Ternyata Aku Tak Mengenalmu

Ternyata Aku Tak Mengenalmu
Mengenalmu?


__ADS_3

"Om, katanya mau ajak aku ke hotel!" ajak yola dengan manjanya kepada om bambang. Iya, dia adalah om bambang. lelaki paruh baya berusia 40 tahun yang bekerja sebagai kontraktor listrik. dia menyewa ruko milik keluarga yola. Sedangkan yola, gadis berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP kelas 9.


"Bawa pengaman, jangan lupa!." celetuk om bambang sembari mematikan laptopnya.


"ashiyap om!". jawab yola dengan cerianya.


"eits pamit dulu sama mamamu, nanti kamu di cariin, om ga mau kena marah". perintah om Bambang kepada yola yang tengah asik mengemasi barang-barangnya.


"udah tadi om, sebelum kesini ak dah bilang mau ke hotel sama om, trus dah di ijinin sama mama. ini di kasih uang sama mama buat jajan di sana". jawab yola sembari menunjukkan uang dari dalam sakunya.


"bu, ini anaknya mau aku ajak pergi, boleh?" teriak om bambang kepada mama yola yang saat itu sedang duduk di teras rumahnya.


"dah, bawa aja sana pak. sudah pasrah saya sama kelakuan anakku" canda mama yola ke om bambang.


"lah, om ini, gak percayaan amat ama aku" celetuk yola sembari masuk ke mobil om bambang.


Om Bambang pun tertawa kecil dengan ocehan yola. Begitulah yola, dia masih SMP kelas 9. Tapi dia banyak bergaul dengan orang yang usianya jauh di atasnya. Bahkan ada yang usianya lebih tua dari pada ayahnya. Yola merasa lebih nyaman dan bahagia ketika berkumpul dengan orang yang jauh lebih tua dari Yola. Bahkan orang tua yola sudah pasrah dengan keanehan Yola. Berkali kali yola di kenalkan dengan teman seumurannya. Tapi berkali kali juga Yola tak bisa akrab dengan temannya. Bahkan teman sekolahnya pun tidak ada yang bisa dekat dengan Yola.


"yola, bangun. dah sampai di hotel nih" teriak om bambang sembari membangunkan yola yang tengah tertidur pulas di mobil.


Yola yang tengah tertidur pulas pun langsung bangun. Tak lupa dia membawa peralatan tempur nya sebelum masuk hotel. Kemudian bergegas lari memasuki hotel. Tanpa mengindahkan om bambang yang saat itu sedang mengambil barang- barang di bagasi mobilnya.


"yola, masuk sini!" teriak om bambang dari dalam kamar hotel.


"iya kenapa om?" tanya yola sembari masuk ke kamar hotel


"sini liat, ada yang salah ga di ruangan ini?" ucap om bambang lembut


Yola pun berkeliling ruangan kamar hotel. Mengamati tiap jengkal yang ada di ruangan itu. "nah ini om, iya kan! kebanyakan titik lampunya" celetuk yola sambil menunjukkan titik lampu di kamar hotel itu


om bambang pun hanya menggelengkan kepalanya, sembari menyilangkan tangannya. matanya melirik sambil memberikan kode kepada yola. tetapi yola masih tidak paham dengan kode om bambang. Yola masih kebingungan dengan maksut om bambang. Dia masih mencari dimana letak kesalahannya.


"jarak lampunya kedeketan om?" teriak yola


om bambang pun masih menggelengkan kepalanya. Yola mulai binggung dengan maksut om bambang.

__ADS_1


"ahaay, ini pasti om. letak saklarnya ketinggian. melebihi aturan PUIL ya. ini lebih dari 160 cm dari lantai nie om". jawab yola dengan bersikap seolah olah yola orang tua yang sedang menggurui anak didiknya


"nah betul sekali, dah sana bilang sama pak tukang suruh benerin!" ucap om bambang seraya meninggalkan yola.


Iya, om bambang saat ini sedang menangani proyek instalasi listrik di hotel. Yola, meskipun dia terbilang masih anak kecil, tapi dia sangat tertarik dengan pekerjaan om bambang. Itulah kenapa setiap proyek om bambang, yola selalu saja ikut. bahkan saking tertariknya, buku om bambang semasa kuliah pun sudah dia pelajari dan hapal di luar kepala. om bambang pun menyambut bahagia dengan kehadiran yola, dia tidak merasa terganggu dengan kehadiran yola yang sering keluar masuk kantornya untuk bertanya hal hal yang baginya penasaran. om bambang sudah menganggap yola seperti anak gadisnya sendiri. begitu pula keluarga yola, kedua orang tua yola juga tidak pernah khawatir ketika yola pergi bersama om bambang. meskipun mereka pergi ke hotel.


"om, kalau hotel sebesar ini, pembagian listriknya gimana om? banyak gitu ya MCB nya? listriknya berpa watt om? luas penampang kabelnya gimana om? kotak MCB nya gede banget dunk om?" tanya yola panjang lebar


om bambang pun hanya bisa tertawa dengan banyaknya pertanyaan Yola. "dah ayok, om ajak ke rumah om. nanti om kasih pinjam buku yang isinya menjelaskan semua pertanyaan mu. dulu om belajar ini 1 semester. dah, kamu baca dulu bukunya sampai tuntas". jelas om bambang sembari mengajak Yola ke rumahnya.


hari sudah mulai gelap. mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah om bambang. lagi lagi, om bambang harus membangunkan tidurnya yola. ya, yola ini tukang tidur di perjalanan. baru tutup pintu mobil, ban muter 3 putaran saja yola sudah tertidur pulas.


"nah, anak gadis siapa ini yang di culik?" goda istri om bambang. namanya tante nia, sosok istri yang lembut yang amat sangat di cintai om bambang. sama seperti keluarga yola. tante nia ini juga tidak pernah mempermasalahkan suaminya kemana mana dengan yola.


"tadi ak di bawa ke hotel lho tante!" ucap yola sembari meringis menggoda tante nia


"nich bukunya" ucap om bambang sambil menyodorkan buku setebal 500 halaman kepada yola. yola pun menyambut bukunya dengan semangat. di bukanya tiap halaman. tetapi yola malah mengerutkan mukanya sembari menatap tajam om bambang.


om bambang pun tertawa terbahak bahak melihat kelakuan yola. "kenapa?" tanya om bambang sembari tertawa


"ya namanya ilmu tingkat tinggi, ya seperti ini. terjemahin satu satu, nanti lama lama kamu pintar bahasa inggris. sambil menyelam minum air" ucap om bambang dengan tertawa menggoda yola. yola pun masih diam cemberut sambil menatap buku tebal berbahasa inggris itu.


"rey, sini rey" teriak tante nia memanggil anak lelaki nya.


"iya ma" jawab rey sembari mendekati tante nia


"kamu kan pinter bahasa inggris, nih ajarin yola bahasa inggris" jelas tante nia ke rey sambil mengarahkan rey duduk di samping yola.


rey, dia anak laki laki tante nia dan om bambang. rey masih berusia 17 tahun, siswa SMA kelas 11. tinggi, putih, bersih dan berkarismatik. namun dia sosok kulkas seribu pintu. pendiam dan tak banyak bicara. berbeda dengan yola yang penuh dengan ocehan ocehan jika bertemu dengan orang yang satu pemikiran dengan yola.


"yol, dah mulai malem nie. kamu om usir sekarang, dah pulang sana" goda om bambang kepada yola


Yola pun makin mengerutkan dahinya karena celotehan om bambang.


"om ga bisa anter kamu pulang. mau ada acara di kampung. biar rey yang anter kamu pulang ya?" ucap om bambang sembari menyuruh rey mengantar yola pulang

__ADS_1


"om, naik ojek aja lah aku" ucap yola sambil bergegas keluar rumah. tak lupa buku setebal 500 lembar ia bawa pulang. tapi tante nia menghentikan langkah yola.


"dah sana, anter yola rey, tau kan rumahnya?" suruh tante nia sembari memaksa yola untuk tidak pulang naik ojek sendiri.


rey pun bergegas mengeluarkan motor dari garasi rumahnya. "dah sana di anter rey, nanti mama mu protes ke om kalau kamu pulang naik ojek" ucap om bambang sembari menggoda yola.


akhirnya rey pun mengantar yola. rey, lelaki tampan, putih, bersih, mulus, wangi, kekar dan karismatik. dia sosok lelaki yang sangat di idolakan gadis gadis di sekolahnya. sedangkan yola, anak gadis yang hoby mbolang. tidak peduli panas matari membakar kulitnya. penampilannya pun seperti gembel. tidak mengenal bedak dan alat make up lainnya. sangat berbeda jauh dengan rey. yola hanya tertarik pada buku buku tebal milik om bambang. sampai sampai yola tak pernah peduli dengan penampilannya.


"hmm, cowok modelan begini. boncengin eike kira-kira malu ga yach" gumam yola dalam hati. sembari menatap punggung rey yang begitu menarik perhatiannya.


"dah sampai, kamu ga mau turun? bener ini kan rumahmu?" ucap rey kepada yola yang masih berpikir kemana mana.


"eh, iya maaf. bener ini rumahku. makasih ya dah di antar" ucap yola gelagapan.


rey pun turun dari motornya, dan mengetuk pintu rumah yola. yola yang masih linglung pun hanya mengikuti langkah rey. seperti bermimpi di siang bolong ada lelaki tampan mengantarnya ke rumah.


"eh nak rey, papamu tadi telp kalau ga bisa nganter yola. makasih ya sudah di anter pulang yola nya, maaf nie merepotkan terus anak tante satu ini, sini masuk rumah dulu, tante bikinin minum" ucap mama yola sembari menggoda rey


"gapapa tante, rey gak repot ko. malah sekalian jalan jalan tante. ini rey langsung pulang ya tante. sudah malam, ga enak sama tetangga kalau saya masih ngapelin yola jam segini" ucap rey dengan sopan ke mama yola


yola yang sedari tadi masih linglung pun lngsung melotot matanya. yola kaget dengan kalimat yang di ucapkan rey ke mamanya. "hah, sinting juga nie anaknya om bambang, bisa bisanya dia ngomong begitu. ngapel? ngapel gundul mu?" gumam yola dalam hati.


"pulang dulu ya tante" ucap rey sambil bersalaman dengan mama yola.


"yol, pulang dulu ya!" ucap rey lagi sambil memberikan cubitan kecil ke pipi yola yang chuby.


"hah, iya, hati hati rey" jawab yola tersendat sendat sembari menahan badannya agar tidak melayang ke udara. "gila nie kulkas seribu pintu rusak apa ya!" ucap yola lirih


mama yola pun tertawa melihat kelakuan anak gadisnya. "duh duh, akhirnya ada juga yang godain anak gadisnya mama satu ini" goda mama yola sambil menutup pintu rumah


"ah mama, apaan sih, rank rey cuman bercanda juga" gerutu yola kesal ke mamanya.


" dah sana tidur, besok bangun pagi, mandi yang cantik. biar kalo di anter rey lagi. rey ga malu" goda mama yola sambil tertawa


...--------lanjut episode 2------...

__ADS_1


__ADS_2