
Genta sudah mengantar Ghani sampai kampus, sekarang dia berada di markasnya, dia sibuk memandangi layar monitor komputer di depannya.
"Oh ya ampun.... tugas ini benar² berat," keluh Genta sambil meregangkan tubuhnya di kursi yang ia duduki, anak buahnya juga masih sibuk dengan urusannya masing².
"Lebih baik aku pulang dan mandi," gumam Genta, lalu ia segera berkemas pulang.
Genta memacu mobilnya begitu cepat tapi tak melanggar batas kecepatan, ya iyalah kalo ngelanggar bisa ****** dia, setelah ±25 menit akhirnya Genta sampai di rumahnya, rumahnya sendiri, ya jelas Genta pulang ke rumah ortunya, ntar bisa² di tanyain.
'Dah punya pacar belum?,'
'Kapan mau kasih ibu cucu?,'
'Kamu ini suka sama siapa sih?,'
'Kalo ngejalin hubungan tuh yang serius,'
Itulah kata² dari ibunya tercinta yang menyerangnya dengan pertanyaan yang menusuk, karna itu Genta beli rumah buat dirinya sama calon istrinya nanti.
Genta segera mandi untuk menyegarkan badannya dari bau dan keringat, dia memakai baju casualnya dan beranjak ke atas ranjang, tadinya ingin tidur tapi tak bisa malahan Genta membuka ponselnya, dia melihat kalau Kai sedang online, ya... mungkin dah selesai kelasnya.
~~~
Genta pasca : P
Khairunnisa : Hmm knp?
Genta pasca : Dah slese kelasnya?
Khairunnisa : Udh
Tau gak?
Genta pasca : Gk, paan?
Khairunnisa: (ngirim foto Ghani sama Genta yang pelukan sambil bobo)
Klean cocok jg yh
Genta pasca : Dapet dari mane lu?
Khairunnisa : Tadi liat eksklusif lagi
(read)
~~~
Genta memandangi fotonya dengan Ghani, dan dia malu sendiri ngeliatnya.
"Gblk lu taaaa!!!! Gblk! gblk! gblk! bisa² nya jadi-in dia guling!! WTF!! mau taro dimana muka gwww," seru Genta yang terdengar seperti memarahi diri sendiri.
"Gw minta maaf aja apa ya? tapi... huh, gw bakal minta maaf lagi, malu banget gw, kapan ya?," kata Genta lalu membuka ponselnya lagi dan tangannya tergerak menghubungi Farros, kok jadi Farros?.
"Samlekom!," kata Genta pada Farros di sambungan telepon.
"Kumsalam, paan?," tanya Farros.
"Lo sibuk ga?," tanya Genta balik.
"Sibuk!," balas Farros ketus.
"Yakin? lo mau ga?,"
"Paan si?,"
"Lo mau ga? maen ke rumah Ghani?," tawar Genta.
"Ngapain gw kesana?! kalo lo mau ganggu gw, ntar aja ya!," balas Farros ketus dan hampir mematikan telpon.
"Eh! jangan di tutup dulu! ini tentang Kai," tawar Genta lagi.
"Kai?! dia kenapa??!," tanya Farros langsung khawatir.
"Kai nginep di apartement Ghani, nah... gw mau minta maaf ke Ghani, lo bisa bantuin gw kan? jadi alesan gw deh! bilang aja lo mau ngapel Kai apa mau nanyain sesuatu gitu!," jelas Genta.
"Oh ya? kesempatan langka nih!! Ok, gw bakal bantu tapi... lo harus dukung hubungan gw sama Kai," ujar Farros bersemangat.
__ADS_1
"Good!, ntar agak sorean ya soalnya Kai punya 2 kelas, pagi sama siang, ntar gw jemput deh!," tukas Genta.
"Emang lo ga kerja?," tanya Farros agak ragu.
"Ntar malem, Ok ntar gw kabarin, samlekom," kata Genta lalu mematikan sambungan telepon
~~~
Sementara itu
Ghani dan Kai sedang makan siang di resto daging.
"Kai...!," panggil Ghani di sela² makan.
"Em?," jawab Kai masih sibuk dengan makanannya.
"Kamu kan tadi motret aku sama Genta," kata Ghani menggantung.
"Hem," masih saja sibuk dengan makanannya.
"Kirimin ke aku ya?," tanya Ghani.
"Ya, ntar aku kirim ya," jawab Kai acuh.
"Ok, jangan sampe lupa loh!," ancam Ghani.
"Heemm," jawab Kai kembali sibuk dengan makanannya.
~~~
Sore harinya
"Akhirnya selesai juga," keluh Kai setelah kelasnya berakhir, dia hampir lupa mengirim foto Ghani dan Genta, kalo sampe lupa bisa berabe dia.
"Kayanya lo kesiksa banget ya," kata teman sebelah Kai, Ian namanya.
"Au ah! capek tau duduk mulu," balas Kai sengit, tapi mukanya imut menurut orang.
"Ya ampun... imutnya," kata Ian sambil mencubit kedua pipi Kai gemas.
"Ngapain sih lo! abang gw tau ****** deh lo!," sahut Kai risih.
"Punya walau bukan kandung sih bukan tiri juga," jawab Kai bangga.
"Masaa???," tanya mereka berdua kompak saat mengejek Kai.
"Kompak bener sih, oh iya dia bilang mau jemput gw, wlee," kata Kai sombong.
"Gw ikut ya? gw penasaran nih, jangan² pipinya juga ngegemesin kek elo," tukas Sasya.
"Ganjen!," umpat Ian pelan yang tak didengar Sasya tapi didengar Kai.
"Gw juga ikut ya," sahut Ian.
"Em... boleh, yok," ajak Kai, Kai dan kedua teman seperjuangannya dalam kuliah itu pergi bersama menemui Ghani yang menunggu Kai di bangku taman dekat kampus.
"Hai! dah lama?," sapa Kai pada Ghani.
"Ya... lumayan lah, Ian sama Sasya ngapain?," kata Ghani, Ghani sudah kenal Ian dan Sasya.
"Penasaran sama abangnya Kai," jawab Sasya sok polos.
"Ohh, ya udah yok, tuh dia dah dateng!," kata Ghani saat melihat mobil Genta memasuki lingkungan kampus.
Segera aja mereka ber-empat ke arah mobilnya Genta, Genta menurunkan kaca mobilnya, Sasya takjub melihat Genta yang... begitu tampan baginya.
"Ini abang gw, ya... gw dah nganggep sebagai abang gw sendiri sih," jelas Kai ke Sasya dan Ian.
"Ohh," Ian ber-ooh ria sedangkan Sasya langsung menghujani Genta dengan banyak pertanyaan sampai yang ditanyain bingung sendiri.
"Woi! toa! lo banyak bacot ya!," protes Ian mendengar pertanyaan Sasya dan Genta diam² terkekeh mendengarnya.
"Udahlah, gw mau pulang, ok bye," kata Kai lalu bergegas masuk ke dalam mobil Genta menyusul Ghani yang sudah lebih dulu masuk ke mobil.
Genta memacu mobilnya ke arah apartement Ghani, Kai sudah memutuskan untuk menginap di rumah Ghani lagi.
__ADS_1
"Woi! ada Farros ternyata," kata Kai senang saat melihat Farros duduk di sebelah Genta.
"Yoi!, apa kabar?," tanya Farros basa basi.
"Biasa aja kok, tumben lo ikut Genta?," tanya Kai lagi.
"Ohh itu sih...," kata² Farros dipotong oleh Genta.
"Dia lagi pengen maen aja, boring katanya, ya kan?," potong Genta dengan tatapan tajamnya ke arah Farros.
"Iya," kata Farros agak tertekan.
Beberapa menit berlalu dan hanya hening diantara mereka, ±20 menit sudah berlalu akhirnya mereka sampai di apartement Ghani.
"Masuk!," kata Ghani sopan, mereka bertiga masuk ke kamar Ghani, Kai langsung beranjak ke ranjang dan merebahkan diri disana.
"Serasa rumah sendiri ya?," tegur Genta yang tiba² berada di dekat ranjang Ghani.
"Kan udah biasa, emang kenapa sih?," tanya Kai dengan santainya.
"Yang sopan!," seru Genta memerintah lalu menarik kaki Kai.
"Aduh! kamu ganggu aja sih! minggir sana!," protes Kai sambil terus menendang Genta yang mencoba menariknya dari atas ranjang.
Akhirnya setelah usaha yang cukup melelahkan, Genta berhasil membawa Kai ke sofa, Ghani yang membawa minuman bahkan cemburu melihat Kai dan Genta seperti itu dan Farros terkekeh melihat kelakuan mereka.
"Aku mau beli sesuatu dulu, ya," kata Ghani lalu bergegas pergi ke supermarket buat beli makanan.
"Dia cemburu?," tanya Genta saat Ghani sudah pergi.
"Ho oh, tuh," jawab Kai acuh sambil memainkan ponselnya.
"Samperin gih," usul Farros.
"Iyo, kasian dia, di PHP in mulu, elo sih pake meluk dia segala," kata Kai dengan tampang gak berdosa dan Farros bingung, karna Kai bilang meluk Ghani?.
"Ya udah gw samperin dia dulu, bye. Awas kalo klean macem²," ancam Genta yang langsung dibuahi anggukkan Kai.
Genta langsung nyusul Ghani ke supermarket, buat minta maaf kali.
"Kai..!," panggil Farros saat Genta sudah pergi.
"Hem...?," jawab Kai acuh.
"Emang mereka ngapain?, kumpul kebo?," tanya Farros sok polos.
Buk!
"Gila kali mereka kumpul kebo pas ada gw! ya gak lah!!," tegas Kai cepat dengan pelototannya setelah memukul tubuh Farros.
"Ye... gw kan cuma nanya, mereka ngapain?," tanya Farros lagi² penasaran sambil melekatkan tatapannya ke Kai.
"Nih! liat baek²," jawab Kai agak ketus sambil menyodorkan foto Ghani dan Genta di ponselnya.
Jangan tanya gimana reaksi Farros, dia kaget, tapi matanya berbinar dan dia ternganga.
**Di tempat lain**
"Ish! kenapa sih Kai itu deket banget sama Genta!... kan aku jadi cemburu! Genta juga ngapain! pake mesra²an sama Kai di depanku, nyebelin!," gerutu Ghani di sepanjang jalan menuju supermarket.
Tanpa Ghani sadari hampir semua gerutu annya didengar sama Genta, Genta berdiri hanya beberapa meter dari tempat Ghani berdiri.
***Bersambung***....
Lalu apa yang terjadi?
__ADS_1
Akankah Genta menjauh atau semakin mendekat?
Tungguin eps selanjutnya, Ok bye..