Teman Yang Bermuka Dua

Teman Yang Bermuka Dua
Awal dari kebencian


__ADS_3

Arga terus menatap kearah Sinta dan ringgo, sinta.... kamu kok ngobatin Ringgo saja saya juga terluka ni ucap Arga dengan nada yang agak kesal karena dari tadi Sinta sama sekali belum mengambil tindakan terhadap dirinya oh ya Sinta sana bantu Arga ucap Ringgo, sambil menahan rasa perih di kakinya, iya bentar aku kan belum selesai bersihkan luka mu jawab Sinta dengan menatap mata Ringgo dengan muka memerah bak udang rebus


kalian kenapa kok luka luka tanya kania, mereka jatuh tadi kan pas jurid tadi, oh, ya udah kan kamu tolong obati luka nya si Arga sana perintah Sinta kepada sahabatnya Kania


Iyah sin mana kotak P3k nya tanya Kania, ni sambil memberikan nya pada kania, sini Arga ku obati luka mu, Kania pun segera membersihkan kan luka Arga


Arga terus memandangi Sinta dan Ringgo dengan raut wajah yang penuh emosi dan kesal, karena wanita yang di sukai nya tidak mau mengobati luka nya " kamu tunggu saja Ringgo, hari kamu boleh bersama Sinta tapi nanti kamu rasakan akibatnya karena kamu sudah berani mendekati orang yang aku suka ucap Arga dalam hatinya setelah selesai mengobati luka keduanya Sinta dan Kania pun langsung bergabung dengan kelompok mereka


cie..cie.. Sinta..habis ngobatin suami yah tukas Kania apa sih kamu kan..... dengan wajah yang merah karena tersipu malu mendengar olokan dari temannya tersebut udah jangan gaco deh ucap Sinta cie....Sinta timpal Kania lagi eh... sin gimana perasaan mu tadi pas ngobatin si Ringgo ujar Kania hal tersebut semakin membuat Sinta merah dan dia terdiam memikirkan gimana begetarnya hati dia pada saat mengobati Ringgo tadi

__ADS_1


sin....sin...sambil melambaikan tangannya kearah wajah Sinta yang dari tadi terdiam ngapa Kania.....jawab Sinta dengan nada yang agak kesal karena dia terkejut mendengarkan teriakan namanya oleh Kania di panggil dari tadi malah bengong... pasti mikirin si Ringgo yah, sambil terkekeh apaan...sih kamu kan, mulai deh buat gosip yang tidak benar ucap Sinta dengan wajah yang memerah


ayo kita kumpul lagi sama kelompok kita ucap Sinta untuk menghindari godaan dari Kania yang dari tadi membuat wajahnya memerah mereka menghampiri kelompok mereka, setelah berkumpul dengan kelompok mereka mendengarkan penjelasan dari kakak kakak Bantara kegiatan apa yang akan mereka lakukan lagi


Ringgo kamu tunggu saja balasan dari saya....setelah berapa lama dia diam menatap Ringgo dengan penuh emosi Arga mengambil senter Ringgo dengan berpura pura nggo kamu ada air...? ada ga ambil saja di tas ku....Arga mengambil air tersebut dan menyembunyikan senter yang ada di dalam tas nya Ringgo, karena dia tahu bahwa nanti mereka akan melakukan jurid malam lagi dan dia berencana meninggalkan Ringgo sendirian


pada saat jurid malam Arga dengan sengaja membuat obrolan sehingga mereka berjarak agak jauh dari kelompok mereka dan pada saat itu dia berencana meninggalkan Ringgo sendirian karena dia tahu bahwa Ringgo tidak punya senter untuk menerangi jalannya eh ga kok disini gelap sekali yah...ya nggo jadi merinding bulu kuduk ku ucap Arga, ayo nggo cepatan jalannya ucap.. bentar ga mau ambil senter, Ringgo membuka tas nya sedangkan Arga terus jalan sehingga jarak keduanya semakin jauh ga..ga...tunggu ga...Arga terus jalan seakan tidak ada yang memanggil nya dan dia terus jalan melewati jalan yang gelap dengan mengunakan senter


oke sebaiknya kita tunggu sebentar kalo sekitar lima belas menit belum nyampai kita cari saja ya teman teman, dan mereka pun menunggu argio dengan istirahat

__ADS_1


ya Tuhan tolong hamba mu ini ya tuhan, dengan air mata yang hampir menetes Ringgo terus berusaha berjalan meski tidak bisa melihat apa apa di sekeliling nya karena kondisi malam yang gelap tersebut dan jalan yang licin sehingga dia jatuh buk...aduh....Ringgo terjatuh aku harus berusaha sampai ke kelompok ku kalo tidak aku akan tersesat, sudah berapa kali Ringgo terjatuh dia masih berusaha berjalan meski kakinya sudah terasa sakit karena dia sudah beberapa kali tergelincir


teman.....teman......tolong Arga....ga....tolong aku ga dengan raut wajah ketakutan Ringgo terus memanggil temannya tetapi tidak ada jawaban lama benar yah si Ringgo...ga tadi kamu pisah sama si Ringgo dimana tanya Aryo, tadi sih di sebelum turunan yang sesudah jalan yang punya penerangan, dia bilang mau ambil senter..kebetulan tadi udah sanggat gelap ngapa kau tinggal kawan mu cetus Aryo lagi...siapa tahu dia lupa bawa senter...terus gimana dia kesini ucapnya lagi


ayo sebaik nya kita cari saja.....bentar saya masih capek soalnya baru nyampe ya kita tunggu sebentar lagi....perasaan Aryo semakin tidak enak karena kalo terjadi sesuatu kepada Ringgo dia lah yang bertanggung jawab karena dia ketua dari dampok mereka Arga gimana sudah ndak istirahat nya tanya Aryo lagi....bentar lagi yo....ya udah kamu istirahat disini biar aku saja yang nyari si Ringgo aku takut dia tersesat


Ringgo....nggo......kamu dimana nggo..


..Aryo terus jalan melewati rute yang di buat oleh panitia untuk jurid malam mereka nggo.... Ringgo...dimana kamu nggo...Aryo terus memanggil nya sama sekali tidak ada jawaban aduh dimana si Ringgo...nggo.....nggo...Aryo terus memanggil , kok ada suara batin Ringgo dari kejauhan dia mendengar sayup sayup suara yang memanggilnya aku disini....disini....tolong....

__ADS_1


teriak Ringgo , seperti nya arah suara dari dekat air situ gawat..... ucap Aryo jangan sampai Ringgo jatuh di jurang aku Ndak mau jadi saksi di kantor polisi nanti ucap Aryo dengan wajah ketakutan, dia mempercepat langkahnya nggo...dimana kamu nggo...teriak Aryo lagi, suara di kejauhan disini....tolong...aku disini...Aryo semakin mendekati suara tersebut....dan dia melihat dari kejauhan bahwa Ringgo sedang bersandar di pohon karena kecapekan, kamu Ndak kenapa kenapa nggo...? iya saya dan mereka berjalan menuju kelompok mereka Aryo dengan memapah si ringgo


__ADS_2