Ternyata Hanya Kamu

Ternyata Hanya Kamu
Menghitung Hari


__ADS_3

Author POV


Ketika semua urusan sudah selesai. Mereka pun pulang, sudah ditetapkan pernikahan akan dilaksanakan 2 minggu lagi. Jasmine meminta jika mereka menikah masih dibolehkan bekerja, dan akan berhenti jika hamil, Dary pun tidak masalah. Mungkin dia tidak terlalu bisa berpikir, karena masih memikirkan alasan kenapa Jasmine mau meninggalkan cinta pertamanya. Yang dirasanya masih sangat gelisah, dan merasa sangat aneh.


Saat dirumah, Jasmine mendapat pesan dari nomor yang tidak diketahui. Setelah dicari tau ternyata itu adalah ustadz Fikri. Ya masih menanyakan kebenaran yang ada, apakah benar dia akan menikah. Jasmine hanya menjelaskan seadanya. Dia juga memberitahu jika akan menikah 2 minggu lagi. Dia juga meminta maaf kepada ustadz Fikri. Jasmine juga mendoakan ustadz Fikri agar diberi jodoh yang baik, sholehah dan bahagia selalu.


"Semoga kamu bahagia Jasmine" ucap ustadz Fikri.


"Semoga ustadz Fikri dalam lindungan Allah selalu" ucap Jasmine


Setelah mengakhiri obrolannya Jasmine kembali istirahat.


Hari demi hari pun berlalu.


H-2 walimatul ursy.


Banyak para kerabat keluarga yang datang. Sahabat Jasmine juga datang. Ya diantaranya adalah Tasya dan Saniyyah. Sampai sampai Tasya meminta izin dengan suaminya untuk menginap dirumah Jasmine. Meskipun mereka memang bermalam disana tapi tetap saja Fattah akan tidur sendiri beberapa malam ini. Dan Saniyyah dia bermalam dengan ibunya, ibunya sangat dekat dengan keluarga Jasmine.


Didalam kamar Jasmine mereka berbagi cerita, tertawa dan menangis. Menceritakan bagaimana dulu mereka di pondok saat menjadi santri.

__ADS_1


"Syaaa, kayanya Jasmine emang rada gila sih ya bisa nunggu 17 tahun lamanya" kata Saniyyah.


"Katanya sii ga gila. Tapi ya kaya keren aja, dia beneran nikah sama si kak Darnya yang dulu sering dia ceritain kekita" kata Tasya.


Sedangkan Jasmine, jangan ditanya. Dia masih memikirkan perasaan Dary yang masih mencintai masa lalunya. Sedih namun jika dia bercerita ke orangtuanya atau sahabatnya entah apa yang akan mereka lakukan.


"Iya kan syaa, ah pengen juga. Tapi kuliah aku belum selesai, takutnya habis jadi istri ga bisa kuliah lagi" kata Saniyyah


"Hmmm ya juga sih" ucap Tasya.


"Eh min lu kok diem bae, ada apa. Pasti ada yg disembunyiinkan, aku tau min, kita itu udah sama sama lama" kata Saniyyah


"Jangan terlalu dipikirin min, dulu aku pas nikah gugup malah pingsan" kata Tasya.


"Hehe, eh syaa, aku tetep ngajar loh abis nikah, kak Dar bolehin aku" kata Jasmine berbinar.


"Beneraaaan min, ah seneng aku. Aku takut ga ketemu lagi" kata Tasya.


"Kalian mah enak ketemu lah aku bakal kuliah lagi, LDR lagi" kata Saniyyah sedih.

__ADS_1


"Masih bisa kan di telpon" kata Jasmine.


"Sya, mas Fattah ga nyariin, ini udah jam sebelas loh" lanjut Jasmine


"Udah di kelon kok min, tenang. Kan ini girls time" kata Tasya.


"Geli banget gue denger dikelonin" kata Saniyyah.


Akhirnya mereka tertawa dan tertidur karna kelelahan mengobrol.


Keesokan harinya, dikediaman kedua mempelai melaksakan siraman dan pengajian, keduanya sama sama meminta restu.


Sesudah acara tersebut, Dary tiba tiba mendapat pesan dari temannya. Jika mantan kekasihnya dulu, sedang dalam kesusahan, yang awalnya optimis untuk membuka lembaran baru tiba tiba saja kembali mencoba menghubungi mantannya. Ya karena iba.


"Dia mengalami kesusahan, suaminya menjadi pemabuk setelah dia mengalami keguguran. Seminggu yang lalu dia menjadi korban kekerasan, saat tau kamu akan menikah dia bertambah sedih" ucap temannya.


Di satu sisi dia masih mencintai mantan kekasihnya, disisi lain besok dia akan menikah. Dilema yang membuatnya bingung. Tidak mungkin membatalkannya karna orangtuanya pasti akan marah. Jalan satu satunya ya berbicara dengan Jasmine, dan meminta Jasmine untuk mengerti. Mengerti akan dirinya yang mungkin akan membantu mantan kekasihnya.


Ya sampai sini dulu yaaa💖💖🤗

__ADS_1


__ADS_2