Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku

Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku
Kanebo Kering


__ADS_3

"Kamu yakin mau di sini saja, tidak mau Aku antar balik sampai ke rumah" Ruri kembali meyakinkan Fabiola apakah tidak ingin ikut dengan nya pulang saja


"Sudah, pulang sana Aku lagi mau menghirup udara luar dulu tidak perlu mengkhawatirkan ku. Nanti Aku telpon Papa untuk menjemput ku di sini" Ruri pun meninggalkan Fabiola sendirian di taman tempat mereka makan ice cream barusan


Inilah salah satu kebiasaan yang sering dilakukan Fabiola yaitu pergi ke tempat-tempat yang dapat membuat nya tenang contohnya taman tempat dia duduk sekarang, setelah asik makan ice cream berdua bersama Ruri gadis itu menyuruh sahabatnya pergi meninggalkan dirinya seorang diri di taman itu


Ruri sudah terbiasa dengan kebiasaan sahabatnya itu yang sangat suka menyendiri, mungkin merenungi kehidupannya yang sebenarnya sudah sempurna itu.


Fabiola mengambil handphone nya kemudian memasang headset di telinga nya untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaannya sambil menutup matanya. Saat tengah asik mendengarkan musik tiba-tiba ia merasakan tali headset nya seperti ada yang menariknya


"Tante-tante kok tidur disini sih" Panggil Ara yang melihat Fabiola menutup matanya, ia mengira wanita itu tengah tertidur


"Ara! Kamu kok bisa ada di sini? " Tanya Fabiola pada gadis kecil di depannya ini


"Ara lagi menunggu Papa jemput tante, Ara tadi habis dari sekolah. Itu sekolah Ara" Tunjuk gadis itu pada sebuah bangunan sekolah yang letaknya tidak begitu jauh dari taman itu


"Terus Ara kesini sama siapa? "


"Ara kesini sama Mbak suster, tapi Ara langsung berlari kesini saat melihat tante di taman ini" Fabiola tersenyum mendengar penuturan gadis kecil itu


"Kamu kok manis banget sih, Tante gemas banget sama Kamu" Fabiola mencubit pelan pipi Ara yang gembul


"Tante Ara di sini saja yah sama tante sambil nunggu Papa jemput" Ara gadis kecil itu langsung duduk di samping Fabiola sambil mengayun-ayunkan kakinya


Entah mengapa Fabiola terasa tersihir setiap melihat Arabella gadis kecil yang begitu ajaib dimatanya


"Bagaimana nanti kalau Papa sama Mbak suster cariin Kamu, kasihan mereka" Fabiola mencoba memberikan pengertian pada Ara agar gadis kecil itu mau kembali ke sekolahnya menemui Suster nya


"Ara boleh pinjam handphone tante tidak? "


"Tentu sayang, kamu mau ngapain memang nya? " Tanya Fabiola yang melihat Ara mengetik sesuatu di handphone nya


"Halo Pa, ini Ara. Papa sudah dimana? " Ternyata gadis itu menelpon Papa nya


"Papa sudah ada di jalan menuju sekolah mu Sayang" Ucap Abian di ujung sana


"Papa tidak usah ke sekolah Ara karena Ara sekarang berada di teman bersama Tante Ola Tetangga kita yang cantik itu loh" Ucap Ara dengan polosnya. Fabiola melotot kan matanya mendengar ucapan gadis kecil itu

__ADS_1


"Sayang Papa sudah pernah bilang jangan mendekati orang yang Ara tidak kenal" Ucap Abian memperingati putrinya. Fabiola yang mendengar perkataan Abian merasa sedikit tersinggung


Dia pikir Aku wanita jahat apa yang akan menculik atau melukai putri nya


"Tunggu Papa di sana jangan ke mana-mana, sebentar lagi Papa sampai" Ucap Abian kemudian memutuskan panggilan telepon nya


"Tante ini handphone nya, Terima kasih sudah meminjamkannya pada Ara" Ara mengembalikan ponsel itu pada Fabiola


"Iya sayang, Sama-sama" Ucap Fabiola sambil mengusap pelan rambut Ara


"Ya ampun Non, Mba cariin ke mana-mana ternyata disini" Ucap Suster Ara yang sudah berada di taman itu, terlihat jelas raut kelegaan di wajah wanita itu.


"Kamu suster nya Ara yah, perkenalkan saya Fabiola tetangga Pak Abian rumah saya yang ada di samping kanan rumah Pak Abian" Fabiola mencoba berkenalan dengan Suter Arabella


"ini ternyata Tante cantik yang diceritain Non Ara semalam" Ucap suster itu membuat Fabiola tersipu malu


"Iya Mba, cantikan seperti kata Ara"


"Iya Non, cantik banget malahan" Wajah Fabiola sudah seperti kepiting rebus entah mengapa dirinya begitu malu saat di puji cantik oleh dua orang di hadapannya ini


Astaga, Apa ini? membuatku malu saja


"Papa!! " Teriak Ara saat melihat Papa nya yang berjalan dari arah belakang Fabiola membuat gadis itu menoleh ke belakang


"Hai Puteri cantik Papa, Maaf yah membuat Tuan Puteri Papa harus menunggu lama" Abian menggendong Puteri nya lalu mencium gemas pipi gembul Ara


"Tidak kok, lagian Ara jadi senang tungguin Papa soalnya ditemenin sama Tante Cantik" Ucap Ara sambil menunjuk kearah Fabiola membuat Pria itu mengalihkan pandangannya pada Fabiola yang berdiri tidak jauh dari tempatnya


"Ara, Papa kan sudah pernah bilang.. "


"Tante Ola bukan orang jahat Pa, Tante Ola itu Tante cantik nya Ara" Ucap Ara begitu polos namun terkesan sangat tulus. Fabiola yang hatinya sudah siap terluka akan ucapan Abian seketika menghangat mendengar perkataan Ara yang mampu menggetarkan hatinya


Abian menatap Fabiola dengan tatapan menusuk nya, sedangkan gadis itu hanya menundukkan kepalanya menghindari tatapan Pria itu


"Ayo kita pulang,Kamu belum makan siang kan" Abian mengajak anak nya pulang masih sambil menggendong gadis kecil itu


"Tante Ola pulangnya bareng kita saja yah" Ara turun dari gendongan Sang Papa kemudian berlari kearah Fabiola sambil menarik tangan wanita itu

__ADS_1


Fabiola melirik sebentar kearah Abian, kemudian berjongkok di depan Ara " Sayang, Kamu pulang nya duluan Saja yah. Tante masih ingin disini terus habis itu Tante masih masu ke suatu tempat dulu sebelum pulang" Fabiola mencoba menolak permintaan gadis kecil itu dengan memberikan sebuah alasan agar Ara mau mengerti


"Tapi Tante, nanti pulang nya naik apa? " Fabiola tersenyum mendengar pertanyaan Ara yang mengkhawatirkan bpl


la


agaimana cara dirinya pulang


"Nanti ada Papa Tante yang akan jemput Tante disini, jadi Ara pulang saja kasihan tuh Papanya nungguin Ara" Fabiola mengelus rambut Ara, seperti nya penjelasan Fabiola dapat diterima oleh Ara sehingga gadis kecil itu langsung tersenyum


"Kalau begitu Ara pulang dulu yah Tante Cantik" Ucap gadis kecil itu masih memanggilnya dengan embel- embel di belakang nya. Abian segera menarik tangan puteri nya pergi dari tempat itu


Setelah kepergian mereka Fabiola kembali duduk di kursi taman itu, mengambil headset mencoba untuk berubah kembali dengan kegiatan nya barusan namun belum berapa lama ia melepas headset nya


"Aku sudah tidak bisa menikmati ketenangan ini setelah bertemu dengan kulkas 12 pintu itu" Fabiola menggerutu karena aktivitas kesukaannya berakhir seperti ini


"Pulang saja lah kalau begitu"


.


.


.


"Mama" Teriak Fabiola sesaat ia menginjakkan kaki dirumahnya


"Kebiasaan yah Kamu, kayak di hutan saja" Omel Fani melihat kebiasaan puteri nya itu. Sedangkan Fabiola hanya ketawa cengengesan memperlihatkan barisan gigi putihnya


"Kamu pulang sama siapa? "


"Biasa Ma, naik ojek. Ola mau nelpon Papa tapi ingat kalau Papa pasti masih kerja kalau jam segini" Fabiola melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 15.00


"Tumben, biasanya juga kalau keluar tetap tungguin Papa untuk dijemput"


"Sebenarnya sih mau nya begitu, cuman tadi Ola habis ketemu Kanebo kering di jalan jadi Mood Ola langsung buruk" Fani mengerutkan alisnya bingung dengan apa yang di ucapkan Puteri nya


"Sudah lah Mama tidak akan paham juga, Ola naik ke atas dulu mau mandi" Fabiola melenggang pergi ke kamarnya

__ADS_1


"Setelah mandi Kamu kesini yah, bantuin Mama" Fani berteriak agar Fabiola mendengar ucapannya


__ADS_2