
"wuidih, cowok siapa itu di atas motor?"
"kalo dilihat dari seragamnya, itu anak SMA 1 ya?"
"jangan-jangan nungguin aku itu babang tamvan"
celoteh beberapa siswi teman sekolah yola yang terkagum kagum dengan kehadiran rey di depan sekolah mereka.
iya, jarak antara sekolah yola dan rey lumayan dekat. rey tak berniat menjemput yola kala itu. namun, om bambang menyuruh rey untuk menjemput yola sekolah.
yola berjalan melewati pintu gerbang sekolahannya. matanya melotot dan langkahnya tiba tiba terhenti ketika melihat rey menunggu di depan sekolahannya. "hah, rey. ngapain dia di sini?. apa dia punya pacar anak sini ya?" ucap yola lirih seakan tidak percaya dia melihat rey lagi. yola berjalan dengan jantung berdebar. dia khawatir akan patah hati kalau kalau ternyata rey punya pacar teman sekolahnya.
"yol, yola!" teriak rey memanggil yola yang telah berjalan melewatinya.
"oh, rey cuman mau menyapaku" gumam yola sembari membalikkan badannya dan menghampiri rey
"kamu tuh, di jemput ko malah jalan duluan" ucap rey sembari menyodorkan helm untuk yola.
"hah" jantung yola pun berdetak tidak karuan. dia masih tidak percaya kalau rey jemput yola ke sekolahan. spontan teman-teman yola pun heran menyaksikan adegan yang baru saja mereka lihat.
"ayok naik, malah bengong" ucap rey sembari mengambil helmnya dari genggaman yola, kemudian memasangkan ke kepala yola yang masih terdiam kaku di depannya.
yola dan rey menjadi pusat perhatian teman sekolah yola. "hah, si tampan dan si gembel?" ucap beberapa teman yola yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.
sepanjang perjalanan yola dan rey hanya terdiam. yola masih tidak percaya dengan apa yang sedang di alaminya. sementara itu, om bambang menghampiri mama yola untuk meminta maaf karena tadi malem tidak bisa mengantar yola pulang.
"halah, gapapa pak, yang penting anak saya pulang, malah kalau rey yang antar pulang lebih pantes di lihatnya" ucap mama yola sambil tertawa bercanda. mama yola dan om bambang memang sudah sering kali bercanda. saking seringnya yola bermain ke tempat om bambang.
"kalau begitu biar rey saja ya bu yang antar jemput yola. biar mereka lama lama akrab. siapa tau kita bisa besanan ya?" ucap om bambang
__ADS_1
"lah, pak bambang ini. yo ga pantas pak, rey tampan kaya gitu bersanding sama anak gadisku yang bentukannya begitu. anakku seneng banget, saya malah kasian sama rey. malu nanti dia" ucap mama yola sambil tertawa geli
"hahahaa, mama yola ini bisa aja. ya siapa tau jodoh. kalau sudah jodoh mau seperti apa pasti juga bisa menerima. nanti lama lama yola juga keliatan sisi cantiknya. sekarang masih seneng seneng nya main. biarin aja. nanti lama lama jadi cewek beneran bu". ucap om bambang sembari menenangkan hati mama yola.
"ooom bambang!" teriak yola sembari turun dari motor rey. "om sini om, sini !" ucap yola sembari menarik narik om bambang untuk menjauh dari rey dan mamanya.
mama yola hanya bisa menghela nafas dalam dalam melihat kelakuanku anaknya. mama yola melihat lagi, yola dan pak bambang seperti tidak ada jarak. cara yola berbicara dan bercanda seperti layaknya teman seumuran. yola tidak memperlakukan pak bambang seperti lelaki yang sudah berusia 40 tahun. dia tetap memperlakukan pak bambang seperti teman sebaya nya.
"ooom, kenapa suruh rey jemput ak di sekolahaaaan?" ucap yola sembari memberikan pukulan kecil ke om bambang.
"biar kamu ga cape pulang sekolah jalan kaki jauh bangeeet!" goda om bambang sembari meninggalkan yola yg tengah menggerutu
"ikh ngeselin banget orang satu ini!" ucap yola sembari mengikuti om bambang memasuki kantor kecilnya dengan hentakan kaki manjanya.
"kemaren kan kamu binggung dengan buku bahasa inggrisnya, nah om suruh rey buat ajarin kamu belajar bahasa Inggris. kan kamu belum pinter bahasa inggris". jelas om bambang sembari tersenyum kecil kepada yola
"lah, om itu aneh. cuman buku bahasa inggris. nanti kan buka kamus dan bukunya kemaren. dah beres. ngapain repot2 pake guru bahasa inggris segala". celoteh yola sembari kesal dengan om bambang, sembari meninggalkan om bambang dan rey.
rey pun hanya bisa meng iyakan keinginan ayahnya. rey anak yang penurut dan tidak banyak bicara. kesehariannya hanya di kamar. itulah kenapa om bambang berusaha mencarikan teman untuk rey.
satu bulan berlalu, tiap pulang sekolah rey selalu menjemput yola ke sekolah. sepulang sekolah rey dan yola belajar bareng di rumah yola atau di kantor om bambang. lambat laun rey si kulkas pintu seribu pun mulai mencair. rey mulai bisa asik mengobrol dengan yola. kadang mereka bercanda bareng. om bambang begitu senang dengan kedekatan mereka. "akhirnya anakku punya teman". gumam om bambang sambil tersenyum melihat rey dan yola asik bersenda gurau.
rey adalah anak yg penurut. dia merupakan siswa berprestasi di sekolahnya. setiap tahun rey tidak pernah mendapat peringkat ke tiga. karena rey selalu mendapatkan peringat 1 ataupun 2. sama hal nya dengan yola. anak gadis satu satunya ini berbeda dengan kedua kakak lelakinya. yola kerap kali mendapatkan peringkat 2, tetapi dari bawah. atau dengan kata lain peringkat 39 dari 40 siswa. bagaimana tidak, yola hanya bisa belajar apa yang dia sukai. jika tidak tertarik dengan mata pelajaran itu, yola kerap sekali membolos, ataupun tidur di kelas. mata pelajaran matematika dan fisika yola terbilang unggul. yola sering kali mendapatkan nilai 100 di setiap ujiannya. namun untuk biologi, sejarah, geografi dan pelajaran lain, yola kerap kali tidur.
waktu yola banyak di habiskan untuk mempelajari buku milik om bambang. mungkin saja jika yola mengikuti ujian di kampus om bambang, yola akan mendapatkan nilai A. itulah kenapa om bambang meminta rey untuk bisa mengajak yola belajar mata pelajaran di sekolahnya. om bambang akan merasa bersalah jika yola mendapatkan nilai jelek karena terus bergaul dengan buku buku om bambang.
hampir dua bulan ini rey selalu menjemput yola di sekolahannya. siang ini rey sudah siap di tempat biasa rey menunggu yola keluar sekolah. 15 menit berlalu setelah bel tanda sekolah yola usai. tapi yola tak kunjung terlihat. sekolah pun sudah mulai sepi. banyak murid yang sudah meninggalkan sekolah.
"nungguin siapa kak? pulang bareng aku aja kak?" celetuk icha, salah satu teman sekolah yola. icha adalah anak yang di nobatkan menjadi siswi tercantik di angkatannya. icha, gaby, nadia dan lina mereka membentuk satu geng. karena icha di nobatkan menjadi siswi tercantik, icha pun merasa besar kepala dan bertindak semaunya. mereka akan merasa berkuasa dengan kecantikannya. begitu juga dengan teman geng nya. mereka mengikuti jejak icha, bertindak semaunya karena mereka merasa lebih cantik dan berkuasa.
__ADS_1
"kamu temannya yola ya? kok yola belum keluar?". tanya rey kepada icha yang tengah asik duduk di halte bus dekat sekolahan.
"lah ngapain cari yola sih, gembel begituan di cari. nie berlian lho ada di depan mata". celetuk icha dengan muka sinisnya di ikuti tertawa kecil teman-temannya.
rey tak mengindahkan perkataan icha. karen rey sudah melihat yola berjalan keluar dadi gerbang sekolahnya. rey pun menatap lega ke yola. "akhirnya datang juga". ucap rey dalam hati.
"kok pulangnya terakhir yol, ngapain aja?". sapa rey ke yola.
tapi yola masih tetap berjalan tanpa mengindahkan rey yang sedari tadi menunggunya. yola terus berjalan melewati rey, icha dan teman geng nya.
"yaaaah yaaah yaaaah!" teriak lina sembari menertawakan yola yang tengah berjalan kesal melewati mereka. di ikuti dengan suara cengengesan icha dan teman temannya.
rey masih tak mengerti apa yang terjadi. rey berusaha mengejar yola. "kenapa sih, kalau aku ada salah aku minta maaf, tp kasih tau salahku apa, nggak tiba tiba kayak gini". tanya rey sembari menghentikan langkah yola.
"aku pengen jalan kaki". jawab yola kesal sembari melanjutkan jalannya.
rey pun masih mengejar yola. "dah ayok, naik sini. aku anter pulang. nanti di jalan aku ga bakal ngomong sama kamu, ayok". bujuk rey ke yola.
yola pun membalikkan badannya. dengan kesal yola menunjukkan tanganya ke arah icha. seraya berkata "anter aja icha pulang, ga usah kamu anter aku pulang". teriak yola kesal sembari berjalan cepat meninggalkan rey.
rey masih binggung dengan kelakuan yola. sembari menatap icha dan temannya, rey hanya terdiam dan berfikir kenapa yola tiba tiba marah?
"apa yola cemburu aku tadi di godain icha?"
"perasaan tadi yola gak liat ak di godain icha"
"lagian kenapa yola cemburu, kita gak ada hubungan apa apa kan? bebas aja kan aku mau deket cewe lain. lagian aku tadi gak nanggepin icha. aku cuek in icha dan teman temannya. trus kenapa yola?"
yola terus berjalan sampai rumahnya. sementara rey masih terus memikirkan kelakuan yola. sembari pulang meninggalkan icha dan teman temannya yang sedang asik cengengesan di halte bus.
__ADS_1
...-----lanjut episode 3----...