
Ringgo yang sedang terkejut oleh kedatangan ibu nya segera menoleh dengan seketika, " ibu rupanya, bikin kaget saya,
" tadi ibu panggil kamu ndk dengar dengar, iya Bu maaf, tadi Ringgo sedang baca baca buku Bu sahut Ringgo, " kok Ringgo masih belajar bukan nya Ringgo sudah selesai sekolah nya, ucap mama Ringgo,
" iya Bu Ringgo belajar untuk persiapan test masuk kuliah, soal nya tadi sore bapak mengatakan kalau Ringgo di ijin kan untuk kuliah bu, " apa kamu yakin nak mau kuliah, kamu tahu kan keadaan ekonomi keluarga kita, ibu dan bapakmu tidak punya biaya untuk mu lanjut kuliah nak, " iya Bu Ringgo tahu kok, dan Ringgo akan berusaha untuk mencari beasiswa supaya Ringgo bisa kuliah bu, dengan wajah yang sedikit lesu Ringgo memeluk mama nya " ma maaf kan Ringgo yah, sudah buat mama khawatir, Ringgo janji saat Ringgo dapat beasiswa Ringgo akan kuliah ma dan tidak akan merepotkan mama sama bapak nantinya saat Ringgo kuliah ma
" mama minta maaf nak, tidak bisa membantu mu menggapai mimpi mu, " tidak apa apa ma Ringgo paham kok dengan keadaan ekonomi keluarga kita jawab Ringgo " mama akan selalu berdoa yang terbaik na untuk mu, " iya ma Ringgo tahu selama ini bapak dan mama sudah banyak berkorban untuk ringgo, bahkan mama dan bapak tidak pernah Membeli pakaian baru untuk di pakai, dan makanan enak untuk di makan, mama sama bapak selalu menyisihkan uang untuk kebutuhan kami berdua ujar Ringgo
" jangan bilang begitu nak, itu sudah kewajiban kami untuk memberi yang terbaik untuk anaknya ujar mama Ringgo, ayo nak kita makan malam " iya ma
Ringgo mengikuti mama nya menuju tempat makan yang di sana sudah ada bapak dan adiknya Ringga, Ringgo segera duduk di dekat adik nya yang sudah makan duluan dan mama Ringgo mengambil Piring serta nasi untuk Ringgo serta sayur dan lauk tempe
mereka makan dengan bahagia meski makanan yang ada hanya sederhana dengan lahap mereka menikmati makanan yang di sediakan oleh mama nya dan setelah makan mereka duduk mengobrol sambil tertawa ria dan masuk ke kamar mereka masing masing karena
keesokan harinya Ringgo bangun pagi seperti biasanya dan pergi ke sawah bersama dengan bapaknya
__ADS_1
di suatu tempat terdengar suara dari kejauhan " Arga.....Arga.....dan Arga memutar mutar kepala nya untuk mencari arah suara tersebut " oh ibu, ada apa Bu Teresensia jawab Arga, " kamu tahu Ringgo dimana Arga tanya Bu Teresensia, " sepertinya Ringgo di rumah nya Bu atau pun pergi ke sawah bersama ayah nya soalnya setiap libur dia selalu bantu ayah nya Bu jawab Arga, " oh gitu , " iya bu, ada keperluan apa yah ibu nyari Ringgo ? tanya Arga
" jadi gini Arga ibu semalam dapat informasi bahwa di universitas xxx sedang ada buka pendaftaran beasiswa, oleh karena itu lah ibu mencari Ringgo supaya dia ikut mendaftarkan diri di sana ucap Bu Teresensia, " oh jadi begitu Bu " kamu bisa tolong sampaikan ini ndak ke Ringgo dan berikan dia brosur ini, supaya dia segera melengkapi syarat syarat untuk pendaftaran " iya Bu nanti saya sampaikan sama Ringgo dan memberikan dia brosur ini bu
" enak saja si Ringgo dengan mudah dia akan mendapatkan informasi ini, Ringgo tidak boleh tahu tentang hal ini , ucap Arga dalam hatinya
" terimakasih yah Arga sudah mau membantu ibu, " iya Bu sama sama, nanti saya akan ke rumah nya Ringgo bu mau kasi informasi ini dan suruh dia segera menyiapkan persyaratan nya Bu
di sawah nya Ringgo teringat perkataan Bu Teresensia " apakah Bu Tere sudah mendapatkan informasi tentang beasiswa yah, mudah mudahan beberapa hari ini bisa ketemu sama Bu Tere agar saya dapat informasi mengenai beasiswa ucap Ringgo di dalam hatinya
" rasain loh Ringgo loh tidak bakal bisa kuliah, dan gua tidak akan memberi tahu loh tentang informasi tersebut Haha....haha...ha.. gua akan manfaatkan ini Ringgo dengan sebaik baiknya untuk mengalahkan loh ucap Arga di dalam hati nya
setelah sore hari Ringgo pun pulang dari sawah nya dan dia langsung mandi dan bergegas untuk pergi
setelah melewati beberapa jalan Ringgo tiba di salah satu rumah dan dia mengetuk pintu tersebut tok....
__ADS_1
tok...tok...Bu permisi tok....tok.....permisi Bu tok.....tok.....tok....ibu.... Bu Tere panggil Ringgo namun berulang kali dia mengetuk tidak ada jawaban, dimana yah Bu Tere apa lagi keluar, ucap Ringgo di dalam hati nya.
" maaf dek , kamu siapa yah ? " saya Ringgo Bu murid Bu Teresensia jawab Ringgo, " oh, Bu Tere nya sedang pergi liburan dek kalo Ndak salah soalnya tadi pagi ibu lihatnya bawa koper keluar dari rumahnya ucap Bu Devi tetangga nya Bu Teresensia, " kalo gitu saya permisi Bu, ucap Ringgo, terimakasih bu, " iya dek sama sama.
sepanjang perjalanan Ringgo memikirkan " gimana yah saya bisa cari informasi tentang beasiswa Bu Tere sedang tidak di rumah dan belum pasti datangnya cepat, biasanya beliau kalo udah libur panjang seperti ini lama liburannya, Tuhan tolong bantu saya ya Tuhan ucap Ringgo dalam hatinya.
sepanjang perjalanan Ringgo selalu memikirkan dimana dia bisa mendapatkan informasi mengenai beasiswa supaya dia dapat melanjutkan kuliah nya
" eh ring dari mana? " saya habis dari rumah nya Bu Tere , kamu sendiri, " saya habis dari tempat Kania tadi ring, kami cari cari tempat untuk lanjut kuliah nanti, oh ya ringg kamu kuliah dimana rencana nya, belum tahu sin dimana jawab Ringgo, tadi nya mau nanya informasi beasiswa sama Bu Tere tapi Bu Tere tidak ada di rumah, " oh, oh ya ring nanti kalo saya dapat informasi mengenai beasiswa saya kabarin ntar jawab Sinta
Sinta merupakan gadis yang cantik di desanya Ringgo hampir semua pemuda di desa nya Ringgo menyukai nya, tidak kecuali Arga
Arga sanggat menyukai Sinta tapi Sinta sama sekali tidak melihat ke dirinya dan hal tersebut lah yang membuat Arga sanggat membenci Ringgo karena dia mengetahui bahwa orang yang di sukai oleh Sinta adalah Ringgo temannya
tetapi Ringgo sendiri tidak mengetahui bahwa Sinta menyukai dirinya sejak SMP dan tidak jarang Sinta sering curi curi pandang ke arahnya, pernah suatu kejadian pada saat mereka kamping Pramuka di hutan Sinta memberikan perhatian khusus kepada Ringgo pada saat itu dia bersama teman nya Arga sedang terjatuh saat melakukan jurid malam, Sinta lah yang mengurusi nya sedang Arga yang dengan tidak di rawat oleh Sinta hal tersebut membuat Arga marah sama Ringgo hingga sekarang
__ADS_1