
Di kamarnya, Kai kembali tertidur tapi lupa melepas kembali kalung berlian yang dia coba pakai sebelumnya, dia tampak cantik dengan kalung itu, karna besok Kai ga ada kelas jadi Kai ga ke kampus dan tidur sepuasnya di rumah.
Genta menginterograsi mayor Radit semalam tapi keterangannya hanya sedikit, mayor bilang kalo dia ga tau gimana kalungnya bisa hilang karna sedang di toilet dan mayor ngejelasinnya pake muka datar! ga da khawatirnya sama kalung berlian termahal itu, Ghani masih harus berangkat ke kampus karna masih ada kelas.
Genta menawarkan untuk pergi bersama sekalian dengan Genta yang akan pergi ke markas, jadilah Ghani dan Genta berangkat bersama, Ghani cukup canggung karna satu mobil dengan Genta, berduaan lagi. Sesampainya di depan kampus Ghani ngucapin makasih ke Genta trus berlalu pergi ke kelasnya, sedangkan Genta segera tancap gas ke markasnya.
Beberapa puluh menit kemudian kelas Ghani selesai, saat keluar kelas Ghani di sambut Zulham di depan pintu kelasnya
"Hai" sapa Zulham, pria yang nembak Ghani kemaren, dia memegang sebuket bunga mawar merah di tangan kanannya dan sebuah boneka teddy bear besar warna pink di tangan kirinya
"Hai juga" jawab Ghani agak terkejut dengan kedatangan Zulham
"Bisa kita pindah ke tempat lain?" tanya Ghani, Zulham dan Ghani pergi ke parkiran melewati lapangan basket, sewaktu Zulham mengikuti Ghani, tepat saat mereka di dekat lapangan basket, mereka berdua di soraki anak² yang melihat mereka, Ghani mengambil kunci mobil Zulham, membuka pintu mobil Zulham, lalu Ghani dan Zulham pergi dengan mobil tersebut.
Ghani meminta Zulham untuk mengantarnya ke rumah pohon, tempat bermain mereka sejak SMP, Ghani menyuruh Zulham untuk meninggalkan buket bunga dan boneka di dalam mobil, Ghani membawa Zulham ke atas rumah pohon sederhana itu.
"Ham..." panggil Ghani saat sudah sampai di rumah pohon
"Em? " sahut Zulham
"Kalo aku terima atau tolak kamu, kita masih bisa temenan kan?" tanya Ghani, Zulham terdiam
"Aku ga pengen persahabatan kita berubah, walaupun aku terima atau nolak pernyataan cinta kamu" lanjut Ghani
"Emangnya kenapa? kenapa kamu ga bisa nerima pernyataan cintaku?" tanya Zulham
"Aku kan belum mutusin mau nerima apa nolak, Zulham!" seru Ghani gemas dengan tingkah Zulham
"Aku takut persahabatan kita berubah, aku takut nyakitin kamu, aku takut nyakitin perasaanku sendiri, aku takut kamu marah, dan aku takut kamu ga mau jadi sahabatku lagi" lanjut Ghani lirih
"Aku bakal usahain supaya aku bisa terima jawaban kamu, aku tau resikonya, gan... " jawab Zulham
"Janji persahabatan kita ga berubah?" tanya Ghani sambil mengarahkan jari kelingkingnya, Zulham menghela napas pasrah dengan jawaban Ghani
"Janji" balas Zulham, lalu mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Ghani, setelah di lepaskan kaitan kelingking itu, hening melanda
.
.
.
"Maaf... " kata Ghani akhirnya, Zulham menjadi murung
"Kita dulu emang pernah pacaran, tapi setelah itu aku dan kamu jadi sahabat, sorryyyy banget, aku udah nyaman sebagai sahabat kamu" lanjut Ghani sambil memejamkan mata, menunggu reaksi Zulham
.
.
.
hening lagi, Ghani menjadi murung juga, tapi tiba² Zulham memeluknya erat, mengelus kepalanya dengan lembut
"Aku udah siap dengan jawaban apapun, persahabatan kita ga berubah" jelas Zulham, lalu melepaskan pelukannya
"Aku emang sedih, tapi gapapa, aku bisa terima keputusan kamu" lanjut Zulham menatap mata Ghani, Ghani menunduk takut tapi Zulham mengangkat dagu Ghani supaya bisa menatap netra Zulham
"Aku sayang kamu sebagai sahabat" kata Zulham akhirnya sambil tersenyum walaupun Ghani tau, berat rasanya ditolak orang yang kita sayangi, Ghani hanya bisa tersenyum
"Eh, kamu kan masih ada kelas! ayo balik ke kampus!" seru Zulham bersemangat, Ghani dan Zulham kembali ke kampus
__ADS_1
~~~
Di tempat lain
Sementara Ghani mengalami kisah asmara dengan Zulham, Kai baru bangun tidur jam... 7 pagi, Kai segera mandi yang lama, ber santai² di rumahnya yang minimalis berlantai 2 dan canggih, yang hanya bisa diketahui Kai sendiri cara kerjanya, pastinya Kai punya balkon yang terhubung dengan kamarnya dan sebuah kaca besar anti pecah, anti getaran, ranjang super empuk dan kamar mandi super lengkap, almari yang seperti ruangan dan masih banyak fitur menarik lainnya.
Kai sudah selesai mandi dan sekarang sedang bersantai di ruang tengah sekaligus ruang tamu sambil menonton TV, waktu lagi santai²nya tiba² saja pintu rumah Kai diketuk orang
"Siapa yang datang sekarang?" gumam Kai, dia bergegas membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang, setelah mempersilahkan masuk dan menyuguhi minuman serta makanan ringan, Kai bertanya mengapa pria itu datang ke rumahnya
"Maaf, mayor. Ada apa anda datang ke rumah saya?" tanya Kai agak formal, yaps! yang dateng adalah Mayor Radit ferdiandika, dia bawa sebuah bungkusan di tangannya
"Pertama, jangan panggil aku mayor, waktu aku sedang tak bertugas, panggil saja Radit, kedua, jangan menggunakan bahasa formal denganku" pinta mayor... eh! Radit
"Ok.... Radit. Apa tujuan kamu dateng kesini?" ralat Kai
"Untuk mengunjungimu tentunya" jawabnya singkat dan wajahnya datar, mukanya emang udah gitu dari sananya kali
"Aku serius, Radit" kata Kai dingin
"Aku juga serius" balas Radit tak kalah dingin, Radit melihat kalung berlian yang dikenakan Kai, saat itu rambut Kai masih agak basah jadi kalau pake jilbab nanti bau
"Kamu cantik juga pakai kalung itu" puji Radit
"Aku seharusnya tak seperti ini" gumam Kai yang masih bisa di dengar Radit
"Maaf, aku permisi dulu" kata Kai sopan, lalu berdiri dari duduknya
"Kau tak perlu malu, aku tau kau seorang muslim sama sepertiku, tapi rambutmu sedang basah sekarang nanti kau tak nyaman" tahan Radit sambil memegang pergelangan tangan Kai
"Tetaplah disini, lepaskan kacamata itu, kau kan sudah tak minus lagi, lagipula kau tetap terlihat cantik tanpa kacamata dan jilbab" rayu Radit, Kai menyerah melawan Radit, dia hanya bisa nurut untuk kembali duduk
"Untuk?" tanya Radit
"Aku tak sopan dihadapanmu" jawab Kai
"Memangnya semalam kau sopan?" sindir Radit, Kai memang tak menunjukkan sikap cerianya karna Radit sudah tau tentang profesi gelapnya, tak ada senyum di wajah Kai
"Aku tau kamu sebenarnya orang yang murah senyum tapi karna trauma itu kau jadi ikut dengan kami, tolong tunjukkan sikap ceriamu dihadapanku, jangan tunjukkan wajah dingin itu kau tak cocok, cukup aku saja yang dingin di hadapanmu sekarang" pinta Radit, Kai mulai tersentuh dengan perkataan Radit
"Nih, cemilan kesukaan kamu" lanjut Radit lalu mengeluarkan cukup banyak permen lolipop dari bungkusan yang dia bawa, Kai terkejut karna Radit tau cemilan kesukaan nya
"Bagaimana kau bisa tau cemilan kesukaan ku?" tanya Kai kaget
"Kemaren aku liat kamu di kafe X dekat mall R bersama teman²mu, saat itu kau sangat ceria saat memakan permen loli dengan senyum diwajahmu, kau terlihat sangat imut, cantik dan manis" jelas Radit panjang kali lebar
"Jadi? permen² ini buat nyogok aku ceritanya?" sindir Kai mulai terbuka dengan sogokan permen
"Emm...terserah kalo kamu ngomong kaya gitu, mau ga permennya?" kata Radit, Kai ragu²
.
.
.
hening, akhirnya Kai menyerah dengan egonya, dia sangat menyukai permen jadi dia tak tahan melihat banyaknya permen, Kai mengambil satu permen lalu dia mulai memakannya, senyumnya mulai mengembang lagi, Radit senang karna Kai sudah mau terbuka dan tersenyum.
Selang beberapa menit Kai ditelpon Ghani, Ghani bilang kalo dia bakal ke rumah Kai, Kai langsung antusias karna dia juga sedang bosan, Ghani bilang bakal dateng jam 11 nanti.
"Radit" panggil Kai setelah bertelepon, orang yang dipanggil menoleh
__ADS_1
"Temenku mau dateng kesini, kamu mau pulang apa tetep disini?" tanya Kai
"Aku mau disini aja, sekalian ketemu sama temen kamu itu" jawab Radit santai, dia mulai tersenyum padahal Radit itu terkenal di dunia kemiliteran karna sikap dinginnya tapi dia malah bersikap hangat ke Kai
"Oh iya, nanti kamu pake jilbab aja ya, kalo ga nanti ketauan kamu pake kalung itu" jelas Radit
"Emm... Ok" Kai menuruti kemauan Radit
Jam 11
Ghani dan Zulham dateng ke rumah Kai, mereka ga tau Radit itu siapa, mereka akhirnya kenalan dan bisa akrab walaupun Radit kembali ke sikap dinginnya, Radit ternyata cuma hangat ke beberapa orang aja termasuk Kai.
Habis makan siang bareng, Radit ijin pulang, Zulham dan Ghani juga ijin pulang ga lama setelah Radit pergi
"Huh.... bosannya" keluh Kai setelah mereka semua pergi, tiba² saja dia mendapat panggilan kerja oleh tuan Arsene
"Tumben sekali tuan Arsene memanggil ku di siang hari" gumam Kai, Kai diam² sudah mempercanggih rumahnya dengan alat² dari keluarga lupin, begitu pun teman yang lainnya, Kai segera menjawab panggilan tersebut di tempat rahasia, di balik rak buku di kamarnya tersimpan tempat rahasianya.
Kai/Phoenix beserta teman² nya dipanggil oleh tuan Arsene, melalui panggilan video 4 dimensi, jadi mereka bisa bertatap muka dan melihat keadaan rekan mereka, tuan Arsene, Phoenix, Werewolf, Vampir dan Pegasus tetap menggunakan topeng mereka saat bertemu baik langsung maupun tidak langsung, walaupun mereka sudah tau wajah rekan² mereka kecuali tuan Arsene.
"Ada apa tuan memanggil kami pada siang hari begini?" tanya Pegasus memulai pembicaraan
"Aku ingin kalian tidak bekerja dulu malam ini" jawab tuan Arsene tenang
"Kenapa?!" tanya mereka ber empat hampir bersamaan
"Karna kita mulai kehabisan informasi tentang benda yang akan kalian curi" tegas tuan Arsene
"Sayang sekali, padahal aku mulai menyukai pekerjaan ini" sahut Werewolf lesu
"Kalian bisa beristirahat dulu, setelah itu kalian bisa kembali bekerja" kata tuan Arsene
"Jadi kita akan bekerja perlahan lahan, untuk 2 hari ke depan kalian bisa beristirahat sambil tetap mempertahankan kemampuan kalian, setelah itu kita bekerja 3 hari lalu istirahat begitu seterusnya, jika polisi sudah tau tentang waktu bekerja kita, kita akan kembali mengatur waktunya" jelas tuan Arsene panjang kali lebar
"Kalian mengerti?" tanya tuan Arsene
"Mengerti" jawab mereka serentak
"Berhati-hati lah dengan polisi, bersikap seperti biasa, karna kalian aktor dan aktris yang hebat kurasa itu mudah, jangan tunjukkan wajah cemas saat kalian melihat atau mendengar berita tentang pekerjaan kalian, ingat! TETAP TENANG DAN STABIL, selamat beristirahat dan adios" nasehat tuan Arsene sambil menekan kata 'tetap tenang dan stabil' lalu mematikan sambungan video 4 D itu
Phoenix melepaskan topengnya, karna sudah ada di ruangan rahasia itu, Phoenix/Kai memutuskan untuk mengelilingi ruangan itu, melihat koleksi barang² nya, terutama barang² dari keluarga lupin yang sangatlah canggih, Kai melepaskan kalung berlian yang diberikan Radit, meletakan kalung tersebut di tempat khusus, ternyata kalung tersebut sangatlah indah
"Pantas saja tuan Arsene ingin kalung ini tapi kenapa tak mengambilnya dariku?" gumam Kai heran.
**Di sisi lain**
Ghani tak sengaja meninggalkan suatu barang di rumah Kai, Ghani ingin mengambil kembali barang tersebut jadi dia menghubungi Kai supaya menemukan barang itu, Ghani akan mengambil barang itu setelah kelasnya berakhir, Kai kedengarannya seperti biasa saja tapi sebenarnya dia cukup cemas kalau pekerjaannya akan diketahui Ghani.
Cepat² Kai kembali ke ruang tengah untuk menemukan barang yang di cari Ghani ternyata sebuah flashdisk yang ketinggalan
Bagaimanakah kisah selanjutnya? akankah Ghani tau tentang pekerjaan gelap Kai? tunggu eps selanjutnya ya, bye..
Bersambung....
__ADS_1