Tentara Yang Kucintai

Tentara Yang Kucintai
Chapther five (5)


__ADS_3

Setelah beberapa kelas yang melelahkan, Ghani tak sengaja bertemu dengan Genta yang sedang mencari informasi tentang komplotan lupin, saking sibuknya bekerja Genta sampai tak tidur semalaman.


"Genta...!" panggil Ghani saat melihat Genta mau masuk ke dalam mobil nya, Genta menoleh ke arah Ghani, wajahnya mulai terlihat lelah, Ghani menghampiri Genta


"Sedang apa kau disini? Kenapa wajahmu agak pucat? Apa kau sakit?" tanya Ghani beruntun


"Aku baik² saja, Ghani. Aku hanya... agak kurang tidur" jawab Genta, kantung matanya mulai terlihat


"Kau mau kemana?" tanya Genta mengalihkan topik pembicaraan


"Aku mau ke rumah Kai, mengambil barangku yang tertinggal" jawab Ghani lugas


"Bagaimana kalau kuantar?" tanya Genta


"Tapi... tapi kau kan sedang bertugas" jawab Ghani canggung


"Tidak apa, ayo kuantar sekalian aku mau ke apartement mu" jawab Genta sambil membuka pintu mobil, di jok belakang, wajah Genta tersenyum hangat saat membuka pintu mobil


"Em... baiklah kalau begitu, terima kasih ya" kata Ghani senang sambil tersenyum indah


Genta melihat senyum Ghani, dia terpukau karna Ghani terlihat cantik dengan senyumnya, Dia mengusir pikirannya yang mulai goyah


'Aku harus fokus untuk pekerjaanku dulu' batin Genta


Genta memacu mobil menuju rumah Kai, Ghani dan Genta masuk ke rumah Kai, kedatangan mereka disambut hangat oleh Kai


"Wah... ada Genta juga ya, ayo masuk" sambut Kai senang sambil tersenyum, mereka sedang berkumpul di ruang tengah


"Kau sudah menemukan, barangku?" tanya Ghani membuka pembicaraan


"Flashdisk ini bukan?" tanya Kai sambil memberikan flashdisk yang tadi ia temukan


"Eh... itu bukan flashdisk milikku, seharusnya warnanya merah sedangkan itu biru" jawab Ghani memperhatikan flashdisk itu


"Kalau begitu ini milik siapa?" tanya Kai, Genta dan Ghani saling melihat satu sama lain lalu mengangkat bahu mereka, pintu kembali diketuk, Kai pergi untuk membuka pintu, ternyata Radit kembali datang, dia bilang flashdisk miliknya tertukar.


Kai segera mengambil flashdisk biru di meja, Kai menjelaskan kalau flashdisk nya tertukar, Kai memberikan flashdisk biru itu ke Radit lalu ditukarkan dengan flashdisk merah milik Ghani


"Kau tidak memasukkan file lain ke flashdisk ini kan?" tanya Kai memastikan di depan pintu


"Em.. tidak" jawab Radit yakin


"Baguslah" gumam Kai


"Kalau begitu aku pergi dulu, assalamualaikum" salam Radit


"Waalaikumsalam" salam balik Kai


Kai kembali masuk ke rumah, dia melihat Genta tertidur dalam posisi duduk dan kepalanya di senderkan ke belakang, Ghani mengamati Genta dari samping dengan... takjub? karna penampilan Genta, Kai kembali duduk di sofa dekat Genta tertidur, Kai mengibaskan tangannya di depan wajah Genta


"Dia tertidur pulas juga ya" gumam Kai, Ghani masih sibuk mengamati Genta


"Hei! sedang apa kau?" tanya Kai, dia menepuk paha Ghani untuk menyadarkannya


"Tidak ada, hanya.. sedang mengamati saja" jawab Ghani, mukanya memerah karna Kai memergokinya sedang mengamati Genta


"Gan, dengarkan aku" kata Kai memberi kode supaya mendekat, mereka berbicara tepat di depan Genta yang sedang tidur


"Kalau kau masih menyukainya, atau... mulai menyukainya, eh! mencintainya lagi, sebaiknya cepat beritahu dia jika tidak dia akan diambil orang lain" nasehat Kai sekaligus ejekannya pada Ghani


Sebenarnya Genta tak benar² terlelap jadi dia mendengarkan perbincangan mereka sejak awal, dia terkejut mendengar kata² Kai tentang Ghani


"Tapi bagaimana?" tanya Ghani mulai cemas


"Beritahu aku saja" kata Genta masih dalam posisi tidurnya, Ghani terkejut saat tau Genta mendengar pembicaraan mereka sedangkan Kai hanya terkekeh karna sejak awal dia sudah tau kalau Genta tak benar² terlelap, Kai sengaja membicarakan tentang Ghani di hadapan Genta supaya Genta bisa mendengar pembicaraan mereka


"Jadi ini ulahmu!" seru Ghani, lalu dia memukuli tubuh Kai, dan wajahnya menjadi merah, semerah kepiting rebus


"Aduh! hahahahah.... katakan saja, aku kan hanya ingin memberi tau Genta tentang perasaanmu itu, puft... xixixi" ejek Kai, Ghani menutupi wajahnya yang semerah kepiting rebus dengan sebuah bantal


"Seharusnya kau memberi tau diriku" kata Genta kembali ke posisi duduk santainya, dia memberi kode mata pada Kai, menyuruh Kai untuk pergi


"Haish... menjengkelkan!" gerutu Kai saat sudah paham dengan kode mata Genta, Kai pergi ke dapur


"Sekarang katakan yang sejujurnya padaku!" pinta Genta lembut meski masih dalam posisi santainya, diam² Kai mengamati dan mendengarkan perbincangan Genta dan Ghani (Dasar Kai kepo!)


.


.


hening, Ghani gugup


'Ayo dong Ghani! kasih tau yang sebenernya!' batin Kai gemas


"Ngapain kamu nguping, dasar Kai kepo!" teriak Genta, Ghani terkekeh mendengarnya, tangannya masih memegang bantal untuk menutupi wajahnya yang memerah


"Nguping aja ga boleh! trus aku ngapain?!" balas Kai juga berteriak dari dapur"


"Terserahlah! mau jungkir balik kek, mau joget² ga jelas kek, mau makan terus sampe gendut kek, BODOAMAT! yang penting ga usah nguping! paham?!" teriak Genta, Kai cemberut, dia bosan kalau harus nunggu di dapur


Genta menurunkan bantal yang digenggam Ghani dengan satu tangan, Genta tertawa lepas melihat wajah Ghani yang memerah


"Hahahahahaha....! mukamu lucu banget sumpah!" kata Genta disela tawa, setelah berhenti tertawa, Genta menatap Ghani serius

__ADS_1


"Gan... aku masih mau fokus sama pekerjaanku, jadi mungkin ga bisa nanggepin sikap kamu itu"


"Aku bukan cewe centil kaya cewe lainnya ya" balas Ghani


"Oh ya?" tanya Genta, alisnya terangkat sebelah sambil tetap menatap Ghani lekat


"Ini teh lagi pada ngapain?" tanya Kai dengan sentuhan bahasa sunda yang tiba² muncul di belakang sofa tempat Ghani dan Genta duduk


"Ga lagi ngapa²in, kunaon atuh neng? (Ada apa ya neng/mba?)" tanya Genta balik dengan logat sundanya, Kai kesulitan menjawab


"Hahahaha... makanya kalo ga bisa bahasa sunda ga usah sok!" balas Genta


"Kan aku mau belajar, makanya ajarin!" tegas Kai


"Aku juga mau belajar" sahut Ghani tak mau kalah


"Emm... nanti ya kalo urusanku dah slese, jam berapa sekarang? Oh ya ampun! aku harus ke apartementmu!" kata Genta


"Yah... ga bisa disini aja?" tanya Kai


"Gak!" jawab Genta cepat


"Em... kalo mau, ikut kita aja" usul Ghani


"Boleh? biar ada temennya gitu.. boleh ya, plisss" rengek Kai dengan puppy eyes nya, Ghani dan Genta nyerah sama rayuan puppy eyes nya Kai, terlalu imut!


Mereka bertiga pergi ke apartement Ghani, Kai memang berniat untuk menginap karna sedang bosan juga


Di lobi apartement Ghani


Kai bercerita dengan bersemangat sambil berjalan mundur dan tanpa sengaja menabrak seseorang hingga Kai jatuh terduduk di karpet empuk di lobi (cuma Kai yang jatoh, orang yang ditabrak engga karna laki², eh apa hubungannya? badannya kuat sampe Kai jatoh gara² nabrak, berasa nabrak tiang beton kali)


"Bruk!" mereka berdua bertabrakan, Ghani dan Genta tertawa melihat Kai terjatuh (Dasar! sahabat laknat! tapi lucu juga deng - author, kan aku sendiri yang nabrak)


"Aduh.. sakit tau, bukannya di tolongin malah di ketawain!" kata Kai ketus, pria yang di tabrak Kai hanya tersenyum, pria itu mengulurkan tangan untuk membantu Kai berdiri


"Makanya kalo lagi jalan itu liat², jangan madep belakang" nasehat pria itu


"Maaf, eh? Radit? sedang apa kau di sini?" tanya Kai heran setelah meminta maaf, Kai menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang dia tabrak


"Kalian saling kenal?" tanya Genta



**Di Resto**



"Oohh, jadi gitu" kata Genta maklum




Setelah Genta nanya, Radit ngajak mereka sholat ashar karna udah adzan ashar, habis sholat Radit ngajak mereka buat makan bentar di resto dessert, Radit yang traktir



"Jadi?" tanya Genta waktu di resto



"Jadi kita berdua udah pernah ketemu waktu di festifal ultah kota, tanggal 20 Juli kemaren, trus kita kenalan deh tapi dia ga tau kalo aku seorang mayor" jelas Radit dengan wajah khasnya yang dingin



"Iya, kita udah kenalan sejak lama" sahut Kai mengiyakan kebohongan Radit, tapi bener kok kalo Radit udah mulai tertarik sama Kai sejak tanggal 20 Juli karna hari tersebut adalah hari yang paling Kai sesali, tahun lalu temannya Iza \(perempuan\) ditembak tepat di jantungnya di sebuah resto, Kai berniat untuk mencari orang yang telah membunuhnya, karna itulah Kai ikut dalam komplotan Lupin, sejauh ini Kai tau bahwa pembunuh itu dibayar orang untuk membunuh Iza, pembunuh tersebut juga orang yang mengenal Iza.



Sehari setelah kematian Iza, Kai kembali mengunjungi makam Iza di pemakaman \*\*\*\*\*\*, dia masih meratapi kepergian Iza karna Kai yang saat itu bersama Iza, Kai baru pergi sebentar ke toilet tapi saat Kai kembali, Iza dan beberapa orang lainnya sudah tak bernyawa dan resto itu sudah ada garis polisi, Kai terus menangisi kepergian Iza.



Dan saat di pemakaman, Kai bertemu dengan tuan Arsene, Kai ditawari bekerja dengan tuan Arsene sebagai lupin, awalnya Kai ragu tapi untuk mencari kebenaran tentang siapa yang membunuh Iza, Kai menjadi lupin bersama rekannya yang lain, Kai dan rekan lupinnya di ajarkan/dilatih secara rahasia oleh keluarga lupin, mereka tetap bisa melanjutkan kehidupan mereka hanya saja mereka harus menjalankan pekerjaan mereka sebagai lupin.



Setahun \(tahun ini\) kemudian tepat tanggal kematian Iza, Kai dan rekannya memulai pekerjaan mereka sebagai lupin untuk pertama kalinya, awalnya individu kemudian berkelompok, mereka menjadi kompak satu sama lain dan saling mengenal hanya sebagai rekan.



"Ya kan Kai?... Kai? KAI!!" panggil Radit, panggilan Radit membuyarkan lamunan Kai



"Em? ada apa?" tanya Kai bingung, Ghani dan Genta tertawa melihat ekspresi Kai yang lucu sedangkan Radit hanya mulai menampilkan wajah khawatir



"Makanya jangan ngelamun terus" nasehat Ghani di sela tawa


__ADS_1


"Ngelamun apa sih, neng?" tanya Genta dengan sentuhan logat sundanya, Kai cemberut mendengar ejekan Ghani dan Genta



"Kalian ini, aku mau ke toilet dulu deh" kata Kai akhirnya dengan ketus, Kai berlalu ke toilet, Ghani dan Genta sudah berhenti tertawa



"Apa kita keterlaluan?" tanya Ghani cemas



"Aku ke toipet dulu ya" kata Radit lalu berlalu pergi ke toilet mengikuti Kai, Radit menunggu Kai di depan toilet



"Kamu gapapa?" tanya Radit cemas setelah Kai keluar dari toilet



"Aku gapapa, aku... aku cuma inget Iza aja" jawab Kai, wajahnya lebih segar sekarang



"Maaf ya, karna aku kamu jadi inget temen kamu itu" ujar Radit merasa bersalah



"Gapapa, kok. Santai aja" balas Kai sambio tersenyum, Radit dan Kai kembali menemui Ghani dan Genta, Kai merasa atmosfer canggung di antara mereka berdua



"Ada apa nih?" goda Kai



*Sebenarnya...



Saat Kai dan Radit pergi ke toilet, Genta tak sengaja menggenggam tangan Ghani, Ghani dan Genta mulai kehabisan topik untuk dibicarakan, Ghani gugup mau bicara apa dengan Genta, dan Genta merasa canggung untuk memulai pembicaraan dengan Ghani, tanpa adanya Kai yang menengahi/memulai pembicaraan mereka berdua menjadi canggung sampai Radit dan Kai kembali dari toilet*



.


.


tak ada jawaban dari mereka berdua, Kak menghela napas maklum dengan kedua sejoli ini



"Makanannya sudah datang, mari makan" ajak Kai mengganti topik pembicaraan, mereka \(Ghani dan Genta\) mulai makan dengan situasi yang canggung, Radit memberi kode mata pada Kai di sela² makan



"Kalian ini kenapa sih?" tanya Kai mulai gemas dengan sikap mereka, Ghani membisikkan beberapa kalimat pada Kai, lagi² Kai menghela napas



"Kalian berdua ini" gumam Kai sambil memijat keningnya, Radit menatap Kai heran mendengar perkataannya barusan, Radit memberi kode mata lagi, dia bertanya mengapa Kai berkata seperti tadi



"Bla...bla...bla..." Kai menyelesaikan masalah diantara Ghani dan Genta, sekarang Kai sudah berada di kamar Ghani, jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam, Radit di interogasi lagi oleh Genta di ruangan nya, Kai sedang membaca novel di ponselnya



"Kai! KAI!!" teriak Ghani, di tangannya terdapat bantal yang dipake buat nimpuk Kai



"Aduh! Apaan sih?" protes Kai



"Kamu ini kebiasaan ya kalo udah baca novel, dunia disekitarmu ga di perhatiin" tegas Ghani



"Iya.. sorry, kenapa emangnya?" kata Kai beralih ke posisi duduk menghadap Ghani



"Mau makan pizza ga?" tanya Ghani



"MAU! sama colanya ya" seru Kai bersemangat



Bagaimanakah jadinya? apa mereka akan begadang sepanjang malam? lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka? nantikan eps selanjutnya, Ok, bye.. thanks yang udah baca, udah nge-share, udah vote penulis, udah like epsnya, udah favorit-in novel ini, readers semua the best!👍👍👍 I Love you all😘💖

__ADS_1


Bersambung ke eps selanjutnya...


__ADS_2