Terjerat Pesona Istri Orang

Terjerat Pesona Istri Orang
Mengenal lebih dekat


__ADS_3

Rapat hari ini usai, pujian bertubi-tubi terdengar sangat nyata, membuat seorang Reniva begitu senang.


Dia meminta Jack untuk mengajaknya jalan-jalan, namun Jack diam saja.


Di ruang rapat, masih ada dua orang itu, sebab yang lain sudah pulang terlebih dahulu.


Jack bertanggung jawab dengan segala urusan Ricky, jadi dia mencoba untuk membereskan satu persatu berkas yang sudah ditandai tangani, masih ada beberapa rapat lagi, dia juga menyiapkan materi.


"Aku bicara denganmu, kenapa kau diam saja?" tanya Reniva merasa tidak dihiraukan.


"Aku sedang sibuk, apakah kau tidak melihatnya?" jawab Jack.


"Astaga, bukannya kau berada di sini untuk menyenangkan aku? kapan kau akan melakukannya?" cetus sang gadis.


"Haha, menyenangkan seperti apa yang kau maksud? apakah masuk ke dalam hotel dengan memesan kamar, apakah satu hal yang sama dengan kata menyenangkan aku?"


Tatapan mata Jack tak fokus pada Reniva, dia masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Oke. Aku akan menunggumu, kau harus mengajakku jalan-jalan."


"Baiklah."


Sang wanita merasa bosan, dia sangat percaya diri ternyata, di ruangan itu, Reniva mengambil gambar dirinya sendiri.


Selfi sampai lupa diri jika ada pria di tempat itu.


"Bodo amat, yang penting aku senang," batin Reniva.


Dia masih saja bersenang-senang dengan ponselnya, sedangkan Jack segera beranjak dari tempat duduknya.


"Mau jalan-jalan tidak?" tanya Jack.

__ADS_1


"Katanya tidak mau?" cetus Reniva masih bermain dengan ponselnya.


"Aku akan keluar dari hotel ini dan mencari tempat yang bagus untuk menyegarkan otak. Jika ingin ikut, kau bisa pergi bersamaku. Jika tidak mau, nyonya Ricky bisa datang padaku dengan senyum yang menawan."


Sang pria sangat senang menggoda Reniva, apalagi hari ini, Jack ingin menunjukkan betapa cintanya sangat suci untuk istri orang itu.


.


.


.


Di tempat parkir ...


Langkah Jack, terlihat sangat santai dengan Reniva yang mengekor di belakangnya.


"Aku ikut," ucap Reniva.


"Hm, aku berubah pikirkan. Awalnya ingin di kamar hotel saja, namun saat mengingat pesan ayah, setidaknya berlibur di tempat ini, boleh juga."


Sang wanita sangat pandai beralasan, Jack hanya bisa tersenyum mengetahui kelakuan Reniva.


Di dalam mobil ...


Jack sudah duduk di kursi kemudi, Reniva berada di jok belakang.


Dia merasa menjadi nyonya, jadi dia tidak mau duduk di samping Jack.


Sang pria tidak terlalu menghiraukan hal semacam ini, lebih baik diam dan lakukan sesuai rencana.


Itu adalah kata-kata yang ada di benak Jack.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, sang pria menghidupkan mesin mobil, tak lupa memasang sabuk pengaman.


Jack mengingatkan sang nyonya muda untuk menggunakan sabuk pengaman juga.


Sang nyonya muda tidak memberikan respon, dia tidak peduli dengan apapun yang di katakan oleh Jack.


"Sudahlah, aku tidak mau berdebat."


Kali ini Jack benar-benar menunjukkan keisengannya.


Secara tiba-tiba, Jack menginjak rem, alhasil penumpang yang ada di jok belakang harus maju ke depan, alias jatuh dengan posisi kepala menumbuk jok depan, tempat Jack duduk.


"Woy! bisa gak sih pelan aja," teriak Reniva.


Baru pertama kali Jack mendengar teriakan wanita anggun yang masih suci itu, dia sudah menemukan sisi lain seorang Reniva.


"Kau cantik saat berteriak."


"Aku kesal, kenapa kau malah senang! Huft! tuan Jack, kau harus ganti rugi dengan membawaku makan di tempat dengan menu yang enak dan mahal!"


Apa yang dikatakan oleh seorang Reniva, adalah isi dari kepala Jack.


Sang pria tidak merasa keberatan, dia rela menghabiskan banyak uang untuk memberikan yang terbaik untuk seorang Reniva.


"Oke, kita go!"


Jack kembali gas pol dengan hal yang sama, membuat Reniva terkejut dan berteriak kembali.


"Jack sialaaaan!"


*****

__ADS_1


__ADS_2