
Hari yang aku nantikan akhirnya tiba, sudah bertahun-tahun aku menunggu adanya hari ini, hati dimana aku akan dikenal tidak hanya tingkat nasional bahkan internasional, dan perjalananku baru saja dimulai.
"Selamat pagi sayang, yuk berangkat!" ajak ayahku sembari mengusap rambutku
"ayaaahh kan aku dah bilang aku bukan anak kecil lagi jangan dielus kaya anak kucing kan!" jawabku sembari menunjukkan ekspresi cemberutku
"iyaa anak ayah kan udah 17 thn dan ayah sibuk entar kalau kamu udah jadi atlet profesional entar ayah sekalian rayain kan hemat!" ujar ayahku sembari membawakan tasku yang berisi raket dan keperluan lainya
"ayah ibu berapa lama di desa sama adek?" tanyaku sembari memasuki mobil dan memakai seatbel
"emmm mungkin seminggu jadi kemungkinan lebih ayah masih belum bisa mastiin sayang, tapi ayah bakalan nemenin kamu di jakarta sampe pengumuman kelulusanmu jadi atlet" jawab ayah sembari melajukan mobilnya mengantarku ke gor badminton untuk mengikuti seleksi tahap internasional yang diikuti oleh banyak orang dari 34 provinsi di seluruh indonesia
"ayah...sebenarnya kinand bisa kok dirumah sendiri, gak papa ayah didesa sampe nenek sembuh" jawabku sembari menatap ayah serius
"kinand, ayah tahu kamu udah dewasa, tapi ayah tahu inilah cita-cita kamu dan kamu butuh ayah saat ini, ayah gak akan tinggalin kinand di saat kinand sedang berjuang!" jawab ayahku tak kalah serius sembari fokus menyetir
"ayah...terimakasih, terimakasih atas semua yang ayah berikan selama ini sama kinand, padahal kinand bukan...anak ayah!" jawabku sedikit berkaca-kaca
"kinand...ayah gak hanya sekedar nganggep kinand semata-mata anak ayah, tapi ayah tulus dari hati kinand anak ayah, kinand jangan ngomong gitu lagi ya, kinand anak ayah yang cantik dan pintar!" jawab ayahku meyakinkanku seraya memberiku senyuman hangatnya padaku yang kubalas senyum simpul diwajahku, begitu pahit rasa ini seakan seribu luka dihatiku membayangkan wajah ayah kandungku seperti apa aku bahkan tidak tahu tapi, ayahku yang selalu berada di sisiku bukanlah ayah kandungku, bagaimanapun jika aku bertemu denganya akan kuingat rasa perih ini dan membayar padanya berkali-kali lipat secara cash.
__ADS_1
"kinand, kamu ngalamun lagi udah sampe nih!" ujar ayah padaku sembari keluar dan mengambilkan tasku dibelakang
"ah... kinand sedikit gugup ayah, kinand gak ngalamun kok" jawabku sembari mengambil tas dari tangan ayahku
"kinand kamu harus semangat, jangan mikir yang gak penting, yang penting adalah hari ini kamu harus melakukan yang terbaik itu aja, selebihnya biar tuhan yang memutuskan, kinand harus terima apapun hasil akhirnya, oke?" ujar ayahku sembari merangkulku memasuki kawasan seleksi sembari duduk di kursi penonton dan memberikan senyum hangatnya padaku, seketika dalam hati aku berjanji jika aku berhasil aku akan buktikan pada seluruh dunia, disini aku dilahirkan dan memiliki takdir ditanganku siapapun tidak bisa merenggut takdir yang tuhan berikan padaku, bahkan ayah kandungku sekalipun tidak berhak apapun atas diriku nantinya.
....
GOR JAKARTA PUSAT
17:13
"Dan hari ini ada banyak sekali atlet profesional yang akan bertanding di kancah dunia atau internasional membawa nama indonesia di punggung kalian bukan daerah, keluarga, sekolah, maupun kota, melainkan negara besar kita indonesia, dan terimakasih atas seluruh sinergi dan semangat kita semua dan kalian semua telah menerima surat pemutusan lulus atau tidaknya, diharapkan kita semua tidak berpuas diri dan selamat bagi yang sudah lolos di kancah internasional, terimakasih dan sampai jumpa" ujar coach kami pada seluruh khalayak di gor yang diiringi tepuk tangan keras dan saling memeluk ketika mebuka surat coklat di tangan para peserta kini aku benar benar gugup saat membuka surat tersebut bagaimana pun aku harus berhasil, dengan perlahan aku membuka cover surat coklat dan mengeluarkan kertas putih didalamnya
_________________________________________
GOR JAKARTA PUSAT
jl.kebun sirih 2, jakarta pusat telp \(7326\)
__ADS_1
Sebagaimana telah kami putuskan bahwa:
KINAND ANANDA YUKI YAMASHITA
Dinyatakan,
LULUS
Atas kemampuan dan kerja keras anda, selamat atas keberhasilan anda, Terimaksih
____________________________________________
"ayah aku lulus, ayah aku berhasil jadi atlet internasional, ayah aku bahagia ayahh" ujarku sedikit teriak sembari terisak tangis di mataku karena terharu, selama ini untuk mendapatkan semua ini aku berjuang hingga derasnya keringat pun mengering ditubuhku, ayah ibu, mulai saat ini aku akan mencari ayah kandungku dan mengembalikan hal yang sepantasnya dia terima, ayah aku ingin melihat wajah kejammu sampai kapan kau terus menghindar.
__ADS_1