Ternyata Aku Tak Mengenalmu

Ternyata Aku Tak Mengenalmu
Episode 6 kesimpulan yang salah


__ADS_3

"bi, tadi ak pergi ke diskotik sama om alan" cerita yola kepada bian sembari bersantai di kamarnya. lagi lagi, yola bersama om om. kali ini om alan yang sering bersama yola. pagi ini om alan mengajak yola untuk mengawasi proses instalasi sound system di diskotik dekat rumahnya. ini adalah hal baru buat yola. baru kali ini yola masuk di diskotik. tak seperti biasanya ketika dengan om bambang, dimana proyeknya tidak jauh jauh dari instalasi listrik rumah yang lokasinya paling sering adalah kantor ataupun perumahan. di diskotik ini, yola terus berkeliling di setiap sudut diskotik. melihat lihat dengan cerianya.


"bi, waktu kamu tinggal di jakarta, pernah gak kamu main ke diskotik?" tanya yola dengan manjanya kepada bian.


"aku masih di bawah umur ya waktu tinggal di jakarta, gila aja aku masuk ke diskotik". jawab bian dengan sedikit tertawa.


"bi, penasaran ga sih sama diskotik. pengen gak ke diskotik? yok, main ke diskotik, sekaliii aja, yakin bi, sekali aja" ucap yola memelas sembari memohon kepada bian. bian pun akhirnya mengiyakan ajakan yola.


malam ini, yola dan bian akan melancarkan aksinya. mencoba sekali aja dunia malam. sedari pagi yola sudah memilih milih baju apa yang akan dia pakai untuk nanti malam. yola begitu girang bagai anak kecil yang mau di ajak berlibur keliling dunia.


sesampainya di diskotik, yola dan bian larut dalam alunan musik disko. tak lupa bian memesan minuman. ya, itu adalah minuman beralkohol. "cobain yol, dikit aja. jangan sia siain kita ke sini. ingat, ini cuman sekali seumur hidup. puas puasin dulu lah". ajak bian sembari menyodorkan minuman keras kepada yola.


Terlihat hp yola berdering, rey menelpon bian yang saat itu sedang di depan rumah yola dan bian. seketika itu yola langsung mengangkat telp rey. namun sayang, suara bising disko membuat yola tak bisa mendengarkan suara rey. bian pun langsung mematikan hp yola. dan memasukkan hp yola di sakunya.


"udah, waktu kita tinggal dua jam lagi. jam 12 kita harus pulang, keburu kereta kita berubah menjadi labu". ucap bian sembari menghisap sebatang rokok yang ada di tangannya dan meniupkan asap rokok itu ke arah yola sambil tertawa. bian juga telah meminum beberapa teguk minuman kerasnya. akhirnya yola pun tergoda untuk mengikuti bian minum minuman keras.


jam 00.00 sesuai kesepakatan mereka. merekapun akhirnya meninggalkan tempat itu. mereka pulang menggunakan taksi. sesampainya di rumah, yola kaget dengan rey yang berdiri tegap di teras rumah. mulut yola kaku, tak bisa berkata apa apa.


"yol, kamu habis ngapain?" tanya rey sembari mendekati yola. bian membuka pintu rumahnya kemudian memasuki rumah tanpa menghiraukan yola. sedangkan yola masih diam tak bisa berkata apapun di depan rey. rey mengikuti bian memasuki rumah. meletakkan titipan mama yola di kulkas dan sebagian di masukkan ke toples. setelah semuanya selesai, rey langsung bergegas meninggalkan rumah bian. yola masih berjalan pelan memasuki rumahnya tanpa sepatah katapun. rey pun berkata kepada yola, "tadi mamamu bilang, dia khawatir sama kamu. berdoa semoga kamu baik baik aja di sini" ucap rey sembari meninggalkan yola.


"udah yol, bersih bersih badan dan tidur dulu" ucap bian menenangkan yola yang masih syok dengan kehadiran rey. bian segera mengunci pintu rumahnya dan bergegas tidur di kamarnya.


"aku mau bicara sama kamu empat mata, kapan?dimana? kamu yang tentukan". bian terbangun dari tidurnya kemudian membuka pesan yang di kirim oleh rey. bian terdiam sesaat, dia tau apa yang akan di bicarakan rey kepadanya. bian pun mengiyakan ajakan rey, tanpa yola tau apapun tentang ajakan rey itu.

__ADS_1


sore itu, di tempat dan waktu yang telah di tentukan. bian datang menemui rey. rey sudah duduk di kursi sembari memainkan hp nya. bian pelan pelan menghampiri rey, duduk di depan rey, tak berani berucap apapun di depan rey. melihat kedatangan bian, rey hanya menoleh sebentar kemudian melanjutkan menatap hp nya. hampir 5 menit mereka duduk tanpa suara.


"aku tau asal usulmu, kamu yang dulu pernah hidup di jakarta dan kamu hidup di keluarga seperti apa. jika memang kamu mau merusak hidup mu, rusak aja sendiri. jangan rusak yola juga. aku mengenal yola lebih baik dari kamu. dia gadis desa, gak banyak bergaul dengan orang orang. bahkan rokok? dia tak pernah berani nyoba. aku kaget kemarin, bisa bisanya yola menyentuh alkohol. bahkan kamu juga tau keluarga yola seperti apa. harusnya kamu juga tau bagaimana mereka memperlakukan dan menyayangimu seperti anaknya sendiri. dan ini balasanmu terhadap orang tua yola?" ucap rey pelan sembari menatap tajam ke arah bian. bian hanya bisa tertunduk, dia tak berani mengangkat kepalanya. meskipun yola duluan yang mengajak pergi ke diskotik, tapi bian sadar diri. dia lah yang menyodorkan minuman keras untuk yola.


"aku tau aku salah rey, maafkan aku. aku janji gak akan mengulangi nya lagi. ini pertama dan terakhir rey. tolong percaya sama aku. aku gak akan ngulangin lagi". ucap bian dengan kepala tertunduk penyesalan.


"bi, aku bener bener ga suka kamu deket deket sama yola. aku akan buat kamu jauh sama yola, ingat itu baik baik bi". tegas rey kepada bian, sembari meninggalkan bian.


satu minggu berlalu setelah kejadian itu. rey dan yola tak pernah bertemu. bahkan untuk mengirimkan pesan pun tidak ada.


"yola, besok pagi ada waktu gak? ayok ke pantai. tapi cuman kita berdua aja ya". ajak rey kepada yola melalui pesan WhatsApp nya.


yola langsung mengiyakan ajakan rey. dalam benak yola sudah bisa di bayangkan apa yang akan di lakukan rey. sudah pasti itu, rey akan berceramah dan menasihati yola karena kejadian malam itu.


sesampainya di parkiran pantai, rey masih belum mengucapkan sepatah katapun. "deeeeg.." jantung yola tiba tiba di pompa lebih kencang dari biasanya. dalam diamnya, rey terus menggenggam tangan yola berjalan mendekati bibir pantai. yola semakin tak tau harus berbuat apa. yola tak tau maksut sikap rey ini apa. jantung yola makin tak karuan, mulut yola terkunci rapat tanpa bisa berkata apapun. "rey benar benar menakutkan hari ini." gumam yola dalam hati.


"jantungku sudah terlalu kuat berdetak, aku ga kuat. aku harus mencairkan suasana ini". ucap yola dalam hati, sembari melepaskan genggaman tangan rey dan berlari ceria menuju pantai. yola kemudian asik bermain air, pura pura tertawa ceria sembari sesekali mengajak rey untuk ikut bermain air bersamanya. sementara rey malah diam dan duduk di pinggir pantai. rey benar benar menakutkan.


"yola, ternyata semua ini benar? kamu benar benar ga suka lawan jenis? dengan bian kamu bisa bergandengan tangan terus. sementara dengan ku, kamu menghindari genggaman tangan ku yol?kenapa kamu harus seperti ini yol? tolong yola, jangan yol" ucap rey lirih sembari melihat yola yang sedang menghindarinya. tak terasa air mata rey pun menetes di pipinya. yola tiba tiba menghampiri rey, rey langsung menyapu air matanya dengan cepat. rey tak mau yola tau air matanya.


"rey, kamu nangis? kok mata kamu merah?" tanya yola kepada rey.


"gak ko, mataku kelilip pasir aja" bantah rey sembari mengucek matanya yang memerah karena menangis.

__ADS_1


"rey, aku tau aku salah. maaf rey. aku yang ngajak bian pergi ke diskotik. aku yang penasaran dengan dunia malam rey. tolong rey, jangan cuekin bian kayak tadi. bian gak salah. aku yang salah rey". ucap yola menjelaskan kejadian malam itu. rey hanya terdiam, tak memberikan respon apa apa.


"ayok, main pasir, kita bikin istana pasir disini". ucap rey sembari mengubah topik pembicaraan yola.


"rey, tolonglah rey!". teriak yola memanggil rey untuk mendengarkan perkataanya.


"hanya kita bertiga yang tau, aku gak akan bilang ke orang tuamu. tapi tolong, jangan di bahas lagi. paham?" tegas rey sembari membuang mukanya dari yola untuk menyembunyikan air matanya.


yola tertunduk dan tak bisa berkata kata. rey langsung memecah suasana kaku itu. rey mengajak yola untuk bermain main di pantai. hingga akhirnya sore pun tiba. rey benar benar tak mau membahas masalah malam itu.


"bi, tau ga. tadi tiba tiba rey megang tangan ku bi, aneh banget dia hari ini. aku jadi takut bi. aku di gandeng lamaaa banget tadi bi. rey kenapa ya bi kira kira?" tanya yola kepada bian.


"rey suka kamu paling, jangan jangan tadi kamu mau di tembak sama rey tapi rey masih takut!" ucap bian menggoda yola.


"gak mungkin lah bi, rey aja dulu pernah bilang sama aku, kalau suka bilang, jangan malah menghindar. harusnya dia juga bilang donk sama aku seandainya dia suka sama aku". bantah yola tidak terima dengan ucapan bian.


"biaaaaaan....!" teriak yola kencang dari dalam kamarnya sembari berlari menuju kamar bian.


"bi, tolong bi, ini rey kenapa sih. kenapa dia tiba tiba ngajak aku pulang ke rumah bareng sih. rey aneh deh bi". ucap yola yang tak kuasa menutupi kegirangan nya.


"nah kan bener yol, aku yakin 100 persen rey suka sama kamu." tegas bian dengan senyum lebar.


yola benar benar tidak bisa memahami maksut sikap rey akhir akhir ini. yola tetap yakin, rey bukan sedang jatuh cinta sama yola, tapi rey sedang kecewa sama dia. tapi hati yola tidak bisa berbohong. jantungnya berdebar kencang mengingat saat rey menggenggam tangannya di pantai kala itu. tapi, sampai saat ini rey tak pernah menyatakan apa apa, sikap rey pun bagai teman biasa. tidak menunjukkan dia menyukai yola. sepanjang malam yola terus memikirkan rey. begitu pula dengan rey.

__ADS_1


...---lanjut episode 7---...


__ADS_2