Ternyata Aku Tak Mengenalmu

Ternyata Aku Tak Mengenalmu
episode 8 hidup baru


__ADS_3

"nih buat kamu..!" ucap rey sambil menyodorkan buket bunga untuk yola.


"hah..?" yola terheran heran. rey pun terdiam di depan yola agak lama. dia baru ingat kalau ada cincin juga. langsung di keluarkannya cincin dari dalam sakunya untuk diberikan kepada yola.


"sama ini, cincin.." rey menarik tangan yola, dan meletakkan cincin itu di telapak tangan yola.


"hah...?" lagi lagi yola tercengang dengan kelakuan rey.


"di di pake gitu di jari manismu" ucap rey malu malu sembari menggaruk garuk kepalanya.


"hah...?" untuk ketiga kalinya yola tercengang.


"ntar, kita nikah ya? besok keluargaku kesini aja. biar di bahas langsung ama keluarga, dah malem, aku pulang dulu... daah". ucap rey salah tingkah sembari meninggalkan yola yang masih terheran heran dengan kelakuan rey. tak lupa rey mengecup kening yola sebelum dia pergi. mama yola yang sedari tadi mengintip pun tak kuasa menahan tawa melihat kelakuan rey.


"mamaaaaa... liat nie liat... rey kenapa sih. aneh banget jadi orang..!dateng dateng bawa bunga dan cincin. tapi cuman di kasih gitu aja. mana tadi dia bilang kalau besok keluarganya mau dateng bahas nikah. lah, ga tanya dulu gitu sama aku. harusnya kan tanya dulu kan maaa? tanya ke aku, yola mau ga kamu menikah dengan ku. lah ini, pacaran juga ga pernah, tau tau ngajak nikah aja" gerutu yola panjang lebar kepada kedua orang tuanya.


"tapi kamu suka kan yol? gak punya pacar juga kan kamu sekarang? gak bakalan kamu tolak juga kan ajakan nikah rey?" tanya mama yola sembari menggoda yola yang tengah kesal di mabuk cinta.


"yaa.. yaaaa.. ga ada sih ma. tapi kan caranya rey itu lho. kenapa gak kayak di film romantis gitu?". gerutu yola yang masih saja kesal dengan rey. kesal kesal cinta ya ini namanya.

__ADS_1


keesokan harinya, keluarga rey benar benar datang ke rumah keluarga yola. tanpa banyak basa basi, kedua keluarga pun akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan kedua anaknya. bagaikan mimpi di siang bolong. hari hari yola penuh dengan rey rey rey rey. tak di sangka, yang dulunya pernah kaku, kemudian benci, dan penuh perhatian bagaikan kakak adik. dalam waktu dekat ini mereka akan menjadi sepasang suami istri tanpa ada pacaran.


seakan tak ada halang rintang di depan pernikahan mereka. segala persiapan pernikahan pun akhirnya selesai juga. tepat di usia yola yang ke 25 tahun, yola akhirnya sah menjadi suami rey. yola tampak cantik dengan gaun mewahnya. ya, pernikahan rey dan yola ini di gelar begitu mewah. begitu banyak tamu undangan yang terkagum kagum dengan kemewahan pernikahan mereka.


pernikahan mereka pun mengejutkan teman teman sekolah rey dan yola. termasuk icha, tak di sangka rey dan yola menjadi sepasang suami istri. yola pun merasa bangga, karena dia dapat memenangkan hati rey, si pria tampan dari godaan sang ratu kecantikan di sekolah nya dulu.


"aku pikir yola bakal nikah sama kamu bi". ucap icha kepada bian yang tengah asik menyantap makanan di resepsi pernikahan yola.


"aku masih normal cha, aku tau dulu kamu biang kerok gosip biola di sekolah. maaf ya, aku ga mau ambil pusing dengan gosip murahan kamu dulu". ucap bian ketus kepada icha.


"bi, kalau sekarang ak yakin yola sudah sadar dari les biola. ada buktinya kan sekarang, liat tuh dia bersanding dengan lelaki. kalau kamu? udah punya cowok? ga ada kan? atau sekarang lagi cari cewe lain buat gantiin yola di sisimu? dari dulu ga pernah tuh ada kabar kamu deket sama cowok?" ucap icha yang terus saja menguji kesabaran bian.


bian tak mau ambil pusing dengan perkataan icha. dia lebih memilih pergi meninggalkan icha. bian pergi keluar gedung, mencari angin segar di bawah pohon rindang. kemudian mulai menyalakan rokoknya. melihat hilir mudik tamu undangan yang berpasang pasang, membuat bian merasa sedih. bukan sedih karena perkataan icha, tetapi karena kehidupan pernikahan bagi bian itu menakutkan. bukan karena bian tidak tertarik dengan lelaki, tetapi ketakutannya pada pernikahan membuat bian memilih untuk hidup sendiri sampai tua. kegagalan pernikahan orang tuanya memberikan trauma tersendiri untuk bian.


bian menyodorkan sebungkus rokok kepada zio tanpa melihat zio. secepat kilat zio menatap wajah bian. "kamu nangis?" tanya zio singkat.


"enggak..!" jawab bian sembari mengusap matanya.


"jangan di pikirin bi, omongan temenmu tadi. aku percaya ko kamu masih normal. nih, buktinya kamu deket sama aku. iya kan? tapi sory nie ya, ak tadi ga nguping. siapa suruh kalian tadi ngomongnya di deket aku bersemedi" ucap zio menggoda bian yang masih membuang mukanya.

__ADS_1


"aku nangis terharu karena yola akhirnya nikah. bukan karena icha ya. jangan sok menerka nerka bisa ga sih". jawab bian ketus.


"liat sini bi, liat sini, aku tuh lulusan psikologi ya, aku bisa tau mana yang bohong mana yang enggak?". ucap zio dengan kedua tangannya berada di pundak bian kemudian menariknya untuk menghadapkan badan bian ke arah zio. bian masih saja menundukkan mukanya. zio melihat wajah bian lebih dekat. dan tiba tiba zio menarik badan bian ke pelukannya.


"nangis aja yang kenceng bi, kalo mau nangis. gak usah pedulikan orang lain. anggap aja aku pohon ya. kamu cantik dan kamu menarik. aku tau ada luka batin di hidupmu. hingga kamu takut menikah. aku tau kegagalan pernikahan orang tuamu membuatmu menjadi seperti ini. tapi kamu harus yakin bi, hidupmu akan lebih baik dari pada orang tuamu". ucap zio pelan sembari menepuk nepuk pundak bian.


bian pun tak kuasa menahan semua air matanya. bian menangis sekencang kencangnya di pelukan zio. apa yang di katakan zio benar benar menyentuh hatinya, karena memang semua itu benar adanya. di saat semua orang menganggap dia penyuka sesama jenis. tapi ada satu orang yang bisa memahami dan mengerti keadaan batinnya. dan dia adalah zio, kakak yola.


satu bulan sudah pernikahan rey dan yola. mereka memilih tinggal di rumah rey yang berada di jogja. terlihat rey dan yola seperti pasangan romantis. di setiap moment apapun mereka selalu bersama. apakah mereka benar benar bahagia?


malam itu, setelah satu bulan pernikahan mereka. yola memakai pakaian dinasnya. bersiap menyambut rey di dalam kamarnya. tapi, sungguh di luar perkiraan. Rey tak mengindahkan yola. rey secepat kilat tidur pulas di kamarnya.


"apakah aku kurang menggoda rey? atau kamu masih takut? atau aku yang terlalu agresif? sebulan sudah kita menikah. tapi kita tak pernah melakukannya. kenapa rey?" ucap yola dalam hati sembari melihat rey yang tengah tertidur pulas.


ya, satu bulan sudah pernikahan mereka. dan rey sama sekali belum menyentuh yola. rey seakan memainkan drama bersama yola. di depan orang orang, mereka bagaikan pasangan harmonis yang membuat semua orang iri. tapi di dalam kamar, mereka tak lebih hanya sekedar teman tidur berdua.


yola tak berani bercerita kepada siapapun. yola lebih memilih diam dan mencari tahu sendiri. pagi ini, terlihat sesuatu yang terselip di ujung tempat tidurnya. betapa terkejutnya yola dengan apa yang di temukannya.


sebuah bungkus ****** yang tergeletak di pojokan kasur. hati yola benar benar hancur. pikiran pikiran negatif begitu menghantui yola.

__ADS_1


"****** ini buat apa? rey gak pernah melakukan apapun sama aku. tapi kenapa ada ****** di sini? ****** siapa? apa rey berselingkuh? sama siapa? gak pernah ada yang mencurigakan dari rey?" gumam yola yang masih terkejut dengan apa yang barusan dia temukan.


...---lanjut episode 9----...


__ADS_2