Terjerat Pesona Istri Orang

Terjerat Pesona Istri Orang
Dekat dan terasa nyata


__ADS_3

Dalam perbincangan yang cukup intens itu, ayah Reniva sangat berharap anaknya bisa merasakan sebuah perjalanan tanpa perlu memikirkan apapun.


Seperti sebuah wisata yang tak terencana.


"Bagaimana maksudnya tuan?" tanya Jack.


Dia merasa ada yang aneh dengan permintaan sang bos.


Namun, dia mencoba untuk mengikutinya.


"Ya, kau adalah temannya, selama ini anakku memang tak memiliki teman. Aku tahu dia bahagia, tapi bahagianya, bukan seperti sebelum menikah. Reniva tak pernah jujur padaku, dia merasa baik-baik saja meski rasanya sangat sedih."


Terdengar sangat jelas bahwa ayah Reniva sangat mencemaskan sang putri.


Dia tak mau lagi dibebankan rasa bersalah, rasanya sangat sesak, sebab tak ada yang benar-benar membuatnya bahagia.


Sang putri menderita, dia mulai paham.


"Tuan, ada apa?"


"Aku merasa curiga dengan Ricky, dua hari lalu aku melihat pria yang mirip dengan Ricky. Pria itu langsung kabur. Aku berpikir bahwa itu bukan menantuku."


Ayah Reniva sudah muncul rasa-rasa tak biasa di dalam dadanya.


Semuanya begitu cepat, tak terasa begitu mudah bagi Jack membongkar semuanya, hanya saja dia berusaha untuk tidak banyak bicara.


"Mungkin bukan Ricky. Ehm, kalau begitu, aku tutup dulu ya tuan. Hampir sampai, aku lewat jalan lain, jadinya agak cepat."


"Oke, hati-hati ya? jaga anakku dengan benar. Jangan buat dia menangis, awas saja kau."


"Haha, tenang saja. Aku akan membawa diri."


"Siap."


Panggilan telepon usai.


Sang pria melanjutkan perjalanan.


.


.


.


Satu jam kemudian ...


Akhirnya mobil sang pria berada di depan sebuah hotel, tempat melangsungkan acara.


Selain rapat, ada misi lain yang akan di lakukan oleh Jack, yaitu membahagiakan sang gadis.

__ADS_1


Dia terlihat memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia.


Lalu ponselnya tiba-tiba berdering.


Ia segera menjawab panggilan telepon itu.


"Halo, siapa ini?" tanya Jack yang tak mengenal siapa yang meneleponnya.


"Aku Ranu, kolega tuan Ricky. Aku tidak bisa datang tuan, hanya ada beberapa saja yang akan ikut rapat. Maaf ya, kau di sini sampai satu minggu kan? nanti kita rapat sendiri saja, bagaimana?" jawab kolega bernama Ranu.


"Oh iya, tak masalah tuan. Nanti aku akan mengatur jadwalnya."


"Ehm, siap. Sebagai permintaan maaf, tuan boleh datang ke tempat wisata milikku, nanti aku berikan gratis pelayanan yang sangat bagus."


"Wah, ini sangat berlebihan tuan, tidak perlu repot-repot."


"Tidak repot, tuan bisa datang kapan saja di pemandian air hangat di pusat kota, suasananya sangat asri."


"Oke siap."


Panggilan telepon itu usai, lalu sang pria merasa senang.


Akhirnya ada orang yang menawarinya liburan.


"Hahai, lumayan lah," batin sang pria.


Dia menatap wajah Reniva, sang pria cukup bahagia.


Ya, cintanya masih menggebu untuk seorang Reniva.


Dia tak akan melepaskan kesempatan ini.


Perlahan sang pria membangunkan sang gadis, lalu mata indah itu terbuka dengan sempurna.


"Hoam, ada apa?" tanya pemilik mata lentik itu.


Dia menguap saja sudah cantik, apalagi tersenyum, rasanya sangat bahagia mampu melihat Reniva bangun tidur.


"Aku sedang membangunkan kau, sudah sampai di hotel. Rapat akan segera di laksanakan, kau mau ikut?"


"Iya lah, aku ke sini karena ingin melihat pekerjaanmu. Apakah selama ini memang bekerja dengan baik atau hanya main-main saja."


"Haha, lucu sekali."


Kedua orang itu turun dari mobil.


Setelahnya, berjalan menuju pintu utama hotel.


Di sana ada beberapa gadis cantik.

__ADS_1


Jack mendapatkan pujian dari mereka.


"Wah pria tampan yang sangat rupawan, aku merasa jika dia akan menjadi jodohku!"


"Iya, tuan, siapa namamu?"


Seorang gadis berjalan ke arah Jack, dia begitu berani sambil memeluk tubuh Jack


Reniva yang muak, langsung menyingkir.


Sedangkan sang gadis berada di dalam pelukan Jack.


Dia memang begitu pandai menggoda, hingga Jack melihat beberapa orang mendekati Reniva.


Dia melepaskan gadis yang menempel di tubuhnya.


Lalu menghampiri Reniva.


Setelah dia berada di belakang Reniva, langsung saja Jack merangkul pundak Reniva.


Reniva menoleh ke arah Jack dan berusaha untuk melepaskan rangkulannya.


Namun, Jack tidak memperbolehkannya.


"Wanita ini tidak mau kau rangkul."


"Kau tahu apa? dia kekasihku!"


"Haha, baru kekasih kan?"


"Kami sudah menikah."


Reniva makin tak paham.


"Haha, mana buktinya, apa aku harus melepaskan bajuku agar tahu betapa ganasnya dia di malam hari?"


"Astaga! pria tidak waras, aku butuh surat nikah bukan melihatmu tak berpakaian!"


"Surat nikah bisa palsu, kalau lihat tubuhku, baru asli. Mau? aku buka dulu ya."


Kelima orang yang tak tahan melihat kelakuan Jack, mereka lalu mengucapkan sumpah serapah.


Melakukan beberapa hal yang membuat sang gadis tersenyum.


"Kenapa? kau senang?"


"Kau gila!"


Sang gadis berjalan terlebih dahulu menuju lift, Jack juga mengekor langkah Reniva.

__ADS_1


Di dalam benak Reniva, seorang pria yang mampu membuatnya berpikir out of the box adalah Jack, hanya saja rasa sayangnya terhadap Ricky langsung menutup kekaguman itu, dia murung kembali.


*****


__ADS_2