Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku

Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku
Makan bersama


__ADS_3

tok tok


Fabiola mengetuk pintu ruangan Abian, belum saja bertemu Pria itu namun tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin. Belum ada sahutan sama sekali dari dalam


"Mengapa orang ini selalu lambat kalau membuka pintu" gerutu Fabiola, karena dirinya sudah lumayan lama berdiri didepan pintu Abian, rasanya sedikit gondok menunggu Pria itu membuka kan pintu untuknya.


tok tok


Fabiola mencoba kembali mengetuk pintu ruangan itu, namun tetap saja tidak ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka


"Permisi Pak, Saya mahasiswa Koas yang akan Anda awasi" Ucap Fabiola mendekatkan wajah nya di depan pintu agar orang yang berada di dalam ruangan itu dapat mendengarnya


"Masuk" Ucap Abian dingin yang berasal dari belakang Fabiola


Fabiola menengok kebelakang dimana sumber suara berada, ia pun terperanjat melihat Pria itu ada dibelakang nya


"Ya Ampun!! Bapak membuat ku terkejut" Ucap Fabiola namun tidak mendapat sahutan sama sekali dari Abian, pria itu malah melewatinya begitu saja dan masuk kedalam ruangannya


"Silakan duduk" Ucap Abian menyuruh Fabiola duduk di kursi yang ada di depan mejanya


"Selamat pagi Pak, pertama-tama perkenalkan nama Saya Fabiola mahasiswa Koas yang akan Anda awasi" Ucap Fabiola begitu Formal namun terdengar sopan. Walaupun mereka sudah saling mengenal Fabiola tetap melakukan pengenalan yang sudah semestinya dilakukan


"Baik, langsung saja Saya harap Kamu sudah mendengar mengenai rumor yang berkembang mengenai Saya. Jadi tidak perlu saya menjelaskan panjang lebar, ini ada beberapa peraturan yang harus kamu patuhi selama belajar bersama saya" Abian memberikan secarik kertas kepada Fabiola yang berisi peraturan yang harus di perhatikan oleh gadis selama melakukan Koas di dampingi oleh Abian


Apa rumor itu benar adanya? . Fabiola membatin


Fabiola membaca kertas itu dengan teliti, sampai tidak ada satu huruf pun yang terlewatkan, namun pupil matanya seketika melebar saat membaca peraturan terakhir yang menurutnya terdengar konyol yaitu tidak boleh memakai make up, mungkin bagi perempuan lain itu adalah hal yang sedikit sulit untuk dilakukan namun tidak untuk Fabiola karena dalam kesehariannya gadis itu memang jarang memakai make up, biasanya ia hanya memakai skincare untuk merawat kulitnya serta lipbalm untuk menjaga kesehatan bibirnya


"Kenapa? ada yang membuatmu keberatan " Abian melihat perubahan di wajah Fabiola


"Tidak Pak, Aku tidak keberatan sama sekali dengan peraturan yang Bapak berikan" Ucap Fabiola dengan yakin. Abian hanya mengangguk mendengar ucapan gadis di depan nya itu


"Semua mahasiswi koas yang sebelumnya pun mengatakan itu namun belum genap sebulan mereka semua tiba-tiba saja mengundurkan diri" Ucap Abian sambil tersenyum meremehkan kah


"Saya pastikan tidak akan seperti mereka Pak" Ucap Fabiola dengan lantang padahal di dalam hatinya pun ia masih tidak tahu bagaimana kah nasibnya ke depan


"Baik, Aku suka rasa optimis mu" Fabiola tersenyum senang setidaknya langkah awalnya berjalan dengan mulus


"Untuk mempermudah Bapak, cukup panggil saya Ola seperti orang-orang memanggil saya" Abian hanya mengangguki ucapannya


"Silakan keluar, agenda kalian setelah bertemu dengan Dokter pengawas adalah berkeliling melihat kondisi rumah sakit ini" Ucap Abian dengan nada sedikit mengusir


"Baik Pak, kalau begitu saya pamit dan Terima kasih atas waktunya" Fabiola melangkah keluar dari ruangan itu dengan perasaan senang


"Setidaknya dia punya tata krama yang lumayan bagus" Ucap Abian melihat kepergian Fabiola


.


.


.


"Bagaimana rasanya bertemu dokter tampan? " Tanya Ruri dengan nada menggoda

__ADS_1


"Dokter Abian baik kok, yah walaupun sedikit jutek,tapi tidak masalah selagi tidak menghambat proses Koas saja"


Seluruh Dokter Muda dibawa berkeliling oleh Staf rumah sakit, melihat-lihat kondisi ruangan pasien serta mengenalkan struktur Organisasi Ardhani Hospital


"Ternyata Dokter Abian adalah anak dari pemilik Rumah sakit ini, pantas saja nama belakang Dokter David dan Dokter Abian sama" Mereka semua sedikit terkejut mengetahui fakta tentang Dokter Abian


"Dokter Abian itu penggambaran sempurna untuk calon suami, sudah ganteng, pintar, tajir lagi" Ucap Monica salah satu mahasiswa Koas yang dari awal bertemu Dokter Abian sudah menunjukan ketertarikannya pada Pria tampan itu


"Kalian belum mengetahui satu fakta mencengangkan dari Dokter Abian" Ucap Staf yang menemani mereka berkeliling. Fabiola yang dari tadi hanya diam menjadi sedikit penasaran dengan perkataan Staf itu


"Dokter Abian itu Duren loh" Ucap Staf itu membuat mereka semua terdiam bingung


"Duren, maksudnya apa? "


"Ya Ampun masa istilah seperti itu kalian tidak tahu. Duren itu singkatan dari Duda Keren" Jelas Staf itu. Para Dokter Muda yang mendengar hal itu begitu terkejut bahkan ada yang tidak percaya


"Masa sih, Dokter muda dan setampan Dokter Abian itu seorang duda" Mereka sungguh tidak mempercayai fakta satu ini, karena jika dilihat dari visual Dokter Abian sangatlah jauh dari pesona seorang duda. Penampilan Pria itu masih terlihat seperti Pria muda yang tampan


"Apa muda kalian bilang? Dokter Abian itu sudah berumur 33 tahun, dan satu lagi Beliau itu sudah memiliki seorang Putri" Ucap Staf itu dengan informasi barunya.


"Apa? " Pekik mereka bersamaan termasuk Ruri dan Fabiola. Belum selesai keterkejutan mereka mengenai fakta bahwa Dokter Abian adalah seorang duda dan sekarang ditambah lagi bahwa umur dokter Abian ternyata bukanlah berada di usia 20 an melainkan dudah menginjak kepala tiga, dan itulah yang membuat Fabiola terkejut. Sungguh tidak akan ada yang percaya bahwa umur Abian sudah memasuki kepala tiga karena wajah dan penampilannya yang masih fresh layaknya anak muda jaman sekarang.


"Ternyata dokter Abian sudah memiliki anak" Ucap Monica menjadi lesu setelah mengetahui fakta itu


"Memangnya kenapa kalau dokter Abian sudah memiliki seorang anak, wajar dong diakan sudah pernah menikah sebelumnya" Ucap Ruri melihat perubahan di wajah Monica


"Akan susah mendekati Dokter Abian jika dia sudah memiliki sorang anak" Ucap Monica begitu terus terang dengan niatnya


"Tentu saja, siapa yang tidak tertarik pada Pria tampan seperti Dokter Abian"


"Sebaiknya kubur saja harapan mu untuk bisa mendekati apalagi sampai mendapatkan Dokter Abian karena Dokter Abian alergi dengan wanita" Staf itu memberikan saran bukan hanya untuk Monica tapi kepada semua wanita yang berniat untuk mendekati Dokter tampan itu


"Maksudnya? " Tanya Monica bingung dengan ucapan Staf itu


"Sudahlah kalian akan mengetahuinya nanti, terutama untuk Kamu" Staf itu menunjuk Fabiola


"Kedepannya Kamu akan tahu mengapa Aku melarang kalian untuk mencoba mendekati Dokter Abian" Semua yang ada di sana langsung memusatkan perhatian mereka pada Fabiola


"Aku sih tidak percaya, lagian wanita secantik diriku mana mungkin ditolak oleh Dokter Abian" Monica begitu percaya diri dengan kecantikan nya, membuat teman-temannya memutar matanya malas


"Apalagi modelan seperti itu sudah pasti di blacklist dari daftar Dokter Abian, lihat saja dandanannya yang begitu tebal" Ucap Staf itu pelan kemudian kembali melanjutkan kegiatan berkeliling mereka


Setelah cukup lama berkeliling, mereka memutuskan mampir di kantin rumah sakit untuk mengisi perut keroncongan mereka karena waktu sudah menunjukan pukul 13.00 siang


"Lapar banget, tadi Aku sarapannya cuma sedikit soalnya ingin cepat datang supaya tidak terlambat" Ruri memegang perutnya yang sedari tadi sudah meronta ingin diisi


"Sabar yah, Cacing-cacing manis ku tidak lama lagi kalian akan ku isi" Ruri berbicara pada perutnya sendiri


"Dasar somplak" Fabiola menoyor pelan kepala Ruri karena tingkah konyol sahabatnya


"Dih sirik aja" Fabiola hanya tertawa pelan


Tidak lama datanglah pesanan mereka membuat Ruri tersenyum bahagia "Akhirnya datang juga" Ruri segera mengambil makanan nya lalu tanpa ba bi bu langsung melahap makanan nya

__ADS_1


Fabiola hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Ruri yang sedikit memalukan jika di lihat oleh orang lain. Tidak ambil pusing Fabiola juga ikut menyantap makanan nya


Saat sedang asik makan tiba-tiba saja seisi kantin di buat heboh karena kedatangan dua Dokter tampan yaitu Dokter Abian dan juga Dokter Alvin, Fabiola yang tidak tahu menahu mengenai kedatangan kedua Dokter tampan itu hanya melihat sekilas kearah kerumunan heboh itu yang di di dominasi oleh kaum hawa terutama Monica yang dengan suara cempreng nya, suara Monica begitu jelas ditelinga Fabiola dan juga Ruri


"Ada apa sih, itu ulat bulu heboh banget" Ucap Ruri merasa terganggu dengan suara heboh Monica


"Biarin Saja mungkin lagi jualan obat" Ucap Fabiola asal dan disambut gelak tawa dari Ruri


"Boleh kami duduk disini" Ucap Alvin salah satu Pria yang membuat seisi kantin itu menjadi heboh


Ruri dan juga Fabiola melihat kearah dua Pria di depannya dan tentu saja langsung terkejut tidak percaya, Dua dokter Tampan ini berdiri di hadapan mereka dan meminta izin mereka untuk duduk


"Tentu saja Dok, silakan ini bukan kursi milik kami" Ucap Ruri mempersilakan membuat dokter Alvin tersenyum mendengar jawaban nya


Abian dan juga Alvin akhirnya memilih duduk di depan Fabiola dan Ruri karena hanya meja mereka lah yang belum penuh


"Apa kalian salah satu mahasiswa Koas di rumah sakit ini? " Tanya Alvin mencoba mencairkan suasana


"Iya Dok kami Mahasiswa Koas di sini " Ucap Ruri sementara Fabiola hanya mengangguk


Mereka makan dengan saling diam, hanya Alvin yang sesekali bertanya pada dua gadis itu sedangkan Abian hanya fokus pada makanan di depannya tanpa mempedulikan sekitarnya termasuk Ruri dan Fabiola.


Kedua gadis itu menjadi canggung karena kehadiran dua Pria tampan ini, rasa lapar Ruri lenyap begitu saja namun ia masih mencoba memakan makanan nya kembali dengan perlahan


Fabiola menahan tawanya melihat tingkah Ruri yang berubah 180 derajat, mulai dari cara duduk hingga cara makannya yang berubah menjadi anggun dan memakan makanan nya dengan perlahan


pfth...


Fabiola menahan tawanya hingga wajahnya memerah, ia tidak habis pikir dengan tingkah Ajaib sahabatnya itu


"Apa ada yang lucu di sini" Ucap Abian yang akhirnya membuka suara walau dengan suara dinginnya


Fabiola langsung mengangkat kepala nya saat merasa Pria itu berbicara padanya "Maaf Pak" Fabiola merasa tidak enak karena sudah lancang tertawa di saat ada dua orang Dokter di depannya


"Nafsu makan ku menjadi hilang, Aku kembali dulu" Ucap Abian kemudian berlalu pergi dari tempat itu


Melihat hal itu tentu saja membuat Fabiola tercengang. Apakah karena dirinya Dokter Abian pergi dari tempat itu


"Tidak usah kalian ambil pusing, Dokter Abian memang seperti itu nanti juga kalian akan terbiasa" Dokter Alvin mencoba menenangkan kedua gadis itu terutama Fabiola yang tampak takut


"Maafkan Aku Dokter Alvin, karena sudah berlaku tidak sopan barusan" Fabiola menundukkan kepalanya karena merasa bersalah


"Sudahlah lupakan saja, Dokter Abian bukan lah orang yang suka menyimpan dendam tidak lama lagi dia akan melupakan nya hanya saja dia memang sedikit sensitif jadi kalian harus lebih hati-hati lagi jika berhadapan dengannya" Jelas Alvin sambil memegang bahu Fabiola untuk menenangkan gadis itu namun tanpa Alvin ketahui perbuatannya itu mengundang perhatian seluruh pasang mata wanita yang ada di kantin itu terutama Monica


"Wah, cepat juga pergerakan si Ola" Ucap salah satu teman Monica


"Ini tidak bisa dibiarkan, gadis itu terlalu menang banyak sudah mendapatkan Dokter Abian sebagai pengawasnya dan sekarang dia juga mencoba mendekati Dokter Alvin" Monica begitu itu dengan keberuntungan yang selalu berpihak pada Fabiola


"Memang nya kenapa? bukannya Kamu sudah mengincar Dokter Abian"


"Kalau bisa mendekati kedua nya kenapa tidak" Ucap Monica dengan sombongnya


Teman-teman nya yang mendengar hal itu hanya memutar matanya malas, mereka semua sudah tahu sifat Monica jika bertemu dengan Pria tampan. Apalagi sekarang dia hadap kan oleh dua Pria yang bukan hanya sekedar tampan tetapi segala aspek kesempurnaan bagi seorang Pria hampir mereka miliki tentu saja membuat jiwa Kegenitan nya bermuara

__ADS_1


__ADS_2