Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku

Terjerat Cinta Pak Dokter Tetanggaku
Ara sakit


__ADS_3

Fabiola memasuki ruangan Abian, dengan sangat pelan ia membuka pintu itu


"Maaf kan saya Dok, karena sudah terlambat" Ucapan Fabiola sambil menundukkan kepalanya, namun ia tidak mendapatkan jawaban apapun lalu mengangkat kepalanya


"Astaga tidak ada orang rupanya" Fabiola menghembuskan napas lega saat melihat ruangan itu kosong


Fabiola mengambil berkas-berkas pasien lalu keluar dari ruangan itu


"Fabiola! " Panggil Alvin dari jauh


"Iya Dok, ada apa?"


"Hari ini Dokter Abian tidak masuk, jadi dia meminta padamu untuk membantu Dokter Hana di ruang operasi karena hari ini ada satu pasien yang akan melakukan operasi" Ucap Alvin


Fabiola merasa gugup saat mengetahui dirinya langsung di suruh terjun kedalam ruang operasi.


Bagaimana ini? Aku takut melakukan kesalahan nanti


Fabiola langsung membuang jauh-jauh pikiran buruknya


"Baiklah Dok"


"Dan jangan lupa untuk memberitahukan Dokter Abian apa saja kegiatanmu hari ini" Tambah Alvin


Fabiola mengernyitkan dahinya bingung


"Karena Dokter Abian ingin tetap memantau mu walaupun dari jauh" Sambung Alvin karena melihat Fabiola yang kebingungan


"Baik Dok" Fabiola hanya mengangguk patuh


...


"Pa! kepala Ara pusing" Abian menghampiri puteri nya yang sedang berbaring lemah di kasur, wajah gadis kecil itu sangat pucat


"Iya Sayang, ini papa lagi kompres dahi Ara" Abian sangat telaten merawat puteri satu-satunya itu


"Ara makan bubur dulu yah Nak, ini papa sudah buatkan bubur yang enak" Abian menegakkan tubuh Ara agar posisi nya lebih nyaman


"Pa! Ara tidak mau makan" Ara menutup mulutnya dengan kedua tangan


"Kamu harus makan sayang. Ara mau cepat sembuh kan? " Abian berusaha membujuk puteri nya itu namun Ara tetap menolaknya dengan mendorong sendok yang di sodorkan oleh Abian


"Ara mau tidur saja Pa" Ara kembali merebahkan tubuhnya lalu menutup matanya. Abian hanya menghela napas, ia memijit pangkal hidung nya karena sedikit pusing


Andai saja Kamu masih ada sayang, mungkin Ara akan lebih cepat sembuhnya karena ia pasti akan sangat mendengar ucapan mu daripada aku

__ADS_1


Dua jam berlalu..


Abian mendapatkan telpon dari rumah sakit yang mengatakan bahwa pasien yang akan melakukan operasi hari ini menolak untuk di operasi jika bukan Abian yang melakukan nya karena pasien itu merupakan pasien khusus yang di tangani oleh Abian


Pria itu menghela napas kasar, bagaimana caranya ia ke rumah sakit jika Arabella tengah sakit. Pengasuh gadis itu sedang cuti karena saudaranya akan menikah jadi Abian hanya berdua saja bersama Arabella di rumah itu


"Bagaimana ini?" Abian mondar-mandir di depan ranjang puteri nya sambil memikirkan cara ia bisa pergi dengan tenang tanpa mengkhawatirkan Arabella


Akhirnya Abian mengambil jalan tengah dengan membawa serta Arabella ke rumah sakit bersama nya. Ia menggendong anaknya dan membawanya keluar


Sampai di depan rumah Abian tidak sengaja berpapasan dengan Fani yang sepertinya dari tukang sayur di depan rumah karena terlihat dari barang bawaannya


"Eh, Nak Abian mau kemana?" Tegur Fani


"Mau ke rumah sakit Tante"


"Ara nya sakit apa? " Fani sedikit panik mengetahui gadis kecil itu ternyata sedang sakit


"Demam biasa tante, tetapi aku harus membawanya ke rumah sakit soalnya di rumah tidak ada yang menjaganya"


"Loh memangnya Nak Abian mau ngapain ke rumah sakit, tante kira mau merawat Ara di sana"


"Abian bekerja di rumah sakit tante dan sekarang keadaan mendesak yang mengharuskan Abian datang ke rumah sakit sekarang jadi mau tidak mau Ara harus di bawa juga" Jelas Abian


"Kalau begitu sebaiknya Ara di titip sama Tante saja" Usul Fani karena ia juga merasa khawatir jika anak sekecil Ara di bawa ke rumah sakit takutnya sakit nya akan semakin parah jika ia terkontaminasi dengan pasien-pasien di sana


"Nak Abian jangan khawatir, saya akan merawat Ara dengan baik. Jadi kalau kamu mau, Ara biar tante saja yang menjaganya" Abian merasa tidak enak jika menolak bantuan dari Fani, terlebih saat ini ia juga tengah harus segera ke rumah sakit. Jika membawa Ara di sana pun tidak ada yang bisa menjaga puteri nya


"Baiklah kalau begitu saya titip Ara tante" Abian memindahkan gendongan Ara pada Fani


"Tante bisa menghubungi ku jika terjadi sesuatu" Ucap Abian sebelum pergi. Fani hanya mengangguk sambil mengelus pundak Ara yang ada di dalam gendongannya


"Badannya panas sekali" Fani merasakan suhu tubuh Ara saat bersentuhan dengan kulitnya. Fani pun segera membawa Ara masuk ke dalam rumah nya


"Dari mana Mama dapat gadis kecil ini?" Ucap Mahessa saat melihat istrinya membawa seorang anak kecil ke rumahnya


"Papa apaan sih! Memangnya Ara ini kucing" Fani membawa Ara kedalam kamar Fabiola karena di sana suasana lebih bagus, sangat menggambarkan kamar seorang anak perempuan Fani berharap Ara akan merasa nyaman


"Nenek" Panggil Ara saat ia sudah terbangun dari tidurnya


"Iya sayang" Fani mendekati Ara lalu menggenggam tangan mungil itu


"Nenek! Ara ada dimana?" Ara mencoba untuk bangun dari tidur nya dan di bantu oleh Fani


"Kamu ada di rumah nenek dan sekarang ini lagi di kamar tante Ola"

__ADS_1


"Tante cantik di mana? " Tanya Ara sambil melihat sekeliling kamar itu


"Tante lagi sedang bekerja sayang. Sudah Ara istirahat lagi ya, soalnya badan Ara masih panas" Fani kembali membantu Ara untuk merebahkan badannya


"Ara sudah makan?" Tanya Fani. Gadis itu menggelengkan kepalanya


"Kalau begitu, Nenek buatin bubur dulu ya" Fani hendak beranjak pergi dari kamar itu namun segera di tahan oleh Ara


"Nek! Ara tidak suka bubur" Ucap gadis itu pelan


"Lalu Ara mau makan apa sayang?" Gadis kecil itu tampak berpikir


"Bagaimana kalau nenek buatin sup ayam sama Susu" Ara mau tidak? " Mendengar itu mata gadis itu langsung berbinar


"Iya nek, ara mau makan itu" Ucap Arabella senang


"Baiklah, kalau begitu Ara tunggu dulu ya disini. Nenek mau kebawah dulu buatin Ara makanan"


Tiga puluh menit kemudian...


"Ara! Makanan nya sudah jadi" Fani masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi semangkuk sup ayam, segelas susu serta buah-buahan segar yang sudah di potong


"Sini Nenek bantu" Fani meletakkan nampan itu lalu membantu Ara untuk duduk


"Nenek suap yah" Ucap Fani dan mendapatkan anggukan dari gadis kecil itu


"Bagaiman sayang? apa Ara suka?"


"Masakan Nenek enak sekali, Ara suka" Ucap Ara polos. Fani tersenyum melihat tingkah menggemaskan Ara


"Ara sudah berapa hari sakit?"


"Dari semalam Nek. Papa bilang semalaman Ara rewel terus pas Papa cek ternyata suhu badan Ara naik, makanya Papa tidak masuk kerja karena jagain Ara" Jelas Ara panjang lebar


"Ara hanya berdua sama Papa di rumah?"


"Sebenarnya ada Suster nya Ara, cuma Mbak lagi pulang kampung, jadinya Ara hanya berdua dengan Papa" Fani hanya manggut-manggut mendengar penuturan Ara


Fani mengelus lembut surai hitam dan lebat gadis kecil itu, ada rasa iba menyelinap di hatinya, tidak tega rasanya Fani melihat seorang anak sekecil Ara, harus kekurangan kasih sayang dari seorang Ibu. Walaupun Fani belum mengetahui bagaimana kah kisah dibalik kehidupan keluarga Abian namun Fani yang juga merupakan seorang Ibu tentunya sangat paham bagaimana seorang anak memerlukan kasih sayang dari seorang Ibu


"Ara pintar sekali makan nya, lihat sup nya sudah habis. Kalau begitu tinggal Susu dan buahnya yang harus di habiskan"


"Nek, Ara mau pipis" Fani dengan segera membantu gadis itu ke kamar mandi, setelah selesai Ara kembali lagi ke kasur


"Kamu istirahat lagi yah sayang,sambil Nenek kompres agar panas kamu cepat turun" Fani dengan penuh kelembutan merawat Ara sampai gadis kecil itu kembali tertidur

__ADS_1


Guys Maaf yah author baru update, jangan lupa Like dan komennya☺


__ADS_2