
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Begitu cantik mempelai perempuan saat selesai dirias, walaupun masih memilih mengenakan cadarnya. Ya inginnya nanti setelah menikah saja suaminya melihat wajahnya. Mempelai pria tak kalah gugupnya. Tangan yang dingin dengan keluar keringat dia duduk didepan penghulu, disaat semua sudah siap. Jasmine pun dipanggil. Ijab dan qobul pun terlontarkan. Sangat cepat dan lantang dengan satu tarikan nafas saja, Jasmine sudah kepunyaan orang.
Di barisan ketiga tempat duduk para tamu undangan ada seseorang yang sepertinya sudah pasrah dalam rasa patah hatinya, Fattah hanya bisa menepuk pundak Fikri untuk sedikit menyemangatinya.
"Semoga dia tidak pernah membuat Jasmine kecewa ya" ucapnya dengan Fattah.
Fattah hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan. Pasti sulit sekali setelah ini.
Malamnya, resepsi pun digelar. Semua orang larut dalam suka cita. Ya, mereka sangat berbahagia. Tibalah saat untuk memberikan selamat pada kedua mempelai, orang orang mengantri untuk bersalaman. Tidak sedikit teman dan kerabat serta keluarga yang datang, tibalah giliran teman mempelai wanita datang untuk memberikan selamat.
"Selamat ya min, bahagia terus. Kamu cantik sekali hari" kata Saniyyah.
"Min aku selalu mendoakan yang terbaik buatmu. Semoga kebahagiaan menyertai keluargamu yaaa, aku akan selalu jadi tempat kamu pulang" ucap Tasya.
"Tolong jaga dan bahagiakan Jasmine bro, karna istriku akan sangat gelisah bila kebahagiaan Jasmine berkurang. Dia lebih sayang Jasmine ketimbang dirinya sendiri" ucap Fattah kepada Dary.
Jangan ditanya bagaimana keadaan 3 orang wanita tadi mereka sudah menangis. Berpelukan. Dary hanya membalas pesan Fattah dengan anggukan. Giliran ustadz Fattah yang berbicara kepada Dary
"Tolong bahagiakanlah Jasmine, jangan membuat dia kecewa, aku melepasnya karena dia yang meminta kepadaku untuk mencari orang yang lebih layak aku cintai. Tapi jika suatu hari aku mendengar kamu membuatnya terluka, aku orang pertama yang akan mengobatinya" ucap Fikri mantap.
Sambil menatap Dary, ya dia merasa tertantang. Dary pun sama, dia merasa heran siapa orang ini, beraninya mengaturnya.
Malam semakin larut, para tamu sudah pulang. Kini tinggal beberapa saja. Jasmine mencari sosok suaminya, sampai dia melihat sosok yang begitu mirip, dia ikuti, sampai melihat. Sepertinya suaminya sedang berbicara dengan 2 orang lainnya. Dia menguping. Bersembunyi dibalik tembok besar rumahnya.
"Mas Harris jahat denganku, Mil" ucap wanita itu
Sambil memeluk Dary.
__ADS_1
"Dia membuatku terluka dan meninggalkanku" lanjutnya lagi.
"Hei tenang jangan seperti ini" jawab Dary.
"Kamu jangan bodoh Afifah, Kamil sudah menikah hari ini" ucap pria yang juga ada disana.
"Aku tidak peduli Ron, aku sangat sakit sekarang" ucap Wanita itu kembali.
"Tolong jangan seperti ini Fah, aku sudah menikah, jika ada yang melihat bagaimana. Lagi pula kamu masih istri orang. Dan aku juga tidak bisa kembali padamu, kamu tau orangtuaku tidak pernah merestui kita" ucap Dary.
"Tapi Mil, aku bingung bagaimana sekarang. Aku tau kamu masih mencintaiku kan. Mil tolong aku" kata Wanita itu lagi.
Disana Jasmine begitu kecewa mendengarnya. Suaminya seperti akan memberikan perempuan itu kesempatan untuk kembali.
"Lalu bagaimana denganku? Sudah pasti aku akan kalah, dia sangat mencintai mantannya" ucap Jasmine.
"Nak, bersihkan badanmu. Mamah lihat Jasmine sudah dikamar, sepertinya dia sudah selesai membersihkan dirinya" ucap ibu mertuanya.
"Iya mah, Dary kekamar dulu" katanya.
Saat masuk kamar dia sangat gugup. Dilihatnya sang istri sedang merapikan pakaiannya di lemari.
"Mas mandi dulu ya, aku sudah menyiapkan baju mas" ucap sang istri dengan senyum dibalik cadarnya.
"Iya min" jawabnya.
'Hah, apa tadi. Mas? Sejak kapan dia mengubah panggilan itu?' kata Dary dalam hati.
__ADS_1
Setelah berpakaian, dia duduk di kasur. Dilihatnya sang istri masih sibuk merapikan barang barangnya.
"Min ada yang ingin kubicarakan" ucap Dary
"Bicara saja mas" masih dengan pendek dia membalas ucapan suaminya.
"Afifah membutuhkanku. Dia sedang kesusahan sekarang, suaminya menyakitinya. Aku harap kamu paham maksudku" ucap Dary.
'oh jadi namanya Afifah' gumam Jasmine dalam hati.
"Aku terserah mas saja, cuman mas harus bisa menempatkan diri mas. Jika diukur dalam tingkat derajatnya sekarang, aku yang lebih berhak dalam hal apapun dihidup mas. Tapi jika diukur dari perasaan mas, aku kalah telak oleh perempuan itu. Aku harap mas bisa menempatkan diri mas, seperti kataku kemarin, tolong belajarlah mencintaiku, jangan sampai ada penyesalan diantara kita" jawab Jasmine panjang lebar.
"Baru kali ini kamu menjawab tidak pendek seperti biasanya" jawab Dary.
"Ya karna sekarang aku istrimu, lebih berhak atas mu. Dalam segala hal" kata Jasmine.
"Jika kamu ingin menolongnya, tolonglah. Tapi jika kamu berfikir untuk kembali padanya, juga kembalilah. Aku tidak akan melarang hal apapun" lanjut Jasmine tegas
"Oh kamu bicara seperti ini juga kan karna memang kamu tidak mencintaiku min, kamu mencintai cinta yang kau tunggu 17tahun itukan" kata Dary terpancing.
"Malam ini, aku jadi kembali berfikir akan hal itu, entah. Tapi sejak suamiku menikahiku, cintaku hanya untuk suamiku seorang" ucap Jasmine mantap.
"Aku tidak ingin berdebat denganmu mas, semua aku serahkan pada Allah, aku harap kamu bisa membawa diri dalam hal ini. Lebih baik kita istirahat" lanjut Jasmine.
Mereka pun istirahat, terlihat Dary memunggungi Jasmine. Tetapi Jasmine, menatap langit langit kamarnya. Seketika terdengar dengkuran halus dari keduanya.
Sampai sini dulu yaaa💖💖💖🤗
__ADS_1