
"Ola! lama banget sih, dari tadi Aku sudah tungguin Kamu" Teriak Ruri sahabat Fabiola sejak masuk kuliah di Kedokteran
"Ban mobil Aku bocor jadi Aku harus tunggu taksi lagi buat antar Aku kesini" Ucap Ola dengan terengah-engah karena harus berlari dari parkiran ke ruang Aula tempat acara penerimaan mereka sebagai Dokter muda
"Ini minum dulu" Ruri memberikan Fabiola sebotol air mineral untuk menenangkan tubuhnya
"Terima kasih" Ucap Bela sambil menegak air itu dengan terburu-buru karena acara akan segera dimulai
"Selamat pagi semuanya, senang bertemu Anda sekalian. Hari ini kita akan melakukan acara penerimaan para Dokter Muda yang akan melakukan tugas awalnya sebagai seorang dokter, yang akan melakukan tugas mulia yaitu membantu kesembuhan orang-orang di luaran sana, dengan itu saya ucapkan selamat datang di rumah sakit ini. Semoga kalian dapat mempelajari banyak hal dari dokter-dokter terbaik Kami" Ucap Pak David Ardhani selaku Direktur Ardhani Hospital
Semua mata tertuju pada Pria tua yang tengah berdiri di atas podium memberikan sambutannya dengan kharisma yang terpancar dari dalam dirinya.
"Sekali lagi saya mengucapkan selamat datang kepada Dokter Muda kita yang pastinya akan mengemban tugas nya dengan baik" Ucap David sebelum dirinya kembali duduk ke tempat yang sudah di sediakan
"Selanjutnya kita akan mendengar sambutan dari Dokter senior kita yang sudah memiliki sepak terjang di dunia Kedokteran, kita sambut dengan tepuk tangan meriah Dr. dr. Abian Samudra Ardhani, Sp. B " Ucap seorang perawat yang ditugaskan sebagai MC untuk acara penerimaan ini
Semua orang terkagum-kagum melihat seorang Pria tampan berjalan menuju podium. Terlebih bagi kaum hawa yang tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada Abian Dokter S3 spesialis jantung itu
Tidak terkecuali Fabiola yang dibuat tercengang karena mengetahui siapa kah Dokter dengan gelar sehebat itu yang tidak lain adalah tetangga barunya
"Tutup mulutmu itu, Aku tahu Dokter itu tampan tapi jaga image mu sebagai Dokter Muda" Tegur Ruri sambil menyenggol pelan lengan Fabiola
"A-aku tidak menyukai nya, Aku hanya kagum padanya" Ucap Fabiola terbata-bata.
"Aku tidak bilang bahwa kau menyukai nya" Ruri menatap Fabiola dengan tatapan mengejek nya
__ADS_1
"Apa sih, sudah sana fokus" Fabiola mencoba menghentikan Ruri dengan aksinya yang membuat dirinya mati gaya. Ruri hanya tersenyum lucu melihat reaksi Fabiola yang di godanya
"Tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Direktur, Saya berharap kepada Dokter Muda kita untuk memberikan pelayanan terbaik mereka kepada seluruh pasien, agar mereka dapat meninggalkan rumah sakit ini memberikan kesan yang baik" Ucap Abian dengan suara beratnya yang penuh kharisma, membuat kaum hawa yang melihatnya seketika memiliki standar yang tinggi untuk laki-laki yang mendekati mereka,setidaknya harus mendekati Spek yang di miliki Dokter Abian
Setelah menyampaikan sambutannya yang memberikan efek negatif bagi kesehatan jantung Para wanita di dalam ruangan itu, Abian kembali ke kursinya
Mata Fabiola tidak pernah lepas dari Pria itu, entah mengapa matanya seperti tersihir sendiri untuk selalu menatap Pria yang telah mencuri perhatiannya sejak pertama mereka bertemu di depan rumah Abian semalam.
Mata Fabiola masih setia menatap ciptaan Tuhan yang indah itu namun saat mata nya tertuju pada Abian tiba-tiba saja Pria itu membalas tatapan Fabiola sehingga kedua pasang mata itu bertemu, jantung Fabiola berdebar hebat tatkala mata indah itu membalas tatapannya langsung saja Fabiola membuang pandangannya kesamping menghindari kontak mata dengan Abian.
Fabiola membuang napas nya, untuk menghilangkan kegugupan nya ia mengambil tangan Ruri untuk menggenggam nya
"Tangan Kamu dingin banget, Kamu gugup yah? " Tanya Ruri melihat wajah Fabiola yang sudah mengeluarkan keringat dingin. Fabiola hanya menggeleng sambil menatap ke depan tepatnya pada MC yang tengah berbicara di depan
"Selanjutnya kita akan mendengarkan sepatah dua kata dari Dokter Muda kita" Ucap Sang MC melihat satu persatu Dokter Muda yang duduk berjejer di kursi bagian tengah namun kebanyakan dari mereka membuang wajahnya yang bertuan menghindar agar tidak di tunjuk untuk maju ke depan . Fabiola yang melihat kearah Sang MC yang sebenarnya dirinya tengah melamun langsung di tunjuk untuk memberikan sedikit sambutan
"Aku?" Tanya Fabiola sambil menunjuk dirinya sendiri, membuat seisi ruangan dibuat tertawa oleh tingkah konyol nya terkecuali Abian yang menatap gadis itu dengan tatapan dinginnya
Fabiola pun maju ke depan podium lalu memberikan sambutannya dengan lancar. Fabiola bukanlah orang akan demam panggung ketika harus berbicara di depan orang banyak. Setelah memberikan sambutannya Fabiola segera kembali ke tempatnya namun sebelum ia berbalik ia masih sempat mencuri pandang pada Abian Pria yang dari tadi hanya menatap nya dengan tatapan dinginnya
Seluruh ruangan memberikan tepuk tangan kepada Fabiola yang berbicara dengan sangat tenang namun perkataannya sungguh mencerminkan orang yang berpendidikan
"Sudah kuduga Wanita pintar sepertimu tidak akan mengecewakan ketika berbicara di depan umum" Puji Ruri pada temannya itu
"Apa sih, semua juga bisa kali kalau hanya berbicara seperti diriku barusan" Fabiola mencoba untuk tetap rendah hati setiap mendapatkan pujian
__ADS_1
Acara penerimaan Dokter muda pun telah selesai, kini mereka harus menemui dokter pembimbing mereka yang telah di bagi-bagi berdasarkan hasil ijazah mereka
Semua Dokter Muda pergi menemui staf rumah sakit yang menangani pembagian Dokter pengawas mereka.
Mereka semua sedikit was-was untuk mengetahui siapa kah dokter pengawas mereka
"Ini daftar pembagian para Dokter pengawas kalian silakan dilihat kemudian segera temui mereka untuk berkonsultasi" Ucap Staf rumah sakit
Fabiola memperhatikan daftar tersebut dengan seksama, alangkah terkejutnya ia saat mengetahui siapa dokter yang akan menjadi pengawasnya
"Dr.dr. Abian Samudra Ardhani, Sp. B . What? " Pekik Fabiola tidak percaya sambil menutup mulutnya ia berjalan mundur dari kerumunan
"Selamat berjuang Dokter Muda Fabiola" ejek Ruri.
Padahal baru saja mereka mendengar kabar desas-desus yang diberikan oleh beberapa staf rumah sakit mengenai Abian dokter spesialis jantung yang terkenal galak dan juga kejam, dibalik ketampanan nya yang mampu menyihir kaum hawa, banyak kasus mahasiswa Koas yang mengundurkan diri atau ingin bertukar Dokter pengawas, hanya karena satu alasan yaitu mereka tidak sanggup menghadapi sikap galak dan juga kejam Dokter Abian yang tidak akan memberikan ampun bagi mereka yang melakukan satu kesalahan pun
Lutut nya terasa lemas, tidak mampu menopang tubuhnya hingga ia berpegang pada tangan Ruri
"Bagaimana ini? Walaupun Aku belum tahu seperti apakah Aslinya Dokter Abian itu tapi mengapa aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padaku" Fabiola merasa harinya akan memburuk kedepannya, walaupun dirinya mengagumi Abian namun Fabiola hanya berharap masa Koas nya akan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun
"Tidak perlu memikirkan hal yang tidak- tidak pada Dokter Abian bisa saja yang dikatakan oleh Staf rumah sakit itu hanya sebuah kebohongan mungkin mereka hanya iri pada Dokter Muda yang akan di awasi oleh Dokter Abian, secara dokter Abian kan sangat Tampan dan juga populer" Ruri mencoba menenangkan Fabiola
"Apa kau juga menyukai Dokter Abian? " Tanya Fabiola dengan tatapan menusuknya
"Juga? " Ruri memberikan tatapan mengintimidasi pada sahabat nya itu. Fabiola yang ditatap seperti itu langsung gelagapan dirinya sadar bahwa telah salah bicara
__ADS_1
"Ka-kalau begitu Aku pergi bertemu Dokter Abian dulu yah" Fabiola menjadi salah tingkah kemudian berlalu pergi menuju ruangan Abian. Ruri hanya tertawa melihat tingkah konyol sahabat nya itu