Tentara Yang Kucintai

Tentara Yang Kucintai
Chapther three (3)


__ADS_3

Malam harinya


Kai dan Ghani pulang ke rumah mereka masing², mereka sudah tidur tapi selang 3 jam kemudian tepat jam 11 malam, Kai terbangun dari tidurnya, dia menuju keluar rumah dengan membawa pakaiannya tanpa mengenakan jilbab dan kacamata


(Sebenarnya Kai sudah operasi retina mata, jadi matanya yang semula rabun jauh menjadi seperti semula, tapi Kai menggunakan kacamata anti radiasi khusus yang mirip dengan kacamata minusnya, yang diberikan oleh boss nya)


Kai sangat berhati-hati, dia hampir tak meninggalkan jejak apapun, Kai pergi ke tempat dia bertemu teman² yang berprofesi sama dengannya.


Ia telah berganti pakaian di dalam gudang kosong yang biasanya dia lewati, ia memasuki kamar orang lain lewat jendela, orang itu tak sengaja membiarkan jendelanya terbuka karna itu dia tak tau tentang orang yang keluar masuk kamarnya, sekarang mereka telah berkumpul dengan pakaian khas lengkap dengan segala atributnya di tempat biasanya mereka berkumpul yaitu di tempat mendarat helikopter di atap gedung ****** tepat


di tengah kota besar itu, gedung apartement tertinggi di kota itu.


Kai, atau di dalam pekerjaannya di panggil Phoenix, segera menghampiri ketiga temannya itu, Werewolf dan Vampir untuk 2 teman perempuan nya dan Pegasus untuk seorang teman prianya.


Boss mereka adalah Arsene lupin (dialah orang yang memberikan kacamata khusus itu pada Phoenix/Kai) dipanggil tuan Arsene, yap! namanya tentu bukanlah Arsene lupin, walaupun hanya 5 orang tapi komplotan ini cukup kuat, mereka bagai pasukan terlatih untuk medan pertempuran bedanya adalah mereka mencuri bukan berperang.


Tuan Arsene telah datang, Phoenix dan teman²nya segera memberi hormat di hadapan tuan mereka itu, mereka memanggil sebilah pedang katana hanya dengan menggunakan tangan mereka, di sarung tangan dan pedang katana serta sarungnya itu terdapat alat khusus, yang jika diaktifkan maka pedang serta sarungnya dan sarung tangan itu akan saling bertemu jadi terlihat seolah-olah pedang katana tersebut dipanggil oleh pemiliknya.


Katana tersebut di arah kan ke atas membentuk piramida sebagai tanda penghormatan dan tanda kelompok, mereka selalu melakukan hal itu saat pertemuan kecuali darurat.


Ini contoh katananya



"Kalian harus mengambil barang² ini" kata Arsene sambil memberikan sebuah kertas


Keempat anak buahnya membaca seksama target mereka, lalu memberikan kertas itu kembali, wajah mereka datar dan dingin, wajah imut Kai yang semula ada kini hilang, lenyap, raib entah kemana digantikan wajah datar nan dingin yang menatap kosong ke depan, teman² yang lainnya juga tak jauh berbeda, mereka ber empat menjadi anak buah Arsene karna tujuan tertentu.


"Kami akan mengambilnya, tuan" jawab mereka ber empat serentak


"Nix" panggil Arsene, Phoenix atau Kai menengadahkan kepalanya untuk melihat Arsene yang jauh lebih tinggi darinya


"Hati² dengan pria tentara itu" nasehat Arsene, Phoenix terkejut saat tuan Arsene mengetahui tentang hubungannya dengan Genta


"Baik, tuan. Saya akan berhati-hati" jawab Phoenix akhirnya


Phoenix, Vampir, Werewolf dan Pegasus pergi ke tempat yang sudah di tentukan


 ~~~


Di tempat lain


Ghani terbangun tengah malam karna haus setelah itu dia tak tidur lagi, dia mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen, entah kenapa pikirannya menyuruhnya untuk ke balkon apartementnya yang berlantai 10, cari angin kata Ghani ke bodyguard yang di minta untuk menjaganya.


Di balkon, Ghani malah memikirkan tentang Kai, perasaannya mengatakan Kai ada di sekitar sini, Ghani memang peka terhadap lingkungan sekitarnya, kebetulan Phoenix juga sedang menjalankan misi dari Arsene di apartement Ghani karna seorang pengusaha kaya raya mendapatkan barang yang di inginkan tuan Arsene, kalung Kristal berlian terindah di seluruh dunia yang pernah di temukan.


Phoenix sudah hafal dengan rute pencuriannya, kamar no 23 di lantai 7, segera Phoenix mematikan sistem keamanan, masuk diam² ke kamar target dan mengambil targetnya tapi dia merasa ada yang mengintainya, terlambat! Phoenix dijebak seorang pria yang ternyata seorang tentara, Phoenix tak mengenalnya sama sekali.


Dia melihat foto pria itu terpampang di dinding dengan pakaian militernya, gila! dari pangkatnya udah mayor! kalo dari umurnya mungkin 30 tahun, MAYOR RADIT FERDIANDIKA


"Komplotan lupin, datang sendiri ke kamar saya? saya terkejut" katanya licik, di hadapan Phoenix tapi wajahnya tetap datar dan dingin


"Selamat, anda berhasil menjebak saya" kata Phoenix tetap stabil

__ADS_1


"Terima kasih atas pujiannya" balas pria itu


"Anda ingin kalung berlian ini kembali? " tanya Phoenix datar


"Tidak, berlian itu untukmu, Phoenix" jawabnya datar dan sepertinya sengaja menggunakan panggilan 'mu' pada Phoenix


"Bagaimana anda bisa tau nama saya?"


"Bagaimana? menurutmu bagaimana, Phoenix"


"Anda telah mengintai kami?"


"Tidak, Nix. Dia temanku" kata Arsene dari kamar mandi


"Tuan Arsene...!" panggil Phoenix tercekat


"Tuan.." panggil teman² Phoenix yang tiba² datang


"Aku menyuruh Phoenix dan kalian kesini setelah misi untuk suatu hal, dia Radit, sahabatku, memang dia seorang mayor tapi dia tak ingin mengambil tugas yang berhubungan dengan lupin, sekalipun dari atasannya, dia tak kan menangkap kita, dia berpihak pada lupin" jelas tuan Arsene panjang kali lebar


"Radit ingin bertemu dengan kalian terutama Phoenix" lanjut Arsene


"Arsene... penjaga akan datang, bisakah kita berbincang besok lagi?" tanya Radit sopan


"Ya, maaf mengganggu anda, mayor Radit" jawab Arsene sambil mengangkat topinya


Mereka semua pergi dari apartement itu dengan hasil misi yang lumayan, mereka kembali ke rumah masing², sebelum itu...


"Nix, ada apa?" tanya Werewolf di atap gedung pertemuan komplotan Lupin


"Kami juga tak tau, Nix" balas Vampir lesu


"Tiba² saja tuan Arsene mengenalkan kita pada pria itu" sahut Pegasus


"Ya sudahlah kita pulang saja, sampai jumpa semuanya, senang bekerja sama dengan kalian" kata Phoenix mulai menjauh menuju rumahnya, Phoenix selalu berhati-hati dalam menjalankan profesi gelapnya, Kai/ Phoenix kembalu ke rumahnya pukul 00.35 dini hari, segera saja Kai yang sudah berganti pakaian merebahkan dirinya di ranjang empuk di kamarnya


"Sepertinya... ada yang aneh dengan mayor itu" gumam Kai


 


**Ghani POV**


Saat sedang di balkon, tiba² aja bodyguardku memperketat penjagaan saat ku tanya kenapa mereka hanya memberi tau kalau sistem keamanan mati tiba², aku menunggu cukup lama hingga mereka memberitahuku kalau ada seorang penghuni apartement yang kehilangan suatu barang.


Kami tak bisa menelepon polisi karna belum 24 jam jadi kasusnya tak kan diterima


"Ya ampun... cari tau barang apa yang di curi" perintahku


"Nona, kami hanya diberikan kartu ini" kata salah satu dari mereka lalu memberikan sebuah kartu


'*Kami telah mengambil harta karun anda, adios


Lupin\*'

__ADS_1


Seperti itulah kata² yang tertulis di kartu tersebut


"Lupin?" tanyaku heran lalu salah satu bodyguard ku menjelaskan siapa mereka, aku jadi teringat Genta karna dia seorang tentara mungkin saja dia akan menangani kasus ini.


Kuambil ponselku, untung aku sempat meminta nomornya ke Genta kalo ga susah deh ngehubunginnya karna Kai jarang bangun sepagi ini


"Tuut...tuut.. tuut..." ponselku berdering memanggil


"Hallo? ini siapa?" tanya seorang pria yang kukenali sebagai Genta


"Assalamualaikum, Ini Ghani"


"Waalaikumsalam, Oh! Ghani, ada apa?" tanya Genta di sambungan telepon


"Ta, kamu tau komplotan Lupin ga?"


"Ha? iya tau, kenapa?"


"Lupin mencuri salah satu barang milik penghuni apartement ku" jelasku


"APA?!" Genta sangaaaaaat terkejut


"Ya udah, apartement kamu dimana?" tanya Genta cepat


"Di jalan no , apartement lantai 10" jelasku


"Ok, assalamualaikum" salam Genta


"Waalaikumsalam" jawabku lalu mematikan telpon


'*Ada apa ya sampai Genta kaget banget kaya gitu?' batinku penasaran*


 


Author POV


Genta terus bekerja sampai larut malam, dia sudah memulangkan beberapa anak buahnya, sisanya masih setia menemaninua bekerja


Pada tengah malam, dia mendapatkan telpon banyak telepon dan memberitahukan kalau komplotan Lupin kembali beraksi, telepon terakhir kembali dari nomor tak dikenal, saat dia bertanya siapa ternyata itu no nya Ghani, Ghani nge jelasin kalo komplotan Lupin mencuri salah satu barang milik penghuni apartement nya, Genta kaget banget sampe teriak di sambungan telepon, Genta berhasil dapetin alamat apartement Ghani.


Setelah Genta dapet alamatnya Ghani langsung aja dia dan sisa anak buahnya tancap gas ke TKP yang berbeda, Genta pergi ke apartement Ghani, saat Genta sedang sibuknya bekerja, para komplotan Lupin termasuk Phoenix tinggal menunggu hasil pencarian polisi, apakah mereka memang pandai atau tidak.


Kai memandangi kalung berlian hasil curiannya di dalam kamarnya yang bermandikan cahaya sinar bulan, sangatlah indah, entah kenapa tuan Arsene tidak mengambil hasil curian malam ini malahan tuan memberikannya pada anak buahnya


"Kenapa aku merasa tatapan mayor Radit berbeda dengan yang lain?" gumam Kai


Kembali ke Genta dan Ghani, Genta telah sampai di apartement Ghani, Genta mulai bekerja dengan sangat serius, saat dia tau yang di curi adalah kalung berlian terindah dan termahal di seluruh dunia yang dimiliki mayor Radit, Genta geram karna mayor tersebut bahkan tak khawatir dan panik saat salah satu harta bendanya hilang.


 


Please... vote, share dan like ke temen² guys, thanks sebelumnya, bye.. dan tungguin eps selanjutnya ya


***Bersambung***....

__ADS_1


 


__ADS_2