Ternyata Aku Tak Mengenalmu

Ternyata Aku Tak Mengenalmu
episode 5 BIOLA


__ADS_3

yola dan bian berjalan di lorong sekolah. melewati beberapa kerumunan siswa dimana salah satunya ada icha.


"bi, bian kamu les biola ya?" teriak icha ketika yola dan bian berjalan tepat di depannya. di iringi suara tawa teman teman di sekeliling icha. bian hanya diam tanpa sepatah katapun dengan celetukan itu. yola menatap bian, melihat ekspresi bian yang seperti kesal dengan celetukan itu. tapi, yola tak tau apa maksut dari "les biola" yang di ucapkan icha.


"bi, maksutnya les biola apa sih?kenapa aku merasa biola biola itu selalu mereka tujukan ke kita?" tanya yola penasaran.


"udah yol, gak usah cari tau dan ga perlu tau. kita fokus belajar aja. kamu mau kan di terima di universitas negeri? seleksi masuk universitas itu saingannya lebih berat dari pada seleksi masuk SMA" jawab bian dengan cueknya tanpa menatap yola sedikitpun.


yola masih penasaran, tapi benar juga yang di katakan bian. lebih baik tidak cari tau dan gak perlu tau. bian dan yola memiliki sifat yang hampir sama. mereka sama sama tidak mau ambil pusing dengan omongan orang. setiap obrolan mereka jauh dari kata ghibah, gosip dan menggunjing orang lain. bodo amat dengan kelakuan orang. mereka lebih sering mengobrol masalah hoby dan cita cita mereka.


bian juga tidak terlalu memikirkan penampilannya. bian lebih ke tomboy. celana jeans sobek sobek, kaos oblong di padukan dengan kemeja cowok, Hoodie oversize, topi hitam, potong rambut ala harajuku yang begitu pendek, di tambah dengan dengan tindik di lidahnya adalah gaya favorit bian. asalkan sudah keluar sekolah, bian sering pakai tindik di lidahnya. yola sebenarnya ingin juga style seperti bian. tapi apa boleh buat, orang tua yola tak pernah memperbolehkannya.


"bii oooo la mari main biola ... jreng jreng. ha ha ha ha ha" terdengar lagu piano roma irama yang di ganti menjadi biola yang di nyanyikan teman sekelas yola, di iringin suara ketawa lebar sembari melirik ke arah yola dan bian yang saat itu sedang duduk berdua.


"kenapa sih?" ucap yola emosi sembari berdiri hendak menghampiri teman temannya yang sedang tertawa terbahak bahak. tapi tangan yola di tahan bian sekuat tenaga di iringi kedipan bian seraya di tarik untuk duduk kembali.


"aku dulu pernah pukul teman sekelasku sampai dia masuk rumah sakit gara gara seperti ini, aku gak mau kejadian itu terulang lagi. please... bantu aku buat sabar." ucap bian berbisik lirih ke telinga yola yang baru saja dipaksanya duduk. seketika mata yola langsung melotot tidak percaya dengan apa yang di katakan bian.


yola akhirnya memilih untuk tidak ambil pusing dengan celetukan les biola les biola les biola yang akhir akhir ini sering dia dengar di sekolahnya. nanti lama kelamaan mereka akhirnya bosan juga. yola sebenarnya sudah mencari tau dengan bertanya ke kakaknya tentang maksut dari les biola. tapi kedua kakaknya malah heran dengan pertanyaan yola. dan mereka sama sama menjawab "les biola ya belajar biola sama guru les". ya sudah, yola lebih memilih untuk memikirkan masa depannya saja. tak perlu memikirkan omongan orang orang yang memang hobinya menggunjing.


"gimana kabarnya yol?" tanya rey memecah lamunan yola yang tengah asik menyapu halamannya.


"loh, kapan pulang rey. mama lagi gak di rumah lho. sukurin mama gak masakin kamu kapurung dan sambal mangga muda lagi" ucap yola menggoda rey yang tiba tiba datang ke rumahnya tanpa kabar. rey pun langsung duduk di teras rumah yola.


"gimana sekolahmu yol? icha gak bikin ulah lagi kan? ga ada yang nakalin kamu kan di sekolah?" tanya rey kepada yola yang membuat yola heran dengan perhatian rey.

__ADS_1


"baik baik aja sih aku di sekolah, icha ga bikin ulah juga. kenapa nanya gitu?" tanya yola penasaran.


"ya kan aku dah bilang dulu, kalau ada yang berulah sama kamu. aku siap bikin pelajaran ke orang itu". jawab rey seraya berlagak seperti pahlawan super yang menepuk dadanya dengan tangan kanannya. yola sampai terheran heran dengan kelakuan rey.


"bentar, ak jadi penasaran. dulu icha kamu apain bisa kayak gitu?" tanya yola penasaran dengan harapan supaya rey mau menjelaskannya.


rey pun tiba tiba berdiri. tangan kanan mengepal ke atas. berlagak seperti supermen hendak terbang. "lariiiiiii..." ucap rey sembari berlari dengan pose supermannya. yola tak kuasa menahan tawa melihat kelakuan kulkas seribu pintu yang kini telah rusak parah itu. teringat waktu pertama kali bertemu, rey begitu pendiam, cool banget dan tidak banyak tingkah. tapi sekarang? benar benar kulkasnya sudah rusak.


akhirnya yola dan bian lulus dari SMA 1. yola masih tetap pada pendiriannya. melanjutkan kuliah di kota yang sama dengan rey, yaitu yogyakarta dengan jurusan yang dia idamkan selama ini. dan bian masih binggung memilih jurusannya.


ayah bian menginginkan bian untuk bisa melanjutkan bisnisnya. tetapi bian sama sekali tidak tertarik dengan jurusan bisnis, manajemen, perhotelan dan lainnya yang terkait dengan bisnis ayahnya. bian lebih tertarik dengan fotografi dan perfilman. meskipun sangat berat, bian mau tidak mau harus mau untuk mengikuti keinginan ayahnya.


yola yang memahami bian pun berusaha untuk memberikan pengertian kepada ayah bian. saat itu, yola, bian dan om agung berlibur ke luar kota. di tengah makan malamnya, yola berusaha membujuk om agung untuk bisa memahami bian. dengan segala kemungkinan dan resiko yang akan terjadi nantinya. dan benar saja, om agung akhirnya bisa luluh dengan celotehan yola yang panjang dan lebar itu. bian benar benar heran dengan yola.


"kok bisa sih yol, aku dari dulu bujuk papahku ini ga bisa lho. kok kamu bisa?" tanya bian yang penasaran dengan yola. bian pun akhirnya menanyakan apa hubungan ayah bian dan yola? kenapa ayah bian bisa se percaya itu sama bian.


yola dan bian akhirnya di terima kuliah di jogja dengan jurusan yang sesuai dengan keinginan masing masing. karena kampus mereka tidak terlalu jauh, ayah bian memberikan rumah di tengah tengah lokasi kampus mereka untuk di tempati bersama. yola dan bian pun hidup bersama di rumah kecil pemberian ayah bian.


suatu hari, rey datang ke rumah yola. pintu depan terbuka dan terdengar suara tertawa yola dan bian di depan tv. rey pun langsung masuk rumah itu. berdiri tegak dengan penuh analisa, melihat apa yang dilakukan yola dan bian. yola duduk di bawah kursi, sedangkan bian duduk di atasnya sembari memainkan rambut yola. di kepang dua dan di ikat ikat dan di beri sentuhan jepit rambut yang banyak. sembari tertawa geli dengan hasil akhirnya. mereka begitu asyiknya sampai tak sadar jika rey terus memperhatikan mereka berdua.


"jalan jalan yuk, main ke mal deket rumah!" ajak rey kepada yola dan bian. mereka pun mengiyakan ajakan rey tersebut. rey mengajak satu lagi teman lelakinya, bima namanya.


memasuki pintu mal, rey terus memperhatikan pergerakan yola dan bian. tangan mereka terus bergandengan, terkadang bian merangkul pundak yola. di iringi dengan candaan candaan mereka ketika mencoba topi ataupun baju baju lucu. yola dan bian terus asik mengelilingi mall sampai melupakan kehadiran rey dan bima di belakangnya yang terus mengamati gerak gerik mereka.


"satu.. dua .. cekrek.." yola dan bian pun foto bersama dengan pose pose berpelukan, bergandengan, saling menatap dan segala keromantisan mereka. rey terus saja memperhatikan mereka berdua dalam diamnya.

__ADS_1


"aku dah capek jalan, kalian kalau masih mau jalan muter muter ya gak papa, aku dan bima mau makan di sini dulu" jelas rey sembari duduk di kursi yang berada di food court. yola dan bian terus melanjutkan penjelajahannya. karena di dekat food court ada time zone. yola dan bian pun bermain di sana.


dari jauh, mata rey tidak pernah lepas dari yola dan bian. sampai rey lupa ada bima di hadapannya.


"aku yakin mereka lesbi.." ucap bima tegas sembari meyakinkan rey.


"hah, mosok sih" jawab rey tidak percaya dengan pernyataan bima.


"liat aja lah, ga usah di liat lama lama juga dah keliatan kalau mereka lesbi". tegas bima.


rey sebenarnya tau gosip yang ada di SMA 1 waktu yola masih sekolah di sana. iya, waktu itu yola dan bian di gosipkan menjadi sepasang kekasih. itulah kenapa yola dan bian sering di sangkut pautkan dengan les biola. les.. bi .. les biola, atau dengan kata lain penyuka sesama jenis. rey sebenarnya tidak percaya. tapi makin di lihat lihat, kedekatan yola dan bian melebihi kedekatan teman wanita pada umumnya.


apalagi sekarang, yola dan bian tinggal serumah hanya berdua. semakin meyakinkan rey kalau gosip itu benar adanya.


"rey, kmu kapan pulang ke jogja lagi? mama mau nitip makanan buat yola bisa gak rey?" ucap mama yola di telp.


rey pun mengiyakan keinginan mama yola. mama yola bercerita panjang lebar mengenai yola. rey juga di minta tolong untuk menjaga yola disana. sekarang yola jarang pulang ke rumah. antara khawatir dan kangen kepada yola. mama yola berharap yola disana baik baik aja.


jam 21.30 rey tiba di rumah yola dan bian yang terlihat begitu sepi. tidak ada sautan ketika rey mengetuk pintu.


"yol, kamu dimana?aku di depan pintu. ada titipan dari mama mu", ucap rey ketika menelpon yola. terdengar suara bising dari balik telp yola. suara yang tidak asing, musik yang begitu kencang. ya, itu suara bising di dalam diskotik. sebenarnya rey bisa saja menaruh titipan mama yola di gantungan pintu rumah. tapi rey lebih memilih menunggu yola di teras rumah nya karena suara diskotik itu.


jam 00.15 terlihat yola dan bian memasuki rumah. rey berdiri tegap di teras rumah yola. seakan tak percaya dengan apa yang rey lihat malam itu. bian dengan style anak punk nya, tindik telinga, lidah, hidung dan bibir semua terpasang, dengan se batang rokok menyala yang masih dia pegang, sedangkan yola dengan pakaian minim, rambut terurai di hiasi dengan cat warna rambutnya.


"yol... kamu abis ngapain?" tanya rey kepada yola, tanpa melihat bian sama sekali. rey masih setengah tidak percaya dengan apa yang dia lihat. di dekatinya yola, aroma minuman keras tercium dari tubuh yola.

__ADS_1


...---lanjut episode 6---...


__ADS_2