Ternyata Ayahku Seorang CEO

Ternyata Ayahku Seorang CEO
#4 Awal Impian


__ADS_3

kyoto, japan


"selamat tuan muda, anda berhasil menaikan harga saham perusahaan kita hingga 25% dalam kurun satu tahun, anda sangat hebat tuan muda yamashita, saya senang bekerja sama dengan anda!" ujar mitra kerja papahku


"tentu saja tuan ishiate, saya sangat bekerja keras untuk mencapai ke titik ini, terimakasih atas kerja sama perusahaan anda juga!" jawab papahku senang


"tuan besar yamashita sungguh beruntung memiliki anak yang sehebat anda, apakah anda tidak ingin melibatkan anak anda dalam bidang bisnis?" tanya tuan ishiate pada papah yang penasaran


"...eee anak saya kazuya dan himawari sangat tertarik dalam bidang ini, tapi mereka saat ini sedang di hongkong, mungkin lain kali saya akan memperkenalkan kedua anak saya pada anda!" ujar papahku pada tuan ishiate


"baiklah...itu sungguh hal yang terhormat bagi saya tuan muda yamashita, saya akan menunggu kepulangan anak-anak anda, kalo begitu saya pamit dulu" ujar tuan ishiate seraya membukuk hormat (budaya salam di jepang)


"ya tuan, sampai jumpa!" jawab papahku seraya membalas hormatnya (membukukkan badan)


....


Jakarta, Indonesia

__ADS_1


"Yuki Moza Yamashita...siapa pria ini?" ujarku pada diriku sendiri yang menemukan foto diselipan baju mamahku didalam lemari kayu yang lumayan tua, entah itu foto siapa dan dibelakang foto itu tertulis seperti nama yang asing bagiku, dengan cepat aku menyimpanya dalam kantongku dan bergegas keluar kamar mamahku


"mah...pah...aku mau tidur duluanya ya! selamat malam!" ujarku pada mamah dan papahku yang duduk di ruang keluarga


"yaa...tapi adek udah tidurkan?" ujar mamah padaku yang hendak naik ke kamar.


"iyaa...yaudah aku tidur...selamat malam...pah


...mah!" jawabku bergegas ke kamar tidurku yang sedari tadi ingin masuk ke kamar untuk mencari tahu siapa pria difoto yang bernama yuki moza yamashita! apakah itu teman mamah, tapi karena aku sudah lelah dan mengantuk aku langsung tidur


....


"iya sayang hati-hati ya, semangat nanti juga latihan badminton buat perlombaan ajang madya (kota)" balas papahku sembari memberiku uang saku


"iyaaa pahh! semangat kok! makasih paa, dadaa!" jawabku bergegas meninggalkan rumah karena jam yang sudah mepet ke sekolah, aku dengan kecepatan rata-rata menaiki sepeda ke SMP ku dan sialnya ban sepedaku bocor di tengah perjalanan ke sekolah, aku yang bingung berupaya menuntun sepedaku sampai sekolah tapi ini masih jauh, aku benar-benar lelah dan aku melihat dari jauh ke arahku ada seorang laki-laki dengan santay membawa sepedanya dan langsung kuberhentikan


"heyyy...stop!stop!" ujarku terengah-engah pada lelaki itu

__ADS_1


"ada apa! kau menghentikanku?!" tanyanya bernada tinggi


"kau siswa SMP 5 kan? aku SMP 7 kita searah tolong...aku berangkat bersamamu!" ujarku memelas


"tidak! sudah jalan kaki saja sana! minggir!" jawabnya sedikit kesal padaku


"tolong...ban sepedaku bocor!!! kumohon!!!" ujarku teriak yang membuatnya berhenti dan menoleh kearahku


"brisikkk, ayoo kau didepan menyetir sepedanya dan aku dibelakang menarik sepedamu! cepat!!" perintahnya padaku dengan nada tingginya


"ahh...iyaa terimakasih, baiklah aku didepan!" jawabku bergegas menaiki sepeda gunung lelaki itu yang memang tampan dan tinggi, rambut sedikit keatas, putih, dan tahilalat di dagu sebelah kanan sepertinya dia cerewet dari lahir (haqiqi) batinku membuatku sedikit cekikikan


"...ada yang lucu?!" ujarnya kesal


"ohh...aku hanya senang ada lelaki baik di dunia ini!" jawabku sumringah


"heleh...memang lelaki yang kau temui tidak sebaik denganku? kau terlalu berlebihan!" jawabnya ketus padaku

__ADS_1


"lelaki yang kutemui memang baik semua, tapi tidak semua lelaki baik bukan!" ujarku percaya diri


"hmmm...sepertinya kau punya sedikit masalah dengan lelaki?! apa kau pernah disakiti seorang lelaki?" jawabnya padaku yang membuatku tersentak dengan ucapanya dan membisu karena mengingat papahku yang hilang tanpa kabar


__ADS_2