Teman Yang Bermuka Dua

Teman Yang Bermuka Dua
Malam yang panjang


__ADS_3

Dengan perasan yang tidak senang Ringgo memasuki kamarnya dengan kepala yang dipenuhi pikiran bahwa dia akan tetap pergi ke kota, dan akan mengabulkan semua mimpinya.


dia terus meratapi nasibnya, dan dia juga tidak menyalahi kedua orang tuanya karena tidak dapat memenuhi keinginan nya tersebut, matanya terus tertuju dia langit-langit kamarnya dan membayangkan keindahan dan kenyamanan pada saat dia mempunyai gelar sarjana di dirinya, dia akan dengan mudah mencari pekerjaan dan menghasilkan banyak uang, dan bapaknya tidak perlu lagi pergi ke sawah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.


Ringgo terus bolak balik dan gelisah di atas tempat tidurnya dan terus berusaha untuk memejamkan matanya tetapi dia tetap saja tidak bisa memejamkan matanya, dan dia terus berpikir bagaimana dia bisa melanjutkan kuliahnya dengan usahanya sendiri ketusnya dalam hati, dan Ringgo terus berpikir. dia harus melanjutkan kuliahnya supaya kedepannya dia bisa membahagiakan kedua orang tua nya dan adik yang sanggat di sayang nya tersebut.


flashback


Ringgo selamat yah kamu sudah lulus dan mendapatkan nilai tertinggi sekecamatan


ucap salah satu guru Ringgo, ibu sanggat bangga padamu, nanti kamu lanjut dimana kuliahnya? ucap ibu Teresensia salah satu guru Ringgo dan yang merupakan wali kelas dari Ringgo,


saya tidak tahu Bu mau lanjut dimana ucap Ringgo, sanggat di sayangkan kalo kamu tidak lanjut kuliah sedangkan kamu punya potensi untuk melanjutkan kuliah, kamu pintar, dan berhasil memperoleh nilai tertinggi, sebenarnya Ringgo ingin sekali melanjutkan kuliah di universitas xxx ucap Ringgo dan masuk kedokteran ucap Ringgo dengan raut wajah yang sedih, karena dia tahu bahwa kedua orang tuannya tidak akan mampu membiayai kuliahnya, dan dia hanya tersenyum lesu melihat nilai ijazah nya, dan Bu teresensia pun mengusap kepala Ringgo dengan tersenyum, sudah Ringgo jangan sedih nanti ibu kabarkan kalo ibu punya informasi beasiswa di universitas xxx tersebut ucap Bu teresensia, nampak tersenyum dan harapan terpancar di wajah Ringgo mendengar bahwa bu teresensia membantunya mencarikan beasiswa untuknya.

__ADS_1


ibu duluan yah Ringgo ucap Bu Teresensia, iya Bu ucap Ringgo, terimakasih banyak yah Bu sudah mau membantu Ringgo, ucap Ringgo dan dengan di balas anggukan oleh Bu teresensia, iya Ringgo sama-sama jawab Bu teresensia.


Ringgo pun bergabung dengan teman-teman nya untuk merayakan kelulusan mereka dan banyak teman-teman Ringgo yang mengucapakan selamat kepada Ringgo karena dia berhasil mendapatkan nilai terbaik bukan hanya di sekolah nya tetapi bisa Sekecamatan dan salah satu teman Ringgo yaitu Arga menghampiri Ringgo dan mengucapakan selamat kepada Ringgo, "yah Ringgo kamu juara, iya terimakasih yah ga ucap Ringgo, dan Arga pun memeluk temannya tersebut,


meski di batinnya berkata bahwa, sial padahal saya sudah membuang semua buku catatan si Ringgo, kok bisa dia masih mendapatkan juara, dan saya pikir setelah saya membuang catatannya dan juga menyuruh nya kerja di perkebunan saya dia akan kecapean dan tidak bisa belajar ketus Arga dalam hatinya, kamu tunggu Ringgo aku pasti akan mengalahkan mu ketusnya dalam hati.


nggo kamu lanjut kuliah dimana nanti, ucap Arga ( " saya tahu kamu pasti tidak akan kuliah ringgo, dan kamu lihat nanti aku yang sukses duluan meski kamu pintar ucap Arga dalam hatinya ), Ndak tahu saya ga jawab Ringgo, " udah kamu kuliah di universitas xxx aja supaya kita bisa sama-sama terus, ucap Arga dengan mimik wajah yang tersenyum, belum tahu ga, mampu atau tidak bapak sama ibu membiayai kuliah ku nanti.


tapi nggo aku inggin sekali kita bisa sama-sama kuliah di sana supaya kita bisa terus sama-sama ujar Arga, iya ga, aku sebenarnya sanggat ingin kuliah di sana tapi bapak ibu ku kan tidak punya uang untuk aku bisa masuk di sana, "kamu yang sabar yah ucap Arga sambil memeluk temannya tersebut ( " aku tahu Ringgo kamu tidak akan mampu kuliah di sana ujar Arga dalam batinnya sambil tersenyum memeluk Ringgo, dan aku sengaja bertanya seperti itu supaya kamu sadar meski kamu punya nilai tertinggi tapi juga akan sia-sia tidak bisa lanjut kuliah ha.....ha...ha...ketawa Arga dalam hatinya.)


malam itu merupakan malam terpanjang di dalam hidup nya, berapa kali pun dia mencoba memejamkan matanya tetapi tetap saja dia tidak bisa dan dia memikirkan enak nya temannya yang mempunyai uang untuk melanjutkan kuliah nya


"andai saja keluarga ku seperti si Arga aku pasti tidak bingung mau kuliah dimana dalam batinnya Ringgo, dan tidak buat bapak dan ibu sedih memikirkannya ketus Ringgo dalam hatinya, Ringgo akan terus berusaha supaya Ringgo bisa kuliah batin Ringgo

__ADS_1


beberapa jam berlalu dan mata Ringgo pun belum bisa di pejamkan banyak kegelisahan yang menyelimuti hatinya sehingga tidak terasa bahwa ayam sudah mulai berkokok "kukuryuk...kukuryuk...kukuryuk....bunyi ayam yang sahut sahutan di luar menandakan bahwa malam sudah berlalu, dan kedua orang tuannya pun sudah bangun.


dari luar kamarnya Ringgo mendengar suara mamanya yang akan membangunkannya, "tok..tok..tok..nak bangun na, sambil mengetuk pintunya Ringgo mama Ringgo membangunkan anak tertuanya.


"iya ma, sahut Ringgo di dalam kamarnya, Ringgo pun segera bangun dari tempat tidurnya dan membuka kamarnya, "ayo na cuci muka sana, ucap mama Ringgo, "iya ma, jawab Ringgo, dengan sempoyongan menuju dapur untuk mencuci mukanya dan sikat gigi.


Ringgo pun berkumpul dengan sang ayah dan adiknya untuk menikmati pagi dan kopi yang telah disediakan oleh ibunya dengan ditemani singkong rebus, "mas nanti mas bantu aku kerjakan tugas dari Bu guru yah mas soalnya aku tidak bisa mengerjakan soal-soal matematika mas, ucap Ringga.


Ringga merupakan adik Ringgo mereka dua bersaudara dan Ringgo sangat menyayangi adiknya tersebut.


"gimana sih kamu ngga kok pagi gini baru minta bantu mas mu ngerjakan tugasmu, ucap mama nya Ringgo. iya ngapa Ndak semalam kamu minta bantu sama mas mu sahut bapak nya Ringgo.


"semalam Ringga ketiduran pak, ma soalnya kemarin habis pulang sekolah ringga main sama teman ringga, jawab ringga. itu...tu...yang bikin kamu lupa waktu jawab bapaknya Ringgo.

__ADS_1


"udahlah pak bu, ngga... mana tugasmu ucap Ringgo lembut biar mas bantu kerjakan, ini loh mas susah soalnya Rangga Ndak ngerti gimana cara ngerjakan nya jawab ringga sambil memberikan bukunya pada Ringgo


__ADS_2