
"Ehm... ada human lain loh di sini, serasa dunia milik berdua ya?" tanya Kai kesel dan efek bosen dengerin mereka berdua cerita karna cappucino nya habis jadi dia ngabisin americano nya Genta
"Utututu... udah bosen ya? ya udah ke mall seberang yuk" ajak Genta
"Ayuk!" Kai kembali bersemangat
"Tapi... kalian yang bayar ya, kan aku udah traktir kopi" lanjut Kai dengan wajah polosnya
"Ok" jawab mereka semua
Mereka bergegas pergi, Kai sudah membayar kopi mereka, saat ini mereka berada di mall R yang letaknya bersebrangan dengan kafe tadi, Kai senang sekali karna jarang² dia di traktir orang ke mall, paling cuma di traktir makan di resto.
Mereka berkeliling mall, pertama ke tempat game, mereka ber-empat bermain game yang ada di sana bersama, tapi yang bayar Genta, udah puas main mereka ke resto buat makan siang tapi yang bayar Farros, trus beli eskrim yang bayar Ghani, terakhir beli barang² bertiga patungan kecuali Kai.
Sepanjang waktu saat bermain di mall, Genta tampak sangat akrab dengan Kai sampai membuat Ghani cemburu, Farros tak mau kalah dengan Genta, walau akhirnya Ghani yang selalu dekat dengan Kai, saat bermain bersama Kai lebih ngajak Ghani daripada Genta atau Farros.
Sampe jam 1 siang, Genta di telpon seseorang, dia ngangkat telpon agak jauhan dari teman²nya
"Hallo? ada apa?" tanya Genta di sambungan telpon
"Kapten...kita punya masalah" jawab pria di telepon
"Masalah? masalah apa?" tanya Genta
"Kapten ke markas saja, kami akan menunjukkan masalahnya" jawab pria itu
"Baiklah, saya segera kesana" kata Genta formal, lalu segera mematikan telpon
Mereka sudah selesai belanja, hari itu yang paling di manjakan adalah Kai, pengunjung yang lain benar² iri pada Kai, karna Kai sangat di manjakan oleh mereka bertiga tapi ada hal tersembunyi yang di sembunyikan Kai, hal yang berbanding terbalik dengan Kai saat ini.
Ghani dan Kai dianter ke kampus mereka naik mobil yang dipakai Genta dan Farros tadi, Genta yang menyetir, sebelum pergi Genta kembali memberikan cubitan lembut ke pipi chubby Kai, lalu mengecup pipi kiri Kai lembut, yups, jelas orang² di sana terkejut saat Genta mencium pipi Kai termasuk Farros yang masih di dalam mobil dan Ghani yang berdiri di sebelah Kai.
Mobil Genta dan Farros berlalu pergi, lalu Ghani menggandeng tangan kanan Kai, lalu berjalan masuk ke kampus
"Kamu kok bisa akrab banget sama Genta?" tanya Ghani heran karna sedari tadi Genta terus memanjakan Kai dan Kai terus²an manja ke Genta, saat itu Ghani menanyakannya di lift
"Ya udah nanti aku jelasin, kamu cuma 1 kelas kan?" tanya Kai memastikan lalu keluar dari lift di ikuti Ghani
"Iya cuma 45 menit doang, ulangan sih" jawab Ghani santai
"Ulangan? dan kamu masih santai aja?"
"Iya" jawab Ghani singkat
"Ya udah, ini kelasku, nanti kita ketemu di... resto daging blok 2 yang ga jauh dari sini, gimana? bayar sendiri² tapi" kata Kai sambil memasuki ruang kelasnya
"Ok" Ghani langsung menyetujuinya, Kai dan Ghani mengikuti kelas seperti biasa
~~~
Di lain tempat
Farros dan Genta masih adu mulut di dalam mobil Genta
"Udah sana! turun! ini kan rumah lo!!!" seru Genta dengan lantang
"Gw bakal turun kalo elo jawab pertanyaan gw!!" seru Farros tak kalah kencang padahal di dalam mobil
__ADS_1
"Gw nganggep Kai itu cuma adek! adek!!" kata Genta sambil menekankan kata adek
"Awas kalo elo sampe jatuh cinta sama Kai! gw ga bakal biarin elo deket sama dia!!" ancem Farros
"Emangnya elo siapanya Kai, hah?!"
"Cepet ato lambat gw bakal jadi in dia pacar gw!"
"Heh! jangan harap! usaha aja terus sana! "
"Sabodo ah!" kata Farros akhirnya lalu dia keluar dari mobil Genta dan masuk ke dalam rumahnya
Genta segera tancap gas dari depan rumah Farros ke markas tim khusus miliknya, setelah sampai di markasnya, Genta segera pergi menemui anak buahnya
"Ada masalah apa?" tanya Genta di dalam markas pada anak buahnya
"Kapten!" seru mereka semua sambil hormat ala militer
"Tentang pemburu harta karun, kapten" jelas salah seorang anak buahnya
"Pemburu harta karun? " tanya Genta memastikan
"Benar kapten, akhir² ini ada sekelompok orang yang mencuri banyak barang, mereka menyebut kelompok mereka lupin atau pemburu harta karun"
"Mereka juga gencar melakukan pencurian dalam 2 hari terakhir, sebagian besar barang yang dicuri adalah barang hasil pelelangan ilegal, bahkan mereka bisa melakukan pencurian di banyak tempat sekaligus, mereka selalu menggunakan topeng yang menutupi mata saat mencuri, menggunakan pakaian yang hampir mirip namun dengan warna berbeda" jelas yang lainnya panjang kali lebar
"Kami berhasil mendapatkan rekaman CCTV dari TKP, kapten" kata yang lainnya di depan komputer tanpa mengalihakan pandangannya dari komputer di depannya
Genta tak mempermasalahkan sikap bawahannya yang tak menatapnya saat berbicara walaupun dalam dunia militer itu sangatlah tak sopan, tapi saat ini Genta di hadapkan dengan masalah yang sulit baginya
"Hallo?" tanya Genta di sambungan telepon
"Genta... " suara seorang wanita memanggilnya dari kejauhan lewat panggilan suara, Genta melihat lagi siapa yang menelepon ternyata Helen yang meneleponnya
"Ada apa, Helen?" tanya Genta dingin
"Aku kangen kamu... kamu bisa kan jemput aku? " tanya wanita yang dipanggil Helen dalam panggilan suara
"Kita udah ga punya hubungan apa² lagi, Helen. Berhenti merayu saya" tegas Genta makin dingin
"Tapi.... aku kan sayang sama kamu, kenapa sih kamu ga mau terima aku? kamu udah punya cewe lain? ...... tuut tuut...tuut" panggilan suara di akhiri secara sepihak oleh Genta, dia malas berurusan dengan ****** itu karna dia tak suka dengannya dan Helen selalu merayunya di banyak kesempatan
'Menjengkelkan sekali kalau aku sampai berurusan lagi dengannya' batin Genta malas
Genta sebagai kapten tim khusus seperti kasus ini dan sebagai seorang pria sangat malas jika berurusan dengan Helen, dia sudah kapok dekat dengan wanita ga tau diri itu, sombong, manja dan tukang adu domba, tukang bully anak orang, ****** ga tau malu itu yang masih sering ngerayu Genta tapi ngerayu orang lain juga.
Genta kembali ke dalam markas untuk melihat rekaman CCTV di TKP, dia kagum dengan kelihaian para pemburu harta karun, ada 3 rekaman dengan orang yang berbeda, yang pertama dari pakaiannya seperti seorang perempuan, mengenakan pakaian hitam beserta topinya dipadukan warna biru sangat khas dengan arsene lupin dulu tapi bedanya bukan di Prancis tapi di negaranya dan beberapa negara tetangga, kemampuannya adalah dia bisa sangat mahir dalam bermain pisau dan bisa dengan cepat dan sangat terlatih untuk mengambil targetnya.
Yang kedua juga sama, mengenakan pakaian perempuan beserta topinya khas lupin dipadukan warna merah darah, kemampuannya adalah mengalihkan perhatian musuh dengan pistol modifikasi dan sama seperti sebelumnya dia juga sangat cepat dalam mengambil targetnya.
Yang ketiga sangatlah menarik, mengenakan pakaian perempuan beserta topinya khas lupin berwarna hitam dipadukan warna merah terang, sedikit warna ungu dan ada sentuhan warna biru, diantara ketiga temannya, yang ketiga sangatlah menarik, kemampuannya adalah dia bisa bermain kartu dan sulap dengan sangat lihai tapi dia juga bisa bergerak lebih cepat bahkan seperti menghilang di rekaman TKP, dia juga bisa tertawa senang dan terlihat ceria tapi setelah selesai bermain-main dengan targetnya wajahnya menjadi dingin dan tak berperasaan, entah kemampuan apa lagi yang bisa dilakukan mereka bertiga.
Genta mengamati dengan cermat dan menyusun rencana untuk menangkap mereka bersama dengan para anak buahnya.
**Di tempat lain**
__ADS_1
Sekarang sudah pukul 3 lebih 15 akhirnya Kai datang ke resto yang sudah di janjikan, Kai dan Ghani berjanji bertemu disana supaya Kai bisa dengan leluasa bercerita dengan Ghani
"Maaf ya, aku terlambat, tadi harus ngerjain tugas dulu sih" jelas Kai sambil duduk di hadapan Ghani, di sebelah kaca tentunya
"Gapapa, aku udah pesen makanan aku trus aku pesenin beef steak kesukaan kamu sama cappucino" balas Ghani sambil tersenyum
"Wah... makasih Ghani, kamu emang the best" kata Kai sambil mengarahkan jempolnya ke Ghani
"Trus gimana?" tanya Ghani mulai tak sabaran
"Gini loh, habis lulus SMA kan aku cari kampus trus ga sengaja ketemu kakak perempuannya Genta, dia keliatannya pucet banget tapi ga mau ke rumah sakit, jadinya aku bawa ke rumahku dan bener aja kakaknya Genta itu demam tapi waktu itu aku ga tau kalo itu kakaknya Genta... \(jeda sebentar buat Kai, mulutnya mulai capek\) aku ngerawat kakaknya Genta sampe sembuh, baru 2 hari dia nginep di rumahku trus ada seorang laki² yang mengetuk pintu rumahku, aku kan ga tau kalau itu Genta, dia bilang dia ngelacak ponsel kakaknya itu dan berterima kasih karna udah mau ngerawat kakaknya. Aku perbolehin dia masuk buat jenguk kakaknya, pas masuk ke ruang tamu, dia liat foto SD dulu yang kupajang di ruang tamu, dia kaget trus tanya kalo aku lulusan SD \*\*\*\*\*\*\*\*, aku juga kaget pas dia tanya itu, akhirnya dia ngasih tau identitasnya kalau dia itu Genta, dia bener² berterima kasih dan bersyukur bisa ketemu aku lagi, trus dari hari itu aku jadi deket banget sama Genta dan keluarganya deh. Genta sama aku selalu saling manja tapi kalo ngambek biasanya di kasih puding ato di kasih permen ya intinya aku mulai deket sama Genta, deket banget malah" jelas Kai panjang kali lebar kali tinggi
"Trus kenapa kamu ga kasih tau aku?" tanya Ghani
"Emm... waktu itu aku lupa kalo mau ngasih tau kamu, lagian Gentanya juga sibuk sama pekerjaannya, aku aja baru ketemu tadi sama Genta karna udah 2 bulan dia ga ketemu aku" jelas Kai sambil tersenyum
"Ya ampun.... pipi kamu ini chubby banget" kata Ghani gemas lalu mencubit pipi Kai
"Emm... itu makanannya udah dateng" seru Kai senang
"Iya" balas Ghani juga senang
"Ini makanannya, mba. Silahkan di nikmati" kata pelayan ramah
"Terima kasih" jawab Kai dan Ghani, mereka mulai memakan makanan pesanan mereka dengan lahap dan diselingi dengan canda tawa mereka.
Udah share ke temen² belum? share dong biar banyak yang baca dan vote author, jadi author makin semangat ngelanjutin ceritanya, bye...
Bersambung...
__ADS_1