
Percakapan antara sang gadis dengan ibu Jack, berlangsung sangat seru, sebab ada beberapa part yang harus dilakukan Reniva sesuai dengan arahan Jack.
Alhasil apa yang dikatakan Reniva bukan sepenuhnya kehendak hatinya, namun saat Reniva diminta berbohong mengenai statusnya, dia tidak mau.
Reniva masih bersuami, ibunya Jack marah besar.
"Heh, apa kau memiliki sopan santun? dia sudah bersuami. Kenapa kau masih mendekatinya?"
Suara sang ibu sangat menggelar, terlihat begitu kesal sebab pilihan sang putra jatuh pada seorang Reniva yang nyatanya masih berstatus istri Ricky.
"Dia akan segera bercerai, suaminya selingkuh."
"Tetap saja, sebelum dia benar-benar bercerai, ibu akan memantau semuanya. Huft, kenapa kau memilih wanita seperti itu sayang. Aku sangat berharap kau memiliki seorang istri yang sebelum berstatus single, bukan istri orang. Pusing ibu, Jack."
"Ya dia akan jadi janda alias single dalam waktu dekat, aku akan membereskan segalanya. Ibu tenang saja."
"Cih, apa sih yang kau mau? single atau janda tidak sama sayang? apa kau bodoh?"
"Bu, aku sakit perut, hari ini juga ada rapat, maaf aku harus menutup panggilan ini. Aku sayang ibu."
Tut ... Tut ... Tut ....
Panggilan telepon usai, Jack mengakhiri segalanya sebelum bermasalah dengan sang ibu.
"Kapan kita pergi?" tanya Reniva.
"Sekarang, go!" jawab Jack.
Dia menyimpan ponsel di saku celananya lalu tancap gas menuju luar kota, sebenarnya ada pertemuan yang harus di lakukan, tapi Jack menundanya, dia lebih memilih proyek lain.
__ADS_1
Sebuah pekerjaan penuh tantangan serta memiliki tingkat keuntungan lebih banyak.
"Bukannya ada pertemuan dengan tuan Hugo? kenapa kau belok ke kanan?" tanya sang gadis merasa aneh dengan apa yang dilakukan oleh pria itu.
"Kita keluar kota, selama satu minggu."
"Apa? lalu naik apa ke sana?"
"Aku dan ayahmu sudah merencanakan hal ini dengan sangat matang. Jadi kau hanya ikut saja, aku tidak tahu kapan Ricky pulang, jadi aku dan ayahmu membagi tugas. Urusan luar kota adalah bagianku, urusan dalam kota bagian ayahmu. Cukup adil bukan? aku sampai heran dengan Ricky, dia itu adalah orang yang sangat dicintai oleh keluargamu, semua aset atas namanya, tapi dia seperti pria tidak tahu diri."
"Stop, jangan menjelekkan suamiku."
"Haha, aku memang harus segera menculikmu, agar kau bisa bahagia tanpa perlu makan hati terus menerus."
"Diam tuan Jack, daripada aku telepon ayahku."
"Okelah."
Jack sangat senang bisa berduaan dengan Reniva, dia menjadikan perjalanan dinas ini sebagai kencan pertamanya.
Pendekatan tersembunyi yang coba Jack lakukan.
Perjalanan menuju luar kota sangatlah melelahkan, tapi tidak begitu yang dirasakan oleh Jack, dia memang tampan dan kaya raya, tapi pengalaman pergi bersama wanita, ini adalah pertama kalinya.
"Kau tahu Reniva, aku adalah orang paling beruntung di seluruh dunia karena bisa mengenalmu pada saat yang tepat."
Sang wanita sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Jack, dia hanya fokus dengan ponselnya.
Jack terus saja bercerita sampai Reniva tertidur.
__ADS_1
"Haha, ya begitulah aku, aku selalu banyak bicara dengan segala gaya. Terutama saat ...."
Sang pria menoleh ke arah Reniva, dia melihat wanita itu tidur dengan pulas.
"Dia tidur," batin Jack.
Jack merasa senang dengan pemandangan ini sebab, Reniva adalah orang yang sangat ingin ia lihat saat membuka mata.
Ini adalah kesempatan paling luar biasa.
Dua jam berlalu ...
Luar kota masih satu jam lagi lewat perjalanan darat, Jack kemudian mendapatkan telepon dari ayah Reniva.
"Jack, kau sudah sampai mana?"
"Baru sampai km 24 tuan, aku memperlambat laju mobil karena menggoda dan membantu nyonya Reniva tersenyum. Aku merasa bersalah jika seorang gadis bisa diam saja dan tidak mau berbicara karena aku."
"Bukan, dia memang seperti itu sejak dulu. Jadi mohon maaf ya?"
"Tak apa, aku juga paham semua yang ada di keluarga, dia adalah temanku juga."
Sang pria merasa senang sekali, selain bisa bekerja sambil berlibur, dia juga bisa dekat dengan Reniva.
Sebuah perjalanan yang tidak bisa dijelaskan.
Sungguh real.
*****
__ADS_1