
Author POV
Jasmine terbangun, ya dia terbangun pukul 3 dini hari. Dia lalu mengambil wudhu dan melaksanakan sholat malam. Di sujud terakhirnya, dia menangis tersedu sedu sampai punggungnya bergetar. Dia berdoa meminta agar Allah melindungi rumah tangga yang baeu dimulainya.
"Ya Allah, hamba tidak tau harus meminta dengan siapa, dan bagaimana caranya. Tapi hamba mohon, lindungilah rumah tangga yang baru hamba bina beberapa jam ini, hamba hanya bisa memohon pertolongan Mu. Ya Allah maafkan segala kesalahan suami hamba. Jadikanlah hamba istri yang taat dan kuat. Jangan Kau biarkan pernikahan hamba menjadi pernikahan yang singkat, hamba ingin hingga JannahMu kami selalu bersama. Aamiin" ucap Jasmine.
Dia pun membersihkan wajahnya, dan kembali ke kamar sambil tadarusan. Jasmine tidak menyadari jika sedari tadi kedua mertuanya tidak kuasa menahan tangis, mereka melihat betapa rapuhnya Jasmine. Ya mereka tau jika Afifah datang menemui Dary. Makanya mereka tau kenapa sedari masuk rumah wajah Jasmine kusut. Dan saat malam hari, mereka juga ingin melaksanakan sholat malam tapi karena ada Jasmine mereka memilih membiarkan Jasmine terlebih dahulu. Ya Jasmine mendoakan agar Allah mengampuni anaknya, miris memang mereka merasa gagal mendidik Dary.
"Anak kita sudah keterlaluan" ucap Abah Roni.
"Ummi takut, Jasmine meninggalkan kita" kata Ummi.
"Abah akan selalu berusaha agar rumah tangga mereka baik baik saja mi" ucap Abah.
"Bagaimana bah, anak kita saja seperti itu" jawab ummi.
"Kita minta petunjuk Allah mi" ucap abah.
Mereka pun melaksanakan sholat yang tertunda.
Keesokan harinya, semua berkumpul di meja makan. Keluarga abah Koni dan Papah Rahman sama sama menikmati sarapan yang sudah disediakan, dengan diselingi obrolan ringan.
"Kalian kan masih libur, bagaimana jika bulan madu" ucap Papah.
"Iya supaya kami cepat dapat cucu" kata mamah.
Abah dan Ummi tidak terlalu ingin ikut berbicara karna khawatir tidak bisa menahan rasa kesalnya kepada Dary, jadi mereka memilih diam.
"Nanti saja mah, Jasmine mau santaj dirumah dulu" kata Jasmine.
"Cari saja yang dekat, iyakan pah" jawab mamah.
"Semua terserah mereka mah, mereka yang menjalani" jawab papah seadanya.
"Mah, kami akan bulan madu sesuai yang mamah mau, tapi bukan sekarang ya mah, masih kenalan dulu hehehe" kata Jasmine.
Merasa sang mamah sudah tenang dia lanjut makan. Setelah makan, Jasmine kembali membereskan kamar, dia bertanya kepada Dary kapan mereka bermalam dirumah ummi.
__ADS_1
"Mas kapan kita pergi kerumah ummi" tanya Jasmine.
"Mungkin tiga hari lagi, kenapa?" Kata Dary.
"Aku ingin membereskan baju yang akan dibawa kesana" kata Jasmine.
"Oh baiklah, bajuku yang kemarin disini tinggal saja, untukku menginap. Ya kita gantian saja.menginap dimana" ucap Dary.
"Baik mas" jawab Jasmine singkat.
Tiga hari berlalu, mereka bersiap untuk pulang ke rumah ummi dan abah. Keluarga abah Koni juga berpamitan dan berterimakasih karena selama disini mereka dijamu dengan begitu baik.
"Anak mamah mau pergi lagi, mamah masih kangen" kata mamah.
"Haduh mamah, sudah sebulan lebih Jasmine disini mah, mamah lebay" ucap Jasmine.
"Ga dong, oiya sayang. Sering main dan menginap disini ya. Telpon mamah terus" pinta mamah.
"Mamah kaya anaknya mau kemana aja, gausah gitu kalo Jasmine gabisa kesini kita yang kesana" kata papah.
"Iya mah, insyaaAllah" jawab Dary.
"Mamah jaga diri yaaah, papah juga. Bib, Fer jangan nakal okey!" Kata Jasmine kepada keluarganya.
"Oke kakaku" kata adik adik Jasmine.
"Mah pah kami pamit" ucap Dary.
Mereka pun pergi menaiki mobil. Abah koni dengan istri dan anak anaknya, Dary dan Jasmine memakai mobil satunya.
Saat dijalan, handphone Dary berbunyi, saat melihat nama yang tertera, Dary mencoba mengabaikannya. Jasmine yang awalnya cuek merasa terganggu, lalu dia menyuruh Dary untuk mengangkatnya.
"Angkatlah mas, dia menelponmu sudah 4kali" kata Jasmine.
"Apa tidak apa apa?" Kata Dary.
"Kamu ingin membantunya saja aku tidak apa apa, apalagi mengangkat telponnya" jawab Jasmine sarkas.
__ADS_1
"Baiklah" kata Dary.
Ditelpon Afifah mengatakan jika dia kesusahan dalam mengganti lampu dirumahnya, Jasmine memberikan saran untuk mereka kerumah Afifah dulu, kasihan jika dia harus kegelapan. Mereka pun menuju rumahnya. Saat mendengar suara mobil wajah Afifah sangat sumringah, namun saat melihat Jasmine ikut keluar dari mobil, Afifah sangat jengkel.
"Assalamualaikum" ucap Dary.
"Waalaikumsalam mas Kamil" kata Afifah.
"Mana lampu yang mati, aku harus cepat, ummi nanti marah" kata Dary.
"Itu mas, dikamarku" tunjuk Afifah.
'syukur aku ikut, jika tidak akan timbul fitnah' gumam Jasmine dalam hati.
"Oke" jawab Dary.
Aku duduk di taman depan, ya disini nyaman. Sangat tenang, ditemani oleh Afifah karna mas Dary sedang memasang lampu didalam rumah.
"Mba sudah lama kenal mas Kamil" tanya Afifah.
"Sudah lama, sekitar 19 tahun yang lalu mba" jawab Jasmine.
"Wah lama ya, aku baru 7 tahunan" kata Afifah.
"Lumayan mba, sejak kecil" jawab Jasmine tersenyum.
"Mba pasti sangat cantik, apa mba tidak memiliki teman dekat atau kekasih" kata Afifah.
"Ummm aku hanya memiliki cinta pertama saja mba, yang aku cintai dalam diam. Dan aku akan mempertahankan cinta pertamaku itu" jawab Jasmine mantap.
"Artinya mba Jasmine tidak mencintai mas Dary dong?" Kata Afifah.
"Sejak aku menikah, cintaku semuanya untuk suami mba" jawab Jasmine santai.
Jawaban jawaban Jasmine yang santai tambah membuat Afifah jengkel. Untung Dary cepat selesai. Mereka pun berpamitan pulang karna hari menjelang malam, dan ummi juga sudah menelpon.
Sampai sini dulu 💖💖🤗
__ADS_1