Ternyata Ayahku Seorang CEO

Ternyata Ayahku Seorang CEO
#13 Perjalanan ke jepang (2)


__ADS_3

"kinand selamat ya kamu lulus! ayah bangga sama kamu!" ujar ayahku padaku seraya memelukku dan mencium keningku


"iya yah, makasih ayah selalu dukung kinand!" jawabku sembari menyambut hangat pelukan ayahku


"nak, kamu mau dirayain seperti apa! biar ayah yang ngatur, sekalian ulang tahun kamu kan udah lewat karena ayah dan mamah kamu di desa kemarin, jadi dirayain bareng sama kelulusan kamu di club ini!" ujar ayahku panjang lebar karena bahagia


"emm terserah ayah aja, gak apa apa kalo di barengin ultah walaupun udah lewat!" jawabku sedikit menitikkan air mata karena teringat kemarin saat aku merayakan ulang tahun ku 17 th aku sendirian di rumah, sedangkan ayah, mamah, adikku didesa betapa kesepianya kemarin, entah kenapa aku merasa sedih sekarang


"ken, kamu kok nangis??" tanya ayahku sembari mengajakku duduk dan melihat yang lain tertawa karena kelulusan dan ada yang sedih karena gagal


"aku...kepikiran mamah...dan adik!" ujarku tanpa melihat ayah melainkan melihat keluarga utuh didepan mataku begitu sempurna tanpa adanya masalah


"kamu mau ayah telfonin mamah?" tanya ayahku sembari mengeluarkan ponselnya dan mulai menelpon mamah


"ayah...aku pengen pulang!!" ujarku seraya menatap ayahku serius, dan dengan cepat ayah memutuskan telfon sebelum diangkat


"kamu gak pengen lebih lama disini??" tanya ayah tak percaya dengan ucapanku barusan


"iya yah, kinand pengen pulang dan istirahat" jawabku pelan sembari mengambil tas disebelahku dan bergegas keluar dari gor


"ken, apa ada masalah?? bukanya kamu seneng kamu udah jadi atlet profesional!" ujar ayahku manatapku serius dan mengikuti langkahku keluar gor menuju pakiran mobil d


"aku hanya ingin pulang dan istirahat, gak ada masalah kok yah, tenang aja!" jawabku sembari tersenyum kearah ayahku dan dibalas senyum simpul ayahku dan bergegas masuk mobil


....


Di Rumah Kinand


"hallo, mah kinand gak apa-apa kok tenang aja!" ujarku pada mamahku lewat telfon ponselku


"tadi papah eh ayah kamu telfon mamah ada apa?!" tanya mamahku khawatir


"ooh,tadi sih pengen ngasih tahu mamah aku udah lulus seleksi untuk jadi atlet badminton internasional, tapi aku pengen cepet pulang jadi gak jadi telfon disana!" jawabku santay sembari merebahkan diri di sofa ruang tamu


"apa!! kamu lulus yaampun anak mamah pinter banget sih, sini sini tak kasih cium, muahh!!" teriak mamahku keras


"mahh, malu ihh ngomong gitu, aku geli yang denger" jawabku mengomel


"oh ya sayang, mamah minta maaf sama kamu udah bikin kamu sedih kemarin pas kamu ultah yang ke 17 mamah malah gak ada buay rayain, jadi mamah suruh ayah kamu buat nyusul deh pagi tadi,maaf ya sayang!" ujar mamahku panjang lebar menjelaskan

__ADS_1


"udahlah mah kinand ngerti kok kemarin, kan juga mendadak ada kabar nenek sakit strock jadi ya mamah disana udah kewajiban!" jawabku sedikit berkaca-kaca mengingat kemarin hari ultahku begitu sepi


"yaudah mamah mau bicara sama papah eh ayah kamu maksudnya!" ujar mamahku meminta


"emmm ya sebentar mah, aku panggilin ayah" kubergegas menuju kekamar ayah yang tengah istirahat dan memberikan ponselku kepada ayah dan kembali ke kamarku, sedikit kesal aku dengan mamah padahal aku masih ingin mengobrol banyak hal dengan mamah tapi mamah malah pengen ngobrol sama ayah uh nyebelin batinku kesal


Tokkk Tokkkkkk....


"kinand...kinand" ujar seseorang dari luar rumahku sembari mengetuk keras pintu rumahku dengan cepat aku pun menuruni tangga dan membukakan pintu


"siapa?" ujarku seraya membuka pintu


"kinand ini aku" ujar samuel padaku


" ohh, ngapain kamu jam 10 malem dateng kesini!" jawabku memalingkan wajah darinya karena sebenarnya aku tidak bisa menghadapi perasaan bergejolak dalam diriku saat bertemu samuel


"ken, aku mau ngasih hadiah selamat atas keberhasilan kamu dan ulang tahun kamu kemarin!" ujarn samuel seraya memberikan dua bungkusan coklat ditanganya


"ken, siapa yang dateng??" ujar ayahku dari dalam rumah


"ohh ini saya om, samuel!" teriak samuel keras


"ken, disuruh masuk dong samuel! ujar ayahku yang sudah keluar melihat kami tarik-menarik tangan dan langsung melepaskan tangan dengan cepat


"oh, ini om kinand suruh saya pulang, katanya aku gak boleh masuk!" ujar samuel seraya berjalan masuk kearah ayahku didepan pintu


"ken, gak boleh gitu sama samuel, diakan kangen sama kamu" ujar ayahku mengejekku karena samuel pernah menembakku dikala itu


"ah, om bisa aja, ayo ken masuk ntar masuk angin loh!" ujar samuel yang sengaja ingin membuatku malu karenanya


"yaya! bawel amat!" jawabku kesal dan bergegas masuk dan duduk di sofa ruang tamu


"kamu kesini ada apa sam??" tanya ayahku sembari senyum simpul kearahku


"oh ini om, saya denger dari rendy, katanya si kinand lulus dan udah jadi atlet profesional, jadi saya langsung kesini buat ngasih hadiah" ujar samuel seraya menyerahkan hadiah keatas meja


"rendy yang bilang, kok dia gak kesini??" tanyaku serius pada samuel


" ohh, dia juga kecapean tadi habis ngasih tahu aku dia langsung tidur!" jawab samuel sembari memakan snack tanpa ragu

__ADS_1


"tapi, tadi kok rendy gak ngomong apa-apa sama ken, pas di gor tadi! oh ya ken kamu ambilin minum gih dikulkas" ujar ayahku seraya duduk mendekati samuel


"emm...rendy bilang dia lagi gak kepengen ketemu kinand!" jawab samuel pada ayahku tanpa ragu sedikitpun lantas aku yang mendengarnya merasa sedikit kesal


"masa, rendy ngomong gitu! kamu bohong ya, emang rendy ada masalah apa? kok gak mau ketemu kinand?" tanya ayahku penasaran


"ah itu...yah..itu rendy kan dulu ngajak kinand naik gunung tapi kinand gak mau jadi dia ngambek sampe sekarang!" jawabku berbohong sebenarnya rendy membenciku dan tidak ingin melihatku sampe kapanpun bahkan dia tidak ingin berteman denganku


karena dulu...


Flashback 5 tahun yang lalu


"ken, apa kamu suka sama aku?" ujar rendy memecah keheningan diantara kami di gor


"apa?!" tanyaku tak percaya mendengarnya lantaran rendy bicara terus terang padaku membuatku semakin percaya diri bahwa rendy memiliki perasaan terhadapku


"apa, kamu suka sam aku?" ujar rendy sekali lagi kali ini tatapan rendy tampak serius dan ekspresi seakan tulus padaku membuatku merasa tak karuan dalam hatiku seakan ingin berteriak ternyata rendy mencintaiku selama ini, ternyata cintaku pada rendy terbalaskan


"emh, aku juga suka sama kamu ren, pas pertama ketemu kamu waktu di gor aku udah langsung suka sama kamu dan sampai saat ini aku suka sama kamu, bayangin udah lama banget kan 5 tahun aku suka sama kamu dan itu gak pernah berkurang sedikitpun!" jawabku panjang lebar seraya tersenyum manis dan menatap wajahnya, tapi ekspresinya berubah tidak seperti saat dia bertanya, tiba-tiba dia seakan terkejut dengan pengakuanku


hahahahaha


hahahahahaha


hahahahahhahaha


hahahahahahahahaha


semuanya menertawakan aku dari belakang punggungku ternyata aku tidak berdua dengan rendy di gor melainkan ramai sekali di gor aku merasa pengakuanku kepada rendy yang tulus seakan berubah menjadi lolucon, dengan wajah polos dan bingung aku tidak paham kenapa semua tertawa dan wajah rendy tampak malu dengan pengakuanku dan aku masih diam berusaha memahami situasi


"kinand...kinand ternyata bener ya kamu ada rasa sama rendy, kelihatan banget!hahaha" ujar andreas mendekatiku sembari tertawa tak henti-henti


"maaf ken, tadi ini gak serius cuma main-main aja!" jawab rendy dengan nada biasa dan berjalan kearah keluar gor


"apa? cuma main-main?" jawabku yang masih bingung dan membuat keheningan di tengah gor


"iya, tadi cuma main truth or dare pas aku main sama mereka, jadi aku pilih tantangan dan aku ditantang buat nanyain itu sama kamu, udah itu aja!" jawab rendy sembari berbalik ke arahku


"oh,.....main-main ya maaf temen-temen aku terlalu serius jawabnya tenang aja tadi itu aku juga main-main kok jawabnya, yaudah pulang gih udah malem, takut kemaleman pulang dulu ya, sampai besok!!" ujarku keras dan berusaha setenang mungkin dan bergegas keluar gor dan menaiki sepedaku batinku remuk dan hancur berkeping-keping saat mendengar rendy cuma main-main yang membuatku kecewa benar-benar kecewa, disepanjang jalan kerumah aku menangis tanpa henti dalam diam tanpa suara aku menagis lalu aku merasa benar-benar sedih dan memutuskan berhenti di dekat taman dan diseberang taman ada kuburan besar aku duduk di trotoar dan mendekap tanganku sembari menangis dibawah lampu jalan yang menerangiku menangis sampai aku merasa lega tapi tetap saja aku tidak bisa berhenti menangis seakan pertahanan air mataku sudah hancur mendengar ucapan enteng rendy CUMA MAIN-MAIN kata-kata itu terus terngiang di otakku andaikan aku bisa menghilang aku inginmenghilang saat ini juga, andaikan aku bisa...seakan aku tak sanggup menghadapinya dikemudian hari karena rasa cinta yang kumiliki untuk rendy, selama ini aku tulus mencintai rendy, selalu berusaha ada untuk rendy, menyukai apa yang disukai rendy, 5 tahun sudah rasa ini dan jauh didalam hati ini hanya ada satu nama yaitu rendy, tapi kenapa aku mencintai seseorang sampai menjadi bodoh, bahkan aku dibodohi oleh orang yang sangat aku cintai, perasaan tulus dan suci yang kurasa untuknya dianggap hal bodoh dan memalukan, apakah aku sungguh bodoh dan menyedihkan?

__ADS_1


"kamu kenapa?" ujar seseorang mendekatiku


__ADS_2