
Dary POV
"Kalian membicarakan apa?" Tanya Dary saat keluar dari rumah.
"Kenalan saja mas, yuk mas. Ummi sudah menelpon aku tidak enak dengan ummi". Jawab Jasmine
"Ya sudah yuk, Afifah kami pamit" kata Dary.
"Iya mas sering seringlah mampir dengan Roni kesini" ucap Afifah.
'dasar tidak punya malu' jengkel Jasmine.
"InsyaaAllah, assalamualaikum" pamit Dary
"Waalaikum salam" jawab Afifah.
Author POV
Saat di mobil, Dary berbincang ringan. Dary mengatakan jangan terlalu berbicara soal rumah tangga mereka didepan Afifah, karena kasihan Afifah. Afifah masih mencintainya. Tanpa memikirkan perasaan Jasmine dia mengucapkan hal tersebut. Jasmine hanya melihat keluar jendela, air matanya keluar dari mata sebelah kiri tanpa diketahui Dary.
Selama tiga bulan, pernikahan mereka sangat monoton, Jasmine selalu berusaha agar dia bisa menjadi istri shalihah, menyiapkan semua kebutuhan, bersabar jika sampai hari ini sang suami masih bersikap dingin. Setiap malam selalu bangun untuk mendoakan sang suami agar hatinya melunak dan menerimanya. Setelah menikah, dia jarang menginap di rumah orangtuanya karena takut ketahuan jika sikap Dary sangat dingin, memilih tinggal betah di rumah sang mertua. Para sahabat pun ikut merasakan curiga, karena Jasmine terlihat sangat hemat sekarang. Padahal dulu dia sangat suka jajan dan kulineran, seperti ada tuntutan juga. Tapi dia berusaha untuk tidak menampakkan hal tersebut, apalagi kepada Tasya. Karena Tasya sangat peka akan dirinya.
"Huh sisa segini, gajian masih tiga hari lagi, gimana ya ongkos bensin dan makan siang" ucap Jasmine.
"Miminkuuuu, lu kenapa murung mulu siii" kata Tasya.
__ADS_1
"Ih kamu ini kebiasaan, gaboleh ya lu gue lu gue" ucap ustadz Fattah.
"Hehe maaf mas" kata Tasya.
"Gapapa syaa, lagi mikirin gajian yang tiga hari lagi" kata Jasmine tertawa.
"Kan mimin dah punya suami, ngapain galau. Minta dong" kata Tasya.
"Hehehe iya deh syaaa" ucap Jasmine santai.
'boro boro sya, dari awal nikah sampai sekarang gapernah ngasih aku nafkah' ucap Jasmine dalam hati.
"Syaa aku mau pulang dulu yaaa, ustadz mari. Assalamualaikum" ucap Jasmine kepada pasangan tersebut.
"Mas aku ingin pinjam uang seratus ribu saja, setelah tiga hari aku ganti" ucap Jasmine.
"Min, sekarang aku harus membantu Afifah membayar operasi pengangkatan rahimnya, kamu kenapa ingin meminjam uang sih, apa uangmu kurang?" Jawab Dary.
"Mas, aku hanya pinjam. Pasti kukembalikan kok" kata Jasmine.
"Aku tidak punya uang min" jawab Dary singkat.
"Mas buat Afifah kamu ada, buat aku pinjam saja kamu bilang gaada, kamu ini apa apaan mas" kata Jasmine kecewa.
"Afifah butuh dan kamu hanya perlu min, apa kamu tidak kasihan" jawab Dary.
__ADS_1
"Kasihan? Mas dari awal kamu sama sekali tidak pernah memberiku uang sedikitpun, entah itu nafkah lahir atau bathin ya mas, apa respon orangtua kita jika mereka tau kebenaran ini" jawab Jasmine emosi.
"Oh kamu mau mereka tau? Katakan saja, aku tidak takut. Kalau kamu ingin protes juga silahkan. Kamu yang menerima permintaan ummi untuk menikah denganku. Aku tidak ingin menikah denganmu" jawab Dary tak kalah.
"Astaghfirullah mas, aku selama tiga bulan ini melayanimu dengan hatiku dan ragaku demi mengharap ridhomu mas. Apa yang kamu pandang dari itu semua, tidak ada apa apanya kah? Untuk melihat wajahku saja kamu enggan mas, aku tidak pernah membuka cadar ini karena kamu mas! Karena kamu!! Tapi ternyata usahaku sia sia. Silahkan mas, salah aku memintamu baik kepadaku. Menyesal aku sudah mengungkapkan rasaku, hanya karna ingin meminjam uang, aku sampai seperti ini denganmu" ucap Jasmine dengan mata memerah.
"Mandilah mas, air dan pakaian sudah kusiapkan" sambung Jasmine keluar dari kamar.
Saat keluar, Jasmine melihat sang mertua tertunduk didepannya. Digenggamnya tangan laki laki tua itu.
"Maafkan abah, nak" kata abah.
"Bukan salah abah, Jasmine yang belum menjadi istri yang baik" kata Jasmine.
"Abah malu, abah tau nak. Maaf abah tidak bisa menahannya" kata Abah
"Abah jangan menangis atau bersedih ya, biar Jasmine yang urus. Kasihan ummi jika abah seperti ini" kata Jasmine.
"Abah duduk ya, Jasmine buatkan teh. Jasmine minta maaf karena ini abah mendengarkan kami bertengkar" sambung Jasmine.
Jasmine pun turun, dia membuatkan teh untuk suami dan mertuanya.
Malam tiba, mereka makan malam dengan tenang. Setelahnya, kembali ke kamar masing masing, masih sama. Diam. Mereka tidur saling memunggung. Ya Jasmine dan Dary. Hanya mimpi yang menemani mereka.
sampai sini duluuu💖🤗
__ADS_1