
Cola dan pizza yang dipesan Kai dan Ghani sudah datang, mereka mulai memakannya di depan TV sambil bersenda gurau, jarang² loh mereka nginep gini, eh gak deng! dah pernah waktu itu tapi ketauan gadang sama mamanya Ghani yang tiba² dateng ke apartement Ghani.
Mereka tak berencana untuk begadang ntar ga bisa bangun pagi buat kuliah lagi, sedangkan Genta jangan ditanya! dia masih belum tidur sejak pencurian di apartement Ghani sampe sekarang, Radit malah udah mendekam di dalem kamarnya, tidur pules dia, ga juga sih.
Radit tanpa sepengetahuan Genta dan penghuni apartement lainnya malah 'ngundang' Arsene ke kamarnya di lantai 7 no 23 itu, ya... harus author akui ya, apartementnya Ghani itu tergolong apartement meeewuahhh di kota itu, selain fasilitasnya memadai (kek di RS aja), kenyamanannya juga ga usah diragukan lagi, banyak loh yang mau ngerasain fasilitas disini, eitss..! jangan salah!! meskipun kaya gitu ada satu fasilitas yang termasuk penjagaan lumayan ketat, yaitu bar di basement.
Ghani ga bakal terima kalo apartement nya dipake buat gitu² an, yah... klean paham lah, pernah ada yang kaya gitu trus langsung di kasih sanksi dan kalo ngelakuin itu lagi bakal di usir sekalipun bayarnya banyak buaaangettt!! Nyogok sih lebih tepatnya.
Jam 2 pagi mereka baru tidur, Ghani sama Kai ngoceh banyak kalo udah ketemu, kalo kehabisan topik juga, si Kai baca novel online dan Ghani sibuk sama sosmednya, ya begitulah... mereka sudah bersahabat sedari kecil, jadi mereka sudah akrab sejak kecil, menurut Ghani, Kai adalah tipe orang yang bisa menyimpan rahasia, seperti rahasia Ghani dan beberapa teman lainnya, tapi jika Kai sudah marah mungkin permen bisa membantu meredakan amarahnya, sedangkan menurut Kai, Ghani adalah tipe orang yang menyenangkan, baik, lucu dan humoris.
Kai pernah mengancam, jika ada yang berbuat macam² pada Ghani, seperti melecehkannya maka Kai yang akan turun tangan, dulu pernah ada yang hampir melakukannya, lalu tak sengaja Kai tau, dia mencari Ghani supaya memberi tau siapa yang sudah melakukan itu (well, Kai pernah belajar bela diri dan dia cukup mahir), Kai mencari sekumpulan anak muda itu, dan ternyata mereka juga sering mem-bully siswa lain, good! marahnya Kai dah sampe ke ubun², dia langsung mukulin orang² itu sampe ada yang ngehubungin polisi, di kantor polisi, Kai malah terlihat tenang dan marah pada polisi, kenapa dia tak dibiarkan memukuli mereka sampe mati sih?!.
Saat di interograsi di kantor polisi, Kai bukannya takut malah biasa aja, dia bilang
'Saya tidak bersalah kok, mereka yang bersalah, saya tidak akan memukuli mereka tanpa alasan yang jelas, mereka juga sering membully dan melecehkan siswa lain'
Itu yang dikatakan Kai di kantor polisi, di depan kedua orang tuanya lagi, polisi langsung paham akar permasalahannya, Kai yang di lindungi UUD ITE dan juga terkena pasal kekerasan kepada anak di bawah umur, dah ah! ko jadi flashback masa lalu sih, OK, kita fokus ke kegiatan selanjutnya Kai dan Ghani.
Kai dan Ghani bangun pas subuh buat sholat bareng (Kai imamnya), setelah itu mereka bersiap untuk kuliah, Kai kuliah jam 7.15 dan Ghani jam 9, dan sekarang jam 5.50, masih lama kuliahnya dimulai.
"Bosen nih" kata Kai.
"Iya... enaknya ngapain yah?," tanya Ghani, Kai mulai merenung dan berpikir, lalu...
"Tok... tok... tok.. !!," seseorang mengetuk pintu kamar Ghani.
"Siapa tuh?," tanya Kai, Ghani hanya mengendikkan bahu lalu beranjak membuka pintu.
Ghani terkejut melihat Genta berada di depan pintu kamarnya dengan keadaan yang berantakan, Ghani mempersilahkan Genta masuk, Genta sangat lelah dan segera merebahkan diri di ranjang empuk milik Ghani, membuat kaget Kai yang sedang membaca novel online.
"Aku istirahat disini bentar ya" kata Genta lesu
"Em... Ok" jawab Ghani, Kai masih belum beranjak dari posisi santainya di sebelah Genta tidur.
Genta tidur sangat pulas sampai agak mendengkur, Kai mulai terganggu dengan dengkuran Genta lalu dengan terpaksa Kai pindah ke sofa depan TV, sedangkan Ghani hanya menggelengkan kepalanya mendengar dengkuran Genta, padahal masih jam 6 pagi.
Ghani duduk di samping ranjang untuk membenarkan posisi selimut yang jatuh, tapi tak disangka Ghani, Genta malah menarik Ghani untuk tidur di sebelahnya dan membuat Ghani menjadi seperti guling.
Deg!
Deg!
Deg!
Detak jantung Ghani semakin cepat, Ghani meronta dari pelukan Genta tapi semakin ia meronta pelukan Genta malah makin erat bahkan kaki kanan Genta telah berada di atas tubuh Ghani.
"Kai..! KAI!!" teriak Ghani, Kai yang mendengarnya segera menghampiri Ghani, dia ternganga melihat kejadian yang terjadi di hadapannya.
"Kalian ngapain, ha?!" seru Kai terkejut tapi tetap tak membangunkan Genta dari alam bawah sadarnya.
"Genta ga sadar kalo dia meluk aku, bantuin dong" pinta Ghani memelas pada Kai.
"Em... bentar!" bukannya ngambil barang yang bisa bangunin Genta, Kai malah ngambil hpnya, membuka kamera dan memotret kejadian langka di hadapannya.
"Woi! bantuin napa!" seru Ghani mulai kesal.
"Sabar atuh, ini teh kesempatan langka mau di simpen dulu fotonya, senyum dan katakan chese..." jawab Kai sambil memberi instruksi lebih lanjut, Kai berhenti memotret setelah mengambil beberapa foto.
__ADS_1
"Sekarang pikirkan apa yang bisa membangunkan Genta" gumam Kai.
"Cepatlah! aku canggung di sini" kata Ghani tak sabaran.
Kai menggunakan segala yang dia ketahui untuk membangunkan seseorang tapi semuanya gagal.
"Tak ada yang berhasil, Ghani. Oh ya ampun! aku harus pergi ke kampus, sorry ya, tapi aku harus pergi, nikmatin aja dipeluk Genta, jarang² kan? Ok bye..." kata Kai, dia berbalik lalu melambaikan tangannya ke arah Ghani.
"Kai!" panggil Ghani putus asa, Kai tak menjawab panggilan Ghani sampai di depan pintu.
"Nikmatin aja Adhelia Ghani, assalamualaikum" salam Kai.
"Waalaikumsalam, tapi.." kata² Ghani terpotong oleh pintu yang ditutup.
Ghani menghela napas pasrah, dia mulai merasa pelukan Genta hangat, Ghani merasa nyaman dipeluk Genta.
'Benar kata Kai, lebih baik aku biarkan saja seperti ini, lagipula jarang² Genta mau meluk aku' batin Ghani.
Ghani kembali tertidur di pelukan Genta.
Kai sedang turun menuju lobi sambil memandangi ponselnya yang terdapat foto Ghani dan Genta yang sedang berpelukan, Kai terkekeh kecil melihatnya.
Di lobi, Kai tidak menemukan taksi, dan... tiba² tangan kekar memeluk pinggang Kai dari belakang, Kai tersentak kaget dan menjadi normal kembali saat melihat siapa yang memeluknya.
"Sedang apa kau disini?," tanya Kai mulai risih.
"Jangan bercanda, Radit!," ketus Kai kesal, mencoba melepaskan pelukan Radit, ya.. pria yang memeluk Kai dari belakang adalah Radit.
"Ya sudah kalau tak mau," kata Radit menggantung.
"Apa?," tanya Kai ketus.
"Kuanter ya?," tawar Radit, kesempatan!.
"Terserah, tapi jangan macem²!!," ancam Kai.
"Ok," Radit membawa Kai ke mobilnya, lalu Radit membawa Kai ke kampus.
__ADS_1
Sampai di kampus, mahasiswa/i pada ngoceh tentang hubungan Kai dan Radit.
"*ck,Kemaren dia dicium cowo laen trus hari ini bawa cowo laen lagi,"
"Abangnya kali,"
"Bi\*ch!,"
"Gilaaaa! cowonya banyak bener*,"
Seperti itulah ocehan² buruk tentang Kai, Kai bodoamat langsung pergi ke kelasnya tak lupa mengucap terima kasih.
1.30 jam kemudian, di apartement Ghani.
"Hoamm... tidurku lumayan nyenyak juga" gumam Genta, dia mulai merasa segar kembali dan... betapa terkejutnya dia saat melihat dirinya sendiri secara tak sadar memeluk Ghani dan menjadikan Ghani sebagai guling, Ghani malah masih terlelap.
Genta melihat wajah Ghani yang cantik, tangannya tergerak untuk membelai pipi lembutnya.
'Kalo dipikir pikir, Ghani imut juga ya... Aish! aku mikir apaan sih! inget prioritas Genta! inget!' batin Genta mulai berperang.
"Em..." gumam Ghani mulai terbangun karna merasakan gerakan halus di pipinya.
"Oh, kau sudah bangun!, bisa lepaskan aku? aku masih harus ke kampus" kata Ghani memelas.
"Ah... maafkan aku!," kata Genta, lalu menjauh dari Ghani.
"Tak apa, sepertinya kau sangat lelah tadi, sampai kau tidur sangat pulas," kata Ghani lebih mengarah ke sindiran, Genta agak tersipu mendengarnya.
"Em... aku hampir tak tidur 2 hari 2 malam," jelas Genta yang langsung membuat Ghani terkejut.
"Itu berarti kau baru tidur tadi dan.. hanya 1 setengah jam, astagfirullah...!!" ucap Ghani terkejut saat melihat jam dinding, lalu segera mengambil tas dan barang²nya.
"Kenapa?," tanya Genta polos sambil mengucek kedua matanya.
"Aku harus pergi ke kampus buat kuliah," jelas Ghani cepat.
"Oh, mau kuanter?," tawar Genta.
"Beneran? cuci muka dulu gih!," kata Ghani.
Genta beranjak cuci muka dan membenarkan pakaiannya, saat keluar dia melihat Ghani sedang sibuk menyiapkan barang².
Bersambung....
Lalu apa yang terjadi??
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya! byeee..