
Fabiola menarik napas panjang saat berada di depan pintu ruangan Abian
Ya Tuhan ku serahkan semuanya padamu
Fabiola memegang handle pintu lalu membukanya perlahan
ceklek
Sepasang mata menyambutnya dengan tatapan tajam. Fabiola menetralkan mimik wajahnya agar tidak terlihat gugup didepan Abian
"Ambil ini" Abian menyerahkan daftar nama pasien kepada Fabiola
"Kau tahu apa kesalahanmu?" Abian menatap lurus kearah Fabiola dengan suara dinginnya
Fabiola bukanlah orang yang mudah gugup dan terintimidasi namun saat berhadapan dengan Abian entah mengapa dirinya seperti sapi yang di cucuk hidungnya, keberanian nya menciut tatkala melihat tatapan tajam itu selalu mengarah padanya
Fabiola mengangguk sambil menundukkan kepalanya
"Maafkan saya Dok, atas kesalahan saya"
"Permintaan maaf mu tidak akan mengubah kondisi Kayra yang terjadi karena ulah mu"
"Saya sungguh tidak mengetahui jika Kayra memiliki alergi terhadap coklat" Ucap Fabiola dengan suara pelannya
"Berhenti bersikap seolah kau adalah malaikat yang di utus untuk menyenangkan hati anak kecil, berhenti lah mencari simpati dari orang-orang " perkataan yang sedikit kejam menurut Fabiola. Abian sungguh menganggap perbuatannya hanyalah untuk sebuah simpati
Fabiola mengangkat wajah nya menatap wajah Abian yang juga sedang menatapnya tajam.
"Saya tidak pernah berbuat sesuatu hanya untuk mendapatkan simpati" Fabiola merasa tersinggung dengan perkataan Abian barusan
"Lalu apa? bahkan kau mencoba mendekati anak ku yang baru saja kau kenal dan sekarang Kayra anak kecil yang harus terbaring tidak berdaya karena keteledoran mu"
"Aku sungguh tidak mengetahui penyakit Kayra Dok" Fabiola sudah mencoba meminta maaf dan menjelaskan alasan nya namun Abian selalu menyalahkan dirinya bahkan sampai membawa puterinya
"Itu karena kau tidak memiliki rasa tanggung jawab sehingga Kau tidak memiliki inisiatif untuk mengetahui terlebih dahulu siapa saja pasien yang akan kau tangani"
Fabiola tahu jika seharusnya dirinya memang harus mencari tahu terlebih dahulu mengenai pasien-pasien yang akan di tanganinya namun dirinya juga tidak merasa terima jika dikatakan tidak memiliki rasa tanggung jawab.
Siapa dia, yang selalu menilai ku sesuka hatinya padahal kita pun tidak saling mengenal
Fabiola memilih untuk tidak membalas ucapan Abian agar pria itu tidak kembali mengatai nya macam-macam
__ADS_1
"Sekali lagi saya minta maaf Dok. Kedepannya saya akan berusaha menjalankan tugas saya sebaik mungkin"
Abian membuang napas nya, kali ini ia masih bisa memaklumi Fabiola karena hari ini adalah hari pertama nya Koas "Segera baca daftar nama pasien yang akan kau tangani kedepannya, untuk kali ini aku masih bisa mentolerir kesalahan mu walaupun itu adalah kesalahan yang fatal karena hari ini adalah hari pertama mu"
Fabiola menghela napas lega karena Abian mau memaafkan kesalahan nya. Dirinya pun bertekad untuk lebih baik lagi kedepannya agar bisa memperlihatkan kan Abian kesungguhannya di rumah sakit itu
"Setelah ini Ikut saya keruang radiologi, saya akan memperlihatkan contoh-contoh hasil CT scan dari beberapa pasien" Ucap Abian dengan wajah yang sudah biasa tidak seperti barusan, sepertinya perasaannya sudah mulai membaik
"Baik Dok, kalau begitu saya keluar dulu" Ucap Fabiola pamit keluar lalu dibalas anggukan oleh Abian
"Syukurlah" Fabiola mengelus dadanya saat sudah keluar dari ruangan Abian yang sangat mencekam
Fabiola memutuskan untuk kembali ke ruangan nya untuk mempelajari daftar nama pasien, saat berada di lorong rumah sakit ia kembali bertemu dengan perawat yang tadi bersama Abian namun anehnya perawat itu masih setia dengan tatapan sinis nya kepada Fabiola tapi fabiola tidak menghiraukannya dan melewati Perawat itu begitu saja tanpa menyapa nya sedikitpun
"Dasar Dokter Muda songong" Ucap perawat itu sambil melihat punggung Fabiola yang berjalan menjauhinya
...
"Kamu ngapain di sini? tidak bantuin dokter Abian?" Ruri kembali kedalam ruangan untuk mengambil peralatannya
"Bantuin bagaimana, Aku baru saja dapat ceramah darinya" Fabiola mencebik kan bibirnya seolah melapor pada sahabat nya itu
pfftt
"Sorry-sorry Memang nya kamu habis melakukan apa sampai dapat ceramah ? " Tanya Ruri langsung mengambil posisi duduk di depan Fabiola untuk mendengar kan cerita sahabatnya padahal tujuannya kembali keruangan hanya untuk mengambil peralatannya. Bela oun menceritakan kejadian yang barusan menimpanya
"Kalau saja Aku tahu alergi yang di derita Kayra tentu saja Aku tidak akan memberikan nya coklat itu" Bela menundukkan kepalanya, rasa bersalah dihatinya membuat ia merasa begitu sedih
"Aku tahu bagaimana perasaanmu, setelah ini temui lah anak itu dan lihat kondisinya. Kalau mengenai Dokter Abian Kamu tidak perlu memasukkan nya kedalam hati itu semua adalah bentuk proses kita selama Koas. Aku pun tadi pagi habis di marahi oleh dokter pengawas ku karena terlambat" Ruri berusaha menghibur Fabiola dan memberikan sedikit masukan agar gadis itu tidak kepikiran dan membuatnya menjadi tidak fokus dalam melaksanakan tugasnya
"Terima kasih Ruri" Ucap Fabiola lalu memeluk sahabat nya itu
"Ya ampun, mati Aku" Ruri tersadar jika dirinya harus segera kembali bertugas, kemudian segera berlari keluar ruangan
"Nanti kita makan siang bareng yah" Teriak Fabiola
Fabiola begitu senang memiliki seorang sahabat seperti Ruri, sangat bisa Fabiola andalkan ketika ia memiliki masalah maka Ruri pasti memiliki jawaban yang tepat untuk mengenang kan dirinya.
...
"Aku dengar tadi Kamu habis di marahi oleh Dokter Abian" Ucap Monica yang tiba-tiba saja sudah duduk di hadapan Bela dan Ruri
__ADS_1
"Kepo banget sih" Ucap Ruri dengan judesnya
"Aku tidak bicara sama dirimu yah, tidak usah selalu ikut campur deh"
"Apa Kau sadar kalau sekarang itu sedang ikut campur urusan orang, Sana pergi ganggu orang makan saja" Usir Ruri. Monica langsung pergi dengan perasaan dongkol nya
"Jangan judes begitu sama orang, tidak baik tahu" Fabiola mencoba menasihati Ruri yang selalu bersikap judes pada orang-orang yang tidak di sukai nya
" Yang tadi itu bukan orang tapi Nenek sihir" Fabiola hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ruri
Setelah selesai makan siang mereka kembali kedalam ruangan untuk mengambil peralatan mereka dan kembali menjalan kan tugas yang sudah di berikan oleh dokter pengawas masing-masing
"Pulang nanti tunggu Aku yah" Ucap Ruri kemudian pergi duluan untuk menjalankan tugasnya sementara Fabiola masih berada di ruangan itu untuk mempelajari daftar nama itu.
"Oh iya Aku lupa, sebaiknya Aku menjenguk Kayra di kamarnya" Hampir saja Fabiola terlupa akan niatnya untuk melihat kondisi Kayra.
Setelah dari ruangan Kayra ia akan pergi menemui Abian untuk menyerahkan kembali daftar nama pasien yang ada padanya.
Saat Fabiola berjalan di lorong rumah sakit berpapasan dengan Alvin dokter yang kemarin makan siang bersamanya dan Ruri. Saat melewati Alvin Fabiola sedikit membungkuk memberi salam sekedar menyapa Dokter muda itu
" Selamat siang Dok"
"Selamat siang Fabiola" Ucap Alvin dengan ramah. Fabiola sedikit terkejut karena Alvin masih mengingat namanya
"Tadi Aku mendengar kabar bahwa Abian habis memarahimu karena memberikan coklat pada salah satu pasiennya yang alergi coklat" Ruri cukup kaget mendengar perkataan Alvin yang ternyata tahu mengenai insiden tadi pagi
"Kecepatan Berita di sini seperti kilat saja, ternyata semua nya sudah pada tahu" Ucap Fabiola dalam hati. Fabiola hanya tersenyum sambil mengangguk pelan
"Kamu tidak perlu memasukkan nya kedalam hati, Abian orangnya memang seperti itu dia tidak suka jika ada mahasiswa yang teledor dalam bertugas"
"Saya tidak menyimpan amarah ataupun dendam pada Dokter Abian karena saya tahu insiden itu terjadi karena kesalahan saya dan saya siap jika harus menerima omelan dari Dokter Abian" Alvin sedikit terkesan dengan Fabiola karena mau mengakui kesalahannya
"Baguslah jika Kau sadar kalau perbuatan mu itu salah" Ucap Abian . Pria itu tiba-tiba saja sudah berada di sana membuat Fabiola terperanjat kaget
"Dokter" Ucap Fabiola pelan
"Kau seperi Jin saja yang tiba-tiba muncul" Alvin berdecak
"Ikut Aku sekarang, kita harus memeriksa Pasien di kamar 110 dan apa kau sudah mempelajari daftar nama yang ku berikan? " Tanya Abian
"Sudah Dok"
__ADS_1
"Baiklah"
Fabiola pun membatalkan niatnya untuk menjenguk Kayra lalu mengikuti Abian sesuai perintahnya sedangkan Alvin pun sudah pergi ke ruangannya.