
"maaf Pak Apakah semua anak di sekolah ini sudah pulang" Raka
"anak anak iyh mereka semua sudah pulang" ucap satpam
"sepertinya mereka tau kita datang jadi mereka pasti lewat jalan lain" ucap Kubis.
"ya ampun mereka memang lebih cerdik dari pada kita ya" ucap Adit
kemudian mereka kembali pulang, ke rumah masing masing.
"aku pulang" teriak Rina
"kau sudah pulang" jawab ayah Rina
"ayah, kaka di mana" ucap Rina
"dia pergi kuliah, sudahlah kau ganti pakaian mu dan kita makan, cepat" ucap Ayah rina
"baik" jawab Rina
seketika itu rina mengganti pakaian nya dan berjalan ke meja makan
"ayah aku ingin bertanya" ucap rina
"apa yang mau kamu tanyakan" sahut ayah rina
"kenapa, sudah beberapa bulan ini aku tidak pernah melihat ibu" ucap Rina
"haah.nanti jika kau sudah dewasa baru ayah akan mengatakan nya kepada mu" ucap Ayah Rina
kemudian Rina menggenggam sendoknya dengan sangat erat.
"kenapa harus tunggu aku dewasa" ucap Rina,membengkokkan sendok nya
"Jika ayah mengataknya sekarang maka kau tida akan paham" ucap ayah Rina berdiri dari meja makan
__ADS_1
"Kenapa kenapa apa kerana ibu telah tiada, aku tau ibu telah tiada, ayah tidak perlu merahasiakannya aku sudah tau dari awal" ucap Rina dengan suara keras, dan berlari ke kamar
"Rina rina tunggu" ucap ayah Rina
Saat itu Rina yang sedang menangis di dalam kemarnya, kemudian muncul cahaya yang sangat terang.
"ibu" ucap Rina
"putriku kau sudah besar, ibu sangat merindukanmu, mengapa kau menangis jangan menangis kamu kan anak hebat, masa anak ibu lemah, sudah jangan menangis yah. " ucap ibu Rina dengan tersenyum
"ibu ibu belum tiada ibu masih hidup, ibu masih hidup haa ayo bu ikut dengan ku, ayah pasti akan senang" ucap Rina menarik tangan ibunya tapi tida bisa
"mengapa tida bisa, ibu kenapa jangan membuat Rina takut ibu ayo ikut rina bu" ucap Rina dengan menangis tak henti
"putri ku kau jangan menangis anak ibu harus kuat yah, ibu tidak bisa ikut dengan mu, kau harus menjaga ayah mu dengan baik. ini adalah perkataan ibu yang terakhir kalinya, rina ibu mohon padamu" ucap Ibu Rina seketika menghilang
"hah ibu... IBU.....!!!! " Teriak rina dengan keras, seketika itu ayahnya mendengar nya dan menghampiri kamar rina
"Rina rina kau kenapa sudah jangan menangis" ucap ayah rina memeluk rina
"ayah... ibu dia datang" ucap Rina dengan menangislah
Beberapa jam kemudian pagi hari
"kau sudah bangun, bagaimana keadaan mu sudah membaik kan" ucap ayah Rian
"yah, " jawab Rina
"sudah ayo duduk dan makanlah" ucap ayah Rina
selesai sarapan Rina langsung berangkat ke sekolah dengan muka tak semangat.
"Rina ada apa dengan mu Tida terlihat seperti biasanya" ucap Yuli
"bukan apa apa kalian tak perlu khawatir" ucap Rina
__ADS_1
beberapa menit mereka belajar, Jam istirahat
kantin sekolah. Rina dan temannya duduk di bawah pohon yang sangat besar.
"aku merasah aneh dengan Panah ini, kerana panah ini tiap kali aku pulang aku selalu di ikuti oleh orang misterius, untung saja panah ini sangat sakti" ucap Rina
"bagaimana jika pulang sekolah kami akan menemanimu" ucap Yuli
"bagaimana Ulis kamu harus ikut yah(mati kau Ulis sekarang aku akan tau bahwa kamu ini pasti mata mata, atau saja kau orang misterius itu) bagaimana Ulis kita nanti menemani Rina ya pas pulang sekolah" ucap yuli merencanakan sesuatu
"maaf tapi seperti nya aku tidak bisa kerana aku ada urusan mendadak dengan keluarga ku" ucap Ulis
"yah tidak masalah" sahut Rina
"yah, ngak seru(satu bukti telah tercatat) " ucap yuli dengan senyum tipis
jam pulang sekolah
saat Rina dan Yuli pulang bersama orang misterius itu belum muncul
"belum ada nih" ucap Rina
Tidak lama kemudian Orang itu muncul dengan kawanannya
"wah wah ngak bisa lawan sendiri lu, malah manggil teman curang" ucap Rina
kemudian mereka melawan nya saat itu Yuli bukanya melawan para kawanannya ia malah melawan orang misterius itu, saat ia menyarang Yuli memegang tangan orang itu dan melihat gelang yang persis seperti gelang yang di pakai oleh Ulis
"sekarang kau akan mati di tanganku(yap bukti ke dua terlihat) kamu tidak akan lolos lagi" ucap Yuli
seketika itu orang itu menghilang beserta kawanannya
"yah mereka menghilang" ucap yuli
"tak apa terimakasih telah membantuku" ucap Rina kemudian mereka berjalan pulang
__ADS_1
"iyh, " ucap Yuli dengan tersenyum
"dua bukti sudah ku dapatkan" ucap Yuli