Tentara Yang Kucintai

Tentara Yang Kucintai
Chapther one (1)


__ADS_3

Namanya Adhelia Ghani nur alifah, gadis muda yang pandai bernyanyi, ceria, cantik, peka terhadap lingkungan, sholeh lagi.


Dia berprofesi sebagai penyanyi di kotanya dan cukup terkenal, tahun ini dia berumur 23 tahun, dia berulang tahun tanggal 13 Desember nanti.


Sekarang Ghani sedang dilanda dilema besar, kemarin Ghani ditembak laki² yang sudah dekat dengannya, cowo paling populer di kampus X tempat Ghani berkuliah untuk menjadi kekasihnya, jika dia menerimanya maka dia akan semakin dibenci namun jika menolaknya dia akan dihindari temannya itu.


Dan akhir² ini dia malah memikirkan pria yang pernah menjadi cinta pertamanya dahulu karna ia pernah bermimpi bertemu dengan pria itu. Saat ini Ghani sedang terbaring di ranjang empuk miliknya di apartement besarnya itu, memikirkan hal² itu malah membuatnya pusing, dia mencoba memejamkan matanya.


"Drrtt..drrrtt.." ponselnya bergetar di atas meja kecil di samping ranjang besarnya, dering pesan masuk, segera saja dia membuka pesan itu


"Dari Kai rupanya" gumamnya Khairunnisa adalah sahabat yang slalu bisa mendengarkan curhatan² nya, dia mengirim pesan


'Gan'


'Kamu dmn? ga kuliah?'


tanyanya beruntun lewat Whatsapp


'Masuk siang jam 2' jawabnya, karna saat itu waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi


'Emang knp?' tanyanya


'Ke kafe yuk, aku traktir deh'


'Tumben, knp?'


'Gpp, di kafe X deket mall R y'


'Sekarang?'


'Iy, buruan kesini, ak dah OTW'


'Ok, tungguin y'


Ghani menyudahi chat²annya, mengenakan jilbab dan bergegas pergi ke kafe yang dituju di antar sopirnya, sesampainya di sana ternyata Kai sudah lebih dulu sampai, Kai duduk di dekat jendela (duduk di dekat jendela merupakan tempat kesukaannya) .


"Hai! " sapa Kai antusias melihat Ghani mendekati mejanya


"Kayanya kamu semangat banget, Kai"


"Iya nih, tau ga?" kata Kai menggantung saat Ghani sudah duduk di depannya


"Apa?" tanya Ghani penasaran


"Nanti aja, kita pesen minum dulu ya, mbak kesini" panggil Kai ke arah pelayan


"Ya mau pesan apa? kak" tanya pelayan wanita itu ramah, Kai membuka buku menu


"Saya pesan 1 es cappucino, secangkir espreso dan secangkir americano"


"Baiklah, kalau temannya mau pesan apa?"


"Saya pesan cappucino aja"


"Baik, silahkan di tunggu pesanannya ya, kak" kata pelayan lalu berlalu pergi setelah mencatat semua pesanan


"Kenapa kamu pesen minumnya banyak?" tanya Ghani heran


"Aku mau ketemu temen lama, ntar juga kamu tau kok. Mereka temen lama kita waktu SD dulu"


"Cowo apa cewe?"


"Cowo"


"Ada berapa orang sih yang dateng?"


"Emm... 2 kayanya, mereka minta di pesenin minum dulu jadi pas udah sampe tinggal minum deh"

__ADS_1


"Oooh"


Mereka berbincang banyak hal sampai minuman mereka datang


"Ini minumannya kak, silahkan di nikmati" kata pelayan lalu pergi lagi


"Kai, kapan orangnya dateng?" tanya Ghani mulai gak sabaran


"Bentar, aku telpon orangnya dulu. Eh itu dia!" kata Kai sambil berdiri saat melihat seorang pria dengan pakaian casual seumuran mereka memasuki kafe


"Hei! di sini!" panggil Kai, pria yang di panggil langsung mendekat ke meja Kai dan Ghani, Ghani ikutan berdiri melihat kedatangan pria itu


"Hai, apa kabar? lama ga ketemu" sapa pria itu, mereka duduk kembali, Ghani dan Kai duduk berhadapan dan di sebelah Ghani duduk pria itu


"Baik kok, iya nih udah lama ga ketemu, akhirnya kita bisa ketemu lagi, aku seneng banget tau, oh iya dia mana?" kata Kai panjang lebar, dia sangat bersemangat


"Bentar lagi kesini, tadi dia lagi markirin mobil" jelas pria itu, Kai mengangguk maklum


"Kamu?" tanya Ghani heran, karna sudah lama tak bertemu dia jadi pangling dengan temannya itu


"Ga inget ya? ini aku Farros, temen satu SD dulu" jelasnya, yang langsung di benarkan Kai


"Hah? kok bisa beda banget sih? ya ampun....aku sampe pangling tau, abisnya kamu berubah banyak" seru Ghani baru paham, dia langsung memukul bahu Farros, orang yang dipukul mengaduh kesakitan tapi tak marah


"Kok kalian bisa ketemu lagi?" tanya Ghani pada Farros dan Kai


"Oh..soal itu jadi kemaren 2 minggu yang lalu waktu aku lagi ke supermarket, tiba² Farros nelpon aku untung kontaknya belum aku hapus, pas aku angkat dia ngomongnya aneh, dia suruh aku ke kasir, ke arah cowo yang lagi nelpon, karna ga tau jadi aku nurut aja, trus dia bilang 'aku ada di depan kamu' di telpon waktu aku udah di depan cowo itu. Aku kaget setengah mati tau.." jelas Kai panjang kali lebar lalu jeda dengan meminum cappucino nya, Farros juga menatap Kai sambil meminum espresonya


"Trus?" tanya Ghani


"Trus dia ngajak aku makan di resto terdekat dan jelasin kenapa dia bisa berubah banyak kek sekarang, dia kangen banget sama temen² yang laen" lanjut Kai


"Masa sih? bukannya kangen sama kamu" sindir Ghani sambil mengaduk cappucino, wajah Kai mulai memerah karna malu sedangkan Farros terkekeh melihat sikap Kai


"Wah ternyata elo disini ros" kata seorang pria berpakaian yang sama casual dengan sikapnya sambil menepuk bahu Farros lalu dengan santainya duduk di sebelah Kai


"Oh elo, kemana aja sih?" tanya Farros


"Ihh...gemes" kata pria itu sambil mencubit pipi chubby Kai, Farros dan Ghani juga tak mau kalah, mereka kompak mencubit pipi Kai


"Aduh...sakit tau..." bibirnya maju beberapa centi, mereka semua tertawa


"Dan kamu?" tanya Ghani pangling lagi


"Yah.. aku dilupain deh" gerutu pria itu


"Makanya punya muka imut kaya aku dong kan slalu di inget orang" sombong Kai


"Sombong, kucubit lagi nih" ancam pria itu, Kai memanyunkan bibirnya lagi


"Jadi kamu siapa, aku lupa nih" tanya Ghani


"Oh iya, kenalin dulu ya, Namaku Genta pasca mahardika, kita satu SD dulu, gimana? udah inget?" tanya Genta sambil menyodorkan tangannya mengajak Ghani berjabat tangan


"Hah? beda banget dari yang dulu" komen Ghani sambil menjabat tangan Genta, setelah melepas jabat tangannya Genta hanya tersenyum manis lalu meminum americanonya


'Ya ampun.. Genta makin ganteng ya sekarang' batin Ghani, Genta adalah cinta pertamanya yang akhir² ini dia pikirin


Wajah Ghani mulai bersemu, Kai melihat hal itu langsung tersenyum, Farros juga liat tingkah Ghani yang mulai aneh dan ikutan tersenyum


"Kalian sekarang gimana? udah kerja? apa masih kuliah kaya aku sama Ghani?" tanya Kai membuka pembicaraan


"Kalo aku sih udah punya pekerjaan, sebagai Fotografer dan direktur" jawab Farros


"Wah..hebat, kalo kamu gimana, Genta?" tanya Kai, dari ekor mata Kai melihat Ghani yang mulai tertarik dengan topik pembicaraan


"Aku? aku kerja sebagai tentara, pangkatku sersan bintang satu tapi aku kapten tim" jelas Genta dengan gaya casualnya

__ADS_1


"Tim?" tanya Ghani


"Kalian ga perlu tau, itu rahasia negara " kata Genta lalu tersenyum misterius


"Udah deh kalo kaya gini, susah diajak kompromi" kata Kai, Farros tersenyum penuh arti, entah kenapa Ghani ngerasa Farros punya perasaan lebih dari teman ke Kai


"Utututu...ngambek nih ceritanya, ya udah nih buat kamu" kata Genta dengan gemas lalu memberikan 2 permen lolipop


"Asyikk... makasih" kata Kai senang, dia emang dari kecil suka sama permen terutama permen lolipop sampe giginya gupis saking seringnya makan permen


"Heh...kok di kasih permen sih, nanti gigi kamu sakit lagi, Kai" nasihat Ghani


"Gapapa kok, boleh ya....plisss" kata Kai memelas menunjukkan wajah nya yang cute itu dan lagi-lagi Genta mencubit pipi chubby Kai


"Uuu....imut banget sih" komen Genta, lalu melirik Farros yang mulai tak suka dengan kelakuan Genta mencubit pipi Kai


"Ya udah deh, tapi kalo sakit jangan salahin aku ya, aku udah ingetin kamu" kata Ghani, Kai mengangguk cepat lalu membuka bungkus permen dan memakannya, dia sangat senang, mereka bertiga hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Kai


Genta kembali ke posisi santainya yaitu menyenderkan punggungnya ke belakang, lalu tangan kirinya tergerak mengelus kepala Kai yang asyik makan permen, Genta tersenyum hangat dan segera menyadari kalau tindakannya membuat membuat 2 orang di depannya kaget dan cemburu, Genta malah makin melancarkan aksinya dengan merangkul Kai, membuat jarak antara mereka berdua semakin dekat.


Kai yang mulai sadar akan perubahan sikap Genta malah mendukung Genta dengan merapatkan dirinya ke Genta sehingga Genta bisa memeluk pinggangnya dari belakang dan meletakkan wajahnya di bahu kanan Kai, tindakan yang membuat Ghani dan Farros ternganga, Farros menginjak kaki Genta di bawah meja dengan keras.


"Aduh!" pekik Genta, dia segera melepaskan pelukannya dan meminum americanonya, Kai terkekeh kecil


"Ngapain sih kalian berdua?" tanya Farros ketus


"Emang kenapa?" tanya Kai dan Genta kompak


"Kalian ada hubungan lebih ya?" tanya Ghani mengintrograsi, menutupi kecemburuannya pada Kai


"Iya" jawab Genta dan Kai lagi² kompak


"Hah?" tanya Ghani dan Farros kompak


"Sebagai apa?" tambah Ghani


"Emang kenapa sih, aku udah nganggep Kai itu kaya adek sendiri tau, jadi kenapa aku pengen manja sama Kai, ya ngga?" jelas Genta yang langsung disetujui Kai


"Oooohhh, beneran kan?" tanya Ghani masih tak percaya


"Suer.... masa kamu ga percaya sama aku sih" rengek Kai kembali menggunakan wajah imutnya


"Ihhh....makin gemes deh..." kali ini Farros yang mencubit pipi chubby Kai, Genta menaikkan sebelah alisnya


"Yee...adek gw nih, ngapain lo cubitin pipinya?" tanya Genta pura² marah


"Bodo amat" balas Farros agak ketus, senyum Ghani kembali mengembang


"Oh iya kalian ambil jurusan apa?" tanya Farros tiba²


"Aku sih ambil jurusan kedokteran, lumayanlah habis lulus SMA langsung cari kampus yang ada jurusan kedokteran, trus pas pendaftaran langsung daftar dan diterima, udah 4 tahun nih tinggal 2 tahun lagi wisuda" jelas Kai panjang


"Oooh..kalau Ghani?" tanya Farros lagi


"Aku ambil jurusan musik" jelas Ghani singkat, padat dan jelas


"Sejak kapan kamu jadi tentara?" tanya Ghani


"Sejak... lulus SMA mungkin" jawab Genta


"Bla..bla..bla..." mereka berdua bercerita banyak dan seolah mengabaikan 2 manusia yang juga mendengarkan


"Ehm... ada human lain di sini" kata Kai memotong


Bersambung....


__ADS_1



Ok guys, kalo kalian suka please like, share ke temen² kalian, thanks sebelumnya buat reader dan pihak noveltoon yang udah ngijinin aku berkarya, Ok bye...semuanya tungguin eps selanjutnya ya


__ADS_2