
brok....! suara yang begitu kencang bersumber dari meja dimana yola sedang asik membaca buku pemberian om bambang. icha, gaby, nadia dan lina. ya.. mereka berempat datang menghampiri yola dengan kesalnya.
"heh gembel, pake dukun apa kamu bisa punya cowok ganteng modelan begitu?". ucap icha sembari mendorong jidat yola yang tengah tertunduk membaca bukunya.
"ada masalah?ambil aja kalau mau ambil?dia bukan siapa siapaku juga" jawab yola sinis sambil menundukkan kepalanya lagi untuk melanjutkan membaca bukunya.
icha pun kesal dengan jawaban yola yang begitu ketus. lagi lagi icha mendorong jidat yola dengan telunjuknya agar yola mengangkat kepalanya. yola hanya terdiam, sambil menatap ke empat orang yang sedang mengeroyoknya di pojokan ruang kelas.
"eh, kamu gembel ngaca dikit bisa gak? bentukanmu ga sebanding dengan dia". tantang icha sambil melotot ke arah yola.
"mau mu apa sih? aku dah bilang ya, ambil aja kalau mau ambil. kamu cantik kamu berkuasa kan? harusnya gampang kamu ambil rey" ucap yola sambil menurunkan tangan icha yang sedari tadi masih berada di jidatnya.
icha tidak terima dengan perlakuan yola kepadanya. icha langsung menampar yola sekuat tenaga. yola semakin terpojok, bagaimana tidak 4 lawan 1, yola tidak mungkin bisa melawan. setelah 5 tamparan dan tonjokan di terima yola, para siswa pun mulai berdatangan.
"yola...!" teriak pak wahyu selaku guru BK di sekolah itu. seketika ruangan menjadi tenang.
"kalian berlima, masuk ke ruangan BK...!" teriak pak wahyu lagi sembari berjalan menuju ruang BK.
yola, nadia, gaby dan lina berjalan bersama sama menuju ruang BK. ntah apa yang dilakukan icha, dia tak kunjung berjalan menuju ruangan BK. setelah beberapa saat, icha akhirnya masuk ke ruang BK.
"jelaskan, apa yang kalian lakukan. kalian ini cewe, jangan sok jagoan!" tegas pak wahyu sembari menatap ke 5 anak di hadapannya.
semuanya terdiam, dan menundukkan kepala mereka. tidak ada yang berani berbicara. akhirnya yola memulai menjawab pertanyaan pak wahyu.
"saya tadi membaca buku pak d meja saya, tiba tiba mereka dateng ngeroyok saya. udah saya jawab, mereka malah nonjok saya!" jelas yola pelan.
"kenapa bisa kamu tau tau di keroyok? pasti ada yang gak beres sama kamu kan?". tegas pak wahyu sembari menatap tajam yola
"pak, mereka tau tau tanya saya, saya pakai dukun apa kok ada cowo deket sama saya. ya saya jawab aja, kalau mau ambil ya silahkan, eh saya di toyor toyor pak!". jelas yola sembari heran dengan icha dan kawan kawan. mereka hanya terdiam dan tak membantah sedikitpun.
"icha, benar itu?". tanya pak wahyu sembari menatap icha.
icha masih duduk tertunduk di depan pak wahyu. kemudian pelan pelan dia menggelengkan kepalanya. dan mengangkat kepalanya. terlihat matanya merah penuh dengan air mata. icha menjawab dengan drama air matanya.
"sa sa ya tanya baik baik pak, saya ajak yola bercanda. sa sa ya cuman bilang. ciyee, punya pacar baru. ta ta pi yola malah melotot ke arah saya dan bilang, jangan macem macem ya, kamu mau rebut cowokku? trus saya di katain pelacur pak sama yola. saya emosi kan pak". jawab icha sembari mengeluarkan air mata yang entah dari mana asalnya.
__ADS_1
"maksut kamu apa yola? pantas kamu ga punya teman ya. orang baik baik mau berteman sama kamu, malah kelakuan mu begini!". bentak pak wahyu tanpa mencari tau kebenarannya.
"pak, icha bohong pak!" jawab yola yang tidak terima dengan drama icha.
"pak, kalau bapak tidak percaya, tadi ada yoga pas kejadian. dia satu satunya yang tau kejadian dari awal. bahkan ini pak, lihat lengan saya di cubit yola sampai merah seperti ini". jelas icha sembari menunjukkan lengannya yang memerah.
"betul pak.." ucap gaby, nadia dan lina bebarengan sembari mengangguk anggukkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk.
yola terkejut dengan drama icha. "wah hebat sekali ratu drama satu ini, mana pak wahyu percaya pula sama drama icha". ucap yola dalam hati.
"baik, salah satu dari kalian, panggil yoga untuk jadi saksi". ucap pak wahyu tegas.
"baik pak.." lina yang duduk di samping icha pun langsung bergegas keluar ruangan untuk memanggil yoga. terlihat senyum sinis icha di sela sesenggukan air matanya.
yoga datang dengan muka ketakutan sembari menatap icha. terlihat keanehan di sini. yola terus menatap mata yoga. yoga semakin menundukkan kepalanya. pak wahyu yang sedari tadi memainkan hp nya pun tidak melihat kejanggalan yang ada pada yoga.
"baik yoga, coba kamu jelaskan apa yang terjadi tadi di kelas". ucap pak wahyu sembari menatap layar hp nya.
"tadi tau tau yola teriak teriak ke icha pak, yola bilang dasar kamu pelacur cha, itu yang saya dengar. terus saya lihat icha kesakitan karena yola nyubit tangan icha lama banget gak di lepas lepas pak". jelas yoga sembari terus menundukkan kepalanya.
"yola, kelakuan mu keterlaluan ya, dah gitu kamu berbohong juga kan?". pak wahyu benar benar percaya dengan drama icha.
yola hanya bisa terdiam dalam duduknya. yola terus berpikir, kenapa yoga bisa memutar balikkan fakta? mungkin ketika perjalanan ke ruang bk, lina sudah kasih kode ke yoga. tapi kenapa yoga nurut aja? pantas saja icha langsung nunjuk nama yoga untuk jadi saksi. yola menghela nafas dalam dalam. yola masih bisa berfikir jernih, dia tak mungkin bisa melawan. diam lebih baik dari pada melawan. yaaah, lawan yola kali ini sang ratu drama penuh persiapan.
pak wahyu pun akhirnya menyuruh yoga, icha, gaby, nadia dan lina meninggalkan ruangan bk. yola masih tertinggal di ruangan BK untuk mendengarkan nasehat nasehat pak wahyu. yola hanya duduk diam sembari menyahuti dengan anggukan anggukan tanda dia mengerti. dalam hatinya masih kesal dengan sang ratu drama. terakhir, pak wahyu memberikan tugas sebagai hukuman yola karena kelakuannya. yola di beri tugas membersihkan toilet selama 3 hari setelah pulang sekolah. yach mau ga mau yola harus mengiyakan hukuman itu.
"yol, maaf ya!". ucap yoga dari balik pintu kamar mandi ketika yola tengah membersihkan toilet.
Yola hanya diam tak menyahut perkataan yoga. "yol, ak tadi di ancam lina, kalau ak ga ikuti kata kata lina. pulang sekolah aku mau di hajar sama pacarnya lina, maaf ya yol, sini aku aja yang bersihin toiletnya." ucap yoga sembari mengambil sikat toilet untuk membersihkan toilet.
"cemen banget lu jadi laki!" ucap yola sembari melemparkan sikat toilet yang sedang dia pegang. yola keluar toilet, mencuci tangannya dan berdiri tegap menatap yoga yang tengah menggantikan posisinya membersihkan toilet. diam dan terus diam, yola tak mengucapkan sepatah katapun ke yoga. dia hanya berdiri dan menatap tajam yoga. yoga semakin ketakutan melihat yola yang sedari tadi berdiri tegak dengan mata melotot.
yola berjalan melewati pintu gerbang sekolah. dari kejauhan, yola melihat rey yang sedang asik ngobrol sama geng ratu drama. terlihat icha yang tertawa puas sembari mengoda rey. "haisyhhh, menjijikkan... cuiiih..." yola terus berjalan melewati mereka, terdengar teriakan teriakan mereka semakin menjadi jadi.
rey yang melihat kedatangan yola pun berusaha menahan yola untuk naik ke motornya. tapi apalah daya, yola tetap pada pendiriannya. yola tetap melangkah maju tanpa mengindahkan rey.
__ADS_1
10 menit sudah yola berjalan dari sekolah ke rumahnya. bukan kakinya yang pegal, tapi hati dan mulut yola yang pegal. bagaimana tidak, sepanjang perjalanan yola terus mengomel sembari menendang nendang bebatuan yg ada di dekatnya. tangannya pun terus menggenggam sembari memukul mukul dedaunan yg ia lewati. "salaam dari binjaaai...! hyaaaaaakkk deeeesh.." teriak yola sembari memukul batang pohon pisang di hadapannya untuk meluapkan emosinya.
"haissssyh, pacaran juga enggak, kenal juga barusan. yang suruh jemput sekolah juga siapa? bisa bisanya gara gara rey aku kena tampar, kena tonjok, kena fitnah dan masih d suruh bersihin toilet pula. mank bener nie orang nyusahin, bebaaaaaaaaan... haaaaassssyh! gak lagi aku mau deket deket nie orang, makin sial hidupku nanti" gerutu yola sembari berjalan menuju rumahnya
"yol, dari kemarin di kamar terus. tumben ga main sama rey, gak ngrecokin pak bambang juga?" tanya mama yola yang terus heran dengan kelakuan yola yang berubah total.
"bentar lagi mau ujian kelulusan ma, yola mau belajar" sahut yola dari dalam kamar sembari membaca buku pelajarannya.
ntah apa yang merasuki yola, yola melampiaskan kemarahannya dengan terus belajar semua pelajaran di sekolahnya. buku 500 lembar yang terakhir di berikan om bambang pun tak pernah di sentuhnya. bahkan yola tak pernah berkunjung ke kantor om bambang juga. hanya sesekali bertegur sapa ketika tidak sengaja berpapasan dengan om bambang.
"yola kenapa rey, ko sekarang ga pernah main?" tanya om bambang ke rey
"ga tau pah, rey juga binggung" rey menceritakan secara detail rinci kejadian yang rey ketahui. om bambang hanya tersenyum kecil. memaklumi bahwa itulah anak muda. sembari meyakinkan diri bahwa nanti yola juga bakal baik lagi kaya dulu. om bambang menganggap mereka lagi kasmaran, butuh waktu aja.
waktu berlalu hingga akhirnya tiba kelulusan yola. yeeeeeey, yola lulus dengan nilai bagus. mama yola yang masih tidak percaya dengan pencapaian yola terus menatap hasil ujian yola. seakan akan tidak percaya bahwa ini anaknya. apa yang merasuki yola sampai yola bisa berubah seperti ini.
"mah, pah, yola lanjut ke STM 2 ya pah, mau ambil jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik". bujuk yola ke orang tuanya. namun apalah daya, jarak STM 2 dengan rumah yola terlalu jauh. orang tua yola masih belum bisa melepas yola, anak gadis satu satunya yang amat sangat di sayanginya.
"nanti aja kalau kuliah, yola bisa ambil jurusan Elektro. kalau sudah lulus SMA mama ga keberatan melepas yola sekolah jauh, tapi kalau sekarang mama belum siap nak!" ucap mama yola lirih sembari mengusap rambut yola dengan tatapan sedih.
yach, apa boleh buat. yola tak mampu melawan restu orang tua. akhirnya yola mendaftar ke SMA 1. tempat dimana rey juga bersekolah. tapi tak apa lah, tahun depan rey sudah lulus. lagi pula sejak saat itu rey sudah tidak pernah menghubungi yola lagi. rey seakan sudah menghilang dari kehidupan yola.
hari pengumuman pun tiba, yeeeey. yola hebat, berhasil di terima di SMA 1. berkali kali orang tua yola melontarkan kata kata pujian untuk yola.
"yola, bangun! ayo berangkat ke sekolah, hari ini masuk untuk persiapan MOS kan?" teriak mama yola yang bersemangat membangunkan yola.
yola memasuki gerbang sekolah SMA 1 dengan hentakan kaki cerianya. bajunya tak lagi kusam seperti baju SMP nya. wajahnya sudah lebih bersih karena yola sudah mulai meninggalkan dunia perbolangannya di proyek om bambang. yola sudah berubah. eits, tapi yola tidak masuk kategori bidadari khayangan ya. dia hanya sedikit lebih baik dari pada waktu yola bersekolah di SMP. parfum sudah mulai menempel di badannya, body lation juga sudah mulai menempel di kulit cantiknya. setidaknya yola sudah tidak termasuk kategori cewek gembel lagi.
tubuh yola tiba tiba kaku di depan papan pengumuman sekolah barunya. dia terus mencari namanya di papan pengumuman. terus mengulang ulang 240 nama siswa yang ada di sekolah itu. "dah ketemu belum nama kamu di sini? yakin kamu keterima di sekolah ini?" ucap rey yang sedari tadi sudah berdiri di samping yola. Iya, rey tergabung menjadi anggota OSIS yang akan mendampingi MOS yola nanti.
yola menatap tajam rey yang berdiri tegap di sampingnya. tanpa sepatah katapun, yola meninggalkan rey sembari berjalan memasuki lorong sekolahnya. "hisyh, dasar cewek. kalau ada penghargaan ngambek tanpa alasan terlama, aku yakin yola yang dapat pialanya" ucap rey kesal dengan kelakuan yola.
yola masih berjalan lemas menyusuri lorong sekolah barunya. mondar mandir dan binggung, itulah yang yola lakukan saat ini. ntah apa yang membuat yola menjadi se gelisah ini.
...---- lanjut episode 4 ---...
__ADS_1