Ternyata Hanya Kamu

Ternyata Hanya Kamu
Assalamualaikum kak Dar!


__ADS_3

Author POV.


Sementara itu di kediaman abah Koni dan Ummi Nur, terjadi perbincangan yang cukup serius. Ya keluarga itu sedang membicarakan tentang hari esok, hari dimana calon pengantin bertemu setelah 17 tahun.


Dary POV.


"Bah, Mi, apa tidak terlalu cepat? Aku sudah lupa dengan dia, lagi pula aku belum siap. Ummi kan tau bagaimana perasaanku sekarang"kataku.


"Selama 2 tahun ini kami sudah terlalu cukup memberikan pengertian sama kamu, kamu terlalu larut, apa kamu terlalu cinta sampai bodoh karna masih mengharapkan cinta yang berujung pengkhianatan? Dari awal kami sudah tidak memberikan izin, tapi kamu? Tetap kan, tetap pada pendirianmu. Dan lihat sekarang, apa yang terjadi, apa kamu bahagia?" Kata Abah serius.


"Ya nak, lagi pula apa salahnya, mencoba dan memberikan kesempatan. Jasmine sangat baik, dia juga cantik, kamu tidak akan menyesal jika menjadikannya istri" tambah Ummi.


"Haaah jadi rumor itu benar bah, mi? Ustadzah Jasmine akan menikahi kakak? Pantas saja banyak yang galau. Tapi Lia bersyukur kalau dia jadi kaka ipar Lia, dia sangat baik, pelajarannya sangat ditunggu, sering gantiin ustadzah lain juga loh mi, orangnya sangat berdedikasi. Makanya kyai suka, apalagi anaknya" ucap Lia keceplosan.


"Maksudnya apa kak? Anak kyai? Suka sama kak Jasmine?" Tanya Faqih.


"Emmm iiyaa, rumornya anak kyai sakit karna denger dari kyai kalau ustadzah Jasmine mau nikah" ucap Lia.


"Nah denger kan kamu, orang aja rebutan. Yang jadi saingan kamu itu banyak. Beruntung kami bersahabat dengan orangtuanya" kata abah.


Aku terdiam mendengarkan pembicaraan mereka, benarkah Jasmine sekarang seperti itu, bukankah dia sangat tomboy dan kucel dulu. Masih ingat sekali kok aku, bagaimana kami dulu bermain. Ya dia sangat aneh, perempuan unik. Memikirkan pertemuan besok aku sangat gelisah.


Author POV


Keesokan harinya, sore hari menjelang malam mereka bersiap untuk makan malam, Jasmine merubah penampilan dirinya dengan bercadar. Orangtuanya cukup terkejut, tapi alasannya untuk bercadar cukup membuat orangtuanya puas. Keluarga mereka pun pergi ke tempat yang sudah di reservasi. Dan disana sudah ada keluarga Abah Koni dan Ummi Nur.


Datang menyapa dan bersalaman mereka duduk. Dary sedikit terkejut, begitu juga abah dan ummi. Jasmine yang tempo hari belum bercadar malam ini bercadar.


"Assalamualaikum kak Dar" ucap Jasmine.


"Waaikumsalam" jawab Dary

__ADS_1


Dibalas anggukan kepala oleh Jasmine.


Mungkin Dary terpukau dengan Jasmine. Ya dihadapannya sekarang tidak seperti Jasmine yang dulu.


Lia juga sangat senang, banyak yang dia ceritakan karna suka ceplas ceplos. Jasmine juga tidak menyangka akan bertemu Lia seperti ini. Ya dia teramat senang.


Abah Koni juga membuka pembicaraan, mereka memulai acara itu, lalu ummi Nur menyematkan cincin di jari manis Jasmine. Ya mereka bertunangan.


Saat sedang asik berbincang, Dary mengajak Jasmine untuk berbicara berdua.


"Pah minta izin, ingin mengajak Jasmine ngobrol sebentar" kata Dary.


"Silahkan nak, tapi jangan diapa-apain dulu tunggu halal wkwkwk" ucap papah.


"Gak lah pah hehe" kata Dary.


Mereka pun sedikit menjauh. Dary memulai pembicaraan, ya ini pembicaraan penting mungkin jika diobrolkan berdua lebih baik.


"Lumayan 17 tahun" kata Jasmine.


"Kamu sekarang sangat irit berbicara ya min, padahal dulu sangat cerewet, suaramu cempreng" kata Dary


"Alhamdulillah kak, semua orang bisa berubah" kata Jasmine


"Hmmm, apa kamu tidak penasaran kenapa kita dijodohkan dengan cepat?" Kata Dary


"Aku hanya mengambil garis besarnya saja. Awalnya pasti penasaran. Namun, jika alasan itu dapat melukai perasaanku lebih baik aku tidak mendengarnya. Tetapi karna kita masih seperti ini, lebih baik aku tau" kata Jasmine


"Ya, 2tahun yang lalu. Aku ditinggal menikah dengan kekasihku, aku tidak bisa melupakannya karena kami terlalu lama bersama. Dia meninggalkanku, karna tak kunjung mendapat restu dari Abah dan Ummi, dia menikah dengan orang pilihan orangtuanya. Sekarang aku tidak tau, apa aku bisa atau tidak melupakannya" kata Dary jujur.


"Hmmm kakak benar, aku saja 17 tahun tidak bisa melupakan cinta pertamaku. Dan saat aku sudah memantaskan diri, sepertinya aku tidak bisa sejalan dengannya" kata Jasmine

__ADS_1


"Jadi itu alasan kamu menerima perjodohan ini?" Tanya Dary


'orang itu kamu kak Dar' ucap Jasmine dalam hati.


"Ya seperti itulah" kata Jasmine.


"Kamu egois min, apa orang itu tau kamu cinta dia?" Tanya Dary


"Tidak, aku ga egois, itu baik untukku. Lagi pula cinta itu fitrah" ucap Jasmine


"Tapi jika dia juga mencintaimu bagaimana" tanya Dary.


Jasmine mengangkat kepalanya, dia memberanikan diri menatap mata Dary. Dia pun berkata.


"Tapi yang ku lihat, dia tidak mencintaiku kak, dan aku takut. Dia tidak menerimaku". Ucap Jasmine


Dary pun terdiam, entah kenapa dia gelisah. Tidak tau apa yang dia pikirkan.


"Sekarang kita jalani saja bagaimana kedepannya kak. Tapi aku hanya mau menikah satu kali" kata Jasmine mantap.


"Lalu bagaimana perasaanmu" ucap Dary


"Setelah menikah cintaku hanya hak suamiku kak" ungkap Jasmine


Dary terdiam.


"Yuk, ini sudah malam, sebentar lagi kita pulang. Terimakasih sudah jujur sama aku, a*h iya, tolong setelah menikah, belajarlah mencintaiku kak" tambah Jasmine


Masih terdiam memikirkan permintaan Jasmine. Lalu menyusulnya. Dary masih memikirkannya.


Segitu dulu yaaa, tolong tinggalkan jejak. Maaf kalau ada typo💖🤗

__ADS_1


__ADS_2