Terjerat Pesona Istri Orang

Terjerat Pesona Istri Orang
Antara aku dan kau


__ADS_3

Jack terlihat berada di samping Reniva. Dia kemudian mencoba untuk sok bertanya, padahal ini adalah bagian dari rencananya.


"Kau baik-baik saja nyonya Reniva?" tanya Jack.


Tanpa ada yang mempersilakan, dia duduk di samping Reniva.


Tak ada yang keberatan, bahkan Reniva sendiri hanya diam.


"Kau berada di sini tadi malam?" cetus Reniva.


"Iya, ada apa?"


"Kau tahu aku sedang mabuk?"


"Ya tahu lah, jelas sekali. Kau meminum wine, ingin main sendiri di kamar mandi, tapi justru menangis. Kau bahkan ingin tidur denganku, tapi sayangnya aku bukan pria macam Ricky. Aku masih bisa menahan segalanya. Meski tujuanku di sini adalah memilikimu, setidaknya aku ingin membuktikan kepadamu bahwa setiap pria tak sama. Aku masih memikirkan kau, masa depanmu."


Deg!


Reniva bahkan tak paham jalan pikiran seorang Jack, kata-kata pria ini sangat menyebalkan tetapi begitu manis.


Reniva terdiam, tak mampu berkata-kata lagi.


"Kau adalah orang yang sangat aku cintai, aku terbiasa menjaga apapun yang aku sayang dan cintai. Terutama kau, jika tidak, aku sudah mengatakan ya saat mulutmu itu mengajak aku tidur bersamamu. Sebagai seorang pria, melihat tubuh molek nan mulus, siapa yang tidak mau? hanya saja otakku masih waras. Kau paham kan?"


"Cih, sok suci. Katakanlah kau hanya berpura-pura saja."


Sang pria lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajah sang gadis secara tiba-tiba, Reniva membelalakkan matanya dan melihat ada ketulusan di dalam matanya.


Seketika jantungnya berdegup kencang, dia tak paham rasa apa ini, hanya saja membuatnya tidak nyaman.


"Tuhan, jangan buat aku malu," batin Reniva yang semakin panik saat bibir Jack semakin dekat dengan bibirnya.


"Haha!"


Tawa menggelegar, membuat Reniva tersadar bahwa Jack hanya bermain-main saja.


"Kau sudah tegang, padahal baru aku dekati. Hm, jangan-jangan kau yang ingin menjadi milikku? kau mengaku saja jika sudah bosan sabar, sudah bosan menjadi seorang istri yang sok kuat," ungkap Jack sambil menjauh dari Reniva.


Dia berada di samping jendela, memantau situasi.


"Suamimu belum pulang, entah kau akan kembali atau tidak, menurutmu, dia kembali atau tidak?"


"Aku bukan temanmu, jadi tidak usah bicara sok akrab denganku."


Reniva masih terlihat angkuh, dia tidak mau mengakui jika apa yang dikatakan oleh Jack memang ada benarnya.


"Hahaha, kau terlalu dingin, baby. Aku tahu, kau sudah tersentuh dengan kata-kataku. Aku pribadi tidak akan menyerah sebelum kau mau menjadi kekasihku. Saat kau mengatakan siap, kau berlari ke arahku, aku pasti akan memelukmu sampai mati."


Ucapan Jack lagi-lagi menggetarkan jiwanya, selama ini belum pernah dia menemukan seorang pria dengan kemauan kuat, itu hanya Jack saja.


Ricky, memang tak ada harganya, bahkan dia terlihat sangat kacau dengan perselingkuhan yang coba di tutupi.


Reniva tahu akan hal ini, namun masih menutup mata dan telinga.

__ADS_1


Dia seakan tidak mau ribet dengan segala hal yang ada di kehidupannya, dia ingin semuanya baik-baik saja meskipun Reniva tak mampu menahan rasa kecewanya pada Ricky.


"Maaf, kau tidak ada keperluan lagi denganku. Kau sudah mengatakan semuanya bukan?"


"Reniva, kau pikir baik-baik apa yang aku katakan, jangan terlalu keras dengan hidupmu. Buka hati dan pikiranmu, Ricky tak sebaik yang aku kira, jika kau kehilangan harta, aku memiliki banyak harta. Datanglah padaku, oke?"


Jack bahkan promosi terus, dia merasa bahwa saat yang tepat untuk memperkenalkan dirinya pada Reniva.


"Aku tidak paham apa kata-katamu, tolong, segera pergi dari sini."


"Oke, oke. Kau tidak perlu marah."


Jack pergi, tapi sebelumnya, mengedipkan mata ke arah sang gadis.


Dia mengatakan akan tetap berusaha sampai Reniva luluh.


...


Jack perlahan menghilang dari hadapannya, dia cukup senang dengan hal ini, tapi dia resah.


"Jack, bukan pria yang jahat. Dia juga bukan pria yang baik, aku terlalu polos atau apa ya? mudah sekali bagiku kagum dengan orang macam itu," batin sang gadis.


Dia tak bisa menahan semua perasaan itu sendiri, rasanya sangat aneh dan membebani, kapan jantungnya berdegup kencang, kapan otaknya teracuni dengan kata-kata Jack.


Semuanya seakan tidak bisa di pahami olehnya.


Hingga panggilan telepon dari sang suami, mengagetkannya.


Dia segera menjawab panggilan telepon itu.


"Iya, maaf aku tadi malam lupa."


"Oh oke, tak masalah."


"Ehm, aku ingin bicara denganmu, ini penting."


"Tentang apa ya?"


"Bisakah kau mengizinkanku menikah lagi?"


Sang suami memang kejam, sudah berulang kali menyakiti tapi teganya minta nikah lagi.


"Ricky, apa maumu?"


"Sunnam hamil, kau mau apa? apa aku mau kita dalam masalah?"


"Ricky, itu urusanmu! pokoknya aku tidak mau kau menikahinya!"


"Cih, aku sudah mengatakan padamu baik-baik tapi nyatanya seperti ini, sudahlah! aku akan menikah tanpa seizinmu! jangan tanya jika aku tidak pulang untuk satu minggu lagi, sudah ada Jack yang aku perintahkan membantu semua pekerjaanku. Kadang aku tak paham, ada pria bodoh seperti Jack yang sangat mudah di tipu!"


"Setidaknya dia lebih baik darimu!"


"Haha, baik darimana. Kau suka dia? ambil! kita bercerai saja, kau bersamanya, aku akan menikahi Sunnam."

__ADS_1


"Ricky, kenapa kau sangat jahat! kau anggap apa pernikahan kita selama ini!"


"Hanya kompromi, aku tak mau berdebat denganmu! bye!"


Panggilan telepon langsung di matikan oleh Ricky, pria kurang ajar yang masih berani izin menikah.


"Hiks, apakah aku harus seperti ini? menunggu pria kurang ajar seperti itu?"


Kini sang wanita merasa menyesal, kenapa dulu dia mau berkorban, apa yang dikatakan oleh Jack, memang benar adanya.


Namun, semuanya sudah terlanjur, dia tak bisa melakukan apapun lagi.


...


Di kamar Jack ...


Sang pria terlihat sedang mengecek beberapa berkas pekerjaan, hari ini dia ada meeting.


"Pria tidak waras itu, apa mau kabur dengan Sunnam?"


Jack meletakkan beberapa berkas, dia terlihat menelfon anak buahnya.


"Heh, ada kabar apa lagi?"


"Sunnam ternyata kekasihnya bos Frans, dia hanya memanfaatkan tuan Ricky."


"Sudah aku duga, lalu apa yang akan dia lakukan?"


"Belum paham bos, hanya saja aku mendengar jika tuan Ricky akan menikah dengan Sunnam."


"Apa? ada pria itu sudah hilang akal? bukannya sudah ada Reniva?"


"Dia memang sudah ingin menikah sejak awal, hanya saja pernikahan dengan Reniva adalah sebuah kompromi atau palsu semata."


"Hm, terus pantau Ricky, sampai dimana kegilaannya akan berlanjut."


"Siap bos!"


Panggilan telepon usai.


Sang pria, ingin sekali menemui Reniva, tapi nyatanya ada ketukan pintu yang membuatnya harus sedikit bersabar.


"Masuk," kata sang pria.


Seorang pria paruh baya dengan senyumannya, terlihat sumringah, dia ingin sekali berbicara dengan Jack.


"Tuan, ada apa?" tanya Jack heran.


Tidak seperti biasanya ayah Reniva datang ke ruangannya.


"Hebat Jack, aku bangga padamu."


Sang pria paruh baya mendekat ke arah Jack, dia memeluk erat tubuh pria muda itu.

__ADS_1


Rasanya masih tidak paham, Jack hanya mengikuti apa yang akan dilakukan oleh ayah Reniva.


*****


__ADS_2