
Semua siswa di SMA 01 akan segera melaksanakan upacara, tapi Rizki masih mondar mandir seperti mencari seseorang
"Lo nyari siapa bro?" ucap Aris seraya mendatangi Rizki
"Ini, anggota petugas hari ini dua orang sakit dua orang nya lagi belum pake dateng" ucap Rizki
Anggota yang Rizki maksud adalah anggota PMR yang akan memantau kegiatan upacara setiap hari senin
setiap senin, petugas nya akan bergantian kecuali Rizki karena Rizki ketua PMR jadi setiap senin Rizki tetap harus ikut memantau
tapi ada untungnya juga, karena anggota PMR yang bertugas tidak perlu berjemur pas upacara, mereka hanya perlu memantau siswa dari tempat mana pun yang mereka mau
"Wah gue lagi ngga bisa bantu gue juga mau siap siap jadi pemimpin upacara"
"Ya udah pergi deh"
Lalu upacara pun di mulai ada satu anggota Rizki yang baru datang
"Ma.. maaf ki gue telat" ucap siswa itu dengan ngos-ngosan
"Hmm, ya udah lo pantau deh yang lain"
Siswa itu pun mengangguk lalu pergi meninggalkan Rizki
Saat pengibaran bendera
ada seseorang yang sibuk berlari
"Ki bantuin gue ki!!" ternyata itu adalah anggota Rizki
"Kenapa?"
"Itu tolong bantuin gue ada yang pingsan"
"Barisan mana?"
"Barisan 11 IPA 2, kelas lo"
"Siapa?"
"Ngga tau, gue ngga kenal"
"Ya udah.. biar gue aja, lo pantau terus yang lain deh"
"Jadi ngga perlu gue bantuin pake tandu?"
"Ngga usah gue sendiri aja"
Rizki pun bergegas menuju barisan kelasnya, ternyata yang pingsan itu adalah Kesya
"Ki cepat ki!!" Raisa meneriaki Rizki
Rizki pun langsung menggendong Kesya menuju UKS
Saat sampai di UKS Rizki pun membaringkan Kesya lalu melepaskan sepatu Kesya
Setelah itu Rizki pun langsung keluar
sekitar 13 menit kemudian, Kesya pun siuman
"Erghhh, gue di mana nih?
Kesya menoleh ke kiri dan ke kanan mencoba mencari orang
"Dah sadar?"
Rizki datang dengan membawa kompres, minyak angin, dan sebungkus nasi
"Lo kenapa ada disini? Terus gue juga kenapa disini?"
"Lo pingsan tadi pas upacara, gue yang bawa lo sini, kenapa ngga suka?"
Kesya mengerenyit
"eeh lo apa apaan sih kala..."
"iya iya gue yang salah" Rizki memotong ucapan kesya
"nih, olesin deh ke kening sama perut lo"
Rizki mengulurkan minyak angin
Kesya pun mengambil nya setelah itu Kesya diam beberapa saat
"mau gue juga, yang ngolesin hmm?"
__ADS_1
"OGAH!!" Kesya berteriak ke telinga Rizki
"lo pikir lah.. masa gue mau angkat baju gue di depan lo"
Rizki menatap Kesya sambil mengangkat alis nya
"emang kenapa kalau gue ngeliat? gue juga ngga tertarik kali, sama tubuh datar lo itu" ucap Rizki seraya keluar dari ruangan itu
"arghh sialan.. gue doa in semoga ginjal lo bermasalah" umpat Kesya
Rizki yang mendengarnya sedikit tersenyum di balik pintu
ya.. sudah lama Rizki tidak tersenyum seperti itu
setelah beberapa menit kemudian
"udah belum?"
Rizki bertanya dari luar
"udah.."
Rizki yang mendengar pun langsung masuk kedalam UKS lagi
"nih, makan dulu Rizki mengulurkan sebungkus nasi"
"kok lo tau gue belum makan?"
"ngga usah ge-er deh, tadi Raisa yang bilang kalau lo belum makan.. nih ambil"
"lo yang beliin?"
"iya"
"haha bearti gratis dong"
"enak aja.. bayar!!" ucap Rizki seraya mengulurkan nasinya
" erghh dasar orang kaya pelit " batin Kesya
lalu muncul ide gila untuk menjaili Rizki
"suapin kek.." ucap Kesya seraya mengulurkan nasi itu
"ehh lo ngga bisa ya, care sedikit sama cewek? atau jangan jangan lo abnormal ya?" ucap Kesya sambil tersenyum jail kepada Rizki
"gilaa" ucap Rizki sembari mengambil nasi yang ada di tangan Kesya
Kesya pun tersenyum puas
lalu Rizki pun menyuapi Kesya
"ehh dikit dikit dong.." Kesya berbicara dengan mulut yang penuh
"bawel deh.." Rizki terus memasukan nasi ke dalam mulut Kesya lalu
bruuuss
Kesya menyemburkan semua nasi yang ada di mulutnya ke baju Rizki
"astaga jangan bilang ini akhir hidup gue " batin Kesya
Rizki pun refleks langsung berdiri
tok tok tok
ada yang mengetok pintu
"masuk!" ucap Rizki sembari membereskan baju nya yang penuh dengan nasi
ternyata orang itu adalah Riald
"eeh lo ngga papa kan sya?" ucap Riald mendekati Kesya
"ngga papa kok cuman pusing dikit"
"ohh bagus deh.. oh iya, gue udah izin buat jagain Kesya, lo masuk kelas deh"
ucap ucap Riald kepada Rizki
Rizki tidak berbicara apa apa, dia hanya meletakan nasinya di atas meja lalu pergi meninggalkan ruangan itu
"eeh btw baju Rizki kenapa bisa kayak gitu?"
"em itu.. gue ngga sengaja"
__ADS_1
"ohh santai aja, Rizki udah biasa kayak gitu.. biasanya aja, ada siswa yg muntah di pangkuan Rizki"
"eeh emang iya?"
"iyaa, namanya juga udah tanggung jawab nya dia, btw gue suapin yah?"
"emm boleh deh.."
...----------------...
"maaf bu saya terlambat"
guru sudah memaklumi melihat Rizki dengan pakaian yang berantakan itu
"udah kamu boleh ganti baju dulu"
Rizki mengangguk lalu mengambil baju gantinya
setiap hari Rizki selalu membawa baju ganti yang sudah di sediakan dari sekolah
lalu Rizki pun pergi ke ruang ganti putra
...----------------...
bel istirahat pun berbunyi
Raisa berjalan menuju UKS
kreeekkk
pintu UKS terbuka, Raisa melihat Kesya yang sedang berbaring mengobrol dengan Riald
"lo ngga papa kan sya?"
"ngga papa kok, cuman pusing dikit" ucap Kesya sambil tersenyum
"lo ngga dengerin omongan gue sih, kan gue udah bilang sarapan dulu"
"udah udah.. Kesya lagi sakit, lo jangan marah marah lah" ucap Riald menghentikan omongan Raisa
"bawel banget deh, oh iya sore ini satu kelas kita mau pergi jenguk Kaila.. lo bisa ikut ngga?" tanya Raisa kepada Kesya
"bisa kok, ntar kita perginya bareng ya.."
"eeh, tapi kan lo masih lemah sya.." ucap Riald mengkhawatirkan Kesya
"ngga papa, cuman pusing dikit"
"ya udah lo istirahat dulu deh, atau lo mau gue antar pulang aja?" Riald menawarkan bantuan
"emm ngga usah deh.. dirumah juga ngga bakalan ada orang"
"kalau gitu lo istirahat disini aja sampe gue pulang, kan gue malam ini masih nginep dirumah lo" ucap Raisa
"ohh iya juga ya.. udah deh, lo berdua balik ke kelas gih"
"eeh lo ngga papa ditinggal sendirian?" tanya Riald
"ngga papa kok"
"emm ya udah deh gue balik ke kelas dulu, lo istirahat baik baik ya"
Raisa yang mendengar ucapan Riald langsung mendelik
"ergh uwek " batin Raisa sambil berjalan menuju kelas nya
...----------------...
"ris!! ris!!" Raisa meneriaki Aris
"hmm kenapa sayang?" Aris menggoda Raisa
"lo dah gila ya?" ucap Raisa seraya memukul bahu Aris
"arghh iya deh iya, lo kenapa nyari gue"
"yang lain udah sepakat kan buat jenguk Kaila sore ini?"
"udah beres semua pokok nya"
"emm bagus deh"
...----------------...
...----------------...
__ADS_1