Teman Yang Bermuka Dua

Teman Yang Bermuka Dua
Mulai timbul nya cahaya dari pengharapan


__ADS_3

dengan badan yang masih pegal Ringgo bangun dari tempat tidur nya dengan menghirup udara segar karena di desa Ringgo keadaan hutan nya masih rindang dan asri, udara nya sanggat segar sekali pagi yang sangat menyenangkan kicauan burung burung seakan akan melantun kan sebuah lagu yang membuat deruan angin pagi yang terus berhembus membawa kesegaran pada raga setiap insan yang merasakannya, dengan duduk sambil membaca sebuah buku di teras rumah nya Ringgo di temani oleh secangkir kopi dan singkong rebus membuat rasa letih dan kecapean di dalam tubuh nya menghilang ke asikan membaca buku yang di pegang nya membuat Ringgo tidak menyadari bahwa ada sesosok wanita yang datang menghampiri nya


nggo...Ringgo...panggil wanita tersebut, ya...dengan agak terkejut mendengar suara panggilan tersebut yang membawa dia kembali keduanya, " asik benar bacanya , dan Ringgo hanya tersenyum mendengar ucapan gadis tersebut " ndak lagi seru aja mikir kan rumus rumus soalnya tadi ucap Ringgo, melihat senyuman Ringgo membuat gadis di depan nya tersebut merasakan debar debar di dalam hati nya, oh ya sin ngapa....tumben pagi pagi udah disini ucap Ringgo, gadis tersebut merupakan teman wanita yang sanggat menyukai Ringgo, dan sudah lama sekali memendam perasaannya itu dan tidak jarang dia sakit hati jika melihat ada wanita yang mendekati Ringgo tetapi dia juga tidak bisa melarang nya karena mereka berdua tidak memiliki suatu ikatan


"oh ya emang adek mu Ndak bilang kalo kemarin aku ke rumah mu, ada hal apa yang mau kamu bicarakan sin, kok pagi pagi benar..,kalo agak kesiangan nanti kamu Ndak di rumah, kemarin aja pas aku ke rumah mu kamu ngak ada di rumah, kemarin aku bantu bapak ku sin di sawah selama liburan aku ke sawah bantu bapak, kamu udah mandi jawab sinta,....dengan senyum senyum malu Ringgo mengatakan hum...hum..belom jawab nya, ya udah mandi sana pantasan bau ucap sinta, Ringgo mencium cium bau tubuhnya dan dengan ketawa dia bilang Iyah sin aku mandi dulu, sedang kan Sinta dengan tersenyum melihat tingkah laki laki yang di sukai nya itu

__ADS_1


selesai mandi dan menggunakan pakaian nya Ringgo segera menghampiri Sinta yang duduk di teras, yang dia tidak tahu apa maksud dari kedatangan gadis tersebut, " yok ikut aku ucap Sinta tanpa memberi tahu Ringgo kemana tujuan dia membawa Ringgo, " mau kemana kita sin kok pagi pagi gini, ikut aja ucap Sinta dengan memberikan senyuman di wajah nya, eh Ringgo mau kemana kalian..? Ndak tahu mas Dio mau kemana saya di ajak sinta, boleh dong mas ikut kalian...ya boleh toh mas masa Ndak boleh asyek....emang mas ngapain ikut ucap sinta, " kita mau kemana sebenar nya sin kok mas Dio Ndak boleh ikut..., kita ke kantor desa mau liat liat persyaratan beasiswa yang kamu tanya kemarin ucap sinta, nampak senyum bahagia di wajah Ringgo


membuat Sinta merasakan bahagia juga melihat wajah orang yang di sukainya tersebut bahagia sedang Dio merasakan kesal di hati nya Ndak bisa deh gua dekat dekat Sinta gerutu nya dalam hati, mas kami ke balai desa yah ucap Ringgo dengan senyum senyum iya nggo mas juga mau ke kebun ambil sayuran mau jual di pasar nanti ucap mas Dio Sinta dengan Ringgo pun pergi menuju balai desa


ayo ucap Ringgo dan sinta mereka bertiga berjalan menuju balai desa dan Ringgo merasa tidak sabaran mau sampai kesana karena hatinya sanggat bahagia sedangkan oh ya sin kamu daftar juga nanti kesana dan Sinta tidak menjawab ucapan laki laki tersebut membuat dia kesal, sial si Ringgo udah gua hilang kan kesempatan untuk nya masih saja ada yang bantu nya, dan Sinta natap muka nya terus lagi gerutu nya dalam hati, sinta sama sekali tidak menggubris kehadiran Arga di situ sama sekali dan dia sesekali menatap wajahnya argio dengan senyum senyum, dan mereka sudah sampai di balai desa

__ADS_1


permisi Bu ucap Sinta iya sin kenapa Bu bela boleh Ndak kami pinjam komputer nya mau buka kan situs universitas xxx mau lihat syarat syarat beasiswanya, silakan sin buka aja ucap Bu Mira sekretaris desa mereka, moga aja kalian bisa lolos yah, iya Bu terima kasih ucap mereka bertiga Sinta segera membuka situs tersebut dan setelah membukanya Sinta dan Ringgo terus mencatat persyaratan nya, kamu ndak nyatat ar, Ndak kamu catat aja nanti ku pinjam yah, iya nanti aku pinjam kan ucap Ringgo, jangan di kasih nggo kebiasaan dia nanti ucap Sinta udah tahu sama sama pergi tapi Ndak mau nyatat Ndak apa sin, iya Sinta ni bawel benar, bukan nya bawel Ar kamu kan pergi kok malas benar itu kan untuk mu stelah mendengar ocehan Sinta Arga pun mencatat nya juga


parah ni Sinta gerutu Arga dalam hati nya, kalo gua pinjam tu catatan Ringgo kan enak Ndak gua kembalikan jadi Ndak bisa dia lengkapi persyaratan nya ucap nya dalam hati, dan dia pun pura pura mencatat dan di catat nya hanya sebagian saja karena dia sudah tahu persyaratan nya dan juga tanggal test yang akan di laksanakan, karena dia sudah punya brosur yang di berikan sama Bu Tere dia ke sini hanya tidak rela saja melihat si Ringgo dekat sama Sinta apa lagi berduaan


dia sanggat tidak rela, dan tidak akan membiarkan si Ringgo senyum bahagia sama si Sinta karena Sinta hanya akan menjadi milik nya dan tidak akan membiarkan Ringgo bahagia, jika kesempatan ini di biarkan bisa bisa sinta sama Ringgo makin dekat ucap Arga dalam hati nya enak benar dia mau dekat dekat sama sinta, minta bantuan Sinta lagi nyari informasi pasti hanya akal akalan nya saja batin Arga dari dulu sampai sekarang udah gua tebak dah Ringgo Ringgo akal busuk loh akan ketahuan nanti loh tidak akan mendapat kan si sinta, Sinta hanya boleh menjadi milik ku gerutu nya dalam hati sambil tersenyum jahat

__ADS_1


__ADS_2