Terjerat Pesona Istri

Terjerat Pesona Istri
Terpesona?


__ADS_3

8


Beberapa kali mata Yura mengerjap untuk memastikan apa kah ia tidak salah lihat. Bagaimana bisa dalam sekejap mata dirinya sudah berpindah ke pelukan seorang Azka yang tidak lain adalah suaminya sendiri?


"Ka-kamu disini?" Yura bertanya setelah alunan musik berhenti. Namun, Azka tidak langsung melepaskan dirinya, malah semakin menarik pinggangnya. "Azka lepas."


Azka tak bergeming menatap Yura, ia cukup terkesiap melihat Yura berada di tempat ini bersama dengan Ega, namun ia sembunyikan keterkejutan itu di balik wajahnya yang datar.


"Balikin cewek gue, Bro!" Seruan Ega membuat Azka dan Yura sama-sama melihatnya. "Jangan sampai lo terpesona sama pasangan gue." Ega sengaja mendorong pelan punggung Azka hingga berhasil membuat jarak antara Azka dan Yura.


"Sayang, kamu hampir buat aku jatuh." Agata langsung menggandeng Azka. Ia tidak suka melihat cara Azka menatap wanita itu.


"Hem, Maaf." Azka bicara pada Agata namun matanya terkunci pada Yura. Ia perhatian penampilan Yura dari kaki hingga atas kepala. Bagaimana bisa wanita ini terlihat memukau seperti ini? Dan apakah dirinya telah terpesona pada istrinya ini?


"Yura kenalin dia ini Azka dan agata.


Pasangan fenomenal yang sebentar lagi menikah juga," seru Ega.


"Senang bertemu kalian."

__ADS_1


Yura tersenyum dan bersikap seolah tidak mengenali Azka. Ia melihat Agata yang tampak serasi mendampingi Azka. Wanita itu cantik sekali. Dan terang saja selama ini Azka sangat setia padanya.


Rahang Azka mengeras melihat sikap Yura yang acuh padanya. Bisa-bisanya Yura mengulurkan tangan padanya.


"Agata."Agata menyambut tangan Yura. "Dan ini Azka calon suamiku," ucapnya memperjelas hubungannya dengan Azka.


"Iya, aku udah tahu," jawab Yura santai.


Agata mengernyitkan dahi melihatnya.


"Ega sudah bilang kan kalau sebentar lagi kalian mau menikah?" Yura tertawa mencairkan suasana.


"Oh, iya. Kalau gitu aku mau kamu menjadi pendamping ku nanti. Kamu kan pacarnya Ega dan aku harap kamu bisa ikut berpartisipasi di dalam pernikahan kami," ujar Agata. "Boleh 'kan, Sayang?"


"Jangan kaget, Azka memang seperti itu. Irit bicara dan selalu bersikap semaunya," ucap Ega, sikap Azka yang acuh pada Yura membuat dirinya tidak enak hati.


"Jadi, dia temanmu? Kenapa dunia ini begitu sempit?" gumam Yura, ia tidak menyangka Ega dan Azka berteman baik. Jika seperti ini pernikahan mereka bisa terbongkar.


"Kamu bilang apa?"

__ADS_1


Yura menggelengkan kepala. "Bukan apa-apa. Ega, aku ke toilet sebentar," pamitnya lalu buru-buru pergi untuk menenangkan diri.


Aga memutuskan kembali bergabung dengan Antonio dan menunggu Yura di sana.


***


"Sayang kamu kenapa, sih dari tadi diem aja?" protes Agata ketika sudah duduk di samping Azka. "Kamu kayak lagi mikirin sesuatu."


Ya, sedari tadi pria itu memikirkan Yura. Semua tentang Yura. Mendadak banyak yang ingin ia tanyakan kepada wanita itu terutama mengenai hubungannya dengan Ega.


"Aku lupa, aku harus hubungi papa. Kamu tunggu di sini sebentar, ya." Azka beranjak dan berpura-pura sibuk dengan benda pipihnya, padahal ia sengaja pergi setelah melihat Yura pergi ke arah lain sedangkan Ega kembali ke meja mereka.


"Mau ke mana dia?" tanya Ega ."Baru duduk udah pergi aja."


"Ada urusan sebentar, " jawab Agata. "Jadi, udah sejauh apa hubungan kamu sama Yura itu?"


"Hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyebarkan undangan pernikahan. Aku selalu serius dalam menjalin hubungan. Tidak sepertimu."


"Apa maksudmu?" tanya Agata geram.

__ADS_1


Ega tersenyum tipis. "Jangan pura-pura. Aku tahu apa yang kamu lakukan di belakang Azka."


Wajah Agata memerah mendengar ucapan Ega. Sementara Antonio tak acuh mendengarnya.


__ADS_2