
hari pun sore, Kesya dan Raisa segera bersiap siap untuk pergi menjenguk Kaila
"kita bawa buah tangan apa ya sa?" tanya Kesya sambil bersiap siap
"emm.. kita beli buket buah keranjang aja deh"
"oke deh, btw Kaila itu orang nya gimana?"
"Kaila ya, Kaila itu orang nya baik, cantik, ramah, pokok nya gitu gitu deh, ohh iya.. btw Kaila tinggal sendirian"
"eeh orang tuanya kemana?"
"setahu gue sih, ibunya udah meninggal papa nya juga udah nikah lagi.. tapi Kaila tu dari SMP kalau ditanya tentang keluarga dia tertutup banget"
"emm.. mungkin dia punya masalah yang ngga bisa diceritain ke orang lain kali"
"kayak nya iya deh, btw Kaila tu dari SMP suka banget sama Riald loh.. lo ati ati aja"
ucap Raisa sambil tersenyum jail kepada Kesya
"hah? apaan sih.. gue sama Riald cuman temenan kok"
"iya sih lo bilang nya temenan, tapi gimana sama Riald?"
"ergh jangan aneh aneh deh"
"Kesya.. Kesya.. Riald tu mana pernah bela belain ngga ikut pelajaran cuman karena mau ngerawat cewek di UKS"
Kesya terdiam sejenak mendengar perkataan Raisa
"Kaila aja sampe bela belain jadi wakil OSIS supaya bisa deket terus sama Riald, tapi Riald ngga pernah care tuh sama Kaila"
"emm udah ah kita berangkat yuk! ntar keduluan yang lain" ucap Kesya agar sahabat nya itu berhenti berbicara, Kesya tahu betul kalau sahabat nya ini paling senang bergosip
"yahh lo ngga asik ah"
"udah yuk"
Kesya pun menarik tangan Raisa keluar dari kamar
saat di ruang tamu, Kesya bertemu dengan papa nya yang baru pulang kerja
"eeh pada mau kemana nih" ucap papa Kesya sambil di ikuti mama Kesya dari belakang
"ini pa, kita mau pergi jenguk temen kita yang sakit"
"emangnya temen kamu sakit apa?"
"ngga tau katanya sih kecelakaan, kakinya patah"
seketika papanya Kesya terhenyak mendengar ucapan Kesya
Kesya mengerutkan alisnya melihat ekspresi papa nya
"siapa namanya?" tiba tiba papanya Kesya mengeluarkan suara lagi
"nama nya Kaila, emangnya kenapa pa?"
"eeh ngga papa cuman pengen tau aja, kalau gitu ya udah deh hati hati"
"emm iya deh, kita pergi dulu ya pa.. ma.." lalu Kesya pun segera keluar
"kita pamit dulu ya om.. Tante.."
mama dan papanya Kesya mengangguk lalu Raisa pun segera menyusul Kesya
"jadi sore ini ngga jadi pah?" mama Kesya berbicara kepada suaminya
__ADS_1
"emm.. ngga dulu deh" jawab papa dengan nada lesu
lalu mama Kesya pun memeluk suaminya
"ya udah kalau ngga hari ini besok besok kan bisa"
"iya sayang" jawab laki laki itu seraya mencium kening istrinya
...----------------...
"eeh Sya kenapa yah, kok perasaan gue bokap lo tu ngga asing gitu"
Raisa berbicara kepada Kesya saat di atas motor
mereka berdua selalu berboncengan, bukan karena tidak mempunyai motor masing masing tapi karena menurut Kesya dan Raisa kebersamaan itu lebih seru, jadi Kesya dan Raisa saat jalan jalan selalu bergantian membawa motor
kecuali saat berangkat sekolah mereka akan menggunakan motor masing masing
"mungkin lo pernah ngeliat bokap gue dijalan kali"
"emm kayak nya iya deh"
"btw, dia bokap tiri gue"
"hah? emang iya?"
"iyaa.. ayah kandung gue udah meninggal akibat kecelakaan"
ucapan Kesya mungkin terdengar biasa saja, tapi mata tidak akan pernah berbohong dia tampak ingin menangis mengingat kejadian itu
Raisa yang melihat perubahan mimik wajah Kesya dari kaca spion membuat Raisa menjadi tidak enak hati
"ohh, maaf ya.."
"emm ngga papa kali, kejadian nya juga udah dua taun yang lalu"
"ohh gitu, btw bokap tiri sama mama lo kapan nikah nya?" Raisa berusaha mengalihkan pembicaraan tentang ayah kandung Kesya
"ohh gitu"
lalu setelah beberapa menit kemudian, Kesya dan Raisa pun sampai di rumah Kaila
terlihat siswa siswi 11 IPA 2 sudah berdatangan
lalu saat akan masuk ke dalam rumah itu Kesya dan Raisa melihat beberapa cowok masih duduk di teras
lalu saat masuk mereka melihat Rizki dan Aris yang duduk di ruang tamu
"eeh yang cewek belum pada Dateng?" Raisa bertanya kepada Aris
"ada.. yang cewek udah pada masuk ke dalam kamar"
"ohh gitu.. anterin kita dong, kita ngga tau dimana kamarnya"
"ya udah yuk"
Raisa mengikuti Aris tapi Kesya masih berdiam di tempatnya seperti ingin menyampaikan sesuatu kepada Rizki
rizki sendiri sedang fokus memainkan ponselnya
aduh gimana caranya gue bilang minta maaf soal tadi pagi ya
"itu.."
Rizki yang mendengar pun langsung menoleh
"ohh? lo masih punya tenaga buat dateng kesini ya? perasaan tadi, makan pun masih perlu orang lain buat bantuin"
__ADS_1
lalu ada beberapa anak yg lewat sambil memperhatikan Kesya dan Rizki
erghh kayaknya jangan minta maaf disini deh, lagian si brengsek ini kayaknya lagi kesel
kesya pun pergi meninggalkan Rizki
lalu disisi lain
Aris dan Raisa sudah sampai didepan kamar Kaila
"eeh Kesya mana?" Raisa baru sadar kalau sahabat nya itu ngga ada di belakang nya
"lah, mana gue tau kan dari tadi dia di belakang lo"
lalu Kesya pun muncul
"lo dari mana?"
"ngg.. itu tadi ada yang nelpon, untung ada yang ngasih tau jalan ke sini"
"em ya udah gue pergi dulu"
setelah Aris pergi Kesya dan raisa pun masuk ke dalam kamar itu
kreekkk
senyum Kaila mengembang saat melihat Raisa, saat masuk Raisa segera memeluk Kaila
tapi saat melihat Kesya masuk, senyuman Kaila yang mengembang tadi pun hilang
eeh apa cuman perasaan gue ya? kok kayak nya dia ngga seneng ngeliat gue
tapi Kesya tetap berusaha positif thinking
hmm mungkin karena dia belum pernah ngeliat gue kali
Kesya pun berjalan mendekati Raisa
"ohh iya kenalin ini Kesya, anak baru di kelas kami"
"kenalin, Kesya.." ucap Kesya seraya mengulurkan tangannya
tapi Kaila seperti, sama sekali tidak berniat untuk menjabat tangan itu
"haii"
hanya kata itu yang terucap dari mulut Kaila
ehh?
"emm hai" Kesya pun segera menarik kembali tangan nya
satu ruangan menjadi canggung, mereka heran melihat Kaila yang biasanya ramah kini bersikap seperti itu terhadap Kesya
"ohh iya, ini kaki lo masih sakit?" ucap Raisa berusaha mencairkan suasana
"ngga kok.. tapi ya gitu lah, ngga bisa buat jalan"
"gitu ya, terus kapan lo sekolah?"
"belum tau juga sa, mungkin satu atau dua mingguan lagi"
"eeh entar kalau udah masuk sekolah lo gimana.." ucap Raisa tersengat
"gue pake kursi roda" ucap Kaila sambil tersenyum, dia menyadari apa yang akan ditanyakan Raisa
mungkin Kaila menjawab dengan tersenyum tapi sesaat kemudian Raisa menyesali pertanyaan nya
__ADS_1
...----------------...
...----------------...