
"sabian wicaksono putri, sepertinya nama ini tidak asing dech, tapi apa ya, siapa ya?" gumam yola dalam hati sembari melihat daftar nama yang ada di papan pengumuman. iya, sabian nanti akan menjadi teman sekelas yola daaan satu lagi "icha?" iya, icha si ratu drama di SMP nya dulu. haaaaisyh, yola terus menggerutu dalam hati. "dulu beda kelas aja ngeselin nie bocah, sekarang kenapa jadi satu kelas sih sama icha"
ditambah rey yang tiba tiba nyletuk di samping yola. huft seketika kebahagiaan yola hilang semua. langkah yola pun mulai malas untuk memasuki kelas barunya. rasa jengkelnya kepada icha makin menjadi jadi. dia terus membayangkan kelakuan icha di masa itu. berharap lulus SMP yola tak melihat icha lagi, tapi malah sekarang jadi satu kelas.
yola memasuki ruang kelasnya. syukurlah tak nampak icha di kelas itu. yola mencari teman sebangkunya. ada satu siswi duduk terdiam di kursi belakang. "kosong kan? ak duduk sini ya?" tanya yola ke teman barunya. yola langsung di persilahkan duduk. tak lama kemudian si ratu drama pun memasuki kelas. haissssyh, rasa jengkel yola pun muncul lagi setelah melihat kedatangan icha.
"baik adik adik, perkenalkan saya kak indah dan saya kak rey. jadi kami berdua yang akan mendampingi adek adek selama MOS yang akan dilaksanakan selama satu minggu ke depan". bergitulah perkenalan kak indah selaku pendamping MOS di kelas yola. "dan kak rey", akh mengapa harus rey. kenapa seakan semuanya berkumpul jadi satu di kelas ini.
rey yang berdiam diri sedari tadi di depan pintu, tiba tiba berjalan ke belakang menuju tempat duduk yola. tatapan rey terus mengarah kepada yola. "jangan ke sini rey, jangan... tolong jangan kesini", gumam yola dalam hati.
Dan benar saja, icha yang duduk di barisan depan langsung menoleh ke belakang, matanya melotot ke arah yola. "akh sial, bocah satu itu langsung gak terima kan rey, tolong lah rey, aku ingin hidup tenang". yola terus salah tingkah sembari bergumam dalam hati.
rey melirik tipis ke arah yola sembari tersenyum kecil melihat kelakuan yola. "owalah dasar cewek. kalau suka bilang aja, ampe salah tingkah begini. kalau suka di deketin bukan malah menghindar" gumam rey dalam hati. ya, betul sekali. rey berpikir bahwa yola suka sama rey, tapi mungkin yola cemburu atau sulit mengungkapkannya. rey semakin tertantang dan penasaran dengan yola.
"om agung wicaksono ya?" celetuk yola ketika melihat lelaki paruh baya yang sedang menunggu di luar sekolah yola. nah kan, om om lagi om om lagi. dasar yola, si bocah pencari om om.
"yolaaa, kamu sekolah di sini juga?" sahut om agung menyambut bahagia sembari menyalami yola dengan candaan nya.
"iya om, sabian ya anak nya om? pantes tadi aku liat kok gak asing gitu. mirip banget ama om. dan tau gak om, kita jadi teman sebangku lhoo." celoteh yola panjang lebar sembari tersenyum bahagia.
__ADS_1
om agung wicaksono, dia pemilik hotel yang kerap kali mondar mandir mempercayakan pemasangan instalasi listriknya ke om bambang. om agung ini duda cerai, anak gadisnya satu orang saja. iya, dia adalah sabian wicaksono putri, biasa di panggil bian. dulu sebelum sah bercerai, bian masih ikut mama nya, tapi sekarang hak asuh bian ikut ayahnya. berkali kali om agung cerita tentang anaknya, sesekali menunjukkan fotonya ke yola. itulah kenapa bian terasa tidak asing di telinga yola.
"yang akur ya sama yola, yola anaknya baik, gak neko neko. papa suka sama kepribadiannya yola. kalau bisa, kamu deket sama yola". ucap om agung kepada putri semata wayangnya yang tengah duduk di dalam mobilnya. bian hanya bisa mengiyakan keinginan ayahnya. meskipun bian merasa aneh dengan keinginan ayahnya. hingga bian berpikir, apakah mungkin yola ini adalah calon saudara tiriku?
hari pertama MOS di sekolah pun tiba. terdengar teriakan kakak kelas yang mulai saut menyaut. sedikit kesalahan adik kelas akan menjadi besar. pastinya akan ada teriakan kemarahan kakak kelas diikuti dengan hukuman yang membuat para siswa ketakutan. semua siswa tertunduk takut kena omel kakak kelas. tapi tidak dengan yola, dia tak takut akan omelan kakak kelasnya. ada yang lebih menakutkan dari pada itu. seakan ada dua monster sedang mengawasinya. rey, yang selalu menempel bagaikan gantungan kunci. kemana yola berdiri, di situ rey juga berdiri tegap. dan icha si mata elang, terus saja melotot mengawasi pergerakan rey.
"bisa gak sih, ga usah nempel terus?" ucap yola kesal kepada rey. rey pun hanya tersenyum kecil sembari berjalan meninggalkan yola.
sepulang sekolah, rey datang ke rumah yola. tanpa sepatah katapun rey langsung duduk di teras rumah yola. "makin menjadi ya kamu rey, beneran nie aku bakalan minta pindah sekolah kalo kamu kaya gini. kesel aku tuh sama kamu". ucap yola sembari melangkah memasuki rumahnya.
"kalau suka tuh bilang suka, gak kayak gini yol!" celetuk rey menggoda yola yang tengah marah. sontak yola langsung meluapkan emosinya kepada rey. yola bercerita panjang lebar tanpa jeda dan tanpa titik koma tentang kejadian yang dialaminya waktu SMP. bagaimana dia di keroyok, di tonjok, di tampar, di fitnah dan akhirnya di hukum pak wahyu hanya karena yola dekat dengan rey. berharap rey bisa memahaminya dan jauh jauh dari yola. rey pun terkejut dengan cerita yola, bagaimana bisa ada orang yang begitu marah hanya karena rey dekat dengan yola.
"bos nya sekarang satu kelas sama aku, jadi aku harap kamu gak usah deket deket aku kalau lagi di kelas!" ucap yola kesal karena di paksa rey untuk mengungkapkan identitas si ratu drama.
"okey, kalau kamu ga mau kasih tau siapa. aku yang akan cari tau sendiri dan mau aku kasih pelajaran buat dia. kalau aku salah orang, itu tanggung jawab kamu. kalau orangnya bikin ulah sama kamu lagi, lapor ke aku, jangan diem aja" ucap rey sembari membelai kepala yola kemudian pergi meninggalkan yola.
"maksutnya apa sih nie bocah, mau ngapain dia? awas aja sampai kejadian waktu itu terulang lagi" gumam yola sembari memasuki rumahnya.
keesokan harinya, di sekolah. rey bukannya menjauh, justru rey malah makin menjadi jadi. rey semakin mendekati yola. rey duduk di samping yola, sesekali tersenyum ke arah yola dan mengajak yola berbicara. apa yang mau di kerjakan yola, rey dengan sigap membantunya. rey malah semakin menampakkan kedekatannya dengan yola. makin kesal, dan makin kesaaall. terlihat tatapan icha makin tajam kearahnya. benar benar rey bikin yola naik pitam.
__ADS_1
rey duduk santai di samping yola, sembari menatap sekeliling melihat teman teman wanita sekelas yola. "nah ketemu, ak tau siapa sekarang...!", ucap rey lirih kepada yola sembari tersenyum dan meninggalkan yola. tak lupa tangan rey membelai kepala yola selayaknya seorang kakak kepada adiknya.
"haaah, rey mau ngapain?.. kenapa dia deketin icha? aduuuh jangan bikin masalah rey, tolong! aku gak mau liat drama menjijikkan icha lagi". gumam yola panik melihat rey duduk di samping icha sembari memberikan selembar kertas ke icha. yola tak tau apa selembar kertas yang di berikan rey kepada icha. tapi rasanya jantung yola seperti mau copot. yola makin panik, takut apa yang di lakukan rey berdampak pada dirinya.
hingga akhirnya MOS pun sudah selesai. masa masa menegangkan itu sudah tidak ada lagi. begitu pula dengan yola. mata elang icha sudah tidak pernah terlihat lagi. rey, tidak pernah menempel yola lagi di sekolah. tapi se pulang sekolah, rey selalu datang ke rumah yola. akhirnya yola sudah mulai kembali lagi, berceloteh ria dengan om bambang dan bersenda gurau dengan rey. sesekali yola ikut om bambang ke tempat proyeknya lagi.
tujuh hari berturut turut, yola melihat rey dan icha berboncengan ketika pulang sekolah. setelah itu, mereka bagaikan tak kenal lagi. tak ada lagi pemandangan mereka pulang sekolah bareng. icha sudah tidak se centil dulu di depan rey dan tak pernah mengganggu yola, akhir akhir ini icha lebih banyak diam.
"icha kamu apain rey?" tanya yola kepada rey yang sedang asik membaca buku di rumah yola.
"udah, kamu terima jadi aja yol, yang penting icha dah gak berulah lagi ama kamu. kalau icha berulah lagi, lapor ke aku. biar ak beresin icha" jawab rey santai sembari membaca buku di tangannya. yola hanya bisa pasrah, ntah apa yang di lakukan rey hingga bisa merubah si ratu drama menjadi kalem tak berulah.
hari ini, rey sudah di nyatakan lulus dari SMA 1. yola dan rey sudah tidak satu sekolahan lagi. rey melanjutkan kuliahnya di jogja. mau tidak mau rey harus kost di jogja. sesekali rey pulang ke rumah, tak lupa rey datang ke rumah yola. mama yola pun tak pernah lupa menghidangkan makanan kesukaan rey setiap kali tau rey pulang ke rumah. rey diperlakukan bagaikan anak sendiri oleh mama yola.
"yol, nanti pulang sekolah aku boleh gak main ke rumahmu?" tanya bian pelan. bian masih penasaran kenapa ayahnya terus menerus membanggakan yola. bian terus mencari tau keadaan keluarga yola. tetapi orang tua yola ternyata begitu harmonis, tidak mungkin jika mama yola yang akan menjadi ibu tiri bian. terus dan terus berpikir kenapa. hingga akhirnya bian malah diperlakukan layaknya anak sendiri oleh mama yola. bahkan bian juga akrab dengan kedua kakak lelaki yola.
lama kelamaan yola dan bian pun menjadi semakin akrab. bian sering menginap di rumah yola, begitu pula dengan yola. seringkali yola di ajak menginap di rumah bian. bahkan yola sering di ajak bian dan ayahnya berlibur ke luar kota. di sekolah pun mereka selalu bersama. bagai saudara kembar yang tidak terpisahkan hingga di penghujung masa sekolahnya. iya, yola dan bian saat ini sudah masuk kelas 12. yola semakin semangat belajar, karena sebentar lagi dia akan melanjutkan kuliah di salah satu universitas di jogja dengan jurusan teknik elektro yang dia idam idamkan.
"orang orang pada kenapa sih bi? kok kayaknya mereka aneh ya kalo ngeliat kita? kayak ada apa gitu sama kita?" tanya yola ke bian yang merasa aneh dengan teman temannya. setiap kali lewat di depan teman temannya, mereka sering menatap aneh sembari berbisik bisik dan cengengesan.
__ADS_1
...----lanjut episode 5----...