
Entah kenapa aku melihat rendy mirip dengan lelaki yang mengantarku sekolah, ah sudahlah aku memang harus meminta maaf padanya dan membalas budi karena menolongku kemarin
"kin, kok bengong! kamu terpaksa ya? kalo gak bisa ikutan gak apa-apa kok!" tanya rendy padaku yang membuatku tersentak kaget, karena memang saat ini aku tiba-tiba memikirkan lelaki yang kemarin
"ohh...ya! enggak aku mau kok!" jawabku sedikit terbata-bata
"oke! jangan lupa besok lho yaaa! yaudah kita latihan duluan aja yuk!" ajak rendy padaku ke lapangan badminton untuk latihan untuk mempersiapkan perlombaan minggu depan
sekota (madya) yang membuat jadwal latihanku semakin padat
....
"kamu mau kemana, setelah latihan? ujar rendy padaku seraya keluar dari GOR ke parkiran
__ADS_1
"emm...gak ada! pulanglah kan udah malam!" jawabku singkat dan ingin pulang mencari tahu tentang siapa foto yang mamah simpan dilemari
"bagus! kita mampir yuk!" ajak rendy padaku sembari menarik tanganku yang membuatku merasa sangat malu dan gugup karena ini kali pertama tanganku di genggam seorang lelaki, dan lagi itu adalah rendy
"emangnya mau kemana? aku ada urusan di rumah!" jawabku sedikit menahan dan melepas genggamanya
"udah deket kok dari sini! ayo sebentar doang!" ajak rendy padaku memaksa dan kembali menggenggam erat tanganku sembari berlari kecil ke arah jembatan dekat kolam GOR latihanku yang betapa terkejutnya aku, di gelapnya malam dengan sinar lampu perkotaan menghiasi malam yang sunyi diantara aku dan rendy, aku merasa ada rasa ketenangan dan kenyamanan bersamanya atau lebih tepatnya disisinya, apakah aku jatuh...cinta entahlah dalam benakku aku ingin berada di dekatnya dan menghentikan waktu sejenak melepas lelah dan saling menggenggam erat jari-jari seakan membuatku merasa seperti menjadi seseorang yang special bagi rendy, apa rendy menyukaiku...seandainya begitu
"ya? kau sudah bosan? mau pulang?" jawab rendy menatap kearahku yang sedang fokus pada indahnya suasana malam bertabur kemilau perkotaan
"ren, apa aku berarti bagimu?" tanyaku datar seolah aku mengatakanya tanpa ada sedikit keraguan yang membuat rendy langsung menatap kearahku penasaran dan bingung dengan yang aku katakan
__ADS_1
"emmm...kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu?!" jawab rendy bingung yang masih menatapku penuh pertanyaan
"ohhh!! sudahlah kalau kau tidak bisa menjawabnya tidak usah dijawab! lupakan saja!" jawabku kecewa pada diriku sendiri yang kenapa aku ingin sedikit bercerita tentang sisi gelap hidupku pada orang yang berarti bagiku tapi semua hanyalah aku yang beranggapan sendiri dengan sigap aku beranjak kembali ke parkiran
"kin! aku tidak tahu kenapa kau menanyakan hal ini padaku! tapi aku punya jawabnya, saat aku tidak melihat dan mendengar suaramu... aku kesepian...dan saat kau bersamaku didekatku aku merasa senang dan bahagia! kin...kau berarti bagiku sungguh!" jawab rendy membuatku meneteskan air mata dipipiku dan tetap berjalan kearah parkiran
"aku duluan ren!" teriakku menahan air mata ku yang hendak keluar dengan derasnya dengan kencang aku mengendarai sepedaku cepat dan menangis kenapa ada orang lain yang merasa aku sangat berarti baginya, lalu kenapa papahku sendiri tidak ada disaat aku membutuhkanya, aku sudah mempunyai papah baru tapi, kenapa ada ruang hampa didalam hatiku yang membuatku rindu, pantaskah aku merindukan seseorang yang tak pernah memikirkanku, menghawatirkanku, dan ada untukku disetiap saat. aku bahkan belum melihat wajah papahku sendiri, bagaimana dengan hati nuraninya
---------------------------------------------
hallo semuanya maaf author telat update dikarenakan sibuk"nya jadwal padat, mohon pengertianya terima kasih!😚
__ADS_1
jangan lupa baca : pernikahan yang tak kuinginkan
kepoin author di @kein_ratna 🤗