Ternyata Hanya Kamu

Ternyata Hanya Kamu
Perbincangan di meja makan


__ADS_3

Author POV


Pagi yang cerah sesudah sholat subuh Jasmine menyiapkan sarapan untuk orangtua dan adik adiknya. Ya dia anak pertama dari Papah Rahman dan Mamah Andini. Adiknya bernama Habibah dan Fero.


Jasmine POV


"A*h selesai juga, tinggal panggil satu satu" kataku


"Dekk, ayo makan, mah pah ayo makan nih udah siap". Panggilku


"Hai sayang, terimakasih sudah menyiapkan semuanya. Kamu jangan terlalu lelah, kamu kan sedang liburan" kata mamah.


"Kakak!!! Kok ga bilang bilang mau pulang siii, kalo kakak bilang aku ga akan nyiapin pr ditempat temen aku. Mana si Fero rese banget nyuruh pulang mulu" Kata Habibah.


"Kalian jangan terlalu menyusahkan kak Jasmine, dia sedang liburan. Kasian dia". Kata papah.


"Iya paaah" sahut mereka.


"Mah ayo makan, sini aku ambilin yaaa. Mamah duduk ajaaa hehe" kataku


"Anak papah sekarang sudah besar, sudah akan melayani suami. Kalau sudah menikah, sering sering kesini ya nak" ucap papah.


Aku terdiam, jujur rasanya ingin menangis. Takut. Tapi apa yang aku takutkan. Aku mungkin hanya takut tidak terlalu sering melihat mereka mungkin.


" Papah apaan siii, aku pasti akan kesini terus kok, lagi pula kita ini masih satu daerah kan" kataku menenangkan papah.


"Loh kakak mau menikah, dengan siapa? Ah papah mamah ga asik ga bilang sama kita. Kan kita sedih mesti pisah sama kaka" ucap Fero.


"Heleh orang kaka kalian masih disini kok. Dan kalian juga udah tau siapa calon suaminya. Jadi kalian bisa tenang sekarang" ucap mamah.


"Kaka harus sering sering kesini, kita harus sering jalan bareng" kata Habibah.


"Iya sayangkuuu" ucapku sambil tertawa melihat adik adik ku.


"Besok kalian akan bertemu nak, besok kita akan mengadakan acara makan malam bersama. Sekalian lamaran, semoga lancar. Karna calon mertuamu ingin cepat kalian menikah" ucap mamah


"Memangnya harus cepat sekali ya mah? Memangnya kenapa?" Kataku penasaran.


"Karena kalian sudah sama sama kenal, dan kalian sudah sama sama bisa membina rumah tangga, kenapa tidak" kata papah.


"Tapi pah, kita sdh 17tahun ga ketemu. Lagi pula menurutku, dia sudah lupa" kataku.


" Liat besok saja nak semoga berjalan dengan baik ya, kamu tidak usah gelisah" kata mamah.

__ADS_1


Author POV


Hari berganti malam, memang sudah pasti sekarang Jasmine sedang mengalami gelisah yang parah. Saat tidak bisa tidur Jasmine memilih untuk Sholat Tahajjud, guna membuat hatinya tenang. Terselip doa tulus agar jika memang dia bersama dengan calon yang dipilihkan orangtuanya, mereka menjadi keluarga yang utuh.


Jasmine POV


Huh apakabarnya yah, pasti baik baik saja. Kata papah dia sudah bekerja dengan abah Koni 2 tahun ini. Artinya Habibah dan Fero sering bertemu, karena dia kan guru mereka. Apa aku terlalu lama di pondok sampai aku tidak tau apa apa, sejak kapan mamah dan papah menjodohkanku dengan dia? Kenapa sepertinya buru buru sekali sih. Lebih baik aku sholat, agar bisa tidur.


Disaat ingin tidur handphone Jasmine berbunyi, dilihat ternyata temannya di pondok menelpon.


"Assalamualaikum syaaa" kata Jasmine.


"Waalaikum salam calon manteeeen" kata Tasya


"Ih rese banget sii, kenapa nih ada apa malem malem begini nelpon, kesepian yaaa gaada aku?" Kata Jasmine sambil ketawa.


"Gakkk, cuman pengen protes aja, lu kok kalo nikah ga bilang bilang siii, apa arti persahabatan kita selama ini haaaaaaaaa, lu juga ga bilang mau pulang gue kesepian begeeee" kata Tasya panjang lebar


"Astaghfirullah syaaa, ga gitu, ini tiba tiba. Si papah sama mamah jemput aku langsung kemarin, sampai rumah sorenya calon mertua dateng aku kaget banget" kataku.


"Gara gara berita lu yang pengen nikah disebarin Kyai, tu Ustadz Fikri uring uringan dari kemarin, nanya kabar lu terus minta nomor lu" kata Tasya


"Emang ada apaan sama ustadz Fikri? Dia sakit? Terus nomor aku, kamu kasihin?" Kataku.


"Huh, mau jelasin apaan juga kan sama dia, orang kita gaada apa apa. Lagian nih aku tuh peka kok. Lagi pula, kan ada ustadzah Mona, dia cantik, baik, tulus lagi sama ustadz Fikri" kataku.


"Ape lu kate, Ustadzah Mona suka ma ustadz Fikri? Terus lu suruh si Ustadz suka juga ma dia? Ya kali min min. Dia sukanya mah yang lucu dan ga menye menye kaya kamu. Kalo si Mona mah agresif begitu yaiyalah dia ilfilll" kata Tasya.


"Min min lu kira gue apaan siiiiiii. Lagian ni yaaa, emang kamu ga seneng apa, denger sahabat kamu pengen nikah sama cinta monyetnya? Kan dari dulu aku sering curhar soal kak Dar sama kamu" kataku.


"Kamu itu sepertinya terbelenggu sama perasaan cinta min, belum tentu kan si kak Dar kamu itu juga punya perasaan dan masih ingat kamu" kata Tasya.


"Lagian nih ya Jasmineku yang cantik, si kak Dar aja ga menghubungi kamu kan sampai hari ini, kamu jangan terlalu memupuk rasa cinta begitu dalam dulu yaaa min, aku takut air matamu keluar karna laki laki itu" sambung Tasya.


"Iya iya, tapi doain aku yaaa, semoga kami saling cinta, karna pernikahan kan sangat sakral menurutku. Semoga kami Sakinah Mawaddah Warahmah" ucapku.


"Iya pastilah itu, aku selalu mendoakan kebahagiaan kamu loh min, kamu orang paling baik dihidupku, aku gabisa bales biar Allah yang bales kamu" kata Tasya.


"Makasih banyak karena selama ini kamu selalu nyediaan pundak buat aku bersandar. Ya disaat aku gabetah di pondok, kamu selalu ada buat aku" kataku.


"Haduh si mimin mah pengen bikin gue nangis. Takut banget gue kalo lu disakitin. Inget ya min, kalo lu disakitin ma dia, bilang aja ma gue, gue bakalan bawa lu pergi jauh dari sini, jangan ngadepin masalah lu sendiri, kurang kurangin deh kelakuan lu yang kaya gitu gue gasuka. Lu tu sodara gue bukan sahabat gue" kata Tasya.


"Iya ustadzah Tasyaaa, aku janji kok. Lu dari tadi panjang lebar nelpon gue, suami lu mane?" Tanyaku.

__ADS_1


"Oh si abang lagi keluar sama mertuaku, ga kerasa lu udah mau nikah ya min, si papah pasti sedih banget. Aku tau banget loh" kata Tasya.


"Aku pun sedih tauk, apalagi dia, terkesan sangat buru buru. Kaya ada apa apa. Tapi gaada penjelasan yang bener bener bisa di ambil dari kejadian ini" kataku.


"Hmmmm, lu mesti cari tau kayanya. Gue takut lu ga bahagia. Haduh sakit banget pasti hati gue denger lu kaya gitu" kata tasya


Saat aku dan Tasya asik mengobrol. Tiba tiba ada suara suaminya.


"Eh ini lo gue lo gueeeeee, aku pencet ya hidung kamu ngomong kaya gitu" kata mas Fattah.


"Ampun mas, ini lagi telponan ama si Jasmine, mas mau ngobrol" kata Tasya.


"Sini deh sepatah duapatah kata menyampaikan pesan dari seseorang" kata mas Fattah


"Palingan si ustadz Fikri kaaaan" kata tasya


"Assalamualaikum Jasmine, kamu pulang kok lama sekali, itu anak murid pada galau" kata mas Fattah.


"Waalaikumsalam mas, hehehe titip ya mas, aku lagi ada keperluan" kataku


"Ya keperluanmu itu membuat sahabatku patah hati, sampai tidak terlalu fokus dan kurang makan. Tadi aku ada urusan dengan orangtuaku karna harus menemaninya ke dokter, kebetulan kyai sedang pergi keluar kota, untung cepat dibawa jika tidak, mungkin dia harus di opname" kata Mas Fattah.


"Astaghfirullah, beneran mas? Kenapa sampai seperti itu? Aku hanya bisa mendoakannya dan juga tolong sampaikan salam ku ya mas, maaf belum bisa membesuk" kataku sedih.


"Ya nanti akan aku sampaikan. Sebenarnya dia ingin sekali membatalkan perjodohan kalian, dan meminangmu, namun karna kamu sudah dipinang oleh laki laki itu jadi dia tidak ada kuasa untuk meminangmu lagi" kata mas Fattah.


"Hmmm iya, aku hanya titip salam saja. Ucapkan maaf juga padanya"kataku


"Maaf untuk apa? Kamu tidak salah apa apa Jasmine, lagi pula cinta itu hal yang fitrah" kata mas Fattah.


"Iya mas, semoga ustadz Fikri lekas sembuh" kataku.


"Yasudah hanya itu, semoga kamu bahagia yaa, kasian Tasya juga ikut memikirkan kebahagiaanmu sampai lupa kalo suaminya belum dikelon" kata mas Fattah tertawa.


"Ih mas apaan sih malu sama jasmine" kata tasya.


"Ya sudah kalian tidur lah sekarang, buatkan aku keponakan yang banyak hehehe" ucapku


"Iya wkkwkwk assalamualaikum jasmine" kata Tasya


"Waalaikumsalam" kataku.


Aku pun terdiam, merenung. Mengapa sampai harus separah itu ustadz Fikri. Jika kyai tau pasti dia marah. Ya Allah. Kasian sekali sampai sakit hanya memikirkanku. Maaf ustadz, tapi aku merasa tidak pantas untukmu.

__ADS_1


Sampai sini dulu yaaa💖💖


__ADS_2