
10
Ucapan Yura berhasi membuat pria itu marah. Azka sendiri tidak tahu mengapa hatinya begitu panas setelah mengetahui Yura adalah wanita yang diklaim Ega sebagai kekasihnya. Tidak ada bantahan dari Yura semakin membuat dadanya berkobar hingga ia berinisiatif meredam amarah di dada dengan cara membungkam bibir Yura.
Yura sendiri begitu terkesiap dengan perlakuan Azka. Pria itu merampas bibirnya dengan paksa hingga membuat dirinya kekurangan oksigen. Bahkan, tatapan pria itu lebih menajam dari sebelumnya. Yura ingin menghindar namun tenanganya tidak sebanding untuk melawan Azka.
"Kamu lihat? Aku yang berhak melakukan ini padamu. Jadi, jangan berani dekat dengan laki-laki manapun selama aku masih menjadi suamimu." Azka berucap setelah menarik diri dari Yura. Tatapan mata pria itu semakin menajam ketika memberikan peringatan untuk istrinya tersebut.
Yura menghapus sisa-sia ciuman yang ditinggalkan Azka di bibirnya. Ia tidak menyangka Azka menyerangnya tanpa aba-aba.
"Sebaiknya kamu introspeksi diri sebelum bicara. Kalau aku nggak boleh deket sama laki-laki lain harusnya kamu juga begitu. Jangan bersikap seolah-olah hubungan kita memang nyata." Yura menantang dan sekalian mengacaukan pikiran Azka. Ntah apa maksud Azka melarangnya, tapi sepertinya dirinya telah berhasil menjerat Azka. "Apa kamu bisa mengakui pernikahan kita di depan kekasihmu itu? Dengan senang hati aku menjauhi Ega kalau kamu juga mengakhiri hubunganmu dengan Agata. Kesepakatan yang adil bukan?"
__ADS_1
Azka mengusap wajahnya gusar karena kesepakatan yang ditawarkan Yura terasa berat untuk disetujui. Selama ini hubungannya dengan Agata berjalan dengan lancar bahkan mereka sudah membicarakan pernikahan. Kini, bisa-bisanya Yura meminta dirinya meninggalkan Agata.
Diam dan lengahnya Azka dimanfaatkan Yura untuk pergi dari hadapan pria itu. Beruntung tidak ada seorang pun yang memergoki dirinya dan Azka di toilet wanita.
***
"Aku hampir nyusul kamu ke toilet."
"Aku bukan anak kecil yang nggak tau jalan, jadi aku nggak akan nyasar," canda Yura, ia duduk tepat di sebelah Ega yang saat itu berhadapan dengan Agata. Disaat itu juga Azka muncul dan duduk di hadapannya. Mereka bersitatap muka di meja bundar berlapis kain warna putih berbahan satin.
"Aku udah segede ini aja nggak tahu jalan pulang. Rasanya, udah terlalu betah nyasar di hati kamu." Ucapan Ega ditanggapi senyuman manis Yura, sedangkan Azka tidak suka mendengar ocehan temannya itu. Sayangnya, Ega tidak menyadari kemarahan di wajah Azka.
__ADS_1
"Jadi, siapa dulu nih yang nyebar undangan? Gue dan Yura atau kalian?" Ega memulai percakapan seolah-olah hanya ada mereka berempat di acara tersebut.
"Ega jangan bercanda...kita belum bahas apapun 'kan?" Awalnya Yura ingin memanasi Azka dan membuat pria itu bertambah marah, tapi tatapan dingin Azka membuat nyalinya sedikit menciut. Bahkan, sedari tadi pria itu tidak berhenti melihatnya. Ditambah lagi tangan pria itu mengepal di atas meja. Mengapa? Apa pria itu cemburu?
"Nanti juga hubungan kita mengarah ke sana. Aku nggak akan menggantungkan kamu tanpa kepastian seperti mereka ini. Pacaran lama tapi nggak nikah-nikah," sindir Ega pada Azka. "Jangan-jangan kalian udah saling merasa nggak nyaman, tapi bingung dari mana mau mengakhiri hubungan." Kali ini Azka menatap Agata membuat wanita itu gemetaran. "Atau diam-diam ada yang berkhianat."
"Belum menikah bukan berarti ada masalah. Lo sendiri tahu apa alasannya kenapa menggiring topik pembicaraan ke arah pengkhianatan?" tanya Azka tidak terima, ya meskipun dirinya telah mengkhianati Agata tapi bukan berarti ia sudah merasa tidak nyaman dengan Agata. Bertengkar sudah bukan menjadi masalah besar seperti dulu.
"Pertanyaan gue mewakili mata, hati, telinga dan pikiran. Lo aja selama ini menutup mata batin lo," decih Ega geram. Azka memang payah dan tidak peka.
Azka berdecak kesal lalu berucap, "Sebenarnya ... gue udah nikah. Tapi, belum nyebar undangan." Ucapannya membuat Agata dan Ega terkejut sekaligus penasaran. Sementara Yura was-was melihatnya. "Yap, gue udah nikah tanpa sepengetahuan kalian. Jadi, tunggu aja undangan pernikahannya."
__ADS_1