Tentara Yang Kucintai

Tentara Yang Kucintai
Chapther eight (8)


__ADS_3

Genta diam² tersenyum mendengar gerutu Ghani, menurutnya Ghani sangat imut jika sedang cemburu seperti itu, Genta gemas sekali dengan Ghani yang seperti itu, sepanjang perjalanan ke supermarket Ghani terus²an menggerutu tentang Genta dan Kai yang bermesraan di depannya.


Sampai di supermarket, Ghani mulai berhenti menggerutu dan mulai ber belanja, Ghani juga masih belum sadar kalo Genta ngikutin dia, di supermarket ada kaca yang besar dan Ghani liat Genta ngikutin dia.


"Genta? ngapain kamu di sini?," tanya Ghani agak panik dan heran setelah berbalik badan menghadap Genta.


"Nemenin kamu," jawab Genta dengan polosnya.


"Ha?," Ghani mengerutkan kening tak mengerti, lalu kembali mencari makanan ringan bersama Genta.


 ~~~


Sementara Ghani dan Genta berbelanja makanan ringan, Kai malah asyik bermain ponsel dan mengacuhkan Farros.


"Kai! mainan apa sih? kayanya kok seru banget?," tanya Farros penasaran, dia duduk di sebelah Kai untuk melihat game apa yang di mainkan Kai.


"Mainan lama," jawab Kai kembali fokus ke game nya.


"Judulnya?," tanya Farros lagi.


"Dungeon Quest, game nya udah lama, offline, ga bisa mabar," jelas Kai.


"Ohh...," Farros ber-Oh-ria.


Farros menyalakan TV di depan Kai dan setelah beberapa menit, Kai menyudahi bermain gamenya dan meletakkan ponselnya di meja.


"Kok berhenti?," tanya Farros bingung karna Kai tiba² berhenti bermain game.


"Malezzz," jawab Kai santai lalu menonton TV bersama Farros.


"Ros...," panggil Kai.


"Em?," jawab Farros sambil tetap melihat TV.


"Bawa permen ga?," tanya Kai.


"Ga, emang kenapa? boring?," tebak Farros.


"He'emm," gumam Kai lalu mengambil tas miliknya.


"Mau ngapain?," tanya Farros yang melihat Kai mengambil tas.


"Ta-da," kata Kai sambil menunjukkan permen lolipop yang di berikan Radit pada Farros.


"Dapet dari mana?," tanya Farros.


"Ada deh," jawab Kai merahasiakan siapa yang memberikan permen itu.


"Buat aku satu dong," minta Farros.


"Beli sendiri, wlee," kata Kai sambil menjulurkan lidahnya.


"Serah deh," balas Farros lalu kembali fokus pada TV di depannya.


Kai memakan lolipop sambil menonton TV.


 ~~~


Kalau atmosfer di rumah Ghani hangat karna Kai dan Farros, maka berbeda dengan Genta dan Ghani, atmosfer mereka justru canggung, karna Genta tak tau mau mulai dari mana pembicaraan mereka.


"Gan....," panggil Genta ragu saat mereka sudah di jalan dengan sekantung makanan ringan yang banyak.


"Dalem?," jawab Ghani halus sambil melihat Genta yang juga membawa kantung belanjaan.


.


.


hening kembali melanda, tapi sekitar mereka ga karna banyak kendaraan yang lewat.


"Sorry ya," kata Genta akhirnya.


"Buat?," tanya Ghani heran karna Genta tiba² meminta maaf padanya.


"Aku dah ngasih harapan ke kamu," jawab Genta agak menyesal.


"Oh... yang itu, santai aja kali," balas Ghani padahal Ghani sebenarnya seneng kalo dia di kasih harapan.


"Sorry...," kata Genta lagi.


"Kenapa sih?," tanya Ghani.


"Karna....," kata² Genta di potong oleh sebuah teriakan yang memanggil Genta.


"Genta!," panggil seseorang kalau dari suaranya sih perempuan.


Genta menoleh ke asal suara dan menatap jengah ke arahnya, cepat² Genta merangkul Ghani, Ghani kaget dengan kelakuan Genta.

__ADS_1


(Tuh kan di kasih tau jangan ngasih harapan palsu masih aja ngasih, dasar Genta!,) -author


"Hai!," sapa cewe yang memanggil Genta tadi, Genta hanya menatap sekilas lalu mulai berjalan kembali.


Si cewe mengumpat kesal pada Genta yang mengacuhkannya, cewe muda yang cantik, putih, rambut panjang sepinggang yang terurai, pakaian casual tapi tetap modis dan sexy, bodynya pendek dan ramping, tapi sikapnya menjengkelkan.


"Genta...," panggil si cewe lagi dengan manja, bikin Genta bergidik geli dengernya, Genta terus²an mengacuhkannya dan merangkul Ghani yang kebingungan serta cemburu.


"Genta.. kamu kenapa sih?," tanya si cewe sambil meraih tangan kekar Genta dengan manja dan mengabaikan Ghani di sebelah Genta.


"Pergi!," kata Genta dingin dan menepis tangan si cewe yang menggenggam tangan kanannya, si cewe yang tak lain adalah Helen.


"Ih...! awas lo," umpatnya kesal pada Ghani lalu pergi meninggalkan Ghani dan Genta.


"Dia siapa sih?," tanya Ghani menginterograsi.


"Helen," jawab Genta dingin sambil melepaskan rangkulannya, Ghani menatap Genta bingung.


flashback on


Beberapa tahun sebelumnya


Saat itu Genta baru saja selesai bertugas dan bergegas pergi ke rumah kedua orang tua nya karna ia mendapat email supaya setelah selesai bertugas segera menemui kedua orang tua nya.


Kebetulan di sana ada keluarga Helen, saat Genta masuk ke dalam rumah, dia dikejutkan oleh Helen yang memeluknya secara tiba², Genta hampir saja terjatuh jika saja kuda² kakinya tidak kuat.


"Helen? ngapain kamu di sini," tanya Genta sambil melepaskan pelukan Helen.


"Oh kamu sudah datang ya," ibunya Genta datang dari arah dapur sambil membawa beberapa minuman.


"Hem... hallo om, tante. Apa kabar?," sapa Genta pada kedua orang tua Helen.


"Alhamdulillah baik, Genta. Bagaimana pekerjaanmu?," balas mamanya Helen.


"Ya.. begitulah, tante," jelas Genta sambil duduk di sebelah ibunya.


"Genta, apa kau tau, Helen selalu memikirkanmu, bahkan dia sangat merindukanmu," jelas ibunya Genta.


"Oh, lalu?," tanya Genta.


"Bagaimana kalau kalian berdua di jodohkan?," tanya papahnya Helen serius.


"Apa? maaf om, tante, bu, pak. Genta masih pengin mengabdi pada negara," tolak Genta halus.


"Iya, ibu tau. Kalian tunangan aja dulu, setelah itu baru menikah," jelas Ibunya Genta sambil mengelus punggung putra nya itu.


"Genta!," ibunya memelototi Genta.


"Lagi pula, Genta cuma nganggep Helen itu adik, bu, ADIK!," kata Genta menekan kata ADIK.


"Pikirkan baik² saja dulu, baru kamu putuskan," jelas mamanya Helen.


Genta membuang muka, Helen cemberut melihatnya, bukan karna apa² tapi Helen itu anak manja juga bisa menganggu pekerjaannya nanti, Genta ga suka cewe yang terlalu manja lagi pula Genta masih ingin bebas, kebetulan hari itu Kai dan kakaknya Genta baru pulang ke rumah orang tua nya Genta.


"Assalamualaikum," salam Kai dari luar dengan ceria, dia membawa banyak makanan ringan, rencananya dia dan kakaknya Genta bakal nonton film bersama.


"Waalaikumsalam," sahut orang² di ruang tamu.


"Wah, ada keluarganya Helen, apa kabar om, tante?," tanya Kai sambil menyalami kedua orang tua Helen setelah meletakkan barang bawaannya di lantai.


"Baik, Kai. Kamu sendiri?," tanya papanya Helen balik.


"Wah, baik dong om, oh iya, Kai mau naruh makanannya dulu ya, om, tante, pak, bu," jelas Kai dengan wajah berseri lalu pergi ke dapur, Kai dan kakaknya Genta sedang sibuk di dapur dan suasana di ruang tamu kembali hening.


"Om, tante sama Helen, mau ngapain ke sini?," tanya Kai memecah keheningan, dia menata makanan ringan yang ia dan kakaknya Genta beli tadi.


"Om sama tante mau jodohin, Genta dan Helen, Kai," jelas mamanya Helen lembut.


"Apa itu benar, bu, pak?," tanya kakaknya Genta dari sisi lain meja.


"Iya," jawab mereka singkat sambil tersenyum.


Kai duduk di antara ibunya Genta dan Genta, Genta sudah mulai bersikap seperti biasa walaupun masih agak canggung.


"Mari dimakan dan diminum, kasian kan kalo di anggurin," jelas Kai bercanda yang di sambut tawa, kedatangan Kai membuat Genta sedikit lega.


Kai yang humoris dan sudah dianggap seperti anak sendiri di keluarga Genta membuat suasana menjadi ceria.


"Kai jadi ga?," tanya kakaknya Genta sambil mengambil lalu memakan makanan ringan itu.


"Jadi! sekarang?," kata Kai lalu bertanya.


"Mau ngapain emangnya?," tanya bapaknya Genta.


"Mau nobar film di laptop," jelas Kakaknya Genta santai.


"Nanti aja, makan dulu di sini," tahan ibunya Genta.

__ADS_1


"Em.. okd," jawab Kakaknya Genta dan Kai.


Yang lain mulai tertawa karna candaan humoris kakaknya Genta dan Kai tapi tidak dengan Helen dan Genta, Kai menyadari hal itu.


"Om, tante. Mereka kenapa?," tanya Kai sedikit berbisik.


"Ga tau tuh," jawab bapaknya Genta santai dan agak acuh.


"Kai coba kamu bujuk Genta, buat nerima perjodohan ini," pinta papanya Helen.


"Em.. Kai coba deh," jawab Kai lalu mulai melancarkan aksinya.


"Genta...! oi! ngapain sih?," tanya Kai pada Genta, yang di tanya bukannya jawab malah melengos pergi ke kamarnya.


"Yee... kesambet apaan tu anak?," guman Kai.


"Kai nemuin Genta dulu ya, permisi," jelas Kai lalu pergi ke kamar Genta.


Di kamarnya Genta, dia lagi ganti baju jadi baju yang lebih casual karna dia menggunakan pakaian dinas tadi, Kai menunggu Genta di pinggir ranjang.


"Ta, lu kenapa si?," tanya Kai setelah Genta mengganti pakaian.


"Gapapa," jawab Genta lesu.


"Jangan boong! ceritain yang bener!," seru Kai.


Genta menghampiri Kai yang duduk di pinggir ranjang.


"Aku ga mau di jodohin!," jelas Genta penuh penekanan.


"Trus?," tanya Kai polos.


"Ya udah!," seru Genta ketus.


"Lah ko ngegas, ga usah ngegas napa! nyantuy ae," kata Kai kesal.


"Hm... serah!," jawab Genta lalu segera pergi keluar kamarnya tapi di cegat Kai.


"Mau kemana?," tanya Kai penuh penekanan di depan pintu kamar Genta yang tertutup lalu Kai menguncinya supaya tak ada yang mengganggu.


"Duduk!," lanjut Kai sambil memainkan kunci di tangannya, Genta hanya bisa duduk pasrah di pinggir ranjang.


"Sekarang ceritain kenapa!," sambung Kai lagi, sekarang mereka berdua sudah duduk di pinggir ranjang.


"Kamu tau kan aku cuma nganggep Helen itu adik?," jelas Genta memulai.


"Tau, jadi?," tanya Kai, Genta menghela napas kasar.


"Aku ga pengen di jodohin, aku masih pengen bebas," jelas Genta tetap kekeuh sama pendiriannya.


"Ya udah tinggal ngomong aja, lagian kenapa sih kamu ga mau nerima perjodohan ini?," tanya Kai sebenarnya Kai tau jika ada yang menguping di luar kamar Genta.


"Huh.... karna... ga tau, intinya aku ga mau di jodohin," jelas Genta.


"Yee... alasannya aja ga tau gimana bisa nolak sih," gerutu Kai sambil memonyongkan bibirnya.


"Ya ampun.... imut banget sih kamu ini, jadi gemes," kata Genta gemas lalu mencubit pipi chubby Kai dan bibirnya.


"Aduh! sakit tau!," keluh Kai lalu tubuhnya duduk sedikit menjauh dari Genta.


"Abisnya kamu ngegemesin sih," ejek Genta sambil terkekeh.


"Haish...! kenapa?," tanya Kai.


"Apanya?," tanya Genta balik.


"Jujur! kenapa kamu ga mau nerima perjodohan ini?," jelas Kai memaksa.


"Dengerin ya, Helen itu udah cantik, imut walaupun ga seimut akoh, putih, lucu, modis trus lumayan pinter, hampir mendekati sempurna! otak lu bermasalah ya? ," jelas Kai sambil menyentil kening Genta.


"Au... tapi aku ga mau!," seru Genta tetap kekeuh.


"Ya alesannya kenapa, Ogebbb!!!," tanya Kai ketus lalu mulai ngambek.


"Yah... ngambek deh, Kai... Kai jangan ngambek dong mending ngembek, mbeekk....(niruin suara kambing)," ejek Genta.


"Hih... ama aku di samain sama embek sih?!," kata Kai makin kesal.


"Utututu... jangan ngambek dong, Kai sayang😘," panggil Genta manja.


"Iuh... jijay jadinya," jawab Kai merinding.


Lalu mereka tertawa bersama, Genta masih belum menerima perjodohan itu.



__ADS_1


Ok guys, di epa selanjutnya author bakal nyeritain alasan Genta menolak Helen, eps khusus, yang bikin Genta benci ke Helen, gapapa kan? ok bye.... yang setuju atau ga silahkan tinggalin comment.😘😘


__ADS_2