
" eh bis nya udah datang, yok teman teman kita naik supaya bisa dapat tempat duduk, " ayo, ayok, dan Arga segera naik memilih tempat duduk yang di ikuti oleh Sinta dan Ringgo dia pun duduk di kursi paling samping, " eh sin kamu duduk sini aja", Sinta sekilas melihat kearah Ringgo yang sudah tersandar di kursi bis tersebut, namun Ringgo sama sekali tidak menawari dia tempat duduk, " kenapa Ndak Ringgo yang bilang kayak gitu, batin Sinta yang duduk di samping Arga. " deg deg bug......kok jantung ku kuat sekali ya detaknya, dengan muka yang merah merona dan tidak bisa berbicara dan perasaan gugupnya.
" seandainya Ringgo yang disini bukan Arga pasti, " eh sin, " ya ringg " kok Ringgo, eh maaf ga, ya apa ga," " nanti kamu sampai di terminal ada yang jemput ndak," " oh, nanti paman ku yang jemput, kalo kalian gimana nanti ? ," " ya mungkin naik ojek kali ke kost kosan nanti. " kamu mau ambil jurusan apa nanti sin ?" , aku nanti pengennya ambil guru bahasa Indonesia ga, sama pendidikan Pancasila, soalnya dari dulu aku pengen sekali mimpi aku terwujud bisa mengajar dan membuka sekolah gratis bagi orang orang ga, kamu nanti jurusan apa rencananya, " kalo aku sih teknik kayaknya, aku mau jadi insinyur supaya nanti aku bisa kerja dan banyak dapat uang dan bikin rumah "
" kalo aku banyak uang nanti aku yakin kamu pasti akan lebih suka sama aku sin, Ndak akan kamu lirik si Ringgo lagi " ucap Arga dalam hati nya dan dia sambil tersenyum memikirkan bahwa jika dia seutuh nya memiliki Sinta betapa sempurna nya hidup dia dengan Sinta, " eh ga kok kamu senyam-senyum-senyum s sendiri lagi mikir kan apa kamu " eh sin nda lagi mikirin, betapa seru nya yah di kampus nanti pasti banyak hal hal yang menarik ", " oh ya, aku juga Ndak sabar mau cepat cepat sampai rasanya, udah Ndak sabar
__ADS_1
sedang di belakang Arga dan Sinta Ringgo duduk dengan diam sambil memikirkan kan apa yang akan dilakukannya setelah sampai di kota nanti, " sedang apa yah bapak sama ibu dan juga ringga di rumah, apa udah benar benar pulih ya, semoga bapak baik baik saja , " Tuhan berikan kesehatan kepada ayah ku ya Tuhan, dan juga berikan kelancaran dan keselamatan hidup ku di kota nanti supaya bisa melanjutkan pendidikan ku dan mencapai mimpi ku , dan Ringgo menitik kan air mata nya saat dia teringat wajah letih kedua orang tua nya yang tidak pernah berhenti berjuang untuk dia dan adik nya, " bapak, mama Ringgo janji akan buat papa sama Mama bahagia nanti, Ringgo janji tidak akan kecewakan papa dan mama.
Ringgo, sinta, dan Arga pun pergi ke kota untuk melakukan seleksi test masuk kuliah beasiswa yang diadakan oleh salah satu universitas di provinsi, selama di perjalanan Ringgo terus merasakan kuatir di dalam hati nya karena dia mengetahui bahwa kondisi ayah nya belum benar benar pulih dan dia juga memikirkan jika terjadi sesuatu sama ayah nya siapa yang akan membantu ibu nya dalam mencari nafkah, hal tersebut membuat Ringgo kadang kadang meneteskan air matanya sepanjang perjalanan dia mencoba memejamkan mata nya agar dia dapat beristirahat
" nak kamu kenapa, kok kamu sedih, dan diam dari tadi, kamu kabur dari rumah yah. ingat jangan suka bikin orang tua cemas kamu Ndak kasian sama orang tua mu, kamu bisa Ndak bayangin betapa kuatir nya orang tua mu dengan keputusan mu kabur dari rumah" Dangan terus mengerocoh tanpa henti sambil menasihati Ringgo seorang anak yang duduk di samping nya tanpa mendengarkan penjelasan dari Ringgo dan tidak memberikan kesempatan pada Ringgo untuk berbicara, dengan suaranya yang keras sedikit membuat orang orang yang tadi pada diam dengan mendengarkan lagu dangdut khas bis bis kota yang sedang melakukan perjalanan segera melotot kan mata ke arah pak tongo yang terus mengerocoh
__ADS_1
" oh jadi kamu Ndak kabur dari rumah, bapak kira kamu sedih karena kabur dari rumah, jadi begitu toh." iya pak, maaf ucap Ringgo lembut, udah jangan sedih seorang pria lambat laun akan berpisah dengan orang tuanya setelah dewasa anggap saja tantangan baru bagi kamu jangan sedih, kamu tinggal dimana nanti di kota ? , " saya belum tahu pak tinggal dimana, tapi teman saya sudah menemukan tempat kos kosan nanti untuk kami tinggal" " oh gitu, kamu baru pertama yah pergi ke kota "
" iya pak, saya baru pertama," " di kota hati hati jangan terlalu mudah percaya sama orang, pergaulan di kota juga bebas " iya pak, saya akan hati hati, terima kasih yah pak atas nasehat nya, " oh iya kenal kan nama saya, tongo, kamu bisa panggil saya pak tongo " , " Ringgo pak sambil menyalami tangan yang di ulurkan pak tongo " , " nanti kapan kapan kalo butuh bantuan kamu bisa cari saya, di jalan xx" , iya pak, sekali lagi terima kasih yah, iya sama, ya sudah kamu istirahat saja, bapak juga mau istirahat " iya pak "
pak tongo merupakan orang yang di jumpai oleh Ringgo saat perjalanan menuju kota, dan dia merupakan orang yang baik, pak tongo selain baik juga murah hati, sering kali dia membantu para mahasiswa yang kesusahan di kota, yang sedang membutuhkan uang atau barang, dan juga sering dia mengajak para mahasiswa mahasiswa perantauan untuk makan dan menginap di rumah nya tapi tidak jarang ada pula sikap atau perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut, tetapi pak tongo tidak pernah menyimpan dendam atas perlakuan mahasiswa tersebut.
__ADS_1
" nak, bangun" " kita udah sampai pak " iya nak , " ring yok turun" " ojek bang, ojek bang ojek mbak, ojek pak" tukang ojek di terminal pun menghampiri orang orang tersebut untuk mencari penumpang mereka, " ring ayo kita duduk di situ istirahat sebentar" " ayo ga" "sin yok istirahat di situ" "ayo aku sekalian nunggu paman ku jemput", " pak tongo ndak istirahat dulu" " iya nak Ringgo " ayo pak iya sebentar bapak angkat barang bapak, sini pak Ringgo bantuin, oh ndak apa apa nak Ringgo sedikit kok barang bapak, Ndak apa pak sini Ringgo mengambil kardus yang ada di dekat pak tongo, dan membawa di kursi yang akan mereka duduk di terminal, sambil istirahat
pak tongo dan Sinta menunggu jemputan mereka sedang kan Ringgo dan Arga istirahat karena sebentar lagi mereka akan naik ojek ke kos kosan mereka yang sudah di boking oleh Arga