Terjerat Pesona Istri

Terjerat Pesona Istri
Berdansa


__ADS_3

Dengan bangga Ega memperkenalkan Yura kepada teman-temanya. Sontak, kehadiran Yura menjadi pusat perhatian yang tidak kalah dari kedua mempelai yang duduk di sibggah sana.


"Serius ini cewek lo?" Antonio tidak percaya begitu saja. Sedari tadi ia memperhatikan Yura.


"Iya lah. Udah jangan diliatin nanti lo tikung lagi." Ega menepuk pipi Antonio jomlo sejati yang sampai sekarang tidak laku-laku.


"Nggak cocok." Antonio terkekeh sebelum kepalanya dipukul Ega hingga pria itu mengumpat.


Sementara Yura duduk canggung menghadap mempelai yang terlihat tampak serasi. Prianya bak pangeran berkuda putih sedangkan wanitanya pun tidak kalah cantik dari putri kerajaan. Benar-benar pasangan dan pesta pernikahan yang sempurna.


Pesta petnikahan yang sama persis seperti mimpinya dari kecil, sayangnya petnikahannya tidak seindah mimpinya tersebut.


Azka... satu nama itu tersebut di hatinya. Ah, mengapa di saat seperti ini harus mengingat pria itu?


"Si kambing belum datang?" Ega memanjangkan leher melihat pintu masuk. Namun, tidak ada tanda-tanda kehadiran Azka di sana.


"Masih otw. Bentar lagi juga nongol," jawab Antonio lalu ia merangkul Ega dan berbisik. "Gue pinjem Yura untuk jadi patner dansa, ya."


"Enak aja lo!" Ega menyikut perut Antonio tidak terima. Enak saja dirinya saja menahan diri untuk tidak mengajak Yura dansa karena tidak mau wanita itu merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Yura tidak tahu kalau kedua pria itu berbisik tentangnya. Ia masih fokus melihat pengantin yang kini sudah berdansa di podium.


Beberapa saat kemudian para tamu yang berpasangan pun ikut bergabung di lantai dansa mengikuti irama yang dimainkan.


Yura tersentak ketika Ega mengulurkan tangan padanya. "Mau berdansa denganku?" Pria itu membunggukkan setengah badannya.


"Tapi aku nggak bisa dansa...."


"Please...."


Yura melihat keadaan sekitar. Beberapa pasang mata memperhatikan dirinya hingga ia terpaksa menerima ajakan Ega.


"Nggak sia-sia ngumpulin keberanian." Ega membatin, ia melingkarkan tangannya di pinggang Yura siap membimbing wanita itu untuk mengikuti langkahnya.


Azka tampak tampan dengan rambut yang dikuncir. Sementara Agata pun tampak cantik sekali. Gaun warna putih berbentuk vneck memperlihatkan belahan dada wanita itu.


"Mewah banget, ya, Sayang. Aku juga pengen pesta pernikahan kita seperti ini." Agata mengeratkan genggaman tangannya pada Azka memamerkan kepada semua orang kalau dirinya adalah wanita beruntung memiliki pria seperti Azka.


Azka hanya berdehem singkat, ia tidak mau menjanjikan sesuatu yang baginya sulit dilakukan. Bagaimana pun ia harus menyelesaikan urusannya dengan Yura terdahulu baru bisa menikahi Agata.

__ADS_1


"Akhirnya yang ditunggu datang juga. Dari mana aja, sih, Bro? Dari tadi gue sama yang lainnya udah nunggin!" ucap Antonio sembari menepuk lengan Azka. Kemudian beralih melihat Agata. "Hai, Agata makin cantik aja."


Agata tersipu. "Bisa aja kamu."


Azka melirik malas. Ntah ada apa dengan hari ini yang pasti malam ini ia seperti tidak bersemangat.


"Ega mana? Dari tadi dia sibuk nyuruh gue cepet datang ke sini. Tapi, gue nggak liat dia. Awas aja kalau tu anak belum datang. " Azka kesal sendiri.


"Kebetulan!" Antonio menggiring Azka perlahan ke lantai dansa tentu saja Agata pun ikut dengannya. "Ega lagi dansa sama ceweknya, kalian jangan mau kalah," ucapnya sembari mengajak pasangan itu membelah keramaian.


Azka malas sekali namun tidak punya pilihan untuk mundur apa lagi Agata sangat bersemangat.


Setelah berada di antara pasangan yang lain. Agata langsung menarik tangan Azka untuk ia letakkan di pinggangnya. Dan mereka pun mulai berdansa.


"Sayang, bukannya itu Ega?" Agata melirik Ega yang berada tidak jauh dari mereka. Meskipun cahaya di ruangan itu cukup redup tapi Agata yakin tidak salah lihat.


Pandangan Azka menemui punggung wanita yang berdansa dengan Ega. Ia bisa meihat Ega tidak bosan melengkungkan senyuman, bahkan matanya tampak dalam memandang wajah wanita yang wajahnya belum terlihat jelas.


"Mereka kelihatan serasi," ucap Agata lagi. Azka acuh seperti tidak perduli.

__ADS_1


Gerakan dansa itu membuat mereka harus berputar dan bertukar pasangan. Azka begitu terkejut ketika menyadari jika wanita yang tadi berdansa dengan Ega adalah Yura. Sontak, ia melepaskan Agata dan langsung meraih tangan Yura. Matanya menatap tajam pada wanita itu.


"Azka?" Mata Yura membola melihat pria yang kini telah melingkarkan tangan di pinggangnya.


__ADS_2