Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku

Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku
Tetangga Baru


__ADS_3

"Ola bangun!!! " Teriak Fani Mama Ola panggilan akrab Fabiola. Fani menggedor-gedor pintu Putri semata wayang nya dengan sangat kuat


"Mama Ada apa sih, masih pagi sudah berisik saja" Ucap Fabiola membuka pintu nya sambil mengucek-ucek matanya. Fani melihat penampilan anak nya dari atas sampai bawah membuatnya geleng-geleng kepala


"Cepat sana mandi terus sarapan, katanya mau mama temenin membeli keperluan untuk Koas mu" Fani mendorong tubuh Fabiola menuju kamar mandi di kamarnya


"Ya ampun ma, itukan bisa siang saja. Ola masih mengantuk, soalnya semalam Ola begadang menyiapkan berkas-berkas untuk Koas besok"


"Siang Mama ada arisan jadi bisa nya cuma pagi ini, sudah sana mandi. Mama tunggu di bawah" Ucap Fani kemudian melangkah pergi


***


Fabiola dan Fani sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan, mereka berdua berkeliling mencari keperluan Fabiola yang akan di gunakan nya untuk Koas mulai dari peralatan tulis menulis, Macbook Air untuk mempermudah kegiatan nya dalam mengetik dan presentasi setelah mendapatkan barang yang di inginkan Fabiola mengajak Mama nya ke sektor pakaian untuk memilih-milih pakaian yang akan di gunakan besok untuk Koas


"Ma, bagusan yang ini atau ini" Fabiola menyuruh Mama nya memilih kan sebuah celana kain panjang berwarna hitam dan coklat


Fani tampak berpikir menurutnya kedua celana yang memiliki model yang sama hanya warna saja yang berbeda akan terasa cantik jika digunakan oleh putrinya


"Semua nya cocok untuk mu, jadi ambil kedua nya" Fabiola memutar matanya malas, dia sudah bisa menebak pasti akan seperti itulah jawaban Sang Mama


"Sudahlah Ola tidak jadi membelinya" Fabiola mengembalikan kedua celana itu ke tempat nya lalu berlenggang pergi keluar toko itu


"Loh, Kenapa celananya tidak jadi di ambil? padahal kedua nya sangat cocok untuk mu"


"Sudahlah Ma, masih banyak pakaian Ola yang belum pernah dipakai jadi rugi saja jika membeli yang baru lagi. lagian Ola hanya mau lihat-lihat saja" Fabiola menarik tangan Mama nya keluar dari toko itu.Fani hanya menghela napas nya.


Akhirnya mereka memilih untuk makan siang dulu karena sudah memasuki waktu siang hari


"Kata Pak Maman satpam kompleks Rumah kosong di samping rumah kita sudah ada yang membelinya, jadi kita punya tetangga baru lagi deh" Ucap Fani


"Nanti kita berkunjung ke sana yah Ma"


"Jangan lupa bawa buah tangan untuk tetangga baru kita" Fabiola dan Mama nya begitu antusias ingin menyambut tetangga baru nya itu


Setelah selesai makan siang Fabiola mengantarkan Mamanya ke tempat arisan nya


"Kamu pulang saja, nanti Mama hubungi Papa untuk menjemput Mama pulang nanti"


"Kamu hati-hati di jalan jangan ngebut bawa mobil nya"


"Siap Ma" Fabiola kembali melakukan mobil nya menuju rumah nya


"Wah ternyata pindah nya hari ini" Fabiola melewati rumah di samping tempat tinggal nya dan terlihat rumah di samping nya itu tampak ramai oleh para pekerja yang mengangkut barang si penghuni rumah


Fabiola memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya dengan sempurna.


"Mampir sekarang atau nanti saja pas ada Mama " Fabiola berpikir sejenak


"Nanti sajalah pas ada Mama, malu juga sih kalau pergi sendiri" akhirnya Fabiola memilih masuk kedalam rumah nya

__ADS_1


.


.


.


"Mama lihat rumah di samping kita sudah dihuni kayaknya tetangga kita itu pindah nya hari ini" Ucap Fani. Mereka bertiga sedang makan malam bersama Fabiola, bersama Mama dan juga Papa nya


"Ola berpikir untuk mampir ke sana siang tadi tapi tidak jadi soalnya Ola malu kalau pergi sendiri"


"Setelah makan kita mampir ke sana sekedar untuk menyapa, Mama lihat juga tadi Bu Rita dan Anak gadisnya Celine ada di depan pintu tetangga baru kita itu mungkin mereka ingin menyapa nya juga"


"Sudah makan dulu, nanti lanjut lagi cerita" Ucap Mahessa Papa Fabiola menengahi pembicaraan dua wanita di depannya


"Siap Bos" Fabiola memberikan tanda hormat kepada Papa nya sedangkan Mama Fani hanya terkekeh pelan .


tok tok


Fabiola mengetuk pintu di depannya tepatnya pintu rumah Si tetangga Baru. Belum ada tenda-tanda orang akan membuka pintu, Fabiola kembali mengetuk pintu itu


tok tok


"Apa tidak ada orang yah, tapi lampunya menyala" lama Fabiola berdiri namun belum ada tanda-tanda pintu itu akan dibuka


"Apa Aku balik saja yah, mungkin orang nya sudah tidur kali" Fabiola berniat untuk pulang namun saat ia baru saja melangkah pintu itu terbuka lalu keluarlah seorang gadis kecil


"Ada apa tante? " Tanya gadis kecil itu menghentikan langkah Fabiola lalu memutar tubuhnya kembali ke rumah itu


"Namaku Arabella Tante, Papa biasanya panggil Ara supaya lebih gampang manggilnya" Ucap Ara gadis kecil yang cukup ramah. Fabiola tersenyum lembut memandang gadis imut di depannya ini


"Oh ya Tante bawain Ini buat Ara dan keluarga, sebagai tanda penyambutan untuk tetangga baru" Bela memberikan Hampers berisikan kue kering


"Terima kasih tante atas hadiahnya" Ucap Ara dengan tulus. Entah mengapa hati Fabiola menghangat melihat senyum manis gadis kecil itu


"Mama sama Papa Kamu kemana?" Tanya Fabiola tidak melihat ada tanda-tanda orang dewasa di dalam rumah Ara


"Papa asa di dalam tante sedang mandi kalau Mama.. "


"Ara masuk" Ucap Seorang Pria yang tiba-tiba saja sudah berada di sana


Mata Fabiola langsung melebar sempurna saat melihat satu ciptaan Tuhan yang begitu sempurna baru saja keluar dari pintu rumah itu. Wajahnya terpahat sempurna mata, hidung dan juga bibirnya memiliki bentuk paling sempurna versi Fabiola, bak tokoh-tokoh yang ada di novel-novel romansa yang sering dibacanya


"E.. e.. Maaf mengganggu waktu Anda, Saya Fabiola tetangga Anda, rumah saya ada di sebelah rumah Anda"Ucap Fabiola terba-bata saat tersadar dari lamunannya lalu menunjuk rumah nya


"Ada keperluan apa kesini" Tanya pria itu, sedikit tidak sopan terdengar ditelinga Fabiola


"Saya ingin memberikan Ini, sebagai tanda penyambutan tetangga baru" Fabiola memberikan Hampers yang dibawa nya kepada Pria itu


"Terima kasih" Ucap Pria itu singkat namun terdengar dingin di telinga Fabiola kemudian menerima Hampers yang diberikan Fabiola

__ADS_1


"Ya ampun, ini ternyata tetangga baru kita" Ucap Mama Fani yang baru saja tiba di sana dengan heboh, ia menyuruh putrinya untuk pergi terlebih dahulu karena harus menyiapkan pakaian Sang suami dulu yang ingin menghadiri pesta rekan bisnis nya jadi dirinya sedikit terlambat ke rumah tetangga barunya itu


"Selamat malam Nyonya" Ucap Pria itu sopan. Fabiola melihat perubahan raut wajah pria itu terhadap Mama nya yang tiba-tiba saja melembut padahal sebelum itu ia melihat Fabiola dengan tatapan dingin nya


"Selamat malam juga, Perkenalkan nama saya Fani dan ini Putri saya namanya Fabiola" Ucap Mama Fani mengulurkan tangannya


"Saya Abian senang berkenalan dengan Anda" Ucap Pria yang bernama Abian itu menerima ukuran tangan nya


Mama Fani memberikan kode pada Putrinya untuk berkenalan


"Saya Fabiola" Ucap Fabiola mengulurkan tangannya


"Saya Abian" Abian menerima ukuran tangan Fabiola. Jantung Fabiola langsung berdebar saat tangan mereka bersentuhan. Ia bisa merasakan tangan lembut dan dingin pria itu, jelas sekali Pria itu baru saja selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah dan juga sedikit acak-acakan namun memberikan kesan seksi dimata Fabiola kemudian ia beralih melihat dada pria itu yang terpampang nyata karena kancing atas bajunya yang terbuka


Fabiola menggeleng kan kepalanya mencoba tersadar dari lamunan kotornya.


"Maaf" Ucap Fabiola yang tersadar ternyata belum melepas jabatan tangannya dari Abian. Sementara Pria itu hanya menetap dingin kepadanya


"Hai Anak cantik, nama Kamu siapa? " Fani mencoba berinteraksi dengan Ara yang berdiri si belakang Abian


"Aku Arabela" Ucap Ara berjalan maju mendekati Fani sambil mengulurkan tangannya


Fani sedikit terkejut melihat sikap ramah Ara, sedikit kagum dengan keberanian bersosialisasi anak seumuran gadis kecil itu


"Ini Mama tante nama nya Nenek Fani" Ucap Fabiola kembali berjongkok di depan Ara kemudian di ikuti oleh Mama Fani yang juga berjongkok menyambut uluran tangan kecil itu


"Pintar banget sih" Mama Fani mencubit pelan pipi Ara sangking gemasnya


"Umur kamu berapa? "


"Umur Ara begini tante" Gadis kecil itu menaikan empat jari nya ke atas. Hal itu tentu saja mengundang senyum Fabiola dan Mama Fani


Tidak percaya bahwa Anak berumur empat tahun bisa sepintar itu "Apa ini Anak Anda?" Tanya Fabiola kembali berdiri. Abian hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Fabiola


"Nanti jalan-jalan ke rumah Nenek Fani yah" Ucap Fabiola mengejek Mama nya, kemudian mendapat tatapan tajam dari Sang Mama


"Kalau begitu Nak Abian, Kami pulang dulu yah. Maaf sudah mengganggu waktunya" Ucap Mama Fani pamit untuk pulang


"Tidak Nyonya, Saya yang harus berterima kasih karena sudah membuat repot sampai diberikan hadiah"


"Jangan panggil Nyonya, panggil Tante saja biar terdengar lebih akrab"


"Kalau begitu kami pamit dulu"


"Dah Ara" Fabiola melambaikan tangan nya kearah Ara kemudian di balas oleh gadis kecil itu dengan bersemangat


"Dah Tante" Ucap Ara sambil melompat-lompat kecil. Fabiola yang melihat tingkah menggemaskan Ara langsung tersenyum gemas


Saat sudah di depan rumah mereka, Mama Fani langsung memukul pelan lengan putrinya

__ADS_1


"Bisa-bisa nya yah kamu mengejek Mama di sana, memangnya wajah Mama setua itu sampai harus di panggil Nenek" Protes Mama Fani tidak terima.


"Lalu Mama mau dipanggil apa? sedangkan Ara tadi panggil Aku itu Tante, jadi mau tidak mau Mama harus di panggil Nenek dong" Ucap Fabiola dengan nada mengejek kemudian berlari masuk kedalam rumah sebelum mendapat amukan dari Sang Mama


__ADS_2