebut.


Aku yang sedari awal berbicara tanpa jeda pun seketika terdiam, kualihkan cameraku sejenak, kulihat candra beluk mengangkat panggilannya.


"gak mungkin diangkat" pikirku.


Aku pun lanjut bercerita dengan yang lain perihal kelucuan saat bersama kelompok ku, disela aku bercerita candra mengangkat telponnya dan akupun terdiam dan spontan mematikan video call grup itu.


"Brengsek, kenapa harus diangkat sih" kataku bergumam


Vira langsung meng-invite ku kembali, yang mau tidak mau harus kuterima.


Vira, Rani dan Cindy memang tau permasalahanku dan candra, aku sengaja bercerita kemereka karena mereka sahabat dekatku.


"Iya gak sengaja" jawabku biasa


"Aku kira kamu sengaja ra" kata cindy


"Gak lah mana mungkin mayra sengaja" lanjut rani


Aku hanya tersenyum paksa melihat mereka yang mulai menyudutkanku.

__ADS_1


"Temen setan" kataku dalam hati


"Ra gimana disana?" kata Sean teman lelaki ku


"Sama kaya kalian kok, gak ada yang spesial" kataku serius menjawab pertanyaan sean


"Gak ada candra gak spesial lah" kata azka teman lelaki ku yang paling jarang berkomentar


"Gila, Azka kalo ngomong suka bener" sambung vira penuh semangat


"Hahahaha, kalian ini" kata candra yang sedari tadi hanya diam


"Can disana aman gak?" tanya cindy


"Aman guys, selagi ada kau pasti aman dong" balasnya membanggakan diri


"Iya disana aman, dihati mayra gak aman hahahah" timpal vira sambil tertawa lepas yang disambung tawa dari rani


"Kalian ini, nanti mayra marah loh" balas candra


"Kamu apa kabar ra?" katanya bertanya padaku


"Hah? apa gak kedengaran" kataku berpura-pura

__ADS_1


"Kan, mayra marah kan, tanggung jawab lah kalian mayra jadi marah tu" balas candra yang entah tau aku berpura-pura atau sekedar bercanda.


__ADS_2