Ternyata Aku Tak Mengenalmu

Ternyata Aku Tak Mengenalmu
episode 7 ayo rey, bilang rey


__ADS_3

"wah yola calon mantuku, akhirnya kamu masih inget rumah. betah banget ya kamu di jogja sampai lupa rumah?" ucap om bambang ketika melihat yola dan rey datang ke rumah yola bersama sama. rey pun tak menunjukkan ekspresi apa apa ketika ayahnya bilang yola adalah calon mantuku. sedangkan yola, hatinya dah gak karuan mendengarnya. serasa terbang melayang ke udara.


"ah om ini kenapa sih bilang gitu!" jawab yola malu malu dan melangkah menuju kantor om bambang sembari bercerita panjang lebar dengan kuliahnya. rey hanya tersenyum kecil melihat kelakuan yola, bukannya segera datang menemui orang tuanya. yola malah lebih asik dengan ayahnya.


"tante, ini nganter tasnya yola dulu!" ucap rey kepada mama yola sambil menyodorkan tas yola ke mama yola.


"loh, yola mana rey? kok tas nya aja yang pulang?" tanya mama yola penasaran. mama yola pun tertawa geli melihat kenyataan bahwa anak gadisnya ternyata nyangkut di kantor om bambang lebih dulu. rey yang mengantar yola pun akhirnya asik ngobrol dengan mama yola. sementara di kantor om bambang, yola masih asik mengobrol dengan om bambang.


"om tau gak sih om, aku di kampus ikut klup robot lho. kemarin pas kompetisi kita menang lho om. seru om. trus lagi om, aku dah bisa pemrograman, ternyata pemrogramanya pake arduino, asiiik banget. lebih asik dari pada gambar gambar kabel pake autoCAD om". jelas yola dengan semangatnya kepada om bambang yang antusias mendengar cerita kuliah yola.


"oh, jadi sekarang kamu dah gak tertarik sama instalasi listrik lagi, kamu lebih seneng ke elektro kendali nie ceritanya?" ucap om bambang sembari menggoda yola. yola pun tertawa lebar manja mendengar ucapan om bambang.


"om, ini tuh jsuh lebih seruuuuu. soalnya bisa bikin bikin robot gitu. nanti ya om, yola mau bikin tirai otomatis yg bisa buka tutup kalo pagi dan malem, robot yang bisa beres beres rumah, bisa jemurin baju juga, banyak dech om. nanti biar mama ga ngomel ngomel kalo yola gak bantuin pekerjaan rumah. dan nanti ya om, alat alatnya mau aku jual. aku yakin se yakin yakinnya om, bakal banyak orang yang mau beli, apalagi yang males beberes rumah kayak aku ini om" ucap yola semangat dengan angan angannya. om bambang pun tertawa lebar mendengarnya. benar benar yola ini bikin om bambang tak bisa berhenti ketawa dengan celotehan celotehannya.


"mamaaaaa....!, teriak yola girang sembari memasuki rumahnya, di ikuti dengan om bambang di belakangnya.


"wah wah, sepertinya kita tukeran anak aja pak kalau begini". ucap mama yola sambil tertawa menggoda anak gadisnya.

__ADS_1


"jangan gitu bu, mending yola saya jadikan anak mantu saya, dan rey ini jadi anak mantu ibu. nah kita jadi keluarga besan bu!" ucap om bambang menggoda mama yola, di ikuti dengan tertawa lepas mama yola mendengar ide konyol om bambang.


yola curi curi pandang melihat ekspresi rey ketika papanya bilang anak mantu. tapi akh sudah lah, ekspresi rey dataar banget. benar benar tidak ada respon. yola makin yakin rey tidak suka di jodoh jodohkan dengan dia dan yakin seyakin yakinnya rey tidak menyukainya. hati yola bener bener kecewa dengan ekspresi rey. yola berharap rey menunjukkan ekspresi suka dan mengiyakan candaan ayahnya mau menjadikannya anak mantu. tapi ya sudah lah, hati orang gak bisa di paksakan. sementara rey juga semakin yakin se yakin yakinnya kalau yola itu penyuka sesama jenis.


akhirnya yola pun lulus kuliah s1 teknik elektro yang dia idam idamkan itu. yang lebih mengejutkan lagi, yola benar benar mewujudkan angan angannya membuat robot robot pembersih rumah yang pernah yola ceritakan kepada om bambang. berkat bantuan om om kenalannya, yola berhasil mewujudkan impiannya. investor dan segala perijinan, semuanya beres berkat om om yola yang begitu banyak. bahkan produk yola sudah mulai di eksport ke luar negeri.


bian pun juga sudah lulus kuliahnya dan sudah meninggalkan kota jogja. bian meneruskan bisnis ayahnya di bali. sambil kuliah lagi dari awal di jurusan yang mendukungnya untuk melanjutkan bisnis ayahnya. tak lupa bakat fotografi bian dijadikan hoby di sana. hubungan yola dan bian masih sama. sesekali bian kembali ke jogja untuk jalan jalan dengan yola. bahkan mereka hampir setiap hari bercerita keseharian mereka melalui telpon.


rey, sudah pasti rey lebih dulu lulus dan mendapat pekerjaan. rey tinggal di jogja dengan rumah barunya. dan hubungannya dengan yola? tentu masih sama. rey masih memperhatikan yola, menjaga yola dengan sepenuh hati. hingga membuat yola melayang layang. tapi tak pernah terucap satu katapun dari mulut rey "aku mencintaimu yol". dan kata kata itu benar benar yola tunggu dari mulut rey. sampai sampai yola tak pernah sama sekali berpacaran dengan lelaki manapun. hmmm... yola tak pernah dekat dengan lelaki manapun? yaaa, tentu saja rey semakin yakin dengan kesimpulannya, yola adalah penyuka sesama jenis. titik.


"yola, lihat sini yol. coba lihat om. dan bilang papa mertua gitu!" canda om bambang kepada yola.


"akh, om apa apan sih! orang ak sama rey ga ada hubungan apa apa juga!". jawab yola kesal karena melihat rey tak merespon seperti yang yola harapkan. jantung yola sebenarnya tak karuan. tapi ketika melihat ekspresi rey, yola malah menjadi kesal. rey juga kesal melihat ekspresi yola yang terlihat tidak suka dengan candaan ini.


"yaudah rey, hubungin rey! jangan malu malu" ucap om bambang sambil mentowel rey yang sedari tadi diam saja.


"lagian kalian berdua sama sama gak punya pacar kan, wajar aja to?" sambung mama yola.

__ADS_1


"tidak tante, yola dah punya pacar, bian namanya tante" ucap rey dalam hati sembari menunjukkan muka kesalnya.


"paaaaah, udah lah bercandanya jangan kelewatan gitu..!" ucap rey memecah keributan candaan ayahnya. seketika langsung mengganti topik pembicaraan yang lain. sabar ya yola, jangan sedih.


keesokan harinya, ada sebuket bunga yang cantik dan di smpingnya ada sebuah cincin emas tergeletak di meja. rey dan om bambang duduk berdua di depan meja itu.


"rey, itu cincin dan bunga buat yola. 10 tahun kalian saling mengenal dan kemana mana sering bareng. kamu yang tentukan iya atau tidak. kalau iya, kasih ke yola hari ini juga. kalau enggak, buang di tong sampah aja. papa mau yola jadi menantu papa". jelas om bambang kepada rey sambil menepuk pundak rey kemudian meninggalkan rey sendiri untuk berpikir.


rey masih terpaku di depan bunga itu. memandang bunga dan cincin tanpa henti. otak rey terus saja berpikir, bagaimana bagaimana dan bagaimana. hingga siang pun tiba. bunga masih bergeletak di meja tanpa tersentuh sama sekali. rey masih mondar mandir bimbang memikirkan yola. ada rasa takut dan khawatir. om bambang tak bisa berkata apapun melihat apa yang di lakukan rey. sore itu, bunga yang segar sudah mulai menunjukkan layunya. rey masih belum menyentuhnya sama sekali. seharian rey hanya bimbang sambil melihat bunga dan cincin yang di siapkan ayahnya. om bambang sudah pasrah, dia tak mau memaksakan kehendak anaknya. tapi dalam pasrahnya om bambang masih berharap anaknya bisa.


jam menunjukkan pukul 8 malam. om bambang menghela nafasnya panjang, melihat seonggok bunga itu masih tergeletak tak tersentuh. rey pun sudah berada di kamarnya. om bambang sudah putus asa, dia berjalan hendak membuang bunga yang sudah tak segar lagi karena sedari pagi hanya tergeletak disana. tiba tiba rey keluar dari kamarnya, dengan pakaian rapi dan wangi. kemudian mengambil bunga yang hampir saja di pegang om Bambang. tak lupa se buah cincin dimasukkan ke sakunya. "berangkat pah..!" ucap rey sembari bersalaman dengan ayahnya dan pergi ke rumah yola. om bambang akhirnya bisa tertawa lega melihat rey yang akhirnya mengiyakan keinginannya itu.


malam itu, yola duduk di teras rumahnya sambil asik bertukar cerita dengan bian. tak lupa kostum yola nan anggunya, daster compang camping yang sudah koyak dimana mana. dari kejauhan yola sudah melihat rey datang. yola langsung mematikan telponnya. rey berjalan mendekati yola dengan sebuket bunga di tangannya. yola tak percaya dengan moment ini. terbayang sudah hal hal romantis yang akan rey lakukan untuk yola. jantung yola berdetak sangat kencang. kehadiran rey bagaikan seorang pangeran tampan yang akan menghampiri bidadari. tunggu, maksutnya bidadari berdaster compang camping.


sementara itu mama yola hendak menghampiri yola untuk menyuruhnya masuk rumah karena sudah malam. tiba tiba mama yola berhenti mendadak setelah melihat kedatangan rey. mundur dua langkah, aktifkan kamera hp dan siap merekam momen romantis yola dan rey. mama yola pun ikut ikutan tersenyum geli dengan kelakuan rey.


...---lanjut episode 8---...

__ADS_1


__ADS_2