
"huff aku harus memberikan informasi ini kepada Raka dan yang lainya" ucap Yuli
"hah Rina aku baru ingat aku punya janji ni sama.. itu... sudahlah kau tak perlu tau kalau begitu aku permisi dulu bay bay" ucap Yuli berlari dengan cepat
"yah, ada apa dengan anak itu" ucap Rina kemudian berjalan pulang
beberapa menit Yuli berjalan dia mengiat bahwa dia tak tahu di mana Rumah Raka ataupun Rumah kubis
"eh bentar mau kenapa aku, oh ya kan aku tak tau di mana rumahnya Raka tau pun kubis" ucap Yuli menyebrang jalan
seketika itu ada mobil yang tidak terkendali kan dan hampir mebabrak Yuli, tapi Yuli berhasil menghindar
"eh hampir saja, bentar tidak ada kerusakan di mobil itu, rem nya tidak blong, apa jangan jangan ada yang sengaja mencelakai ku" ucap Yuli dengan penasaran
tiba tiba ada yang memangil Yuli
"Yuli" tarika deon
"lah deon dari mana kamu muncul" ucap Yuli.
"bukan apa apa mau ke rumah Raka kan" sahut deon
dengn tersenyum manis
"iyh(apaan ni bocah senyum bae ada yah di muka ku) " ucap Yuli
"hihihi sudah ayo" ucap deon
beberapa menit meraka berjalan lalu mereka sampai di rumah Raka
"Raka kami datang!!!!" teriak deon
"eh buset biasa aja lah hampir Pica ni kuping gue" ucap Yuli memukul kepala deon
"maaf maaf" ucap deon, seketika itu ada yang datang
"eh kalian sudah sampai" ucap Kubis
"humm kubis aku punya info tentang Ulis" ucap Yuli
"benarkah baguslah ayo masuk" ucap kubis
kamudian mereka berdua masuk kedalam rumah Raka.
"wah keran" ucap Yuli
"maaf yah baru bilang ke kalian bahwa aku tinggal di sini bersama Raka" ucap kubis
"(apa!! yang benar saja. tinggal berdua dalam satu rumah,cowok dan cewek, apa ni astaga melanggar) " ucapan Yuli dengan kecil
"Yuli! " ucap deon
"Hahh apa apa ada apa" ucap Yuli dengan terkejut
"kamu kenapa sih ngelamun mulu" ucap Kubis
"eh bukan apa apa aku hanya berfikir bahwa" ucap Yuli
"maaf terlambat Yuli apa info yang kamu dapatkan" ucap Raka
__ADS_1
"yah itu, ini gelang yang di pakai oleh Ulis, " ucap Yuli menunjukan gambar gelang
"oh lalu ada dengan nya" ucap kubis
"yah, tadi aku menemani Rina pulang kami di serang oleh orang orang aneh, dan saat aku menyerang bos nya aku tidak sengaja memegang tanganya dan melihat bahwa dia juga memakai gelang itu yang sama persis dengan gelang yang di pakai Ulis" ucap Yuli menjelaskan semuanya
"yah tapi gelang ini, juga yang membuat kami sampai di sini, kami sampai di sini itu berkat bantuan Ulis" ucap Kubis
"yah, tapi mengapa orang itu ingin mengambil panah dari Rina" ucap Ulis
"apa jangan jangan" ucap Raka
"iyh, haa apa jangan jangan" ucap Yuli
keesokan harinya (minggu)
Yuli menelfon semua teman teman buat bertemu di tempat biasa mereka sudah memasang rencana. Yuli datang awal di Rumah Rina untuk berjalan bersama
Raka dan deon menunggu atau mengawasi di Rumah Ulis, Kubis dan lainya menunggu di tempat sasaran
"okey semua siap kan" ucap Yuli menggunakan panggil khusus yang di buat oleh deon
sisi lain
"wah beruntung juga aku membuat alat ini ternyata ada gunanya" ucap deon
"yah, kita harus fokus" ucap Raka
sisi lain
"ya, Adit kau pakai topeng yang mirip seperti deon, dan kai kau pakai topeng Raka, citra kau pakai topeng Rina dan amel ini pakai topeng Yuli" ucap Kubis, menyuruh mereka berpenampilan seperti Raka dan yang lain
saat itu Ulis keluar dari Rumah dan menuju tempat yang di pesan Yuli
"di keluar cepat ikuti" ucap deon dengan suara kecil
meraka terus membuntuti Ulis sampai di tempat kubis dan yang lainya berada
"hay kalian maaf yah kalau lama menunggu" ucap Ulis, sebelum Ulis sampai Citra dan amel bersembunyi
"hmm Rina dan Yuli belum datang ya" ucap Ulis
"yah mungkin meraka lagi di jalan kali" ucap deon(Adit)
"kalau begitu aku ingin ke suatu tempat dulu mumpung meraka belum datang kan" ucap Ulis
"eh mau kan baru sampai" sahut Raka(KAIVAN)
"maaf, hanya cepat saja" ucap Ulis
"ya sudah" jawab Raka
kemudian Ulis berjalan menuju tempat yang sering di lewati oleh Rina.dan Raka deon mulai mengikutinya kembali
"hmm mengapa dia memakai pakaian hitam si" ucap Deon dengan suara kecil
"sudah diam lah " sahut Raka
saat itu Rina berjalan seorangan dan Yuli mengawasinya dengan menggunakan jam tak terlihat
__ADS_1
"hmm Yuli kau ngapain memakai jam itu" ucap Rina bingung melihat tingkah Yuli
"sudah kau diam lanjut saja " ucap Yuli
"HAH.. kau sampai juga akhirnya, serahkan panah mu jika tidak maka teman mu akan tiada" ucap orang itu mengikat Deon Raka dan lainya
"haa teman teman bagaimana bisa, lepas kan mereka aku akan memberikan panah ini" ucap Rina mengeluarkan panah tersebut
"tidak kau harus menghilangkan dulu kekuatannya" ucap Orang itu
"baik" ucap Rina
seketika orang itu mau mendekat untuk mengambil panah itu tiba tiba Raka dan yang lainya muncul dan mengelilingi orang itu
"apa yang terjadi bagaimana bisa" ucap orang itu dengan bingung.
"oh tidak, kau menggunakan kami sebagai umpan, oh yah omong itu hanya boneka yang kau rancang mirip seperti kami kan " ucap Deon
"YULI!!!! SEKARANG" teriak Kubis
seketika itu yuli melompat dan menarik jubah yang di pakai orang tersebut, dan ternyata orang itu adalah
"ULIS" ucap Rina
"yah begitulah akhirnya kau memang bodoh tidak tau apa yang kami rencanakan" ucap Raka..
"dan ini orang tua mu meraka adalah suruhan mu kan" ucap kaivan
"bagaimana bisa" ucap Ulis
"yap ini berkat Yuli" ucap kubis
"anak ini beraninya kau" ucap Ulis seketika membuat Yuli melayang di udara dan menjatuhkan ya dengan sangat kuat
"yuliii" teriak Rina mengabil panahnya, seketika itu Deon terbangan
"huff hampir saja" ucap Deon
"haa kenapa ini" ucap Ulis.
"hmm kalian memang bodoh semuanya serang mereka" ucap Ulis.
kemudian mereka menyerang dan memusnahkan semua monster itu lalu seketika itu mereka membuat variasi berbentuk bintang dan menyegel Ulis di dalam penjarah yang di jaga ketat di alam lain.
"kalian punya kekuatan" ucap Rina
"yah maaf baru melihat kan ini, sudahlah lupakan saja" ucap Adit..
"dan ingat lah bahwa Ulis itu adalah orang jahat" sahut Kaivan
"hmm aku tak menyangka akan jadi seperti ini" ucap Rina
"yap bagaimana aku sangat hebat kan" ucap Yuli banga
"iyh itu kan juga berkat diri mu " sahut kubis
"sudahlah kawan ayo kita makan lapar" ucap Deon
"lapar mulu" ucap Yuli, membuat mereka semua tertawa
__ADS_1